Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 100 Petunjuk


__ADS_3

**Happy reading 🤗


Beri like dan komen nya**


.


.


.


.


.


.


.


Empat bocil di masukan ke dalam mobil berwarna hitam di ikuti empat pria dewasa masuk ke dalam. Hamas, Aulia, dan Alexa menatap diam jika mereka memberontak maka itu akan memperburuk suasana biarkan mereka diam dan mengulur waktu sampai orang tua mereka datang.


"Paman jelek kenapa kalian menculik kami...? Apa kalian tidak tahu jika Mommy dan Daddy ku sangat jago dan sudah membunuh semua musuh nya" jelas Aulia menyilangkan kedua tangannya di atas perut, memandang tajam empat pria dewasa.


"Anak kecil sekalipun orang tua mu dewa kematian kami tidak akan takut" jawab salah satunya terkekeh licik.


"Daddy ku raja nelaka kalian pasti akan masuk nelaka" sahut nya lagi dengan senyum mengejek berusaha untuk menakut-nakuti musuhnya namun yang di takuti malah tertawa keras seakan mendapat pelawak baru.


"Hahahahah"


"Ck! Raja neraka kanapa mesti sombong anak kecil, diamlah seharusnya kamu takut kalian akan di bunuh oleh boss kami hahahah" tutur nya menyeringai.


"Iiiih...! Meleka tidak takut sama sekali" batin Aulia merasa kesal.


"Abang Hamas bagaimana ini, Leca takut" aduh Alexa pada Hamas. Hamas memeluk Alexa kuat.


"Jangan takut ada abang di sini kita pasti akan selamat Daddy dan Mommy akan datang menolong kita" ujar Hamas menenangkan Alexa. Sedangkan Azhar masih terbaring pingsan karena di pukul oleh musuh saat penculikan tadi.


"Paman jelek, Lia tahu paman butuh uang kan kita bisa bekelja sama" nego Aulia tak pantang menyerah, ia menatap preman di samping nya mata mungilnya berkedip-kedip lucu.


"Aulia jangan mencari masalah lagi" bisik Hamas dalam hati, ia mengisyaratkan matanya pada Aulia agar duduk diam dan tidak cerewet namun ratu penuh drama itu seolah-olah tidak melihat dan masa bodoh.

__ADS_1


"Gak usah banyak bacot...! Lu berdoa aja biar gak cepat mati" ketus salah satu musuh yang benar-benar muak terhadap Aulia yang begitu cerewet.


"Yaaa! Kalau paman butuh uang Lia bisa bantu, Daddy Lia sangat kaya bahkan seling kali Daddy Hades pengen buang uang nya kalena telalu banyak tidak tahu cala habisin uang gimana...?" sombong Aulia membusung dada nya ke depan ia menatap satu persatu wajah preman ia tertawa pelan karena melihat wajah dungu para musuh, Hamas menepuk jidatnya pelan akan kenarsisan adik nya itu.


"Daddy kau sungguh menyiksa ku, cepat tolong kami" teriak Hamas dalam hati. Jika ia adalah preman itu mungkin adiknya saat ini sudah terpenggal kepalanya karena saking gemes dengan adiknya yang terus-terusan sombong.


"Hahahahaha"


"Hey bocah mau bapak lu hantu yang terkaya, mau bapak lu Fir'aun sekalipun kaga tertarik sama uang lu cukup dengan kalian mati baru kita-kita ini senang" ujar salah satu preman, mereka tertawa terbahak-bahak.


Aulia mengerucutkan bibirnya seperti bebek ia tidak tahu harus gimana lagi sebenarnya ia juga sangat takut tapi ia menyembunyikan rasa takut nya dengan berbicara asal.


"Abang Hamas Lia takut" cicit Aulia berusaha untuk tidak menangis.


Hamas menatap nanar wajah adik perempuannya ia terus berdoa agar orang tuanya secepatnya menemukan mereka sebelum sesuatu buruk menimpa mereka.


"Sini duduk di dekat abang" jawab Hamas, karena Aulia dan Hamas duduk saling berhadapan jadi Hamas meminta Aulia untuk duduk di dekatnya, si gondrong masih nyenyak dengan tidurnya bahkan suara keras sekalipun tak terdengar di telinga nya entah mimpi apa hingga membuatnya begitu nyenyak padahal kematian nya sudah di ambang pintu.


