Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 150 Membalas Kebaikan


__ADS_3

Happy reading 🤗


.


.


.


.


.


.


.


.


Seekor singa jantan tengah menarik seseorang membawanya ke suatu tempat tepat di bawah pohon besar dengan akarnya yang sudah keluar. Melepas gigitannya dan menatap datar sosok yang di tarik. Lidahnya keluar menjilati darah yang mengalir dari luka seseorang.


"GOAAAAARRRR"


Singa jantan mulai mengeluarkan aumannya yang sungguh mengerikan untuk di dengar bahkan para binatang lain tidak berani mendekat karena mendengar suara menggelegar bagaikan suara Guntur.


"GOAAAAARRRR"


Hewan liar itu mulai mengendus kepala sosok yang terbaring di atas tanah menjilatinya hingga darah tidak keluar lagi.


"Aku harus kembali secepatnya" gumam seseorang hingga auman seekor singa mengagetkan lamunannya.


"GOAAAAARRRR"


"Lan!" panggilnya tersenyum lebar mengelus kepala singa besar itu dan reaksi singa menjilati orang di depannya.


"Hahahhaha geli Lan jangan seperti itu!... apa kau sudah lapar hmmmm?" dan sangat mengejutkan hewan buas itu malah menganggukkan kepalanya seakan mengerti dengan perkataan manusia.


"Hahahah baiklah ayo kita berburu" ajaknya seraya berdiri menepuk-nepuk bokongnya untuk menghilangkan debu pada celananya. Keduanya berjalan pelan sembari celingak-celinguk mencari mangsa hingga keduanya berhenti karena mendengar suara auman serigala.


"AUUUUUUUH"


"Sssstt! Lan kamu diam yah aku akan mengambilnya untukmu" tuturnya meraih sebilah pisau yang tersimpan di saku celana depannya. Berjalan ke arah samping pohon besar matanya menatap tajam ke arah seekor serigala yang tengah mencari mangsa.


"AUUUUUUUH"


Serigala kembali menggonggong tiba-tiba sebuah pisau kecil menembus daging tebal milik serigala membuat hewan buas itu terluka namun belum juga mati, terlihat kilatan amarah dari matanya. Serigala itu berlari membuat pemburu langsung mengejarnya.


"AUUUUUUUH"


"GOAAAAARRRR"

__ADS_1


Singa ikut berlari kala melihat Tuannya mengejar serigala yang terluka.


"Sial aku harus mengejarnya dan membunuhnya cepat!" gumamnya dalam hati. Masih berlari mengejar serigala yang tengah menahan sakit.


Orang tersebut berhenti dengan jarak yang tidak terlalu jauh mengambil pisau yang lainnya dan...


SREEET


Pisau dengan ukuran sedang itu pun menembus daging serigala tepat mengenai batang lehernya membuat hewan buas itupun tersungkur jatuh dengan genangan darah membanjiri tanah tempat terakhirnya.


"Hosh, hosh... akhirnya dapat juga" tuturnya dengan napas naik turun tangannya menyentuh kedua lututnya seperti tengah rukuk.


Sedangkan Lan bersandar di kaki majikannya menjilat celana yang di pakai oleh sang pemburu.


"Ayo Lan! aku akan memotong bagianku sisanya adalah untukmu" orang tersebut mencabut dua buah pisau meletakkan satu pisau di atas tanah sedang yang satunya untuk memotong satu buah kaki yang berada di depan mengulitinya hingga bulu-bulunya terlepas semua. Bagian yang lain di berikan untuk Lan hewan piaraannya.


"Lan kamu makanlah duluan aku akan membakar punyaku dulu" ujarnya namun Lan hanya diam sembari duduk menatap ke arah sang majikan tanpa melihat daging di sampingnya seakan menunggu majikannya untuk makan bersama.


"Hey kenapa belum makan? apa kau menungguku hmmm...?" tanyanya tersenyum tipis menggeleng kepalanya pelan melihat tingkah lucu hewan piaraannya. Ia mengumpulkan beberapa kayu dan mengambil dua batu menggosoknya kuat hingga menghasilkan sebuah percikan api dan kayu serta daun-daun mati itupun terbakar oleh percikan yang di hasilkan dari gesekkan dua batu.


"Aku akan membakar bagianku secepatnya dan kita langsung makan" jelasnya dan Lan mengangguk kepalanya seakan mengerti dengan perkataan orang tersebut, terkekeh lucu. Ia kemudian mengambil kayu panjang yang sudah bersih dan menusuknya ke dalam daging serigala setelah itu membakarnya di atas tumpukan api yang menyala.


"Terima kasih Lan sudah menolongku kalau tidak ada kamu mungkin aku sudah mati dan tidak bisa berkumpul dengan keluargaku" ujarnya dengan raut wajah ceria namun tersimpan luka yang menyiksa dari sorot matanya.


Lan yang tahu majikannya tengah bersedih segera beranjak dari duduknya bersandar di balik kaki sang majikan terkadang menjilatinya sebagai tanda sayangnya.


Tuan Wijaya dan Nyonya Mita memerintahkan setiap anggota Black Wolf untuk pergi latihan di hutan lindung yang di penuhi dengan binatang buas kelaparan namun di dalam hutan tersebut ada pantauan CCTV untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu maka mereka akan bergegas cepat.


Setiap kelompok terbagi menjadi lima anggota ada dua puluh kelompok untuk melakukan uji nyali bertarung dengan hewan buas yang sudah di siapkan oleh Tuan Wijaya sebagai kualifikasi masuk dalam Geng Black Wolf.


Tim Jons adalah kelompok 5 di mana mereka di tempatkan di area selatan, mereka berjalan menyusuri hutan dengan pohon-pohon besar menjulang tinggi. Saat berjalan mereka mendengar suara gonggongan serigala dan auman harimau yang sedang mengerumuni seekor singa kecil yang sangat ketakutan sepertinya singa tersebut kehilangan rombongannya.


"GOAAAAARRRR"


"AUUUUUUUH"


Terlihat kilatan permusuhan antara serigala dan harimau yang masing-masing memperebutkan anak singa.


"Boss apa kita akan membantu anak singa itu...?" tanya salah satu anak buahnya karena melihat mata Jons yang terus menatap singa kecil itu entah darimana rasa simpatinya padahal seorang pembunuh bayaran seperti Jons tidak pernah peduli tentang sekitar.


"Tidak perlu kita jalan saja" jawabnya yang langsung mengalihkan perhatiannya pada jalan di depan.


Mereka melewati pertengkaran antara harimau dan serigala yang tengah memperebutkan mangsanya. Saat sudah beberapa meter Jons berhenti menatap satu persatu anak buahnya.


"Kalian jalan duluan aku akan melakukan sesuatu!" titah Jons datar.


"Apa yang akan Boss lakukan? bisakah kami mengikuti anda... takutnya akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" jelas salah satu anggota lainnya.


Jons menatap tajam anak buahnya yang tidak mengindahkan perintahnya. "Jangan membantah ataupun meragukanku!" tekannya dengan nada tegas. Melihat tatapan elang dari sang pembunuh bayaran membuat nyali mereka menciut seketika. Tidak banyak bertanya ataupun berujar mereka hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti dan segera berjalan ke arah depan.

__ADS_1


Jons berbalik arah berjalan ke arah belakang tepatnya jalan pulang entah apa yang akan ia lakukan.


Jons berhenti di dekat pohon besar menyalakan batang rokok yang bertengger di antara jari telunjuk dan tengah. Menyedotnya pelan sembari menatap santai pertarungan antara harimau dan serigala. Rupanya Jons kembali untuk menyelamatkan anak Singa entah apa yang menarik dari seekor Singa kecil yang lemah itu.


"Cih! lama sekali" keluhnya menyandarkan punggungnya di sandaran pohon dengan batang yang memiliki ukuran besar.


Jons kembali menghisap rokoknya menghembuskan asap rokok ke udara menatap datar hewan-hewan buas itu.


"Heh! kau beruntung bisa menyita waktu berhargaku Singa kecil!" ujarnya dingin.


Setelah menyaksikan adegan baku hantam antara kedua hewan buas yang di menangkan oleh tiga ekor Harimau Jons meraih pistol di saku celananya yang sudah di isi dengan peluru bius.


Jons menatap satu persatu tiga ekor Harimau mengarahkan pistolnya ke arah salah satu Harimau menarik pelatuk dan membidiknya tepat mengenai pipi Harimau dan...


DOR


BUGH


Tubuh Harimau langsung tumbang di atas tanah kala mencium aroma yang membuat mabuk hingga pingsan Jons kemudian kembali menarik pelatuk dan membidiknya ke arah dua Harimau...


DOR


DOR


BUGH


BUGH


Dua harimau itupun ikut tumbang akibat kabut bius yang di lakukan oleh Jons, setelah memastikan bahwa ketiga Harimau sudah pingsan Jons segera keluar dari persembunyiannya berjalan ke arah singa kecil.


"Jangan takut aku tidak akan membunuhmu" ujar Jons. Seakan tahu dengan perkataan manusia singa itu malah mendekati Jons dan mengendus-ngendus aroma Jons membuat sang pembunuh bayaran tersenyum tipis nyaris tidak terlihat.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2