
Happy reading 🤗
Makasih sudah membaca karya author 🤗
Ini kali pertama author menuangkan imajinasi ke dalam novel yang bahkan tidak ada pengalaman sedikitpun, so Author
masih belajar. Jika ada kekeliruan mohon di benerin yah dan sarannya seperti apa ❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
Di salah satu wisata pantai yang baru-baru ini terkenal karena keindahan alamnya yang sangat mengagumkan juga begitu asri, bahkan di kabarkan pantai bernama Tanjung Lesung ini sedang di kembangkan dengan maksimal. Mulai dari perbaikan jalan hingga pengadaan penginapan juga fasilitas pendukung lainnya.
Pantai Tanjung Lesung ini berlokasi di Pandeglang, tidak terlalu jauh memang bagi penduduk masyarakat Jakarta
untuk pergi ke wisata pantai Tanjung, kurang lebih menghabiskan waktu 160 km atau 4 jam perjalanan.
Di sinilah dua sejoli yang baru di pertemukan... selama kurung waktu satu bulan lebih LDR-an kini mereka kembali bersama. Sungguh raja Iblis tidak akan membiarkan seorang pun yang berani menyita waktunya bersama Aranya sekalipun itu adalah seorang Dewa.
"Aku tidak tahu tempat yang indah, mmm... aku hanya asal memilih. Ara, apa kau suka pantainya?" tanya Tuan Farhan merasa gugup menunggu jawaban dari seorang wanita yang berdiri di sampingnya.
Jons menatap takjub pantai di depannya, lautan yang berwarna biru juga pasir putih sebagai temannya. Ia benar-benar sangat takjub, apalagi dengan di dukung oleh langit yang cerah. Belum pernah dirinya pergi ke tempat seperti ini ia hanya mengetahui tempat bangunan tua, hutan, Markas untuk mereka melakukan misi sebagai seorang Agen rahasia.
"Wow, pantai yang sangat indah. Aku sangat menyukainya Prince" jawab Jons tersenyum lebar ke arah raja Iblis. Jantung Tuan Farhan tiba-tiba bergetar hebat menyentuh dadanya yang tengah bergemuruh wajahnya seketika merah padam membuat Jons tiba-tiba menyentuh dahi suaminya.
"Kamu kenapa Prince? wajah kamu merah apa kau sakit? kita pulang saja yah aku tidak mau kamu kenapa-kenapa... untuk kencan kita bisa ki..."
Cup
Tuan Farhan menarik tengkuk istrinya membungkam mulut Jons dengan bibirnya. Saat ini ia butuh penawar sekarang atau kalau tidak ia pasti akan kehilangan pasokan oksigen.
Hari itu tidak terlalu banyak pengunjung dan pastinya tempat yang mereka pijaki tidak ada orang selain keduanya.
Si Jelangkung batangan masih setia bermain-main dengan lidah istrinya menukar saliva satu sama lain.
Tuan Farhan segera melepas ciumannya kala merasa istrinya sudah kehabisan napas.
"Hah, hah, kau membuat napasku sesak Prince" ujar Jons sedikit ketus. Dadanya naik turun menetralkan napasnya yang mendadak tak beraturan. Sedangkan Tuan Farhan terkekeh lucu istrinya masih belum mahir dalam ciuman padahalkan ciuman yang ia lakukan hanya sembilan menit dan sang istri sudah tidak sanggup.
"Apa kau butuh napas buatan sayang?" tanyanya mengedipkan sebelah matanya membuat Jons mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Lebih baik aku mandi dulu, lama-lama denganmu membuatku kesal saja" Jons berjalan menuju ke arah pantai yang begitu indah, melepas sepatu, jaket kulitnya dan meletakkannya ke atas batu yang berukuran sedang.
Tuan Farhan mengekor di belakang Jons ia mengikuti apa yang di lakukan oleh istrinya namun ia berbeda. Pria itu melepas semua pakaiannya kecuali boxer yang menutupi aset negaranya.
"Hahahaha ini sangatlah menyenangkan... terima kasih suamiku sudah membawaku kesini" ujar Jons tersenyum tulus ia berlari kecil di bibir pantai membuat kakinya basah tersiram oleh ombak kecil.
"Apapun yang membuatmu bahagia aku dengan senang hati memberikannya, sekalipun itu adalah nyawaku"
"Jangan berbicara seperti itu!! aku tidak suka" bentak Jons menatap tajam pada Tuan Farhan sedang pria itu bukannya marah malah terkekeh geli melihat ekspresi istrinya yang begitu imut di matanya.
"Oh, astaga apakah seperti ini pesona kekasih setelah lama tidak bertemu. Araku, kamu membuat jantungku terus bergetar kuat" batin Tuan Farhan menekan pelan dadanya karena kembali merasakan sedikit sesak pada dadanya.
Sepertinya raja Iblis kembali ke masa-masa pubertas.
"Aku sayang padamu Ara. Jangan pernah tinggalkan aku apapun situasinya" Tuan Farhan menarik tubuh Jons mendekapnya erat. Entah kenapa ia selalu merasa takut Aranya akan meninggalkannya lagi seperti yang waktu itu.
