Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 133 Ketangkap


__ADS_3

Happy reading


like Vote like vote like vote like vote like vote


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Saat ingin beranjak keluar dari kamar, sebuah pesan notifikasi masuk, karena penasaran Jons pun berbalik arah ke arah ranjang di mana benda perseginya tergelatak dengan pose menggelitik perutnya.


Di raihnya benda tersebut lalu membuka isi pesan. Alis Jons mengkerut melihat nomor tak di kenal..., dengan rasa ingin tahu Jons pun membukanya betapa terkejutnya kala melihat foto suaminya dengan perempuan lain yang sedang berciuman mesra terpampang jelas di layar ponsel lebarnya. Apalagi pakaian yang di gunakan Tuan Farhan adalah pakaian hari ini matanya membulat sempurna tangannya ikut terkepal kuat di selingi napas yang memburu.


"Siapa yang dengan beraninya memprovokasiku...?! apalagi mengirim foto seperti ini! cari mati huh...!!" Jons meremas ponsel di tangannya kuat. Tidak tahu saja jika yang mengirim foto tersebut adalah anak-anaknya yang di bantu oleh sang Uncle, andai Jons tahu apakah ia akan melabrak anaknya atau malah melampiaskannya pada Richo juga Sandy?.


Jons kemudian buru-buru masuk ke ruang walk-in closet mengganti pakaiannya dengan dress selutut tanpa lengan berwarna blue setelah berganti Jons beralih keluar menuju meja rias. Ia memberikan sedikit polesan make up tipis terlihat sangat natural namun mendapat hasil yang sungguh maksimal sangat cantik dengan pemerah bibir berwarna cery rambutnya juga di gerai sebahu sangat mempesona...


Ia akan memberikan pelajaran terhadap suaminya berani sekali selingkuh di belakangnya, entah foto yang ia lihat benar atau salah tapi ia akan memastikannya tidak mau mengambil tindakan seperti kejadian bersama Laura.


"Aku tidak tahu siapa wanita ini, lancang sekali naik ke atas pangkuan suamiku! jika sampai aku melihatnya akan ku patahkan kaki juga tangannya...!!" Geram Jons menampilkan wajah masam.


Setelah cukup berdandan ia lalu mengambil tas Furla berwarna hitam juga sepatu hak tinggi berwarna sky blue dan keluar dari kamarnya.


Sedangkan rombongan para kerucil perusuh Iblis itu sedang mengintip Jons dari pintu kamar Hamas.


"Uncle Sandy cepat ikut Mommy, Mommy sudah keluar...!" Titah Hamas dan langsung mendapat anggukan dari Sandy. Sandy berjalan melewati tangga dengan berjalan sedikit cepat agar tidak ketinggalan oleh Jons.


Di kamar Hamas Aulia dan Azhar sudah rapi dengan style kekinian. Hamas dan Azhar menggunakan celana jeans berwarna navy dengan kameja kebesaran dua kancing bagian atas terbuka sehingga memperlihatkan kaos dalam berwarna putih, kali ini rambut Azhar di biarkan terurai sedangkan model rambut Hamas belah samping..., terlihat sangat tampan.


Aulia gadis centil itu menggunakan celana pendek batas paha hingga memperlihatkan kulit putihnya juga baju tanpa lengan di isi dalam di sertai ikat pinggang sebagai pelengkap. Rambutnya ia kuncir dua juga tak lupa merapikan poninya, sangat cantik.


"Uncle Licho kami sudah siap, ayo ke lumah Uncle Tio sekalang" ujar Aulia tersenyum senang bahkan si centil sudah berjingkrak kegirangan karena akan bertemu dengan tambatan hatinya.

__ADS_1


Oh sosweet banget sih, betapa beruntungnya Tio di cintai oleh anak kecil di mana cinta seorang Aulia adalah cinta murni dan sangat tulus.


Richo melihat tingkah centil Nona mudanya membuatnya tergelitik geli ingin sekali tertawa terbahak-bahak andai jika tidak menyinggung perasaan anak Tuan mudanya.


"Tio pakai pelet apa sih sampai Nona Aulia begitu semangat ingin bertemu dengannya...? aku penasaran apa Tio pakai susuk yah yang bisa membuat pesonanya makin terpancar" gumam Richo dalam hati sembari menatap wajah tiga kerucil bergantian.


"Uncre, kenapa sih riatin kami terus...!" Celetuk Azhar mengagetkan Richo membuat pria itu tertawa jenaka.


"Heheheh, maaf Tuan muda kecil, ayo kita pergi sekarang" jawab Richo masih terkekeh, menggaruk keningnya yang tiba-tiba terasa gatal.


Mereka pun keluar dari kamar Hamas berjalan menuju lift. Richo berjalan di depan sebagai pemandu ketiga kerucil.


Ting


Pintu lift terbuka dan mereka pun masuk ke dalam beberapa menit kemudian pintu lift kembali terbuka mereka berjalan dengan gaya coolnya namun tidak dengan Aulia, gadis itu terus tersenyum entah apa yang ada di pikirannya.


"Eh kalian mau ke mana sayang...?" Tanya Tuan Wijaya dan Nyonya Mita bersamaan. Alis mereka terangkat tinggi melihat penampilan keren cucu-cucunya.


"Oh Nenek, Kakek, Lia dan abang mau ke apaltemen Uncle Tio..., bolehkan Nek, Kek?" Aulia langsung bergegas menuju Tuan Wijaya dan Nyonya Mita yang sedang bersantai di ruang keluarga.


