
**Happy, Happy reading guys 😘
Sayangnya Author, tinggalkan jejak nya yah! like, komen, dan vote nya 😁😁😁😁🤣
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒**
Seorang pria berperawakan tinggi dan besar berpakaian serba hitam datang menghampiri Boss mereka yang sedang duduk menyedot rokoknya di kursi kebesarannya.
"Jika kau membawa berita buruk maka nyawa mu akan melayang" suara bariton itu berucap dengan senyum menyeringai.
Pria yang akan memberikan informasi itu seketika menghentikan langkah nya dan menelan ludah kasar.
"Jons si pembunuh bayaran datang di California Boss karena masalah senjata yang kita ambil" jawab nya setelah menarik napas panjang.
Pria yang menjadi Boss mereka hanya menganggukkan kepala nya.
"Jadi?"
"Jons sudah tahu penghianat itu" jawab nya mantap.
"Sepertinya nyawa mu tidak akan selamat" tutur nya santai dan kembali menghisap rokok nya.
"Tapi penghianat itu tidak membongkar rahasia kita dia menutupi identitas kita dengan sangat rapi dan penghianat itu sudah mati di tangan Jons karena tidak memberitahu kebenaran nya" jawab penjaga itu cepat takut jika Boss nya akan membunuh nya.
"Hahahahhaha luar biasa sudah ku duga pria itu akan menepati janji nya mengingat keluarga nya yang akan menaruhkan nyawa jika dia berani membocorkan pencurian senjata yang kita lakukan" tutur sang Boss bangga. Pria itu bernama Dario Osiel ketua Mafia yang suka memberontak dan melakukan penyelundupan narkoba dan obat-obatan terlarang tidak ada satupun polisi yang bisa menangkap keberadaan Dario Osiel sebelum polisi menemukan dirinya polisi itu sudah menjadi santapan hewan piaraan nya sungguh manusia bengis dan sadis!
"Apa kau sudah memastikan dengan benar informasi yang kau bawa ini?" Tanya nya memastikan.
"Tentu saja Boss, chip yang kita pasang merekam semua pembicaraan mereka bahkan suara tembakan pun terdengar dengan jelas sepertinya Jons menggunakan senjata dengan kaliber dashyat mungkin tubuh penghianat itu sudah hancur" tutur nya mantap dengan senyum lebar nya.
"Bagus! Informasi yang begitu sempurna". Sahutnya kembali menghisap rokok di tangan nya. "Bagaimana dengan anggota Gengster Golf? Apa anggota kita sudah mengamankan mereka?".
"Semuanya beres Boss tinggal menunggu kedatangan Boss di Meksiko maka mansion milik Zeus Sined akan menjadi tempat percobaan obat-obatan yang kita buat".
"Luar biasa, baiklah besok siapkan jet, kita akan pergi ke Meksiko sudah lama aku tidak bertemu dengan Zeus Sined hahahha kemenangan sungguh berpihak padaku" Titah Dario ketua Geng Azteca zez.
"Baik Boss" jawabnya singkat kemudian melangkah pergi meninggalkan Boss nya yang sedang tersenyum miring.
"Itu akibatnya kau ikut campur dengan urusan ku Jons, melawanku Dario Osiel? Cih sampah!" Gumam Dario Osiel mengepalkan tangannya.
Di tempat lain
Beberapa dokter sedang berjuang antara hidup dan mati mereka dengan kemampuan penuh melakukan operasi anggota mereka yang di tembak oleh Jons, mereka tidak tahu pasti apa alasan sang atasan menembaki Aldo mereka menutup mulut rapat-rapat tidak mau mengambil resiko karena berani mengusik ketenangan singa yang sedang tidur itu.
Hembusan napas lega keluar dari beberapa dokter yang berada di ruang operasi.
__ADS_1
"Selamat" ujarnya seraya mengelus dadanya
"Iya umur kita masih panjang aku benar-benar merasa lega sekarang, setidaknya aku masih bisa berkumpul dengan istri ku" celetuk dokter pria.
"Terima kasih Aldo karena kau sudah berusaha untuk tetap hidup dan menyelamatkan kami semua" sahut dokter lain nya tersenyum lebar.
"Umur panjang"
Setelah mengucapkan rasa syukur yang begitu besar mereka lalu keluar dengan peluh keringat di wajah mereka.
"Ku harap nyawa kalian masih banyak" suara Jons membuat ke empat dokter itu sulit menghirup oksigen.
"Aldo selamat Boss, tunggu beberapa jam lagi Aldo akan segera siuman karena sekarang dirinya masih dalam pengaruh obat bius" jawab salah satu dokter dengan tarikan satu napas.
Jons menyeringai tipis "Good luck, kalian selamat!" Tutur Jons kembali memasang wajah datar.
"Istirahat lah! Tidak salah kalian menjadi seorang dokter" sambung nya lagi.
"Tuhan masih menyayangi nyawa kami" batin salah seorang dokter.
"Baik Boss terimakasih banyak" ucap mereka serempak kemudian melangkah pergi dari hadapan sang maut.
"Ck! Bisakah kau tidak memasang wajah datar mu itu?! Sangat menyeramkan!" Dengus Jonathan dengan bibir mengerucut.
Jons terkekeh geli "hey jaga bibir mu! Tidak cocok bentuk bibir mu dengan wajah mu yang jelek itu" ejek Jons.
"Hahahaha, akhirnya kau tersenyum juga, ku pikir seorang pembunuh bayaran tidak tahu caranya tersenyum" goda Jonathan.
Si tomboy menatap tajam pada Jonathan "rupanya kau ingin merasakan senjata pistol yang aku gunakan tadi hmmm....?" Balas Jons memainkan pistol di tangan nya yang ia simpan di balik celana belakang nya.
INDONESIA
Jika di California, Amerika serikat di sana sedang pagi 8:29 maka di Indonesia sekarang sedang malam karena perbedaan waktu antara Indonesia yaitu Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta lebih cepat 14 jam dari California, Amerika Serikat.
Di kediaman Tuan Wijaya Farhan anak satu-satunya sedang mengamuk karena merindukan istrinya yang tak kunjung kembali padahal baru dua hari Jons pergi si Tuan bucin itu rupanya tidak bisa menahan rindunya lagi. Apalagi ponsel milik Jons tidak bisa di hubungi kemarahan nya memuncak kala melihat ayahnya yang sedang biasa-biasa saja dalam menanggapi nya.
"Pokoknya aku tidak mau tahu istri ku harus segera pulang besok! Kenapa papa tidak menyuruh orang lain saja kenapa harus istri ku aku ini pengantin baru pa, baru sedikit merasakan kenikmatan duniawi" teriak Farhan dengan wajah merah padam.
Nyonya Mita dan Ayu tercengang mendengar alasan konyol dari mulut laknat Farhan itu.
Sebenarnya Tuan Wijaya, Nyonya Mita dan Ayu mereka sudah tidur mengarungi dunia mimpi mereka namun karena suara kegaduhan dan teriakan Farhan hingga membangun kan mereka dari tidur nyenyak nya. Sedangkan para ART mereka tidur di ruang paviliun jadi tidak mendengar suara cempreng dari Tuan muda. Ck! Memalukan sekali!.
"Istri mu sungguh pintar hanya dia yang mampu melawan musuh itu, kau tenanglah! bersabarlah sedikit saja bukankah kamu sudah menerobos istana milik istri mu itu" jawab Tuan Wijaya santai.
Nyonya Mita melotot tajam ke arah suaminya ia tahu betul maksud dari perkataan suaminya itu sungguh memalukan kenapa juga ia harus menikah dengan pria yang blak-blakan dan mesum seperti Tuan Wijaya nasib nasib. Nyonya Mita mengelus dadanya guna menetralkan emosi nya yang hampir memuncak.
"Emang ka Jons punya istana? Tapi aku tidak melihat nya? Apakah ada disini?" Ayu gadis polos tapi mesum itu bertanya karena bingung.
"Yah jelas kamu tidak melihat nya karena istana itu hanya aku yang bisa melihat sekaligus merasakan nya" celetuk Farhan dan langsung kena cubitan dari ibunya.
"Aaww, sakit Ma" keluh Farhan mengusap bekas cubitan ibunya di lengan nya.
"Itu karena mulut kamu yang tidak bisa di kontrol! Jangan bicara sembarangan Ayu itu masih polos jangan mengotori otak nya dengan pikiran mesum mu itu".
__ADS_1
"Cih! Polos tapi pebinor" cibir Farhan menatap datar ke arah adik iparnya.
"Hey jaga ucapan mu yah! Aku bukan pebinor mana ada aku suka perempuan yang benar saja aku ini masih normal!" Sungut Ayu menunjuk-nunjuk wajah Farhan dengan jari telunjuk nya.
"Diam! bentak Farhan matanya beralih ke arah Tuan Wijaya.
"Kalau papa tidak mau menyuruh istri ku untuk segera pulang maka aku yang akan datang pada nya!" Ancam Farhan.
Tuan Wijaya mendelik nyalang wajah putra nya "jangan coba-coba Farhan musuh di luaran sana akan langsung membunuh mu!!".
"Baiklah Mama akan segera menyuruh Jons untuk segera pulang ke Indonesia" Nyonya Mita langsung mengiyakan ia tidak mau mengambil resiko besar anak nya hanya satu dan ia tidak mau kehilangan harta berharga nya itu.
"Baiklah aku akan mengikuti perintah mu, setidaknya kau memberikan ku cucu baru kau bisa mati" tutur Tuan Wijaya menyeringai jenaka.
"Yah kau benar suamiku" Nyonya Mita ikut menimpali.
"Aku setuju" sahut Ayu tertawa jenaka.
"Hahahha dan kalian akan ikut mati bersama ku" celetuk Farhan.
"Besok pagi saat aku bangun istriku sudah harus ada di depan mataku, jika tidak maka aku yang akan menyusul istriku di sana" kekeh Farhan serius.
"Tentu saja, sudahlah ini sudah sangat malam lihat lah jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam" Tuan Wijaya mengibas tangan nya ke udara menyuruh anak nya untuk segera masuk ke dalam kamar nya.
"Baiklah selamat tidur Ma, Pa, pebinor"
"Kyaaaaaaaaaaa keparat!" Teriak Ayu murka namun yang di teriaki malah menjulur lidah nya dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Ayu masuk lah ke kamar mu sekarang" titah Nyonya Mita.
"Baiklah selamat malam"
"Selamat malam".
Kini tinggallah Nyonya Mita dan Tuan Wijaya
"Apakah kita harus menyuruh Jons untuk kembali?" Nyonya Mita membuka percakapan.
"Huh! Dia pasti tidak akan mau kau tahu kan seperti apa watak nya jika tugas nya belum selesai maka dia tidak akan kembali sebelum menyelesaikan urusan nya, hmmm... Kau hubungi saja Jons katakan padanya untuk menghubungi suaminya yang tengah bucin akut itu"
Nyonya Mita terkekeh "ide bagus, baiklah aku akan menyuruh Jons menghubungi Farhan, ini sudah malam sebaiknya kita juga harus istirahat" ucap Nyonya Mita.
"Yah, ayok"
-
-
-
-
**🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
__ADS_1
Bersambung**