"Jangan pernah meninggalkan aku lagi Ara... aku benar-benar tidak sanggup" lirihnya dengan tubuh bergetar menandakan pria di pelukannya tengah menangis.
"Hey, Prince! ada apa denganmu? kenapa menangis hmmm...?" Jons melerai pelukan itu menangkup kedua sisi wajah Tuan Farhan dan menatapnya dalam-dalam.
"Janji padaku untuk tetap baik-baik saja. jangan pernah menghilang lagi" tuturnya sangat pelan, dari pelupuk mata elangnya menetes cairan bening membasahi pipinya. Dengan lembut Jons menghapusnya.
"Aku tidak janji, tapi akan ku usahakan. Jangan melow gini, tidak cocok dengan karakter seorang Mafia" raja Iblis tertawa kecil mencium pucuk rambut istrinya gemas.
"Kau menghancurkan keromantisanku Ara" ketus Tuan Farhan namun dengan bibir tersenyum lebar.
"Berenangnya jangan jauh-jauh Ara!" peringat Tuan Farhan dengan suara kerasnya.
"Iya suamiku bawel" jawab Jons berteriak. Tangannya terangkat membentuk huruf O sebagai tanda oke.
Tuan Farhan lebih memilih membaringkan tubuhnya di atas pasir dengan sinar mentari yang dapat menyengat kulit. Terbukti dari kulit Tuan Farhan yang tadinya putih kini berubah menjadi sangat merah.
Tuan Farhan tersenyum tipis dengan mata yang terpejam, merasakan kebahagiaan tiada tara. Ia sudah berjanji pada dirinya untuk menjaga baik-baik istri dan anaknya. Agar kedepannya selalu bersama hingga tua dan ia tidak akan membiarkan kesalahan pertama terulang untuk kedua kalinya.
"Aku janji akan menjagamu" gumam Tuan Farhan.
Di sisi lain Jons yang sedang asik berenang, hendak menurunkan kakinya ingin menginjak pasir namun ia tidak bisa menginjak pasir itu berarti tubuhnya berada di tempat yang dalam, sekalipun tidak terlalu dalam. Mengangkat kepalanya untuk meraup oksigen lalu kemudian kembali menyelam untuk naik ke daratan namun tiba-tiba kakinya terasa keram mengakibatkan dia tidak bisa bergerak maju.
Ia benar-benar merasakan kesulitan saat ini.
"Prince tolong aku! selamatkan aku Prince!" teriak Jons namun hanya dalam hati. Tangannya terulur ke atas namun tidak sampai ke permukaan karena saat ini ia tidak bisa menggerakkan kakinya sama sekali.
"Prince tolong! selamatkan aku!!" teriaknya lagi namun hanya terdengar olehnya. Lambat laun dirinya mulai kekurangan kesadaran, menekuk lututnya seperti janin dalam kandungan ibu. Matanya mulai sedikit terpejam.
"Ara!!" teriak Prince saat tiba-tiba terlintas bayangan istrinya yang tengah tenggelam. Seketika membuatnya langsung beranjak dari pembaringan. Menatap ke arah laut dan seketika membulatkan bola matanya, ia tak mendapati keberadaan istrinya.
"Ara! Ara kamu di mana sayang?" teriaknya berlari ke arah sisi pantai.
"Ara! jawab aku jangan menakutiku seperti ini...!" lagi-lagi tidak ada sahutan membuatnya langsung terjun ke laut berenang mencari istrinya.
__ADS_1
"Ara please, jangan membuatku takut begini" batin Tuan Farhan, masih berenang mencari istrinya.
Matanya menangkap sosok yang di kenalnya, ia lalu mempercepat laju renangnya dan...
GREEEP
Menarik tubuh istrinya yang tengah meringkuk di dasar laut dan membawanya ke dalam pelukannya. Hingga sampai keduanya di daratan.
Tuan Farhan meletakan tubuh istrinya di atas pasir.
"Ara, bangun Ara! kau lagi-lagi tidak mendengarku" omel Tuan Farhan menepuk-nepuk pipi Jons namun tidak kunjung bangun. Orang-orang sudah tidak ada karena mereka datang di waktu siang dan hari itu matahari begitu menyengat.
"Ara!" serunya lagi namun tidak membuat Jons sadar.
Tuan Farhan lantas menekan dada Jons berkali-kali namun tidak berhasil ia lalu mengambil jalan terakhir yaitu memberikan napas buatan.
Satu, belum sadar.
Dua, tetap sama dan ketiga kalinya.
"Uhuk, uhuk, uhuk". Jons terbatuk-batuk sedikit mengeluarkan air dari dalam mulutnya.
Tuan Farhan langsung membawa tubuh istrinya ke pelukannya, memeluknya dengan sangat erat.
"Kau lagi-lagi membuatku takut, kenapa kau suka sekali menyiksaku" tutur Tuan Farhan sesekali mencium rambut istrinya.
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Jons dan kembali membuatnya tidak sadar.
"Ara, hey bangun!" raja Iblis sudah takut-takut karena merasa cemas ia pun hanya memakai celan panjangnya tanpa baju, ia langsung menggendong istrinya dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sungguh ia tidak bisa mengontrol emosinya, baru saja berjanji akan melindungi istrinya namun sekarang ia mengingkari janji itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1