
Happy reading 🤗🤗🤗
Beri like dan komen nya yah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Trio jones, Hamas dan Azhar sudah mencari keberadaan Aulia dan Alexa di semua sudut bandara bahkan kamera CCTV pun tidak menangkap sosok dua gadis tengik itu alhasil mereka belum menemukan Aulia dan Alexa sudah sejam lebih mereka masih mengitari area bandara namun tidak ada tanda-tanda Nona muda mereka.
Trio jones mendesah berat mereka harus mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk menemukan si Tuan putri penuh kejutan itu sedangkan Hamas dan Azhar sudah mengepal kuat tangan mereka karena begitu menggemaskan terhadap sang adik.
"Menyebarkan sekari!" Gerutu Azhar mendelik jengkel ia sudah lelah mencari adik perempuan satu-satunya itu.
"Sudah-sudah simpan tenaga mu nanti, kita sudah di kerjain sama Daddy, dan Daddy pasti sedang keasyikan sama Mommy" provokasi Hamas ia menyeringai licik, tangannya ia lipat di atas perut nya.
"Yah abang benar" ujar Azhar menganggukkan kepala nya.
"Sepertinya Nona Aulia dan Alexa tidak berada di bandara ayo kita cari di luar" ujar Richo mengusulkan.
"Kenapa tidak dari tadi kau mengatakan nya Richo" sungut Sandy, sedangkan Tio dan kedua kerucil raja iblis menepuk jidatnya lantaran tidak terpikirkan oleh mereka tadi.
"Kalau begitu ayo Uncle aku sudah sangat lelah" keluh Hamas.
"Bagaimana jika Tuan muda kecil kembali saja ke hotel biar aku dan Sandy yang akan mencari Nona muda, nanti Uncle Tio yang akan membawa kalian ke hotel" jelas Richo dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hamas dan Azhar.
"No Uncre! Aku sudah berjanji pada Mommy aku akan tetap mencari saudariku" tutur Azhar berkacak pinggang, Richo dan Sandy hanya menghembuskan napas kasar.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu ayo jangan buang-buang waktu lagi" ajak Sandy. Mereka berjalan dengan gaya coolnya Hamas dan Azhar memasukkan kedua tangannya pada saku celana mereka terlihat sangat keren sedangkan Trio jones berjalan layaknya sang bodyguard menatap lurus ke depan menampilkan wajah datar tanpa ekspresi.
Sekarang mereka sudah berada di luar bandara pandangan mereka tak pernah lepas dari semua arah mereka benar-benar bekerja keras bahkan untuk makan saja belum sempat perut mereka beberapa kali keroncongan tapi mereka tetap acuh karena pekerjaan satu ini lebih penting daripada nyawa mereka.
Kini mereka sudah berada di depan Cafe Last Wave.
"Aku akan menelepon anak Geng Black Wolf untuk menjemput Tuan muda kecil" tutur Tio karena tidak tega melihat anak kecil berumur empat tahun itu harus kelelahan apalagi belum makan siang di tambah udara di Bali lagi panas-panasnya.
"No Uncle Tio...! Aku tidak mau! Bagaimana dengan Aulia dan Alexa...? aku sudah berjanji pada Mommy Jons bahwa aku dan Azhar akan kembali membawa si centil" sanggah Hamas menatap datar wajah Tio.
"Boreh saja Uncre Tio menelepon anak buah Uncre tapi Uncre sendiri yang balik ke hotel" tutur Azhar ikut menimpali Trio jones itu hanya menghembuskan napas panjang menghadapi penerus raja iblis membutuhkan extra sabar yang besar.
"Ayo kita cari si centil dua perusuh itu!" Ajak Hamas dengan semangat 45 yang lainnya pun mengangguk setuju.
Bersamaan dengan mereka pergi Aulia dan Alexa keluar Alexa yang melihat pria yang sudah menarik perhatian nya berteriak kencang "abang Hamac...!! Tungguin Leca!!".
Trio jones dan dua bocah penerus raja Hades membalikan badannya mata mereka mengisyaratkan permusuhan melangkahkan kaki menuju Aulia dan Alexa.
"Matilah wajah meleka sangat selam apalagi abang Hamas" batin Aulia dalam hati.
