Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 11 Ketagihan


__ADS_3

Happy reading guys 😘


jangan lupa tinggalkan jejak yah GUYS 🤗


###########


Setelah dari apartemen Nadia Jons kembali ke perusahaan ia mengerjakan tugasnya yang belum di selesaikan karena hari ini tidak ada meeting dan hanya tanda tangan dokumen saja, dan sekarang Jons telah menyelesaikan pekerjaan dan ia ingin pulang lebih awal karena sedari pulang dari apartemen Nadia ada sesuatu yang ingin ia tuntaskan.


Sekarang Jons tengah berada di parkiran ia mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata dan kini Jons telah sampai di depan apartemen nya dan masuk kedalam dan tidak lupa ia mengantongi paper bag di tangan kanannya, Jons segera membuka paper bag dan melihat sebuah MP3 berwarna hitam senyuman terpancar di wajah Jons. "Gue harus mencobanya di sini, hahaha" batin Jons senang, seperti anak kecil yang mendapat permen dari ibunya.


Flashback


"Hmmm, Nadia apa kau punya MP3 yang lain? Hmm,, maksudnya apa aku boleh meminjam MP3 milikmu?" Tanya Jons menggaruk kepala yang tidak gatal.


Nadia yang melihat wajah malu Jons jadi gemes pengen di cium wajah memalukan itu.


"Hahahah, tentu saja Jons, aku masih memiliki satu buah MP3, ambil aja ini" ujar Nadia kemudian memberikan MP3 kepada Jons.


Jons segera mengambilnya tanpa rasa malu bagi dirinya rasa malu ia kesampingkan terlebih dahulu karena MP3 ini lebih penting daripada apapun entah apa yang terjadi tapi Jons merasa pekerjaannya menambah satu lagi ia merasa mendapatkan kehidupannya yang lain.


"Terimakasih Nadia, hmmm, karena kau sudah sembuh aku pergi dulu"


Dengan segera Nadia menahan tangan Jons "kau tidak bisa pergi!"


"Apa maksudmu, Nadia? Tanya Jons keheranan.


"MP3 yang aku berikan tidak gratis, kau harus membayarnya" ujar Nadia tersenyum penuh arti.


"Oh kalau itu mah gampang, berapa yang kamu mau? Aku akan membayarnya berapapun yang kamu minta" jawab Jons hendak mengambil dompetnya namun sebelum mengambilnya tangan Jons kembali di cegat oleh Nadia.

__ADS_1


"Jons, bayarnya tidak pakai uang" jawab Nadia menatap wajah Jons yang bingung.


"Lalu, aku harus bayar pake apa kalau bukan pake uang? Tanya Jons mengernyitkan alisnya.


Nadia tersenyum penuh arti kemudian berujar. " Tutup mata mu, Jons!" Pinta Nadia


Jons yang mendengar perintah dari Nadia segera menutup matanya tanpa rasa curiga. "Apa seperti ini?" Tanya Jons menutup keduanya matanya.


Cup


Seketika ciuman mendarat pas di bibir milik Jons. Jons langsung terkejut dan membuka matanya dan menatap tajam ke arah Nadia.


"Apa yang kau lakukan Nadia, kau sudah menciumku bahkan sudah berkali-kali! Bentak Jons, ia berpikir dirinya sudah di nodai oleh seorang wanita dan itu sudah melanggar asusila dan harus di basmi.


Nadia tertawa tanpa dosa ia begitu semangat membuat Jons kesal karena itu akan membuat wajah Jons terlihat lucu dan menggemaskan


"Hahaha,, Jons kau sangat tampan dan menggemaskan" tutur Nadia mencubit pipi Jons dengan gemas.


"Baiklah Nadia, aku sudah membayarnya sekarang aku harus pulang daah" ujar Jons kemudian berlari meninggalkan apartemen penuh maksiat itu.


Sedangkan di dalam apartemen seorang gadis tanpa dosa itu tengah tertawa terpingkal-pingkal


"Dia sangat lucu sekali, oh Jons kau begitu menggemaskan".


Flashback end


"Hmmm, sebaiknya gue mandi dulu kemudian baru gue masak" gumam Jons menuju kamarnya.


Jons membuka satu persatu pakaian yang melekat di badannya ia melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun Jons berdiri kayaknya model papan atas di depan cermin.

