Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 107 Penyakit Jantung


__ADS_3

Happy reading 🤗


Beri like dan komen yah 🤭


.


.


.


.


.


.


Setelah memindahkan tujuh pasien ke ruang VVIP dan 8 anggota Black Wolf sudah kembali ke markas mereka atas perintah Jons. Sekarang ini untuk keluarga Tuan Farhan menempatkan VVIP A dan keluarga Alex serta pak Sholeh menempati ruang VVIP B.


"Jons, aku dan Richo serta Sandy akan membeli makanan di luar, kamu mau pesan apa...?" Tanya Tio yang saat ini berada di ruangan VVIP A menemani Jons sedangkan Richo dan Sandy menemani Amanda.


"Apa saja yang bisa di makan" jawab Jons lesu.


"Baiklah, kalau begitu aku ke kamar sebelah" Jons mengangguk dan Tio langsung bergegas keluar dari VVIP A menuju kamar yang di tempati Alex. Melewati tiga ruangan hingga Tio tiba di kamar Alex.


CEKLEK.


Tio masuk menuju sofa yang di duduki Richo dan Sandy.


"Ayo beli makanan Jons dan Amanda pasti sudah lapar" Tutur Tio pada dua sahabat nya.


"Aku juga sangat lapar" Sandy mengusap perutnya yang sudah keroncongan.


"Ayo kalau begitu" Richo dan Sandy berdiri namun sebelum itu mereka menghampiri Amanda yang tengah duduk di samping bangsal Alex.


"Kamu mau pesan apa Amanda?" Tanya Sandy pada Amanda.


"Aku tidak lapar" jawab Amanda lesu.


"Kau harus makan Amanda, kalau kau sakit siapa yang akan mengurus dan menjaga suami kamu dan putri mu...!" Tegas Richo Amanda hanya menghela napas panjang.


"Terserah kalian saja" acuh Amanda. Trio jones mendesah berat mereka lalu keluar menuju kantin rumah sakit.


Kini mereka sudah berada di kantin rumah sakit tidak terlalu banyak pelanggan hingga membuat mereka dengan cepat mendapat pesanan nya, mereka memesan bubur ayam lima kotak serta lima botol Aqua dan tiga bungkus rokok sempurna masing-masing untuk satu orang. Sudah lama mereka tidak mengonsumsi rokok itulah sebabnya mereka beli di kios kecil yang tak jauh dari rumah sakit.


Setelah mendapat apa yang mereka beli mereka lalu kembali menuju ruang VVIP yang di tempati Jons dan Amanda. Karena mereka melewati VVIP B baru kemudian VVIP A Trio jones berhenti di depan pintu VVIP B, Tio kemudian mengambil dua kotak bubur ayam dan dua botol Aqua untuk dirinya juga Jons.


"Kami masuk dulu" kata Richo dan Sandy.


"Iya, kalau gitu aku ke VVIP A..." Richo dan Sandy mengangguk dua pria itu segera masuk ke dalam kamar VVIP B sedangkan Tio berjalan lurus hingga sampai di tempat tujuan nya.

__ADS_1


CEKLEK


Tio masuk ke dalam matanya menangkap sosok wanita tangguh yang tengah duduk di kursi samping bangsal suaminya yang masih terbaring lemah.


Ia tak pernah melihat sosok kejam itu berubah rapuh seperti sekarang, walaupun tak ada air mata yang keluar namun ia dapat merasakan betapa rapuhnya wanita bringas itu kalau sudah menyangkut perasaan, menghela napas kasar dan berjalan menuju bangsal Tuan Farhan berdiri di samping Jons.


"Makan dulu, setelah itu istirahat lah jangan menyiksa dirimu seperti itu jika Tuan muda tahu kau sakit maka yang disalahkan adalah aku" tegur Tio menyentuh pundak Jons memberi pengertian pada wanita di sampingnya. Sedangkan kotak makanan dan dua botol Aqua ia letakkan di atas nakas.


Jons tetap diam matanya masih setia mengamati suaminya yang masih terbaring menutup matanya di atas bangsal. "Apa kau mempunyai rokok...?" Tanya Jons menatap datar wajah Tio.


Tio mendesah berat "Ya. Tapi kau harus makan dulu baru aku akan memberikan nya untuk mu" jawab Tio. Jons tidak melawan ia menurut tangan nya terulur mengambil kotak bubur dan satu botol Aqua di atas nakas berjalan menuju sofa yang tak jauh dari pintu masuk.


"Aku memang belum pernah jatuh cinta tapi aku tahu rasanya... Karena aku juga menghawatirkan seseorang yang sudah mengisi hatiku" Tio bergumam sembari memegang dadanya netranya tertuju pada sosok gadis kecil dengan posisi terbaring di atas bangsal.


Tio ikut bergabung bersama Jons memakan bubur ayam di depan nya.


Hingga satu suapan terakhir masuk ke mulut Jons. Si tomboy lantas membuka penutup botol Aqua yang masih bersegel.


