
Up lagi nih GUYS 😘
Selamat membaca semoga teman-teman dapat terhibur dengan cerita Author terimakasih sudah mampir di novel Author 🤗❤️
Takaballahu mina wa minkum minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin selamat hari besar idul Fitri bagi yang beragama Islam 🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
-
-
"Dokter! Dokter! Selamatkan istriku! Dokter!" Teriak Farhan saat memasuki rumah sakit terbesar di Meksiko. Para dokter dan suster mendengar teriakkan seorang pria yang mirip seperti orang gila itu segera berlari ke sumber suara dan langsung mengambil alih seorang perempuan yang tengah bersimbah darah dengan wajah pucat pasih dan segera memasukannya kedalam ruang operasi.
"Selamatkan istriku! Jika terjadi apa-apa padanya jangan harap nyawa kalian bisa selamat ncamkan itu!" Amuk Farhan dengan mata merah menatap tajam.
Nyali dokter dan suster menciut ketika melihat wajah Farhan begitu menakutkan, mereka berusaha untuk tetap tenang dan bersikap biasa saja.
"Saya harap anda mengontrol emosi anda Tuan agar kami para tim dokter bisa menjalankan tugas kami dengan perasaan tenang, jika Tuan terus berteriak dan mengamuk saya tidak bisa menjamin keselamatan istri anda karena Tuan sendiri yang menganggu konsentrasi kami" jawab dokter wanita itu memberanikan diri.
Helaan napas kasar keluar dari hidung mancung milik Farhan ia juga membenarkan perkataan sang dokter. "baiklah cepat lakukan apapun yang terbaik untuk istriku!" Ketusnya tanpa menatap.
"Dasar orang gila!" Umpat dokter wanita dalam hati lalu masuk ke dalam ruang operasi
Di ruang operasi tampak tim medis sedang bekerja keras Mengeluarkan peluru di tubuh Jons banyak darah yang keluar dari tubuh si tomboy hingga membuat nya kehabisan banyak darah dan untung nya darah yang dimiliki si tomboy masih ada di rumah sakit tersebut dan langsung bisa melakukan transfusi darah, buliran bening keluar dari wajah para dokter, suster dengan penuh sabar membantu menyeka keringat di wajah sang dokter dua peluru sudah di keluarkan tinggal satu peluru yang bersarang di perut Jons mereka begitu hati-hati karena ada cabang baru di dalam sana.
Sedangkan di luar si Tuan muda Farhan yang telah menyandang predikat bucin akut tampak mondar-mandir wajahnya menjadi pucat bahkan banyak keringat yang keluar dari tubuhnya.
"Semoga istriku baik-baik saja jangan sampai Ara ku kenapa-kenapa jika sampai terjadi sesuatu padanya aku tidak bisa memaafkan diriku, kasihan juga si bungsu harus menahan diri untuk tinggal sementara waktu di sarangnya" gumam Farhan menyatukan kedua tangannya.
"Akkkhhh brengsek Dario akan ku penggal kepalamu bedebah, sekyaaaa!" Farhan mengusap kepalanya kasar hatinya tak karuan mengingat istrinya yang terluka parah apalagi tiga peluru bersarang di tubuhnya membuat dirinya ingin menangis saja. Bahkan dirinya tidak menanggapi cemohan orang-orang terhadapnya baginya itu adalah hak mereka bukankah negara kita adalah negara hukum jadi biarlah mereka sesuka hatinya mengumpat nya kasar walau si Tuan muda Farhan tak tahu hukum di Meksiko namun hukum Indonesia sudah melekat dalam jiwanya. Tak ambil pusing dengan cemohan orang karena sekarang isi kepala nya hanya di penuhi tentang keadaan istrinya bahkan dirinya berdoa pada Tuhan yang notabenenya tidak pernah berdoa.
__ADS_1
"Dasar gila!" Cemoh orang-orang yang melihat Farhan seperti orang gila.
"Kalau gila bukan di sini tempatnya tapi RSJ" sahut orang-orang.
"Cih! Jika bukan karena istriku sudah ku potong-potong tubuh kalian sampai menjadi bahan olahan bakso" umpat Farhan dalam hati.
Selama tiga jam melakukan operasi dokter perempuan pun keluar dengan peluh keringat di wajahnya menandakan bahwa dirinya benar-benar melakukan pekerjaan yang melelahkan ia menghela napas kasar kala melihat wajah menyebalkan Tuan Farhan.
Jangan seram-seram dong Tuan Farhan jadi takut kan dokternya gimana mau jelasin kalau muka kamu saja seperti Jelangkung! Eh Jelangkung itu kan sebutan sayang dari si tomboy Jons, jangan di ambil dong.
"Bagaimana Dok, keadaan istri saya?" Tanya Farhan saat berada di depan dokter bahkan matanya menatap tajam ke arah dokter hingga membuat sang dokter kembali menciut.
"Emm maaf Tuan tapi... Belum sempat dokter menjelaskan suara bentakan dari Tuan Farhan terdengar cukup nyaring.
"Jangan bilang istriku mati! Jika itu terjadi maka kepalamu akan menggantikan nyawa Istriku!" Teriak Farhan dengan mata menyalang tajam.
"Eh?"
Dokter wanita itupun sangat terkejut bahkan para suster yang masih di dalam ikut terkejut mendengar suara menggelegar dari arah luar, mereka langsung keluar dan ingin melihat apa yang sedang terjadi.
"Tenang dulu Tuan, mohon bersabar jangan membuat keributan di sini!" Ujar sang dokter wanita berusaha untuk tetap tenang padahal dalam hati ia ingin berlari saja dari hadapan pria bermental lemah.
