
Up lagi beri like dan komennya yah
.
.
.
.
.
.
.
CEKLEK
Tuan Farhan dan Jons membuka pintu ruangan VVIP A, mereka tidak menemukan keberadaan anak-anaknya hingga tak sengaja mereka melihat Tio dan Aulia tidur bersama sambil berpelukan di atas sofa, sungguh Tuan Farhan serta Jons terkejut dengan mata melebar, bagaimana tidak! Putrinya tidur di atas tubuh pria dewasa dan hanya mereka berdua di dalam ruangan tertutup itu bagaimana jika Tio melakukan hal-hal yang tidak di inginkan?.
"Apa yang mereka lakukan? Apakah semalam mereka bersama...? Astaga Prince ada di sini bisa gawat Tio di hajar" Batin Jons.
Raja Hades terkepal kuat pikiran liarnya sudah menggerogoti akal sehatnya apalagi Tio sudah lama jomblo bagaimana jika hasratnya ia lampiaskan pada putrinya mengingat itu membuatnya semakin murka.
"Apa yang kau lakukan Tio!!" Bentak Tuan Farhan murka ia berjalan mendekati Tio mengangkat tubuh putrinya dan dengan sigap Jons mengambil alih Aulia sedangkan Tio sudah di tarik oleh Tuan Farhan.
Tio belum sadar sepenuhnya namun Tuan Farhan langsung memberikan bogeman mentah tepat di area rahangnya.
BUGH
Tio terjatuh tersungkur ke lantai bibirnya terluka akibat hantaman keras yang di layangkan Tuan Farhan padanya.
"Brengsek!! Jangan kurang ajar Tio...!!"
BUGH
BUGH
Tio terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Tuan Farhan padanya bahkan raja Hades itu tak memberikan waktu untuk bicara ataupun sekedar menangkis.
Aulia yang mendengar suara perkelahian langsung membuka matanya ia melihat daddy-nya memukuli Tio membuatnya melebarkan matanya.
"Uncle Tio" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Daddy belenti!! Apa yang Daddy lakukan pada Uncle Tio...?" Teriaknya beranjak turun dari atas bangsal. Namun dengan cepat Jons menahannya. Tuan Farhan tak memedulikan teriakan Aulia ia kembali menghantam perut Tio saat melihatnya lengah.
"Brengsek kau Tio, apa yang sudah kau lakukan pada putriku? Jangan macam-macam padaku Tio kurang ajar...!"
BUGH
Pukulan kembali di layangkan oleh raja Hades Tio hanya meringis tak membalas ataupun melawan itu adalah kesalahannya anggap saja beberapa pukulan Tuan Farhan sudah membayar atas apa yang ia lakukan pada Aulia Nona mudanya semalam.
"Mommy lepasin tangan Lia! Aku mau bantu Uncle Tio" serunya namun Jons menggeleng tidak setuju. Aulia makin kesal saja saat melihat daddy-nya terus menghantam Tio bahkan darah keluar dari mulut juga hidung Tio.
"Terima kasih Nona, sudah mengkhawatirkanku, ini salahku Tuan muda benar ini adalah hukuman untukku" bisik Tio dalam hati. Walau sudah tak kuat menahan pukulan dari raja Hades.
"Daddy, no! Jangan pukul Uncle Tio lagi...!!" Teriak Aulia tidak terima bahkan ia sudah menangis.
"Kau lihat Tio! Putriku bahkan membelamu, apa yang sudah kau beri padanya sampai membelamu terus huh!" Tuan Farhan kembali melayangkan pukulan, Aulia yang melihat itu langsung menggigit tangan Jons membuat si tomboy terpekik kaget spontan melepaskan pegangannya. Aulia berlari dan...
BUGH
Aulia tersungkur jatuh ke lantai pipinya memerah bahkan berwarna biru juga darah mengalir dari hidungnya. Rupanya Aulia menghadang pukulan dari raja Hades. Semua orang di sana terkejut dengan wajah pucat.
"Aulia!!" Teriak Jons dan Tuan Farhan bersamaan.
"Nona!!" Panggil Tio.
Tio berusaha berdiri amarahnya benar-benar tak terkendali saat ini. Persetan dengan Tuan muda ia akan memberikan pelajaran padanya.
Jons menutup mulutnya. "Tio!! Stop! Apa yang kau lakukan...?" Jons berlari dan mendorong tubuh Tio. Laki-laki itu terjatuh ia meludah kasar ke lantai sembari menatap tajam ke arah Tuan Farhan.