Aulia langsung berpindah tempat dua pria dewasa hanya saling menatap mereka acuh tidak ada simpati sedikitpun pada empat bocil malang itu, dan Alexa sudah tidur juga di pelukan Hamas.


"Abang Lia takut bagaimana jika kita di bunuh oleh paman jelek...?" Bisik Aulia di telinga Hamas, pria kecil itu mengelus lembut poni Aulia.


"Tidak bang Lia mau melek aja" sahut nya.


"Paman jelek, sekalang kita musuhan jika Daddy Hades datang Lia akan mencabut gigi paman kalena Lia adalah doktel gigi" ketus nya sembari bersedekah dua orang dewasa di depannya melongo dengan apa yang di katakan Aulia.


"gadis ini udah mau mati masih banyak bicara" batin salah satu preman.


"Bocah tengil, aku akan membunuhmu terlebih dulu benar-benar membuat orang darah tinggi"


"Sudahlah jangan hiraukan perkataan anak kecil biarkan dia bicara pada akhirnya juga akan mati" sahut temannya menenangkan teman di samping nya.


Aulia mengerucutkan bibirnya lagi lantaran tidak di hiraukan ia menghembuskan napas berat.


Di sisi lain Tuan Farhan dan Jons sedang mencari keberadaan anak-anak, mereka baru saja di beritahu oleh Trio jones bahwa anak-anak di culik entah apa motif nya tapi mereka juga tidak tahu sedang musuh mereka sudah mereka lenyapkan tanpa sisa.


Semua tempat sudah mereka datangi dan memberikan foto ke empat bocil tapi tidak ada petunjuk apapun hampir saja Jons hilang kendali akan mengamuk di tempat wisata jika saja Tuan Farhan tak menenangkan Jons mungkin akan banyak korban berjatuhan saat ini.


"Tuan, Jons aku ingat bahwa Alexa memiliki kalung yang di dalamnya terdapat JPS aku meletakkan alat pelacak di dalam, biar aku mengeceknya di mana jejak mereka sekarang" ujar Alex setelah mengingat bahwa dirinya pernah memberikan kalung berisi alat pelacak pada putrinya.

__ADS_1


"Kenapa tidak mengatakan nya dari tadi Alex cepat lihat di mana mereka sekarang...?!" Bentak Jons Tuan Farhan mengelus lembut punggung Jons. Marah bukanlah satu-satunya jalan jika marah terus yang ada tidak akan ada jalan keluar itulah sebabnya si Jelangkung selalu tenang menghadapi masalah ini ia tidak mau gegabah dan pada akhirnya anak-anak mereka yang akan menderita.


"Ketemu, mereka berada tidak jauh dari hotel yang kita sewa di sana ada gedung tua yang sudah lama tidak terpakai jangan-jangan mereka membawa anak-anak di sana...?" Ujar Alex setelah melihat maps yang tertuju pada satu titik.


"Jangan banyak mikir lagi ayo kita ke sana...! Entah apa yang terjadi setelah insiden ini" kata Amanda dengan air mata mengalir di pipinya, ia benar-benar takut jika insiden penculikan ini membawa trauma bagi anaknya yang baru kecil untung saja Alex menaruh alat pelacak pada kalung Alexa kalau tidak ia tak bisa membayangkan musibah buruk apa yang akan terjadi.


"Benar kata Amanda ayo Prince" Jons ikut menimpali.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil masing-masing dan menancap gas. Menuju lokasi penyekapan.


Di gedung tua empat preman membawa ke empat kerucil di salah satu ruangan mereka sangat ketakutan apalagi di daerah tersebut sangatlah sepi.


"Lepaskan kami! Sebenarnya kalian mau apa...?" Teriak Hamas pada preman.


"Sssttt..! Diamlah nikmati waktu kalian yang tinggal sedikit ini"


"Ayah, ibu tolong Leca, Leca takut" tangis Alexa.


"Reca jangan nangis yah Daddy dan Mommy akan segera datang" Azhar menenangkan Alexa, gadis kecil itu mengangguk.


"Halo anak-anak" sapa Anindita, tiga kerucil iblis serta Alexa sangat terkejut ternyata bukan hanya mereka tapi ada tante Anindita juga.


"Tante, Tante Anindita di culik juga?" Tanya Aulia polos, menatap wajah Anindita.


Anindita terkekeh jenaka "aku yang menculik kalian" jawabnya tertawa puas.


"Aku akan membalaskan kematian abang ku pada kalian hahahahaha" kelakar Anindita tertawa puas.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2