Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 93 Ke Bali


__ADS_3

**Happy reading 🤗


Beri like dan komen nya 🤗🤗**


.


.


.


.


.


.


.


Sekarang ini keluarga raja Hades dan ratu pembunuh bayaran sudah bersiap-siap untuk berangkat honeymoon ke Bali ralat lebih tepatnya pergi liburan keluarga karena banyak sekali rombongan yang di bawa raja Hades karena permintaan tiga kerucil iblis sang pengganggu orang tuanya.


Keluarga Alex juga sudah bersiap dan kini mereka sudah di depan Mansion akan bersiap naik ke mobil menuju bandara internasional Soekarno Hatta.


Ada dua buah mobil Mercedes Benz S-Class terbaru dengan harga 6, 7 miliyar rupiah mobil keluarga yang sudah di modifikasi dengan sedemikian rupa. Terdapat gambar di mobil Mercedes raja iblis, seorang anak kecil yang mirip dengan Azhar si kerucil iblis berambut gondrong memegang senjata api dengan pose duduk di atas kursi kayu tak lupa pula kaki kanan nya ia daratkan di atas kaki kirinya terlihat begitu mempesona dan cool, itu adalah permintaan Azhar entah lihat dari mana tapi ia sangat menyukainya dirinya ada di mobil milik Tuan Farhan.


Di mobil Tuan Farhan yang sudah di tumpangi oleh Jons dan anak-anak serta ada Tio yang menjadi supir nya. Di jok depan ada Tio sebagai supir dan Aulia, Azhar duduk di samping Tio sedang di jok bagian kedua ada Hamas, Alexa dan Richo, dan Tuan Farhan dan Jons duduk di jok belakang mereka ingin berdua tanpa di ganggu oleh si kerucil iblis sebenarnya hanya kemauan si Jelangkung batangan saja mumpung ada waktu senggang kenapa tidak di manfaatkan? Begitulah pemikiran mesum raja iblis, Bahkan si Jelangkung menekan tombol pembatas antara jok kedua dan ke tiga hingga membuat orang-orang di depan tidak bisa melihat nya.


"Hey kenapa kau menutup nya?" Seru Jons menatap tajam Tuan Farhan ia sudah tahu kalau begini pasti akan melakukan sesuatu yang mengenakan.


"Sssttt... Anak-anak tidak akan melihat kita aku ingin berduaan denganmu, kau tahu kita sudah lama tidak seperti ini" bisik Tuan Farhan saat mengangkat Jons ke atas pangkuannya.


"Tapi tidak seperti ini, kita sedang di mobil" protes Jons ia begitu malu pada anak buahnya, malu jika anak buahnya akan berpikir yang macam-macam tentang nya padahal kan memang iya.


"Yang bilang kita di neraka siapa ratu iblis hmmm...?" Tuan Farhan terkekeh melihat wajah malu-malu pembunuh bayaran sangat tidak cocok dengan karakternya. "Aku ingin merasakan bibir ini, apa aku boleh melakukannya?" Tuan Farhan menatap manik Jons, Jons terhipnotis di buatnya ia mengangguk walau dengan wajah malu-malu


Tuan Farhan mendekatkan wajahnya ke wajah Jons hingga deru napas mereka saling menyapa, pandangan mereka saling bertemu entah siapa yang duluan bibir mereka saling bersentuhan Tuan Farhan memeluk erat tubuh ramping Jons walau ada sedikit goyangan pada mobil yang di tumpangi namun tak membuat mereka menghentikan adu jotos gaya baru.


Si Jelangkung ******* dan melahap rakus bibir ranum Jons lidah mereka saling bertautan menikmati kenikmatan yang tiada tara tangan nya mulai masuk di balik baju yang menutupi silikon kesukaan nya.


"Euuumm...." Lenguhan kecil keluar dari mulut Jons kala tangan si Jelangkung meremas silikon miliknya.


Jons mendorong dada Tuan Farhan mata keduanya begitu sayu menahan gejolak hasrat.