"Tio tolong angkat Aulia ke atas bangsal dan panggilkan dokter" perintah Jons, pria itu hanya terdiam mendekati Aulia yang sudah pingsan.
"Bodoh! Kenapa kau melakukan itu! Kau sampai pingsan begini, pasti sakit bukan...?" Katanya dalam hati. Mengangkat tubuh mungil Aulia dalam gendongannya dan membawanya ke bangsal meletakkannya penuh hati-hati.
Tuan Farhan masih terdiam seribu bahasa belum pernah ia menyakiti anak-anaknya apalagi putrinya yang ia sayangi tapi hari ini ia melakukan kesalahan besar sampai menyebabkan putrinya pingsan akibat pukulannya.
"Apa aku sekarang menjadi Daddy yang buruk...? Beraninya tangan ini memukul putriku" Lirihnya dalam hati.
Tio menatap kesal pada Tuan mudanya tapi apalah daya dirinya hanyalah seorang bawahan ia juga merasa bersalah sudah memukuli Tuan mudanya itu, yang mana harus ia lindungi.
"Maafkan aku Tuan, sudah membalas memukul anda... Tapi jika itu menyangkut Nona Aulia aku tidak akan berdiam diri saja" Tuturnya menatap bersalah pada Tuan Farhan. Raja Hades mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum sinis.
"Setelah pulang dari Bali silahkan keluar dari Mansion...! Aku akan memberikanmu kunci apartemen" Balasnya dengan nada datar. Jons hanya menyimak ia tidak bisa membantu sahabatnya sekarang menatap sendu wajah Tio.
"Baik Tuan, sekali lagi maafkan aku" Tuturnya pasrah. Tio melenggang pergi keluar dari ruangan tersebut mencari suster ataupun dokter untuk di mintai tolong. Ia berpapasan dengan seorang dokter perempuan dengan cepat ia memanggil dokter tersebut, kebetulan dokter itu adalah salah satu dokter yang menangani pertolongan pertama pada Tuan muda serta yang lainnya.
__ADS_1
"Dokter maaf" ucap Tio Dokter itu pun berhenti, dan berbalik ke arah Tio.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan...? Tanyanya tersenyum tipis.
"Di kamar VVIP A ada pasien pingsan bisakah dokter menanganinya?" Jawab Tio sedikit ada guratan khawatir.
"Baiklah Tuan, mari biar luka Tuan saya obati juga".
"Tidak perlu dokter, luka ini sudah biasa bagi saya... Nanti saya yang obati sendiri" Tolak Tio sopan. Dokter itu mengangguk pelan sembari mengikuti langkah Tio di depannya.
"Luka separah itu adalah hal biasa baginya...? Memang anak muda sekarang luka di jadikan trend" Gumamnya dalam hati geleng-geleng kepala.
Keduanya sudah berada di depan pintu ruangan VVIP A Tio membuka pintu lalu masuk ke dalam dan di ikuti oleh dokter di belakangnya.
Dokter berdiri di samping bangsal Aulia, Tio berdiri tak jauh dari sana sedangkan Tuan Farhan dan Jons mendampingi putrinya itu. Dokter perempuan itu mulia memeriksa tubuh Aulia terlihat memar kebiruan di wajah Aulia bahkan sedikit bengkak.
"Nona kecil ini sebentar lagi akan sadar, untuk memar di wajahnya olesi salep saja maka bengkak dan warnanya perlahan-lahan akan membaik" jelas sang dokter. Tuan Farhan dan Jons menganggukkan kepalanya mengerti.
Menatap nanar ke arah Aulia matanya mulai berkaca-kaca ia bernapas lega setidaknya Nonanya itu baik-baik saja.
"Syukurlah Nona tidak apa-apa, maafkan aku sudah membuatmu terluka" lirihnya dalam hati. Tio tertunduk dengan tangan terkepal kuat, mendadak hatinya terasa ngilu karena tidak bisa lagi berjumpa dengan Aulia.
Menghapus air matanya yang mengalir.
"Lebih baik tidak usah ikut campur, mereka adalah keluarga terpandang sedang aku sangat jauh dari mereka, anak jalanan sepertiku tidak pantas untuknya" batinnya berjalan keluar.
"Kau sahabat terbaikku Tio aku akan membantumu"...
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Mampir juga di karya pertamaku masih on going semoga suka juga sama ceritanya 🤗🤗😀😀