Sedangkan dokter yang di bentak berusaha menetralkan jiwanya yang terguncang hebat menarik napas panjang lalu menghembuskan perlahan.
"Anda salah paham Tuan, bukan itu maksud saya istri anda...
"Apa?!" bentaknya memotong.
"Prince" Suara lemah itu terdengar dari mulut perempuan di depan pintu ruang operasi wajahnya yang pucat pasih menghiasi wajah cantik nya.
Tuan Farhan menoleh dan alangkah terkejutnya melihat istrinya baik-baik saja lalu apa yang di maksud oleh sang dokter? Matanya memicing menatap nyalang wajah dokter di depannya Farhan lalu menghampiri istrinya memeluk tubuh ramping istrinya erat ia sungguh bahagia bahwa istrinya wanita di dekapan nya terlihat baik-baik saja.
"Istriku baik-baik saja dan kamu bilang dia sudah mati!" Bentak Tuan Farhan menatap tajam pada dokter wanita.
"Tapi saya tidak bilang kalau istri anda mati Tuan! Bukankah anda sendiri yang mengatakan seperti itu!" Ujar dokter wanita itu ketus, ia tak habis pikir dengan pria gila di depannya bisa-bisanya marah-marah tidak jelas apalagi belum mendengar penjelasan nya sampai selesai padahal kan dirinya hanya ingin menyampaikan bahwa istrinya baik-baik saja bahkan sudah sadar setengah jam yang lalu saat jantung pasien tiba-tiba berhenti dan karena kebaikan sang Tuhan hingga pasien yang hampir di nyatakan meninggal itu jantung nya kembali berdetak dan tak berselang lama mata sang pasien perlahan-lahan terbuka dan lebih terkejutnya lagi si pasien meminta makanan karena merasa lapar sungguh aneh! Namun di balik kejadian itu ada kabar yang harus di dengar oleh kedua suami istri itu.
Bagai mendapat tamparan kasar di siang bolong, ia membenarkan perkataan sang dokter namun bukan namanya Tuan Farhan Wardi Dinata jika mengaku salah.
"Itu salah dokter kenapa tidak bilang dari tadi, dan kenapa tadi juga minta maaf saya pikir istri saya kenapa-kenapa" jawabnya mengelak.
__ADS_1
"Yah, yah Tuan sungguh benar" jawabnya malas. " Ada kabar baik yang harus saya sampaikan bahwa istri anda sedang mengandung dan kandungannya sudah menginjak satu bulan saya benar-benar merasa takjub dengan kekuatan yang dimiliki istri Tuan, istri Tuan sungguh luar biasa" jelas sang dokter tersenyum lebar ke arah Jons. Farhan yang mendengar itupun sontak melirik ke arah Jons yang tengah menatapnya dengan senyum manisnya Jons yang mengerti dengan tatapan suaminya langsung mengangguk mengiyakan mata Farhan berkaca-kaca.
"Akhirnya ada cabang baru yang sudah hadir di dalam sini" pekiknya bahagia sambil mengelus perut rata istrinya.
"Aww prince perutku sakit" lirih Jons menahan sakit karena Farhan mengelus perutnya tepat di luka tembakan.
"Astaga maafkan aku sayang, aku tidak tahu, yasudah kita istrirahat dulu yah takutnya kamu kecapean" ujar Farhan khawatir.
"Aku dari tadi menahan rasa sakit di sekujur tubuhku tapi kau terus-terusan mengomel" ketus Jons sedangkan dokter yang menangani Jons hanya tersenyum tipis walau dalam hatinya ia masih mengumpat sumpah serapah pada Farhan agar nanti anaknya akan menyusahkan dirinya. Dokter tidak takut yah pada Tuan Farhan raja dari segala raja dunia bawah hmmm....? Jika Tuan Farhan mendengar sumpah serapahmu bisa di pastikan tubuhmu itu akan halus di ulek di penggilingan.
"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu" ujar sang dokter berpamitan namun beberapa langkah kemudian langkah nya terhenti kala Farhan memanggil nya.
"Tunggu dokter! Tolong siapkan kamar VVIP" titah Tuan Farhan dengan wajah datarnya.
"Ah baiklah, suster urus kamar VVIP untuk pasien" tutur sang dokter kemudian di anggukan kepala oleh kedua suster tersebut.
Tuan Farhan dan Jons masuk ke dalam kamar VVIP yang cukup besar yang sudah di siapkan oleh kedua suster tersebut Farhan dengan telaten dan hati-hati membantu istrinya untuk berbaring di atas kasur yang cukup besar yang bisa menampung tiga orang sekaligus.
"Hati-hati, apa lukanya sakit?" Tanya Farhan si Tuan bucin tampak begitu khawatir terlihat dari raut wajahnya yang sangat mencemaskan keadaan Jons.
"Hmmmm... Lumayan sakit tapi tidak apa-apa, emmm.... Prince bisakah kau ikut berbaring di sini sepertinya aku ingin di peluk" lirih Jons memasang wajah memelas, si Tuan bucin bersorak dalam hati bagaimana tidak kehamilan istrinya membawa keberuntungan baginya ia menyukai sifat istrinya yang sekarang yang suka di manja itu berarti ada peluang plus dalam bercocok tanam. Lagi-lagi bercocok tanam yang ada di pikiran si bucin ah benar-benar yah dasar pria mesum!.
"Tentu saja dengan senang hati" pekik Tuan Farhan tersenyum lebar.
-
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
**Jangan lupa tinggalkan THR nya di sini 🤭🤭🤭🤭
_
__ADS_1
Bersambung**