Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 166 Debat


__ADS_3

Happy reading 🤗


Beri like dan hadiahnya dong 😁


Biar Author semangat up-nya ❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


Tuan Farhan meminta suster untuk memindahkan Jons ke ruang VVIP saja agar memudahkan dirinya untuk beristirahat sembari menunggu istrinya sadar. Di sinilah mereka di ruangan VVIP A tepatnya di lantai tiga, Tuan Farhan merebahkan tubuhnya di salah satu sofa panjang dekat bangsal sang istri. Jika sewaktu-waktu istrinya bangun maka ia akan mengetahuinya. Memejamkan matanya dengan posisi tangan menindih dahinya.


"Akkh, kenapa aku tidak mencetak 12 pemain bola di dalam rahim Ara, kenapa yang lolos hanya dua orang saja. Heh! aku juga salah kenapa tidak memberikan anakku kekuatan saat mencetaknya... ah bodohnya aku" keluh Tuan Farhan yang masih saja tidak terima penerusnya hanya lolos dua orang. Padahal ia mengeluarkannya sangat banyak. Kisaran lima ratus juta milliaran dan yang lolos seleksi hanya dua anak, apakah itu tandanya kualitasnya kurang bagus.


"Ara juga kenapa mempersulit perjalanan anak kita, begini kan jadinya, hanya dua... oh kasihannya mereka". Masih menyayangkan miliaran anaknya yang mati dalam perjalanan misi. Bibirnya mengerucut lima senti sesekali menggerutu tidak terima istrinya hanya meloloskan dua penerusnya. Padahal kan Ara tidak tahu apa-apa tentang lolos dan tidak lolosnya calon anaknya. Heh benar-benar tidak bisa mencapai kepintaran raja Iblis, saking cerdasnya tidak merima sesuatu yang berada di luar batas kemampuan manusia.


Sedang di luar rumah sakit tepatnya di parkiran mobil rumah sakit Paniis Hospital Panimbang, tiga Iblis kecil juga Richo dan Sandy segera turun dari mobil. Berhenti sejenak menatap bangunan di depannya.


"Uncle, Uncle yang nanya yah pasien atas nama Arabella Jonas". Ujar Hamas pada kedua pria dewasa di hadapannya. Sedang Richo dan Sandy menaikkan sebelah alisnya tinggi.


"Maksud Tuan muda Mommy kalian? Jons?" tanyanya memastikan kembali, apakah dirinya yang salah dengar ataukah memang para kerucil sedang berkhayal.


"Iya Uncle, kenapa sekalang Uncle Licho kayak lola gitu sih" gerutu Aulia merasa jengah pada sikap pria di depannya. Dia kan sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan sang Mommy.


"Nona, lola itu apa? apakah itu sejenis nama cewek...?" tanya Sandy dengan tampang penasaran. Netranya menatap Aulia seperti menunggu uang jajan dari sang ibu.


"Iiih, Uncle Sandy juga lola, kenapa semua jadi lola sih. Auh ah" Aulia langsung berjalan duluan memasuki lobi rumah sakit dengan perasaan kesal wajahnya terlihat sangat jutek ingin sekali menggigit otak Richo juga Sandy untuk bisa meredam emosinya.


"Iya Uncle, kami ingin bertemu Daddy dan Mommy, sekarang Mommy sudah kembali jadi kami akan menjemput Mommy di rumah sakit" jelas Hamas lembut membuat Richo dan Sandy mengangguk mengerti. Walaupun mereka masih penasaran dan ingin bertanya lebih lanjut tapi mereka takut akan di omeli lagi... cukup Nona Aulia saja tidak untuk kedua Tuannya.


"Ayo Uncre" seru Azhar dan mereka lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit Paniis.


"Uncle mau tahu arti kata lola?" tanya Azhar pada Richo dan Sandy dan mereka mengangguk antusias.


"Mau Tuan, kami sangat penasaran sebenarnya apa yang di maksud Nona Aulia" jelas Richo menatap binar pada Azhar.


"Loading lama" jawaban Azhar membuat kedua pria dewasa itu membulatkan bola matanya.


"Hah! loading lama" gumamnya lirih, berpikir sejenak apakah diri mereka benar yang di katakan Nona mudanya adalah pria lola.

__ADS_1


"Astaga? tahu darimana kata-kata seperti itu" batin Richo dan Sandy geleng-geleng kepala merasa lucu dengan tingkah Nona Aulia.


"Kakak, kakak!" panggil Aulia di depan meja resepsionis membuat dua wanita muda mengalihkan pandangannya dari komputer.


"Oh iya sayang, gadis manis ada yang bisa kakak bantu hmmm...?" tanya seorang wanita lembut.


"Lia ingin beltemu Mommy, kata Daddy Mommy di sini" jawab Aulia menampilkan wajah imutnya membuat dua wanita muda itu ingin sekali menggigit pipi chubby Aulia.


"Oh siapa namanya sayang?" tanya salah satu teman di sebelahnya.


"Hmmm... Mommy Alabella Jonas kakak" jelas Aulia dengan tangan saling bertautan.


"Oke sayang, tunggu sebentar yah" Aulia mengangguk antusias terlihat harapan besar dari mata bulatnya.


