Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 137 Menjemput Putri Centil


__ADS_3

Happy reading 😘 terima kasih sudah setia membaca karya author walaupun masih banyak typo nya, author selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk teman-teman..., maaf juga yah jika ceritanya tidak sesuai ekspektasi teman-teman hehehehe


Jangan lupa beri like juga komen dan hadiahnya 😁😁😁😁


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore itu berarti waktu para karyawan kantor sudah pulang dari rutinitas yang padat yang selalu membuat pikiran juga jiwa stress. Begitulah dengan pemimpin mereka Tuan Farhan Wardi Dinata bersama istrinya Jons.


Jam setengah enam mereka sudah tiba di Mansion menggunakan mobil yang di gunakan Jons saat ke perusahaan sedangkan sekertaris Rio sudah pulang ke apartemen miliknya.


"Tunggu Ara biar aku yang membuka pintunya" tutur Tuan Farhan buru-buru keluar dari mobil berjalan mengitari mobil dan berhenti tepat di samping pintu penumpang depan..., raja Iblis segera membukakan pintu mempersilahkan sang istri tercinta untuk keluar.


Jons tersenyum tipis pada suaminya lalu turun dari mobil ia berjinjit sebentar memberikan ciuman singkat di pipi Tuan Farhan membuat pria itu tersenyum lebar hatinya sungguh berbunga-bunga.


"Terima kasih Putri Ara..." ucap Tuan Farhan menggenggam jemari tangan istrinya sedangkan Jons, pipinya berubah merah karena malu di perlakukan seperti itu.


"Cieee Putri Ara malu" ledek si Jelangkung batangan membuat Jons menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sungguh selama hidupnya menjadi pembunuh bayaran tidak pernah segugup itu memang jika sudah cinta apapun yang di katakan oleh pasangan selalu membuat jantung berdenyut kuat dan itu tidak bisa mengontrol bibirnya untuk tersenyum.


"Iiih apaan sih Prince" gerutu Jons mencebikkan bibirnya pura-pura kesal.


"Hahahaha baiklah ratuku" Tuan Farhan tertawa puas bisa menikmati wajah malu-malu istrinya sudah menjadi rutinitas sehari-harinya.


"Aku pikir menikah dengan seseorang yang tidak pernah aku ketahui asal usulnya bahkan saat itu aku meragukan gendernya bisa sebahagia ini aku bahkan sudah cinta mati dengannya..., Ara, jangan pernah tinggalkan aku sungguh aku benar-benar mencintaimu. Terima kasih Mama, Papa, sudah memberikan wanita sebaik Ara" batin Tuan Farhan menggenggam erat tangan Jons menatap penuh sayang wajah wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya.


"Ara mungkin terdengar lebay jika aku mengatakan ini, tapi dengarkanlah bahwa aku sangat mencintaimu" ujar Tuan Farhan tulus, Jons mendengar pernyataan cinta suaminya pun menghentikan langkahnya Tuan Farhan ikut berhenti.


Menatap sayu wajah tampan pria di depannya Jons menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Aku juga mencintaimu Prince" jawab Jons tersenyum malu. Si Jelangkung batangan kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya di depan pintu masuk Mansion Utama. Anggota Black Wolf yang hendak keluar buru-buru masuk ke dalam..., takut jika ia di hukum karena melihat sesuatu yang terlarang.


Di saat yang bersamaan Hamas dan Azhar melihat anggota Black Wolf yang nampak panik saat keluar tadi kedua bocah laki-laki itu pun menghampiri mereka.


"Paman, kenapa buru-buru? dan muka paman kayak habis lihat setan saja" tanya Hamas heran. Tidak tahu saja jika tadi mereka melihat raja Iblis yaitu raja para setan yang sedang memadu kasih asrama.


"Maaf Tuan muda kecil kami pergi dulu" bukannya menjawab malah langsung berlari terbirit-birit seakan yang mereka lihat adalah sesuatu yang tabu.


Hamas dan Azhar mengernyit heran. "Abang ada apa dengan Paman-Paman itu?" tanya Azhar dengan sebelah alisnya terangkat tinggi. Hamas hanya mengangkat bahu tidak tahu.


