Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 16 Penyelamatan


__ADS_3

Happy reading ### 🤗


-


-


-


Byuuuur


Seseorang menyiram air ke tubuh wanita yang sedang terikat di kursi di dalam ruangan yang banyak sekali barang rongsokan dan debu yang menempel sepertinya ruangan itu adalah gudang lama yang sudah tidak terpakai lagi.


Wanita tersebut menggeliat dan perlahan membuka matanya kala merasa dirinya habis tersiram air.


"Kau sudah bangun cantik" Suara laki-laki yang berpakaian serba hitam dengan wajah masih muda tersenyum mengejek ke arah wanita yang sedang terikat tali cukup Kuat.


"Aku dimana? siapa kalian?, kenapa kalian mengikatku? lepas!" ujarnya menahan takut, matanya menyapu sekeliling ruangan hanya ada dirinya dan dua pria asing di matanya.


"Hahahahha, tidak perlu takut cantik kau akan aman bersama kami, dan kau pasti tidak akan menyesal setelah misi kami berhasil kamu akan bebas tapi setelah kau melayani kami" ujar pria tersebut tersenyum licik.


"Hahahahah, kenapa tidak sekarang saja bro" sahut teman di sebelahnya.


"Hahahaha, nanti saja biarkan dia menyiapkan dirinya" jawabnya dengan kekehan mengejek.


"Kau benar".


"Mau apa kalian? lepaskan aku! aku tidak punya masalah dengan Kalian, aku juga bukan orang kaya kenapa kalian menculik ku cepat lepaskan!" bentak wanita tersebut dengan keringat yang bercucuran di dahinya, dirinya benar-benar takut sekarang apalagi mendengar percakapan kedua pria asing itu sudah membuat dirinya gemetar. Bagaimana jika ah... membayangkan saja sudah membuat merinding lebih baik mati daripada harus melayani mereka.


"Kau memang tidak punya masalah dengan kami tapi pacar kamu bermasalah dengan kami itulah sebabnya kau ada disini"


"Hahahah, aku sungguh tidak sabar melihat wajah predator itu, bagaimana reaksinya jika wanitanya kita hancurkan hahaha" tawa keduanya menggelegar.


Alis wanita yang bernama Nadia terangkat, ia mencerna perkataan mereka yang menyebut pacarnya tapi selama ini ia tidak memiliki pacar lantas siapa pacar yang mereka maksud?


"Kalian salah orang aku tidak mempunyai pacar, jangankan pacar teman saja aku tidak punya jadi lepaskan aku atau aku akan berteriak" ancamannya dengan mata melotot.


"Ck! coba saja tidak ada orang disini"


"Tolooong! siapapun tolong aku! tolong! teriak Nadia menggelegar.


"Hey jangan berisik mau aku cekik leher kamu hah!"

__ADS_1


"Tolooong, tolooong aku!, tolooong!" teriaknya lagi.


Plak


Satu tamparan mengenai pipi Nadia hingga membuat dirinya meringis sakit.


"Bisa diam gak! suara cempreng mu itu sungguh menganggu telingaku!" bentak teman pria itu.


Di lain sisi


Jons sudah berada di lokasi yang sudah dikirimkan musuhnya setelah ancaman dari musuh untuk tidak membawa siapapun ataupun benda tajam tidak ada pilihan lain selain mengiyakan ia tahu benar jika geng Carvendal tidak bisa main-main. Jons masuk ke dalam bangunan tua ia melihat dua anggota Carvendal yang sedang berjaga-jaga.


"Di mana Boss Kalian?" tanyanya dengan wajah seramnya dan dengan suara tegasnya.


"Tunggu kami harus memeriksa tubuh mu!" ujar salah satu pria bertubuh besar.


"Jangan lancang menyentuh tubuhku dengan tangan kotor mu!" bentak Jons menepis tangan pria di depannya.


"Hahahah, kau masih berani Jons setelah kau masuk ke dalam kandang harimau" kedua penjaga terkekeh dengan tatapan mengejek.


"Cepat kita periksa dia!" namun sebelum tangan mereka menyentuh tubuh Jons, Jons terlebih dulu memutar tangan keduanya sampai membuat mereka meringis kesakitan.


"Rupanya kau masih berani Jons, jika kau membuat ulah maka wanitamu akan mati!" ancamnya hingga membuat Jons melepas kasar tangan keduanya.


