Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 75 Kenapa Mirip Sekali Dengan Bapak Tampan?


__ADS_3

**Akhirnya bisa up juga 🤗


Beri like dan vote nya guys 😘😘**


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siang ini Jons sudah bersiap-siap untuk menuju ke perusahaan raja iblis karena tadi raja iblis baru saja menelepon istrinya untuk pergi membawa ke tiga anak nya entah kenapa pria Jelangkung itu sangat merindukan istrinya dan juga tiga kerucil nya, tidak seperti biasanya Jons mengenakan dress di bawah lutut dengan lengan sampai siku rambutnya juga sudah tidak seperti dulu yang terlihat mirip seperti seorang pria bahkan tak seorangpun yang mengenali nga sebagai wanita.


Ketiga kerucil nya juga sudah memakai pakaian bagus nya dengan pakaian dan warna yang sama yaitu warna biru laut hari ini Jons meminta Amanda dan Alex untuk menemani nya ke perusahaan karena tidak mungkin dirinya yang membawa ke tiga anak nya itu ia hanya memiliki dua tangan dan itu mungkin hanya bisa mengendong satu baby nya saja sedangkan dirinya memiliki tiga baby sekaligus.


Jons mengurai rambut nya yang panjang sebahu dengan bedak tipis dengan lipstik yang tidak terlalu menor si tomboy terlihat sangat cantik, tidak berdandan saja sudah memikat banyak jenis apalagi berdandan ala kadarnya benar-benar terlihat sangat sempurna.


Tok tok tok


"Jons apa kamu sudah selesai?" Teriak Amanda dari luar pintu.


"Masuk saja" jawab Jons yang sedang merapikan pakaian nya.


CEKLEK


Amanda membuka pintu kamar Jons ia menelusuri seluruh isi kamar milik sahabat nya itu, seketika matanya berhenti pada objek di pantulan cermin membuat nya ternganga tak percaya betapa cantiknya sahabat tomboy nya itu ia baru tahu jika Jons sangat cantik dan ia mengakui itu.


"Wow kamu cantik banget, andai aku seorang pria mungkin aku akan mendaftar menjadi calon pebinor sekarang" ucap Amanda berdecak kagum.


"Aku sungguh terharu atas pujian mu Amanda, andai di tangan ku terdapat pistol sudah dipastikan satu peluru akan bersarang di perut mu" ketus Jons dengan wajah datar nya, Amanda terkekeh sembari menggelengkan kepalanya ternyata belum ada yang berubah dari sifat pembunuh bayaran itu.


"Hmmm... Aku pikir kamu sudah berubah dan tidak menampilkan wajah menyebalkan mu itu pembunuh bayaran" dengus Amanda.


" Sudahlah kamu berisik sekali, ayo kita pergi sekarang kamu gendong baby Hamas dan aku akan mengendong baby girl" tutur Jons lalu di anggukin oleh Amanda.

__ADS_1


" Baiklah baby Hamas, kamu bersama tante dulu kita akan pergi ke kantor Daddy kamu" ucap Amanda langsung menggendong baby Hamas yang sedang tertidur pulas.


Jons sudah menyiapkan semua barang-barang milik anaknya seperti susu beberapa pakaian dan juga baby diapers sedangkan baby Azhar sudah dari tadi di bawa keluar oleh Alex untuk di jadikan bahan ledekan bagi anggota Black Wolf.


Kasihan sekali nasib botak plankton selalu di tertawakan karena keluar dari jalur gen kedua orang tuanya entah dirinya mengikuti siapa tapi tidak ada yang mirip jika itu menyangkut kepalanya yang licin.


"Oh yah ampun Tuan muda botak kamu begitu tampan sekali, hanya saja kenapa kepala mu tidak memiliki rambut sehelai pun? Apa kau ingin menjadi anggota baru keluarga Ucup kepala pelayan itu karena dia tidak memiliki rambut sama seperti mu hmmm masih kecil sudah berhati dermawan yah" celoteh Alex sembari menggesekkan hidung mancung nya dengan hidung baby Azhar.


"Lex apakah itu botak plankton?" Tanya Richo dan Tio antusias bahkan anggota lainnya juga ikut nimbrung melihat Tuan muda nya yang memiliki kepala plankton sama dengan kepala si Ucup Kepala pelayan di Mansion Utama.


"Iya ini adalah kepala plankton" jawab Alex saat sampai di sofa ruang tamu.


"Wow bukankah si botak sangat tampan? Dia terlihat mirip seperti Tuan muda kita uuh sangat imut" decak kagum anggota Black Wolf.


"Iya dia sangat tampan apalagi kakak nya bernama Hamas andai aku sudah memiliki pasangan dan mempunyai anak perempuan sekarang aku pasti akan menjodohkan mereka berdua dengan anak ku" Timpal salah satu teman mereka.


"Cih! Wajahmu langsung ter diskualifikasi sangat tidak cocok menjadi besan pembunuh bayaran, anak ku pasti pantas bersanding dengan anak Tuan muda" ketus Tio menatap tajam teman nya.


"Enak aja loh, bisa jadi Jons mau berbesan dengan ku" kekeh nya tidak mau kalah.