"Oh maaf dek di sini tidak ada nama Alabella Jonas, yang ada hanya pasien bernama Arabella Jonas" ujarnya saat melihat nama daftar pasien di layar komputernya.


"Iiih, itu kan yang Lia sebut" gerutu Aulia dalam hati.


"Itu adalah Mommy Lia kak" kata Aulia tersenyum palsu. "Di mana luangan Mommy Lia?, Lia ingin ke sana..." tanyanya lagi membuat dua suster itu mengerti seketika.


"Oh ternyata anak cantik ini cadel..., imut sekali" batin kedua wanita resepsionis menatap damba pada Aulia.


"Ria" panggil Azhar saat sudah di dekat Aulia. Dan princess Mafia itu melirik ke belakang.


"Maaf mbak, kami ingin bertemu pasien bernama Arabella Jonas" tanya Richo mengambil alih pembicaraan.


"Pasien atas nama Nona Arabella Jonas berada di ruangan VVIP A lantai tiga". jawab seorang wanita dan Richo tersenyum mengangguk.


Netranya menangkap sosok yang di rindukan matanya mulai berembun, sungguh si centil sangat merindukan Mommynya.


"Mommy" gumam Aulia pelan. Kaki mungilnya melangkah baju namun seperkian detik wajah yang berubah terharu itu menjadi kesal kala matanya melihat sang Daddy tengah tertidur.


Dengan jailnya Aulia memencet hidung Tuan Farhan membuat pria itu gelagapan.


"Akkkhhh, air! tolong! tolong!". teriak Tuan Farhan membuka matanya lebar-lebar, Aulia sudah terbahak-bahak menjahili Tuan Farhan membuatnya begitu bahagia.


"Liaaaa" gemas Tuan Farhan menarik telinga Aulia membuat gadis tengil itu berteriak kesakitan.


"Sakit Daddy"


"Tunggu! kenapa kalian bisa tahu Daddy di sini?" tanya Tuan Farhan saat menyadari sesuatu.


"Heh! Daddy meremehkan kami hmmm...?" ujar Hamas tersenyum penuh arti membuat Tuan Farhan mendelik jengah.


"Daddy, kenapa tidak bilang jika Mommy sudah datang? Lia kan ingin memeluk Mommy" ujar Aulia.


"Pokoknya Daddy tidak boreh dekat-dekat sama Mommy, murai sekarang Mommy mirik kami" sahut Azhar ikut menimpali. Ia berkacak pinggang di hadapan sang Daddy dengan mata melotot.

__ADS_1


"Iya, Lia dan Azhar benar. Daddy libur dulu sekarang giliran kami" Hamas ikut menyuarakan.


"Tidak bisa! Mommy istri Daddy kenapa kalian membatasi hubungan Daddy dan Mommy" protes Tuan Farhan tidak setuju, melipat kakinya dengan kedua tangannya merentang ke atas sofa. Menatap angkuh cecungut-cecungut di depannya.


"Bagaimana jika satu minggu Mommy tidur bersama kami, dan satu minggu lagi bersama Daddy? bukankah itu pilihan yang bijak" ujar Hamas memberikan pilihan namun Tuan Farhan terkekeh sinis.


"No! satu minggu adalah waktu yang lama. Dan Daddy tidak setuju, istri Daddy harus tidur bersama Daddy" sanggahnya dengan wajah angkuhnya.


"Tapi Mommy Jons adalah Mommy kami, Daddy tidak boleh pelit!" tutur Aulia tidak suka.


"Benar Ria" timpal Azhar menyamangati.


"Tidak bisa! Daddy harus pelit jika itu berkaitan dengan istri Daddy. So kalian harus mengalah" jelas raja Iblis tersenyum menang.


"Astaga. Apakah ini yang namanya perdebatan antara pelanggan diskon kelas dunia" batin Sandy geleng-geleng kepala namun ada rasa haru melihat perdebatan ayah dan anak itu. Seketika membuatnya teringat dengan orang tuanya.


"Daddy!!" teriak tiga Iblis kecil membuat semua di sana menutup telinga mereka.


"Diam!!" teriak Tuan Farhan dan Jons bersamaan.


"Mommy!" tiga Iblis kecil langsung menghampiri sang Mommy kala mendapati wanita di atas bangsal sudah sadar.


"Sayang, kalian di sini" Jons merentangkan kedua tangannya menyambut tiga kecilnya yang tengah memeluknya erat. Tidak menyangka jika ada anak-anaknya akan datang menjenguknya.


"Kami rindu Mommy" lirih ketiganya sesenggukan di pelukan Jons.


"Mommy juga rindu kalian, maafkan Mommy yang sudah egois. Maaf" jawab Jons mengelus lembut rambut ketiganya.


"Ah, Daddy juga ikutan peluk ah" Tuan Farhan yang hendak memeluk mereka seketika di tahan oleh Hamas dan Azhar.


"Stop Daddy! ini giliran kami tahu, Daddy kan sudah kebagian" kata keduanya membuat dua jones dan Ara terkekeh lucu.


"Dasar anak kurang akhlak" cemoh si Jelangkung batangan kembali duduk di tempat semula.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2