"Lakukanlah!" akhirnya satu kata laknat itu pun keluar dari mulut Jons baru kali ini ia mengalah pada musuhnya ia tidak mau gegabah bisa-bisa dirinya akan sia-sia untuk menyelamatkan Nadia. Sebenarnya Jons juga bingung dengan dirinya kenapa bisa ia begitu peduli pada orang yang baru-baru ini ia temui benar-benar di luar nalar.


"Jangan menyentuh dadaku atau jari-jari kalian yang akan ku jadikan santapan kucing rumahku" kini wajah Jons terlihat menakutkan dari sebelumnya saat laki-laki di depannya ingin menyentuh dadanya.


"Hahahahah, kau masih berani Jons" ejeknya tersenyum sinis.


"Cepat periksa di dadanya!"


"Coba saja!" sahut Jons menatap datar dan tersenyum devil.


Melihat senyuman itu keduanya mengurungkan niatnya mereka benar-benar takut jika Jons sudah menampakkan senyum iblisnya.


"Antar Jons menemui Boss!" perintahkan pada temannya


Jons berjalan dengan santai mengikuti langkah pria di depannya.


"Jika sampai terdapat luka di tubuh Nadia, maka nyawa kalian bayaran nya" bisik Jons dalam hati.

__ADS_1


Ceklek


Jons masuk kedalam ruangan seperti gudang dan terlihat lah wanita yang sudah membuat pikiranya kacau sedang terikat di kursi kayu dan ada lima pria di sana, mata Jons berhenti kala melihat pria yang bertubuh tinggi tegap dengan wajah yang belum terlalu tua sekitar 35 tahun umurnya.


"Wah, wah, kau benar-benar gentleman Jons" pujinya dengan senyum lebar namun ada ejekan. "Apa tidak ada yang mencurigakan?" matanya beralih pada anak buahnya yang berjaga di luar.


"Aman Boss" jawabnya cepat.


"Cepat urusi pria ini, bila perlu haluskan dagingnya dan jadikan pupuk sayuran" pintanya dengan wajah kemenangan. "Bagaimana reaksi Mita dan Wijaya jika mendengar anaknya ini di jadikan pupuk wahh... permainan seru baru di mulai" sahutnya kembali.


"Lepaskan wanita itu! maka kalian aku ijinkan untuk menjadikan pupuk dari tubuhku" ujar Jons tanpa rasa takut sedikitpun".


"Hahahahha, kau sungguh bodoh! siapa bilang wanita itu akan aku lepaskan, aku akan bermain-main dulu dengannya" jawabnya tersenyum licik. Hari ini benar-benar keberuntungan baginya melihat wajah kekalahan Jons sungguh menyenangkan.


"Jangan kau libatkan dia Bayu! atau kau akan menyesal!" teriak Jons dengan wajah murka mendengar Nadia akan di lecehkan membuat darahnya mendidih seketika.


"Ck! kau sudah di wilayah ku bodoh!"


"Bawa wanita itu di ruangan ku aku ingin bermain-main dengannya bagaimana rasanya Jons? pasti sangat manis"


"Kau!" Jons begitu murka giginya beradu seakan ingin meledak saja. Dan tiba-tiba wajah Jons tersenyum mengejek ia melihat jam tangan yang bergambar seperti peta.


Jons terlihat santai dan kebetulan ada sebuah kursi kosong ia mendudukkan bokongnya di kursi kayu lalu menyilang kan kakinya dan meraih sebatang rokok.


Anggota Carvendal dan Bayu menatap bingung ke arah Jons. Jons dengan santai nya menyedot rokok lalu mengeluarkan asap dari mulut dan lubang hidung nya itu. Tiba-tiba suara tembakan menggelagar dari arah luar hingga membuat Bayu mengeraskan rahangnya.


"Kau sungguh picik Jons! cepat habisi dia dan bunuh wanitanya!" teriak Bayu dengan mengepalkan tangannya. Jons membuang puntung rokok dan segera menangkis pukulan yang dilayangkan anggota Carvendal perkelahian sengit pun terjadi di dalam gudang itu sedangkan Nadia terdiam ketakutan ia sungguh tidak menyangka jika Jons akan menyelamatkan dirinya namun ia juga mengkhawatirkan keadaan Jons bagaimana nantinya dia akan terluka.


-


-


-


-


**Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman 🤗


Oh iya author mau mempromosikan novel pertamaku jangan lupa mampir yah**


__ADS_1


__ADS_2