"Oh jadi cucu Nenek mau ke apartemen Uncle Tio, sudah izin sayang sama Mommy dan Daddy?" Tanya Nyonya Mita pada Aulia, juga menatap ke arah dua cucunya. Ketiganya tiba-tiba menggeleng sebagai jawaban.


"Belum Nek" jawab mereka serempak.


"Kenapa gak izin sayang, nanti kalau Mommy dan Daddy cariin gimana...?" Timpal Tuan Wijaya.


"Nek, Kek, bolehkan Lia ke tempat Uncle Tio...,? please Lia kangen sama Uncle Tio" mohon Aulia dengan wajah puppy eyesnya membuat mereka tertawa gemas.


"Uuuh, lucu banget sih cucu Nenek, yah sudah kalian hati-hati yah di jalan" ke-tiga kerucil Iblis mengangguk kecil dengan senyum merekah.


"Richo jaga baik-baik cucuku jangan sampai terluka!" tegas Tuan Wijaya.


"Baik Boss, nyawaku adalah taruhannya, Boss tenang saja" balas Richo tersenyum simpul. Saat ingin berjalan tiba-tiba sebuah teriakan memanggil nama Hamas.


"Abang Hamac tunggu Leca! Leca mau ikut" Alexa berlari ke arah ruang keluarga di mana semua pandangan terarah padanya. Dan bahkan Alexa sudah rapi seakan tahu jika Hamas dan lainnya akan keluar.


"Leca tidak boleh ikut!" seru Aulia berkacak pinggang. Alexa mengerucut mendengar penolakan dari Aulia.


"Nenek, Kakek please Leca mau ikut boleh yah?...," pinta Alexa dengan mata berkaca-kaca memohon pada Tuan Wijaya juga Nyonya Mita membuat kedua paruh baya itu hanya bisa menghela napas berat.


"Iya Leca boleh ikut sama mereka, ingat jangan nakal yah harus nurut sama Uncle Richo" jawab Tuan Wijaya membuat Alexa tersenyum lebar mengangkat tangannya hingga membentuk sebuah huruf O yang berarti tanda okay.


"Ayo jangan lama-lama, Lia mau ketemu Uncle Tio sekalang" seru Aulia sedikit ketus dan berjalan cepat menuju luar Mansion. Sedangkan yang lain hanya menggeleng kepala pelan.


"Dasar Ria centir" cemoh Azhar mencebik kesal.

__ADS_1


Di sisi lain Jons tengah mengendarai mobil Bugatti La Voiture Noire berwarna putih, mobil dengan kisaran harga 261, 8 miliyar..., harga mobil yang bukan apa-apa untuknya tapi bagi orang yang tak punya, bisa memicu penyakit jantung dadakan. Sedangkan di belakang mobil Jons Sandy terus mengikutinya diam-diam menggunakan motor sport berwarna biru laut. Jons tidak tahu jika ada yang mengikutinya dari belakang ia hanya fokus untuk segera sampai di perusahaan sekarang.


"Kenapa selalu ada masalah yang sama seperti ini? walau aku percaya Prince tidak akan macam-macam tapi hatiku tetap tidak akan tenang" ucap Jons.


Hingga beberapa menit mengendarai, mobil Bugatti La Voiture Noire itupun sudah terparkir rapi di tempat parkiran khusus perusahaan. Begitupula dengan Sandy menghentikan motornya tak jauh dari sana agar Jons tak melihatnya.


Jons keluar dari mobil berjalan menuju loby kantor dan berhenti di depan meja resepsionis.


"Permisi apa suamiku ada? aku ingin bertemu dengannya" tutur Jons pada pegawai kantor Tuan Farhan.


"A-ada Nyonya, si-silahkan" Jons tersenyum simpul kemudian berjalan masuk. Pegawai karyawan menatap takjub kecantikan Jons yang begitu menawan bahkan pegawai pria tak berkedip melihatnya.


"Apakah itu adalah bidadari yang turun dari surga?"


"Kenapa aku merasa jika istri Boss kita adalah pak Jons, sekertaris lama Tuan Farhan yang tiba-tiba menghilang"


"Apakah mereka adalah kembar?"


"Huush! ngawur kamu, banyak juga orang mirip tapi tak bersaudara"


Mereka tidak tahu saja jika istri Boss mereka memang adalah Jons salah satu pria tampan di perusahaan tersebut juga pria yang mereka incar, mereka tidak tahu di mana perginya Jons. Wajar jika mereka tidak tahu karena saat Jons kembali berkunjung ke perusahaan tempatnya bekerja dirinya sudah berubah bahkan rambutnya sudah panjang tidak seperti pria lagi dan penampilannya berubah drastis..., jadi para pegawai tidak akan mengenalinya.


Hingga pada lantai 29 lift pun terbuka Jons buru-buru keluar dan berjalan menuju ruang CEO. Jons melirik ke ruangan sekertaris Rio namun tak melihatnya, berjalan pelan dan langsung membuka pintu ruangan suaminya. Betapa terkejutnya atas apa yang ia lihat. Adegan di depan mata sungguh tak mengenakkan hati matanya terasa panas sekali..., mencengkeram knop pintu kuat.


"Apa yang kalian lakukan di belakangku!" teriak Jons dengan mata memerah.


"Ara" Tuan Farhan langsung mendorong tubuh seseorang hingga terpental ke lantai.


"Aku bisa jelaskan!"


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2