"Lebih baik kita keluar saja" tutur Hamas dan langsung berjalan menuju pintu Utama betapa terkejutnya Daddy dan Mommy mereka sedang berciuman.

__ADS_1


Azhar menggeleng kepalanya pelan melihat tingkah kedua manusia yang tak tahu tempat.


"Pasti karena urah Daddy! pantas saja Paman-Paman rangsung berari ketakutan seperti habis melihat setan" gumam Azhar menatap jengah kelakukan raja Iblis yang suka seenaknya. Mata mereka seakan tidak polos lagi karena tingkah raja Iblis yang seenaknya bahkan sudah berkali-kali melihat adegan tak senonoh.


"Daddy, Mommy...," panggil Hamas, Jons segera mendorong dada suaminya menjauh, wajahnya sudah memerah malu di pergoki oleh kedua anaknya.


"Semua karena Prince! malu banget" batin Jons meneguk ludahnya kasar melihat tatapan intimidasi dari Hamas dan Azhar. Berbeda dengan raja Iblis ia hanya menatap malas kedua bocah yang selalu menjadi pengganggu aktivitas sehatnya.


"Ada apa? mau kemana kalian berdua...?" tanya Tuan Farhan bersedekap menatap wajah dua bocah laki-lakinya.


"Adik Ria tidur di apartemen Uncre Tio maram ini" jawab Azhar. Hamas ikut mengangguk.


"Lia tidak mau pulang dia bilang mau bermalam di sana" timpal Hamas.


Tuan Farhan menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Oke" jawabnya singkat. Semua di sana terkejut atas tindakan raja Iblis tidak seperti biasanya yang selalu menentang keras hubungan Aulia dan Tio namun hari ini tidak sesuai ekspektasi mereka.


Ketiganya menghembuskan napas lega.


"Syukurlah kalau Prince menyetujuinya" batin Jons tersenyum senang.


"Ada yang salah dengan Daddy" Hamas ikut berkomentar dalam hati.


"Syukurah karau Daddy tidak marah-marah ragi" semua di sana mengelus dada mereka lega.


Namun seperkian detik Tuan Farhan langsung melebarkan matanya. "Apa yang kalian bilang? adik kalian di rumah Uncle Tio...!!" teriak Tuan Farhan yang baru sadar. Rupanya si Jelangkung batangan tidak terlalu paham yang di katakan oleh kedua anak laki-lakinya karena yang ia pikirkan adalah membuat adik buat si triplets. Dasar raja Iblis mesum! menyebalkan.


Jons dan dua putranya menepuk jidat mereka.


"Iya Daddy, Ria di apartemen Uncre Tio dia tidak mau pulang dan mau bermaram di sana" jelas Azhar menatap wajah abangnya Hamas.


"Kenapa bisa kalian ke sana siapa yang mengizinkan kalian...!" ujar Tuan Farhan sedikit kesal.


"Tidak Ara! aku tidak mau putriku ternodai sedikitpun aku tidak percaya dengan pria jomblo sepertinya! aku akan menjemput Aulia di apartemen Tio...!!" tegas Tuan Farhan dengan tangan terkepal kuat.


"Aulia kamu masih kecil sudah membantah ucapan Daddy bagaimana jika besar nanti astaga" keluh raja Iblis dalam hati memijat pangkal hidungnya yang terasa sakit.


"Baiklah kalau begitu aku akan ikut" kata Jons.


"Kami ikut Dad, Mom" sahut Hamas dan Azhar bersamaan. Tuan Farhan dan Jons mengangguk mengiyakan.


Mereka kemudian masuk kembali ke dalam mobil dan meninggalkan area Mansion Utama, tidak jadi masuk ke Mansion karena salah satu putri tercinta sedang bermalam di rumah seorang pria jomblo. Tuan Farhan sungguh tak habis pikir dengan jalan pikiran putri satu-satunya itu. Bisa-bisanya menyukai pria dewasa seperti Tio yang bahkan berbeda dua puluh tahun itu.


"Aku akan mengirim Tio ke Meksiko di tempat tinggal ayah angkatmu, bagiamana menurutmu Ara...?" tanya Tuan Farhan membuka percakapan.


Jons menatap wajah suaminya mengernyit alisnya sebelah. "Ayah Zeus...?" tanya Jons.