__ADS_1


"Buah dada gue lumayan juga, gak kecil-kecil amat tapi ko mereka gak liat yah? Kalau gue juga punya gak rata malahan enak di pegang" gumam Jons menatap pantulan dirinya di cermin, senyuman mengembang di bibirnya kemudian tak lama ia menggelengkan kepalanya


"Oh shiit, gue harus mandi segera untuk melakukan percobaan kehidupan terbaruku" gumamnya sambil bersenandung ria.


Setelah selesai mandi Jons memakai pakaian santainya ia menuju dapur dan bersenandung lagu jessi yang ia dengar di apartemen Nadia, rupanya lagu Jessie sudah menghipnotis gadis tomboy itu hingga membuatnya selalu menyanyikan lagu Nunu Nana. Jons telah menyelesaikan masakannya ia membuat nasi goreng dan telur ceplok ala kadarnya ia menyantap makanannya dengan khidmat tidak butuh waktu lama Jons sudah selesai makan dan mengangkat piring kotor menuju wastafel dan mencuci piring kotor, Jons melakukan dengan cepat karena ia sudah tidak tahan untuk mengulang kembali kegiatan bersama Nadia menurutnya kegiatan tadi siang sangat menghipnotis dirinya.


"Akh,, akhirnya selesai juga, saatnya kita berjoget Jons" teriak Jons melompat-lompat seperti anak kecil yang baru mendapat hadiah.


Jons menarik napas panjang kemudian mengembuskan perlahan setelah itu Jons memutar lagu Nunu Nana di MP3, Jons mulai menggerakan tubuhnya ia bergoyang dengan lihai seperti dance yang sudah Jessi dan dkk lakukan di konser-konser Jons bahkan tersenyum dengan dirinya setelah sekian lama ia mengubur hobby nya saat masuk ke dunia bawah. Saat reff lagu Nunu Nana Jons mengangkat satu tangannya di atas dan satu lagi ia masukkan ke dalam saku celana, Jons menggoyang kedua kakinya melekukan tubuhnya seperti ular kobra yang melilit di pohon.


Di lain sisi seseorang sedang menahan tawa menatap ke arah komputer yang menampilkan video seseorang yang sedang goyang tanpa arah


"Hahahaha, rupanya dia memiliki bakat yang lain. Hahaha, selain membunuh dia juga ahli menari-nari di atas bulan sabit" gumam pria tersebut. Pria tersebut merasa penasaran atas apa yang di lakukan orang tersebut ia memutar dari awal video pria itu menatap serius saat seorang laki-laki masuk ke dalam kamar membuka jas dan kancing kamejanya ia menatap serius ke arah layar komputer ia menelan ludah kasar saat tubuh seseorang terekspos jelas matanya melotot dua gundukan yang terlihat menggoda.


"Shiit!, Bukannya dia seorang pria? Lantas apa yang aku liat barusan? Darimana ia mendapat dua gundukan itu" pikirnya dan menggeleng kepalanya.


"Ini tidak benar, jangan bilang ia mendapatkan gundukan itu dari hasil plastik, oh God akan ku pastikan nanti" gumam pria itu tersenyum iblis. Ia kembali menatap seseorang di layar komputer yang tak lain adalah Jons gadis tomboy.


"Ekheem, Devil" panggil seseorang di belakang. Yah orang yang sedang menonton video laknat itu adalah Devil sang penguasa rahasia.


Devil kaget bukan main ia segera mematikan komputer nya dan menatap tajam ke arah belakang sedangkan orang di belakang nyaris menahan napasnya matanya sudah tercemar ia melihat sesuatu yang menyenangkan namun tak dapat di salurkan sekarang itu membuat reptil miliknya kesakitan menahan sesuatu yang membuncah.


"Kau! Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu!" Bentak Devil, ia merasa kesal jika ada orang lain yang menggangu ketenangannya apalagi saat sesuatu yang sangat privasi


"Aku sudah mengetuk pintu berkali-kali, tapi kau tidak mendengar nya. Hmmm,,, sepertinya kau sedang asyik hmmm" Rival tersenyum dan mengedip sebelah matanya genit.


Devil melihat itu langsung bergidik ngeri ia membayangkan jika ahhhk tidak, tidak.


**bersambung

__ADS_1


up lagi nih guys jika kalian suka dengan cerita ini tolong beri rate dan VOTENYA 🤗


sebagai imbalan author akan up setiap hari**


__ADS_2