KREEEK


Penutup botol itu terbuka ia meminum nya dan menyisakan setengah air di dalam nya.


"Mana...?" Jons mengulurkan tangannya pada Tio. Mencebikkan bibirnya dengan tangan bergerak masuk ke dalam saku celana jeans depan.


"Nih, sisakan setengah buat ku" memberikan satu bungkus rokok sempurna di atas telapak tangan Jons. Jons tersenyum dan mengangguk.


"Jaga mereka aku mau ke atap gedung" Tio hanya mengangguk sebagai jawaban. Sebelum keluar Jons menyempatkan diri menemui Tuan Farhan serta tiga kerucil nya.


"Sayang maafkan Mommy yang tidak bisa menjaga kalian cepat sadarlah Mommy tidak kuat melihat kalian seperti ini" bisik Jons pada Aulia namun tak ada respon dari putrinya. Menghembuskan napas kasar kemudian beralih pada dua putranya yang di letakkan bersama dalam satu bangsal.


"Son, Mommy pergi sebentar cepat sadar kalian anak yang kuat" mengecup kening putranya setelah itu bergegas keluar menuju lantai teratas untuk merokok.


Tinggallah Tio yang menjaga Tuan Farhan serta tiga perusuh kecil ia mengambil dua kotak bubur ayam membuangnya ke tong sampah.


Kaki jenjang nya melangkah menuju bangsal Aulia, hatinya menuntun nya untuk melihat gadis kecil itu. Menarik kursi dan menjatuhkan bokongnya di atas kursi besi.


Tangan kekarnya menyentuh tangan mungil Aulia matanya menatap sayu gadis kecilnya bibirnya menyentuh lembut kening Aulia.


Hey Tio kau tidak takut jika raja iblis dan pembunuh bayaran melihat mu mencium putri mereka? Apa yang akan kamu katakan sebagai pembelaan tidak mungkin kan kau bilang jika kau mencintai nya yang ada malah kau akan di gorok.


"Sadarlah Nona, bukalah mata mu...! Maaf aku tidak bisa menjaga mu dengan baik sampai membuat mu terluka begini" lirih Tio mengelus lembut surai hitam Aulia.


"Jangan membuat Uncle sedih cepat sadarlah" Mata Tio sudah berkaca-kaca melihat Aulia terbaring lemas membuat hatinya begitu perih.


"Euugh" terdengar lenguhan di bibir mungil Aulia, Tio terkejut sekaligus senang.


"Haus, Lia haus" lirihnya membuka matanya pelan.


"Tunggu Nona, aku akan mengambil air dulu" Tio bergegas mengambil botol minuman nya yang tersisa setengah padahal di kamar itu sudah tersedia air namun Tio tetap mengambil miliknya.

__ADS_1


"Minumlah...!" Tio membantu menopang tubuh Aulia dan membantu nya untuk minum, setelah minum Tio membantu Aulia lagi untuk berbaring kembali.


"Uncle dimana Mommy, Daddy dan yang lainnya?" Tanya Aulia polos.


"Mommy lagi keluar Nona, Daddy masih belum sadar sama dengan dua abang Nona masih pingsan" Jelas Tio, Aulia terdiam.


Tio tersenyum tipis akhirnya Aulia sudah sadar, mata mereka saling bertemu dan itu membuat pipi Tio memanas.


"Astaga!" Desah Tio.


"Uncle, Lia capek tidul tidak pakai bantal guling, mmm... Uncle Tio ayo tidul dengan Lia bial Lia bisa memeluk Uncle" Ungkap Aulia polos hal itu membuat Tio tergelak dengan mulut terbuka.


"A-apa yang Nona katakan...?" Gagu Tio.


"Iiish... Uncle tuli yah...!! Ayo cepat naik Lia tidak bisa tidul kalau tidak ada bantal guling" kesal Aulia.


Memang turunan Hades sekalipun terbaring lemah tapi masih bisa mengoceh dasar Aulia centil! Tidak tahu saja jika Tio sudah kehabisan oksigen.


"Ah, mmmm... Baiklah Nona" Tio berusaha biasa-biasa saja, karena bangsal Aulia memiliki ukuran sedang jadi bisa untuk menampung dua orang dewasa.


Kini Tio merebahkan tubuhnya di samping Aulia gadis centil itu langsung memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh kekar Tio.


Jantung Tio berdegup kencang ia nyaris tak bernapas. Tio merentangkan tangan nya dan mengangkat kepala Aulia di atas lengannya sebagai bantal kepala dan kepala Aulia kini sudah bersandar di dada bidang Tio. Ia cukup hati-hati agar infus di punggung tangan Aulia tidak copot.


"Apakah aku sedang tidur bersama? Ini bukan termasuk tindakan cabul kan...?" batin Tio


DEG


DEG


DEG


"Uncle Tio kenapa jantung Uncle sangat cepat...? Apakah Uncle punya penyakit jantung...? Tanya Aulia polos.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Bersambung


Tio : Akan ku bunuh kau Author 🤣😭**


__ADS_2