"Iya, aku akan mengirim Tio ke sana mungkin jika di sana ia akan menemukan jodohnya dan Aulia pasti akan melupakan Tio" jawab Tuan Farhan mantap. Sedikit berpikir Jons pun mengangguk setuju tidak ada salahnya mengirim Tio ke sana.


Sedangkan dua kerucil di belakang sudah berdiri dua telinga mereka tinggi memasang pendengaran layaknya emak-emak sayuran yang suka menggosip mencari berita hots untuk di sebar luaskan.


Kedua kakak beradik itu saling menatap satu sama lain.


"Bagiamana ini Bang?" bisik Azhar pada Hamas.


"Aku tidak tahu, nanti baru kita pikirkan lagi" jawab Hamas berbisik.


Raja Iblis menatap tajam kedua bocah lewat kaca spion ia terkekeh kecil dengan kepala menggeleng pelan. "Jangan harap Kalian bisa menggagalkan rencana Daddy...! atau kalian mau Daddy kirim kalian ke benua Afrika" ancam Tuan Farhan dengan tatapan intimidasi, Hamas dan Azhar diam tanpa bersuara tidak berani melihat ke depan.

__ADS_1


"Kasihan Ria dia pasti akan sedih" gumam Azhar dalam hati.


"Maaf Lia abang tidak bisa membantu, Daddy adalah pria berkuasa pasti akan sulit mengelabuhi Daddy" ucap Hamas dalam hatinya. Ia sedih kali ini tidak bisa membantu sang adik.


Beberapa menit melalui beberapa jalan hingga sampailah mereka di depan gerbang Apartemen Tio, Tuan Farhan membunyikan klakson mobil agar Tio keluar dan membuka gerbangnya yang terkunci.


Sedangkan di dalam Apartemen..., Tio dan Aulia tengah asyik duduk makan cemilan sembari nonton kartun Frozen. Mereka asyik berdua tidak tahu saja jika raja Iblis sudah berada di depan gerbang.


"Nona Aulia serius mau tidur bersama Uncle hmmm...?" tanya Tio membuka percakapan posisi Aulia berada di pangkuan Tio sedang si jones memeluk Aulia posesif.


"Iya Uncle, jika tidak selius mana mungkin Lia masih di sini" jawab Aulia memasukan keripik salak ke mulutnya.


"Bagiamana jika Daddy marah? Nona tidak takut di marahin?" tanyanya lagi mengelus surai hitam Aulia. Aulia berganti posisi menghadap ke arah Tio.


"Lia tidak takut, Daddy adalah plia baik Daddy tidak pelnah malah sama Lia... tapi Lia takut jika Uncle akan di pukul lagi oleh Daddy" jawabnya dengan kepala menunduk sedih. Tio menangkup wajah Nona mudanya menatapnya penuh hangat.


"Jangan sedih Nona, Uncle kuat jika Daddy memukul Uncle lagi yang penting Nona jangan jauh-jauh dari Uncle yah" Aulia mengangguk antusias dan langsung memeluk erat tubuh Tio begitupula dengan Tio membalas pelukan Nona mudanya itu.


"Aku mencintaimu Nona Aulia" bisik Tio dalam hati.


Tiba-tiba terdengar nada dering ponsel Tio dengan cepat Tio mengambilnya di atas meja ia terkejut mendapati nama di layar ponselnya.


"Raja Iblis"


"Gawat!"


Buru-buru Tio menggeser layar warna hijau dan mengangkatnya.


"Keluar Tio akan ku habisi kamu!" Tio menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara Tuan Farhan begitu memekakkan gendang telinganya.


"Sudah ku duga" gumamnya pelan.


Aulia menatap heran wajah Tio yang terlihat terkejut "Uncle Tio kenapa?" tanyanya.


"Nona duduk di sini sebentar yah Uncle mau keluar sebentar ada yang datang" jawab Tio dan Aulia mengangguk pelan.


Dengan langkah berat ia berjalan menuju pintu utama menarik napas panjang kemudian menghembuskan perlahan-lahan membuka knop pintu betapa terkejutnya melihat wajah garang raja Iblis di hadapannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


author lagi pulkam dan di kampung jaringan internet susah banget pengen nangis dah 😴 gak bisa buka internet


__ADS_2