"Kenapa?" Tanya Tuan Farhan serak.


"Jangan lakukan di sini, tunggu sampai di hotel" seru Jons walau ia sangat menginginkannya namun rasa malunya masih mendominasi. Jons segera turun dari pangkuan Tuan Farhan, sedangkan si Jelangkung mengusap wajah kasar menghembuskan napas panjang lalu menyandarkan kepalanya di sandaran jok.


"Kenapa Mommy dan Daddy menutup dili meleka? Apa yang meleka lakukan di dalam?" Tanya Aulia mengintip ke belakang.


"Ck! Anak kecir gak usah kepo urusan orang dewasa!" Cibir Azhar menatap jengah wajah adik perempuannya yang super duper kepo.


"Bilang saja kalau bang Azhal tidak tahu kan yang di lakukan olang dewasa!" Sanggah Aulia bersedekap. Tio terkekeh atas tingkah lucu Tuan dan Nona muda kecil.


karena penasaran Alexa bertanya pada Richo yang duduk di samping kanannya.


"Uncle Liko Om dan Tante lagi ngapain di dalam? kenapa meleka memakai ini?" ujarnya sembari menunjuk sebuah sekat pemisah jok kedua dan ketiga.


"Oh itu Om dan Tante Sedang bermain" jawab Richo. Alexa yang masih penasaran pun kembali bertanya.


"belmain apa Uncle?"


"Mereka bermain raba-rabaan".


"Pelmainan sepelti apa Uncle kok Leca balu dengal yah?"


"Huh! Lexa tanya abang Hamas saja yah" Richo begitu frustasi menjawab pertanyaan yang begitu mudah di jawab tapi sulit di jelaskan untuk seumuran anak seperti Alexa apalagi ada anak Tuan muda Farhan yang pintarnya kebangetan.


"Abang Hamas..."


"Sampai di hotel saja yah" potong Hamas karena dirinya juga tidak tahu permainan seperti apa itu.


Tio menggeleng kepalanya mendengar celotehan anak-anak ia lalu memutar lagu di audio mobil setelah mengaktifkan bluetooth dari ponselnya.


Terdengar lirik lagu dangdut yang di nyanyikan Lesti Bawa Ke Penghulu


🎶 Pucuk dicinta ulam pun tiba kata pepatah

__ADS_1


Ku butuh cinta kamu pun datang'aku bahagia


Pernah merasa sakitnya cinta hati kecewa


Lalu kau hadir aku terlena tiada berdaya


Bunga yang layu kini mekar kembali


Kau siram dengan cinta sepenuh hati


Ditinggal nikah kulepas dengan ikhlas


Gantinya kamu ikhlas membawa berkah


Aku siap jadi milikmu


Siapkah kau menjadi imamku?


Aku takut fitnah dan dosa


Bila berdua-dua denganmu


Apa lagi yang kau tunggu?


Jadikan aku halal untukmu


Ayah, Ibu, beri restu


Bawa aku ke penghulu


Pernah merasa sakitnya cinta hati kecewa lalu kau hadir aku terlena tiada berdaya.


Aulia mengambil ponsel milik Tio kemudian mengotak atik mencari video karaoke lagu yang di nyanyikan Lesti entah mengapa ia sangat menyukainya di tambah dengan Azhar si gondrong ikut bernyanyi juga mereka berduet layaknya pasangan penyanyi serasi.


Aulia : 🎶 Pucuk dicinta ulam pun tiba kata pepatah


Ku butuh cinta kamu pun datang'aku bahagia


Pelnah melasa sakitnya cinta hati kecewa.


Azhar : 🎶 Raru kau hadir aku terena tiada berdaya


kau siram dengan cinta sepenuh hati


di tinggar nikah ku repas dengan ikhras


gantinya kamu ikhras membawa berkah


Aulia : 🎶 Aku siap jadi milikmu


Siapkah kau menjadi imamku?


Aku takut fitnah dan dosa


bila beldua-dua denganmu


Apa lagi yang kau tunggu?


