
Happy reading
Maaf Guys kuotaku habis ðŸ˜ðŸ˜
.
.
.
.
.
.
"Biar aku saja yang mencarinya" tutur Tuan Farhan dan langsung beranjak namun di tahan oleh beberapa anggota Black Wolf. Mana mungkin mereka membiarkan Tuan mudanya di terkam oleh para binatang buas di hutan lindung yang ada nyawa mereka yang akan melayang di bunuh oleh Boss besar.
Mereka sangat tahu tentang keadaan di hutan lindung pelatihan, benar-benar menakutkan jika berjalan di malam yang gelap dengan di temani oleh hewan-hewan liar kelaparan..., itu sama saja seperti pergi ke rumah kuntilanak minta di ijab kabul.
"Jangan pergi Tuan muda! besok saja malam-malam begini akan banyak hewan liar berkeliaran" cegah salah satu pria menahan bahu Tuan Farhan.
"Lepas! jangan menghalangi jalanku!" titah Tuan Farhan datar melirik dengan ekor matanya.
"Saya tidak akan melepaskannya! sekalipun Tuan muda akan membunuh saya" jawabnya tegas memegang erat bahu Tuan Farhan.
"Tidak ada yang bisa menghalangi jalanku untuk mencari Araku!" tekan Tuan Farhan dalam hatinya. Ia lalu menarik tangan anggota Black Wolf yang menahannya memelintirnya ke belakang dan menendang lututnya hingga tersungkur jatuh ke lantai.
BUGH
BUGH
"Tuan muda jangan keras kepala ini semua demi keselamatanmu!" teriak ketua Black Wolf.
BUGH
Raja Iblis beralih menendang tubuh ketua Geng hingga terpental jauh.
"Lalu bagaimana dengan keselamatan istriku huh! apa kau bisa menjaminnya hidup?!" teriak Tuan Farhan menatap tajam semua yang di sana.
"Jangan pernah halangi aku atau kalian semua akan binasa!" ancam Tuan Farhan membalikkan tubuhnya berjalan ke arah pintu namun lima orang anggota Black Wolf langsung mencegahnya.
"Kami tidak akan membiarkan Tuan keluar malam-malam begini" tukas mereka tegas.
"Brengsek!"
BUGH
__ADS_1
BAGH
BUGH
BAGH
BUGH
Tuan Farhan langsung menyerang mereka memberikan bogeman keras juga melayangkan tendangan..., anggota Black Wolf tidak ada pilihan lain selain melakukan adu jotos.
"Aku akan segera memberitahu Boss besar" ujar seseorang dalam hati.
Saat melihat Tuan mudanya di kepung, ketua dari anggota Black Wolf menyerangnya dari belakang memukul belakang leher Tuan Farhan hingga terjatuh pingsan di atas lantai. Mata Tuan Farhan menatap satu persatu wajah-wajah yang sudah menghajarnya.
"Ka-kalian ti-tidak akan ku ampuni" lirih Tuan Farhan mengepal tangannya kuat bahkan terlihat cairan bening keluar dari pelupuk matanya yang merah. Inilah yang ia takuti melihat wanitanya dalam keadaan bahaya namun tak seorangpun yang datang menolongnya, itu sangat menyakitkan benar-benar menyakitkan daripada tertusuk oleh seribu pedang perang.
"Maaf Ara, maafkan aku... maaf tidak bisa melindungimu, maaf tidak datang di saat kau membutuhkanku, maaf Ara! aku mencintaimu sangat mencintaimu" batin Tuan Farhan masih dengan tetesan air mata yang mengalir.
"Maafkan kami Tuan muda ini demi keselamatan kamu! percayalah, Jons adalah wanita yang sangat kuat dia akan menaklukkan semua hewan liar di hutan ini... tidak ada yang bisa menandingi kekuatan seorang pembunuh bayaran bahkan dewa sekalipun" ujar ketua Black Wolf dalam hatinya.
"Angkat Tuan muda dan bawa Tuan ke lantai dua" perintah sang ketua dan mereka mengangguk mengerti. Tiga orang pria langsung mengangkat tubuh Tuan Farhan dan membawanya lewat lift belakang.
Di malam itu seorang pria dengan keadaannya yang tidak sadarkan diri namun alam bawah sadarnya mengharapkan sebuah keajaiban terhadap wanitanya, di ruang yang gelap dirinya menangis menekuk lututnya menekan dadanya yang terasa sempit bibirnya terus memanggil nama Ara namun takdir seakan tidak mendengarnya membiarkan hatinya melebur di makan oleh ruang waktu yang kosong.