Ia tersenyum paksa kali ini habislah dia di makan oleh Trio jones dan dua abang nya. Berbeda dengan Aulia yang menampakkan wajah was-was tapi tidak dengan si Alexa ia bahkan memberikan senyuman termanis untuk memikat pria nya. Hadeuh masih kecil sudah pada centil bagaimana jika besar nanti...?.
"Leca kau cali mati yah! Kenapa kau memanggil mereka kita pasti akan di pulangkan ke Jakalta" omel Aulia melotot ke arah Alexa gadis mungil itu hanya menyengir kuda tanpa dosa.
"Abang Hamac tidak malah? Leca dan kak Lia pelgi tidak bilang-bilang tadi" tutur Alexa dengan wajah memelas dua jari telunjuknya saling bertautan seakan merasa bersalah. Aulia tak tinggal diam ia juga melakukan hal yang sama seperti Alexa menundukkan kepalanya bahkan mata mereka sudah berkaca-kaca.
Sungguh dramatis sekali dua bocah tengik itu membuat Richo, Sandy dan Hamas serta Azhar tidak bisa berkutik.
"Sudah jangan tunjukkan drama kalian ayo kita balik ke hotel" seru Tio memandang dingin dua gadis kecil di depannya, Aulia dan Alexa mendengus sebal lantaran Tio mengetahui akal busuk mereka.
"Uncle Tio gendong Lia! Lia sangat capek" Aulia memasang wajah imut nan menggemaskan merentangkan tangannya di depan Tio membuat pria itu langsung mengendong nya seperti bayi koala tanpa menolak.
"Iihh kak Lia kan cudah becal kenapa haluc minta gendong di Uncle Tio...! Sewot Alexa, dan Aulia hanya menjulurkan lidahnya pada Alexa membuat gadis mungil itu mencebikkan bibirnya Alexa bahkan menghentakkan kakinya di lantai lantaran begitu gemas akan tingkah Aulia.
"Sini biar Uncle Richo yang gendong Leca" tutur Richo namun Alexa menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.
"Leca gak mau, leca bica jalan cendili tidak kayak kak Lia manja cekali" celetuk Alexa sedang Aulia tidak ambil pusing ia bahkan menyembunyikan wajah nya di ceruk jenjang Tio membuat Tio bergidik ngeri bahkan frustasi.
"Nona jangan begini geli sekali" cegah Tio namun Aulia makin menempelkan wajahnya di ceruk Tio sesekali Aulia mengendus-ngendus aroma mint Tio ia sungguh menyukai aroma khas pria yang mengendong nya itu.
"Uncle Tio telnyata halum sekali, Lia balu sadal kalau Uncle juga tampan" seru Aulia tersenyum lebar ia menatap manik coklat milik Tio membuat pria itu bersemu merah.
__ADS_1
"Uncel Tio kenapa pipi Uncle melah-melah begitu apa Uncle sakit...?" Tanya Aulia dengan raut wajah khawatir tangan mungilnya terulur menyentuh pipi Tio yang sudah di tumbuhi bulu-bulu halus.
"Nona! Kau membuat ku dalam masalah, pipi ku merah karena mu tolong jauhkan wajah mu itu...!! Batin Tio dalam hati.
"Jangan memandang ku seperti itu Nona!" Seru Tio menampilkan wajah datar nya.
Richo, Sandy, serta tiga kerucil kecil melongo atas apa yang di katakan Aulia si gadis centil, dan lebih parahnya lagi Tio yang telah menyandang status jones puluhan tahun malah baper sampai pipinya merona bak anak gadis yang baru mengenal cinta.
"Uncle Tio boleh Lia mencium Uncle? Tio menggeleng cepat ia tidak mau di sebut pedofil lantaran memperbolehkan Aulia mencium nya, pipinya masih murni dan suci ia tidak mau ternoda karena ulah si Nona muda nya.
"Uncle Tio jangan termakan omongan si centil dia memang pintar merayu pria" celoteh Hamas bersedekap sembari melewati Tio dan Aulia.
"Uncre Tio benar-benar rucu pipi Uncre sampai merah begitu" celetuk Azhar terkekeh geli.
"Abang Azhal halus belajal banyak tentang abjad" seru Alexa datar sedangkan Azhar melotot ke arah Alexa.
"Ck! Kamu juga Leca...! Dasar gadis centir"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung 🤣
__ADS_1
Beri like dan Vote nya**