Jadikan aku halal untukmu


Ayah, Ibu, beli lestu


Bawa aku ke penghulu


bawa aku ke penghulu


bawa aku ke penghulu


Daddy bawa Lia ke penghulu.


Keduanya bersorak gembira.


"Lagunya bagus banget" pekik Azhar dan Aulia.


"Iiihhh jelek cekali cuara kak Lia!, Cualanya kayak cuara anjing menggonggong" celetuk Alexa dengan tangannya masih bertengger di telinga nya menutup akses pendengaran nya yang begitu sakit mendengar nyanyian Aulia dan Azhar seperti anak kuntilanak kehausan.

__ADS_1


"Eh anak kecil jaga mulut mu yah! Masih mending aku dalipada kamu tidak tahu menyanyi" balas Aulia dengan mata melotot.


Tio ingin sekali menangis mendapatkan penyiksaan dari Tuan dan Nona muda nya.


"Suara kalian membuat telinga ku sakit, jangan menyanyi lagi itu sungguh menyakitkan" seru Hamas bersedekap dengan menatap datar.


"Cih menyebalkan sekali" ketus Azhar.


🎶 Daddy beli lestu


bawa Lia ke penghulu" nyanyi Lia berteriak suara cempreng nya begitu memekakkan telinga orang yang di dalam mobil.


"Riaaaa jangan menyanyi lagi!" Teriak Azhar menutup telinga nya.


"Liaaaa jangan bernyanyi lagi!!" Bentak Hamas menatap tajam wajah adiknya yang tampak acuh padanya.


"Kak Lia jelek cekali" celetuk Alexa.


Jons dan Tuan Farhan terkekeh mendengar suara gadis kecilnya.


"Siapa tadi yang nyanyi minta restu ke Daddy bawa ke penghulu?" Tanya Tuan Farhan dengan wajah datar menatap seluruh anaknya. Aulia menelan ludah kasar ia memberanikan diri menatap wajah sang ayah yang begitu menyeramkan.


"Ria Daddy" jawab Azhar melebarkan senyum licik nya matanya berbinar adiknya akan di omeli oleh Daddy iblis.


"Iya Dad, Lia yang nyanyi" Hamas membantu provokasi.


"Apa benar itu Lia?!" Tuan Farhan berusaha untuk tidak tertawa sedangkan Jons menutup mulutnya agar tidak mengganggu akting suaminya.


"Benal Daddy" jawab Aulia menunduk ia duduk dengan sangat tenang tanpa bergerak ke sana kemari si gadis nakal itu tidak berani menatap orang-orang di mobil.


"Om, apa Om akan membawa kak Lia ke pengulu?" Tanya Alexa takut-takut.


"Iya Om akan menikahkan kak Lia ke penghulu" balas Tuan Farhan.


"No Dad! I'm solly! Lia tidak akan belnyanyi lagu itu!" Seru Aulia berteriak bahkan matanya kini sudah berkaca-kaca.


"Wah Lia akan menikah di umur 4 tahun? Apa itu tidak apa-apa?" Hamas kini kembali menakut-nakuti.


"No! Lia tidak mau!" Aulia berteriak kuat.


"Daddy harus membawa Ria ke penghuru" ucap Azhar tanpa melihat Aulia yang kini sesenggukan.


Tio yang melihat Nona kecilnya menangis mengulurkan tangannya mengusap lembut rambut Aulia.


"Jangan percaya mereka cuman bercanda" tutur Tio lembut. Aulia menatap wajah Tio haru.


"Really?" Tio mengangguk. Aulia berdiri dan duduk di pangkuan Tio seraya memeluk erat tubuh Tio. Tio yang tiba-tiba mendapat pelukan dadakan langsung...


Chiiiiit...


Menginjak rem serentak.


"Tiooooo!!" Teriak Jons, Tuan Farhan dan Richo.


"Kenapa adikku bisa bereaksi di orang yang tidak tepat" batin Tio frustasi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Bersambung 🤣


Beri like dan komen**


__ADS_2