Hari berganti menjadi pagi matahari mulai menampakkan wujudnya membiarkan sinarnya menerangi bumi yang sempat gelap.
"Ara" beberapa menit ia pun tersadar bahwa tadi malam bukanlah mimpi tapi sebuah kenyataan.
"****!" Bergegas dari duduknya menuju lantai dasar menggunakan tangga. Ia melihat seseorang yang baru keluar memegang senjata api dan segera ia hampiri.
"Tuan muda ini adalah senjata bius untuk Tuan..., sebagian anggota sudah bergegas mencari keberadaan Nona Jons" ujar pria tersebut cepat. Melihat Tuan Farhan yang hendak menghampirinya dengan cepat ia berbicara mencari alasan takut jika ia mendapat bogeman mentah pagi-pagi.
Tuan Farhan segera mengambil senjata bius tanpa mengucapkan satu katapun dan langsung pergi meninggalkan Markas.
"Syukurlah Tuan muda langsung pergi" gumamnya mengelus dadanya pelan.
Tuan Farhan sudah berada di luar Markas melangkahkan kakinya menuju arah selatan di mana istrinya berjalan matanya melihat beberapa binatang yang terbaring pingsan di atas tanah sepertinya anggota Black Wolf yang melakukannya. Samar-samar dirinya mendengar teriakkan yang menyebut nama istrinya. Ia ikut berteriak juga.
"Ara di mana kamu? Ara apa kau mendengarku!" teriak Tuan Farhan melihat ke segala penjuru. Raja Iblis terus berjalan mengikuti jejak kaki.
"Ara! kamu di mana? jawab aku jika kau mendengarnya!" teriaknya lagi namun tidak ada jawaban.
"Ara bertahanlah!" bisik Tuan Farhan dalam hatinya.
"Tuan muda!" teriak ketua Geng dari sebrang.
Tuan Farhan menatap dua puluh orang yang tengah berlari ke arahnya.
__ADS_1
"Apa kalian sudah menemukan jejak Ara?" tanya Tuan Farhan pada ketua Geng. Terlihat pria itu menghembuskan napas kasarnya kepalanya menggeleng pelan menandakan jika mereka tidak menemukan apa-apa.
"Maaf Tuan muda kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Nona Jons..., tapi kami sudah berpencar ada ke arah Barat, dan Timur" jelas sang ketua.
"Jika tidak ada tanda-tanda Ara kemungkinan Ara masih hidup jika Ara di makan oleh binatang buas pasti pakaian atau barang-barang lainnya akan tertinggal" batin raja Iblis.
"Terima kasih sudah berpartisipasi untuk mencari keberadaan Ara... kalian pulanglah aku sendiri yang akan mencarinya" ujar Tuan Farhan.
"Tapi Tuan muda?" Tuan Farhan mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk tidak membantah ucapannya.
"Pulanglah! jangan membantah ucapanku" Tuan Farhan berjalan meninggalkan mereka sedang ketua Geng hanya menatapnya dengan perasaan bersalah.
"Ayo kita kembali ke Markas" ucap ketua Geng.
"Tapi ketua?"
"Tidak apa-apa, Tuan muda pasti baik-baik saja" jawabnya dan langsung berjalan ke arah Markas mereka meninggalkan Tuan muda mereka yang tengah mencari sang istri.
Raja Iblis terus berjalan melihat ke segala arah. "Ara kamu di mana! Ara kamu mendengarku?" teriak Tuan Farhan dengan wajah khawatirnya. Namun lagi-lagi hasilnya tetap nihil.
"Ara!!" Tuan Farhan kembali berteriak ia terduduk lesu di atas tanah, menarik rambutnya kasar. "Ara kamu di mana sayang? please jawab panggilanku" gumam Tuan Farhan sedih.
Ia kembali berdiri melangkahkan kakinya menyusuri hutan tersebut namun tak menemukan jejak Jons membuatnya begitu frustasi.
"Ara! sayang kamu di mana jawab aku! Ara please jangan membuatku panik!"
BUGH
Tuan Farhan melayangkan tinju pada pohon besar. Ia sungguh merasa tidak berguna menjadi seorang suami terduduk lesu di atas tanah terlihat air matanya yang sudah menggenang pada pelupuk matanya.
"Jangan tinggalkan aku Ara! please. Bagiamana kamu tega meninggalkanku Ara" lirihnya meraup wajahnya kasar.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung