Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 85 Ancaman Wakil Mafia


__ADS_3

**Up lagi guys 🤗


Happy reading 😘 tinggalkan jejaknya yah**


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dengan mata berat menahan kantuk Sekertaris Rio membangun kan Tuan Farhan karena mereka sekarang sudah mendarat di bandara internasional California Los Angeles dengan waktu menempuh jarak 17 jam 33 menit, mereka take off dari Indonesia jam 8 malam dan itu berarti mereka sampai tepat pada jam 1 33 menit siang dini hari.


Tubuh keduanya terasa mati rasa sekalipun tidur di atas kasur yang empuk namun berlama-lama di dalam pesawat sungguh membuat bosan, merenggangkan kedua tangan nya bahkan bunyi-bunyi otot terdengar cukup jelas lehernya juga mereka miringkan ke kiri dan ke kanan guna meredakan rasa nyeri pada urat leher.


"Hoam, ternyata sudah sampai, sungguh perjalanan yang melelahkan betapa baik dan tanggung jawabnya diriku sebagai suami" narsis si Jelangkung pada diri sendiri. Padahal dirinya tidak tahu saja jika ia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal melakukan perjalanan jauh yang tak di minta oleh siapapun.


Benar kata pepatah orang yang tidak bertanya akan berjalan terus dan inilah buktinya si Jelangkung batangan, padahal kan maksud dari Nyonya Mita pepaya California yang di jual di pasar atau supermarket Indonesia bukan negara California CK sungguh menyebalkan!.


Sekretaris Rio yang duduk di sebelah Tuan Farhan mengernyit heran


"Apa maksud perkataan nya? Suami bertanggung jawab?" Tanya sekertaris Rio dalam hati. Ia memberanikan diri bertanya pada Tuan nya karena rasa penasaran yang tidak bisa terbendung lagi.

__ADS_1


"Maaf Tuan, emang tujuan kita ke California untuk apa? Tuan bilang perjalanan kita bukanlah perjalanan bisnis lantas untuk apa kita kemari?" Tanya sekertaris Rio sambil berjalan mengikuti langkah kaki Tuan Farhan menuju pintu keluar jet pribadi nya.


"Ara ku ingin makan pepaya California untuk melancarkan sembelit yang di derita akibat efek melahirkan itulah sebabnya aku datang ke California untuk membeli pepaya California kata Mama pepaya itu sangat bagus untuk proses pencernaan" jelas si Jelangkung dengan senyum tipis di bibirnya ia membayangkan jika Ara nya pasti akan terharu dan bukan Ara nya saja kedua orang tuanya serta anggota Black Wolf.


"Heheheh,,,, mereka pasti akan memujiku saat aku kembali nanti ke Mansion dan aku tidak akan mengaktifkan ponsel ku anggap saja aku memberikan nya kejutan" ucap si Jelangkung dalam hati.


Tak henti-hentinya bibirnya melengkung kan senyum tipis mendapat pujian dari sang istri adalah sesuatu yang membanggakan bagi seorang raja iblis yang sudah bucin kelas kakap.


Namun berbeda dengan sekertaris Rio ia mengernyitkan alisnya tinggi dan bahkan dirinya berhenti sembari memikirkan sesuatu. Tuan Farhan menyadari jika sekertaris nya tidak ada di samping nya lalu menengok ke belakang dahinya berkerut dengan mata memicing aneh.


"Kenapa kamu berhenti? Apa terjadi sesuatu yang serius?" Tanya Tuan Farhan.


Andai saja sekertaris Rio mempunyai sejuta keberanian untuk memberi hadiah bogeman mentah pada Tuan bodoh nya maka mungkin ia sudah melakukan nya sekarang saking greget nya ia pada pria yang berdiri tak jauh darinya.


"Kenapa Tuan tidak bilang jika ingin membeli pepaya California! Kita tidak akan pergi ke sini kalau Tuan mengatakan nya saat di mobil!" Teriak sekertaris Rio dengan mata menyalang tajam.


"Kau berani meneriaki ku Rio! Apa kau ingin kulit mu aku kuliti huh!" Balas Tuan Farhan mengepalkan tangannya, sejatinya ia tidak tahu maksud dari perkataan sekertaris nya itu belum apa-apa sudah meneriakinya apakah itu pantas bagi seorang bawahan pada Boss nya. Lagipula ia tidak tahu apa kesalahannya.


"Asal Tuan tahu pepaya California juga ada di pasar Indonesia kenapa harus ke sini Tuan! Tuan ingin mencelakai Nona Jons jika beli pepaya nya di California memang namanya adalah pepaya California tapi bukan beli nya di sini juga! Kenapa Tuan tidak bertanya atau memberitahu ku!" Bentak sekertaris Rio tanpa takut sekalipun mungkin itu adalah efek kelelahan sampai dengan beraninya sekertaris Rio membentak Tuan nya dan baru kali ini ia mempunyai keberanian itu.


Untung saja mereka menggunakan bahasa Indonesia jika tidak pasti orang-orang yang ada di bandara California akan tertawa, tak berselang lama dua pria berbadan besar dengan pakaian serba hitam menenteng satu karung sedang berisi pepaya yang di minta oleh Tuan Farhan.


Yah sebelum Tuan Farhan berangkat ke California dirinya sudah menghubungi anggota nya untuk membeli pepaya California agar nanti saat sampai dirinya tidak repot-repot lagi mencari pepaya dan tinggal membawa pulang saja.


Tuan Farhan mengangguk dan mengucapkan terima kasih walau sedikit kesusahan karena belum pernah dirinya mengucapkan kalimat itu.


"Bawa pepaya nya ke pesawat sekarang!" Titah nya pada dua anggota nya dan langsung di sanggupi oleh kedua pria berbadan kekar.


"Hari ini aku memaafkan mu Rio yang sudah berani membentak ku tapi karena kamu sudah menemaniku ke California maka hukuman menguliti adik kecil mu aku urungkan!" Ujar Tuan Farhan dengan wajah tegas dan mata melotot tajam, sekertaris Rio menelan ludahnya kasar saat ingin menjawab ucapan Tuan nya tiba-tiba ponsel nya berbunyi.


Kriiing


Kriiing


Kriiing


Sekertaris Rio segera mengangkat nya kala nama Nyonya besar yang sudah di anggap nya tante terpampang jelas di layar ponsel nya.

__ADS_1


"Hallo tante ada apa?" Tanya sekertaris Rio basa basi padahal ia sudah tahu jika tantenya pasti akan bertanya tentang Tuan Farhan.


"Di mana Farhan? Apa Farhan bersama mu? Dari semalaman dia tidak pulang padahal Tante hanya meminta nya untuk beli pepaya namun sampai sekarang dia tak kunjung terlihat, dan nomor nya juga tidak aktif, bahkan istrinya tidak menghiraukan rasa sakitnya demi mencari keberadaan Farhan" jelas Nyonya Mita panjang lebar ingin sekali wanita itu menjewer telinga putranya sampai putus atau menggantung nya di atas plafon rumah.


Tuan Farhan yang belum jauh dari sekertaris Rio mendengar ungkapan Nyonya Mita langsung berlari menghampiri sekertaris nya kebetulan sekertaris Rio mengaktifkan loud speaker jadi si Jelangkung mendengarnya dengan jelas.


"Apa yang Mama bilang! Apa Ara mencariku dalam keadaan sakit? Kenapa kalian tidak mencegahnya huh!" Bentak raja iblis bahkan wajahnya sudah merah padam menahan kesal.


"Kenapa kamu membentak ku anak tengik! Kenapa tidak pulang ke rumah semalam dan kamu tidur di mana huh!? Apa kamu tidak tahu betapa menderitanya istrimu di sini?! Dan kau dengan seenak jidat memarahi ku!" Nyonya Mita menjawab dengan suara tinggi, anak yang tidak pernah ia bentak hari ini ia membentak nya bagaimana tidak di Mansion ke tiga kerucil Hades menangis tiada henti semalam apalagi dengan kondisi Jons yang sedang sembelit.


"Cepat pulang atau ku gantung kepalamu di pohon beringin!" Ketus Nyonya Mita langsung memutus sambungan sepihak, si Jelangkung menelan saliva nya susah payah membayangkan kepalanya di gantung membuatnya merinding dan itu berarti ia akan bertemu dengan sekelompok kuntilanak bersama keluarga nya. Si Jelangkung rupanya tidak sadar bahwa dirinya adalah raja iblis dan itu berarti dia adalah ayah dari golongan kuntilanak.


Andai River melihat kecemasan di raut wajah raja Hades akibat mendengar nama kuntilanak mungkin dirinya akan tertawa terbahak-bahak bagaimana mungkin seorang iblis takut dengan bawahan nya bernama kuntilanak.


*Akan ku gantung keluarga kuntilanak jika berani menertawai ku!" gerutu raja Hades dalam hati.


"Inilah akibat tidak bertanya, aahk,,, badan ku serasa mati rasa" batin sekertaris Rio*.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung 🤣

__ADS_1


beri like dan vote nya yah guys 😁😁**


__ADS_2