"Tidak untuk kalian berdua, aku lah yang akan menjadi besan dengan Tuan muda aku sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah" sombong Alex tersenyum menyeringai.


"Apa kalian tidak takut berbesan dengan pembunuh bayaran? Kalian akan di tembak jika melakukan kesalahan sedikit saja" ujar Richo menahan tawanya melihat wajah sedih sekaligus takut di wajah teman-teman nya membuat nya hampir terbahak namun suara bariton Jons membuat mereka saling melirik.


"Jangan pernah memanggil anakku dengan sebutan botak atau kepala kalian yang akan aku kuliti"ancam Jons saat sampai di depan mereka.


"Siapa yang ingin menjadi besan ku?" Tanya Jons namun tak ada yang berani menjawab "kalian bisa menjadi besanku ketika kalian bisa melewati ujian kematian dan bisa hidup kembali" ucap Jons datar. Mereka semua masih terdiam dengan mulut terbuka lebar melihat wajah wanita cantik di depan mereka membuat pendengaran mereka tertutup akan ancaman.


"Alex ayo, kalian berdua apa mau ikut ke kantor?" Tanya Jons tanpa menghiraukan pujian dari anggota nya itu.


"Tidak Jons kami akan berjaga-jaga di Mansion" jawab Tio dan Richo.


"Baiklah, kami pergi dulu" ujar Jons tersenyum tipis dan itu membuat anggota Black Wolf makin di buat tak karuan.


"Andai aku menyatakan cinta ku waktu itu mungkin sekarang Jons sudah menjadi milikku"


"Biarpun dia seorang pembunuh bayaran aku akan setia menjadi suaminya"


"Tidak apa-apa aku menjadi suami ke tiganya"


Begitulah bisik-bisik anggota Black Wolf.


"Jaga ucapan kalian atau akibat nya akan fatal nantinya" ancam Tio dan Richo hanya terkekeh kecil.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit mereka sudah sampai di depan bangunan yang menjulang tinggi, bangunan yang pernah di tempati si tomboy dalam melakukan misi nya tercetak jelas senyuman indah di bibir ranum milik pembunuh bayaran itu, ketiga orang dewasa itu keluar dari dalam mobil dengan masing-masing menggendong bayi.


Mereka memasuki perusahaan yang sangat besar dan termasuk perusahaan terjaya no 1 se Asia dan di Amerika, berjalan ke arah resepsionis seraya berujar "Saya ingin bertemu dengan Tuan Farhan" ujar Jons sembari tersenyum tipis. Resepsionis itu terkejut bukan main wanita di depannya benar-benar cantik namun tiba-tiba terlintas wajah seseorang.

__ADS_1


"Bukankah dia sangat mirip dengan pak Jons? Mungkin itu adalah adik nya tapi di mana bapak tampan itu aku sungguh merindukan nya" batin sang resepsionis.


"Hello kami ingin bertemu dengan Tuan Farhan mbak" ujar Amanda agak kesal.


"Eh maaf bu tapi apakah kalian sudah membuat janji dengan pak Farhan?" Tanya resepsionis sopan.


"Sudah" jawab Jons kembali dengan ekspresi datar.


"Benar-benar mirip, apalagi ekspresi itulah yang membuat ku terpikat" bisik resepsionis memegang jantung nya.


Andai kau tahu bahwa seseorang yang kamu cari adalah wanita yang sedang menggendong bayi itu.


"Baiklah kalian bisa naik lift di sebelah kiri sana, dan lift itu langsung membawa kalian pada lantai CEO" ujar wanita itu menjelaskan.


"Terimakasih" ujar Alex mewakili kedua wanita yang sudah berjalan duluan tanpa mengucap terimakasih. Resepsionis itu hanya tersenyum masih dengan memegang jantung nya.


"Lihatlah wanita itu begitu mirip dengan babang tampan ku, apa aku sedang berhalusinasi karena sudah lama tidak melihat nya" ujar salah satu karyawati.


"Tidak! Kau tidak sedang berhalu, ini nyata dia sangat mirip dengan pangeran ku jons sedih sekali tidak pernah melihat nya" jawab temannya.


"Enak aja babang tampan ku itu hanya milik ku seorang" ketus nya menatap tajam pada temannya.


"Syuuut! Diam! Mereka itu siapa? dan ke tiga bayi itu siapa nya pak Farhan tidak mungkin mereka adalah anak dari pak Farhan sedangkan yang kita tahu pak Farhan belum menikah" mereka semua melihat ke tiga anak raja Iblis dari jarak jauh karena jaraknya yang tidak dekat sehingga membuat mereka tidak bisa melihat jelas wajah para kerucil iblis itu.


"Sudahlah aku akan meminta nomor pak Jons di pak Farhan nanti aku tidak mau harus menunggu lebih lama lagi" ucap salah satu karyawati teman yang lainnya tertawa geli melihat tingkah konyol sahabat nya itu.


Andai raja iblis tahu jika karyawa nya menyukai istrinya mungkin niat untuk memiliki istri dua akan lenyap seketika karena begitu berharga nya istri tomboy nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2