Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 148 Sekolah


__ADS_3

Happy reading 🤗


Like dan komen yah maaf telat up, author kehabisan kuota


.


.


.


.


.


.


Terlihat sinar yang begitu cerah seorang pria bertubuh tinggi gagah perkasa tengah berjalan dan tiba-tiba saja seekor cicak besar jatuh menimpah tubuhnya dan sontak saja membuat pria itu terpekik kaget dan membuang cicak tersebut menjauh darinya...


BUGH


"Aaaaaakkk!" pekik seseorang berteriak kesakitan.


"Huaaaa Daddy!" teriakkan besar mengagetkan mereka yang tertidur nyenyak seketika terbangun dan menatap heran tubuh Aulia yang terbaring di atas lantai.


"Lia sayang kamu kenapa?" tanya Tuan Farhan buru-buru turun dari atas kasur menghampiri Aulia dan mengangkatnya.


"Hoaam... Ria pasti sedang ngigau" celetuk Azhar masih mengantuk terlihat matanya yang masih sangat berat untuk di buka.


"Hiks, hiks. Lia tidak ngigau tahu! Daddy melempal Lia sampai Lia jatuh hiks" jelasnya menangis menahan sakit pada tubuhnya dan kepalanya yang terbentur.


"Astaga! maaf sayang mana yang sakit sini Daddy lihat lukanya" khawatir Tuan Farhan dan dua abangnya segera beranjak dari atas kasur berjalan cepat ke arah Aulia. Memutar tubuh kecil Aulia dan mengecek apakah ada luka atau tidak.


"Maaf sayang, apa masih sakit...?" tanya Tuan Farhan mengelus kepala juga punggung Aulia. Si centil hanya mencebik sebal


"Sedikit saja" jawabnya malas.


"Ah Daddy kenapa bisa melempar Lia apa Daddy sedang bermimpi?" tanya Hamas.


"Haduh, kasihan sekali Ria" celetuk Azhar menahan tawanya agar tidak keluar melihat keadaan adik centilnya yang benar-benar lucu untuk menjadi bahan lelucon.


"Maaf, Daddy pikir yang Daddy buang adalah cicak tapi ternyata..."


"Stop! Lia mau balik ke kamal Lia saja!" potong Aulia berusaha beranjak dari duduknya menatap tajam pada Azhar karena melihat abangnya tengah terkikik jenaka.


"Huh! kasihan sekali Ria di kira cicak sama Daddy" sahut Azhar lagi mengompori. Entah kenapa si gondrong begitu suka membuat adiknya itu kesal seakan hal tersebut merupakan kesenangan tersendiri.


"Azhar!" gemas Tuan Farhan pada anak gondrongnya menatap tajam pada Azhar karena membuat masalahnya makin runyam saja.

__ADS_1


"Pria picik itu!" gumam Hamas dalam hati menatap jengah tingkah adik satunya itu.


"Hmmm... Lia mau kembali ke kamal Lia saja, sepeltinya sekalang sudah pagi Lia mau mandi" tuturnya langsung pergi meninggalkan tiga pria yang saling menatap penuh arti.


"Uang jajan kamu akan Daddy potong Azhar sekarang kalian mandi agar segera ke sekolah!" titah Tuan Farhan bersedekap dada menatap satu persatu wajah dua putranya.


"No!" teriak Azhar tidak setuju namun raja Iblis hanya menaikkan sebelah alisnya acuh meninggalkan kedua putranya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Ayo jangan sampai telat" ucap Hamas berjalan keluar di ikuti Azhar yang sedang menggerutu kesal lantaran uang jajannya di potong oleh sang Daddy.


Seperti biasa anggota keluarga Tuan Wijaya kini sudah berkumpul di meja makan dengan beberapa hidangan yang sungguh menggunggah selera setiap yang melihatnya.


"Leca kenapa pakai selagam sekolah? Leca kan belum bisa sekolah?" tanya Aulia menatap heran wajah Alexa dengan aslinya terangkat dan sedikit kerutan kecil di dahi kanannya.


"Leca mau ikut abang Hamac ke cekolah" jawab Alexa sembari menyantap makanannya.


"Kalian harus jaga adik kalian Alexa yah Nenek yang izinin Alexa ke sekolah" tutur Nyonya Mita menimpali.


"Baik Nenek" jawab ketiga kerucil mengangguk pelan.


Mereka kemudian kembali menyantap makanan di depan mereka tanpa kembali bersuara.


Beberapa menit berlalu dan mereka sudah menyelesaikan sarapan, tiga kerucil serta Alexa pun beranjak dari duduknya berjalan pada orang tua mereka.


"Kakek, Nenek, kami pergi ke sekolah dulu yah" ucap tiga kerucil sembari menyalami kedua tangan Kakek dan Nenek mereka.


"Hati-hati belajar yang rajin dan jangan membuat masalah" jawab Tuan Wijaya.


"Lambut Lia jadi belantakan! issss Kakek! Nenek!" dengus Aulia menatap jengah tingkah kedua orang tua di depannya. Sedangkan Hamas dan Azhar memilih merapikan kembali rambutnya malas berkomentar karena Kakek dan Neneknya pasti akan melakukannya kembali.


"Hahahaha maaf sayang" tutur keduanya namun masih membuat Aulia kesal.


Sedangkan Alexa berdiri di depan orang tuanya. "Mama, Papa, Leca pelgi ke cekolah dulu yah" izinnya pada Alex dan Amanda.


"Lexa hati-hati di sekolah jangan bandel yah sayang" ucap Amanda menasehati.


"Lexa jangan merepotkan abang dan kakak Lia yah Lexa harus jadi anak baik dan penurut di sekolah" timpal Alex dan Alexa hanya memberikan jempol sebagai tanda mengiyakan dan tidak perlu khawatir. Lexa pun beralih pada Tuan Wijaya dan Nyonya Mita.


"Nenek, Kakek, Leca ke cekolah yah jangan kangen Leca" tutur Alexa dengan mengedipkan matanya dan tidak lupa senyum termanisnya ia terbitkan di bibirnya.


"Hahahahha iya sayang" tawa kedua paruh baya itu.


"Haduh cucu Kakek jangan main mata sama laki-laki lain yah jangan centil" jawab Tuan Wijaya tersenyum jenaka sedangkan Alexa hanya menampilkan wajah datarnya.


"Sudah-sudah ayo kita ke sekolah" putus Hamas dan mereka segera berjalan keluar dari Mansion di ikuti Tuan Farhan di belakang.


Tuan Farhan mengendarai mobil Lamborghini menatap lurus ke depan sesekali menghela napas kasar kala mengingat Aranya yang belum di temukannya.

__ADS_1


"Kamu di mana Ara? aku sangat merindukanmu" keluh Tuan Farhan memijat pangkal hidungnya. Tiga kerucil menatap kasihan Daddynya mereka tahu apa yang di pikirkan oleh Daddynya itu.


"Kasihan Daddy" gumam ketiganya dalam hati.


Hingga mobil berwarna putih itu berhenti di depan gerbang sekolah.


"Daddy kami turun dulu" ucap Hamas menyalami tangan Tuan Farhan di ikuti yang lainnya.


"Iya sayang kalian jangan bandel sekalipun sekolah ini adalah milik Daddy tapi jangan berbuat sesuka hati" jelas Tuan Farhan sembari mengelus rambut mereka.


"Siap Dad"


"Siap Om"


"Oke turunlah, Daddy akan ke kantor" mereka lalu turun dari mobil menatap wajah Tuan Farhan dari jendela mobil yang terbuka kacanya.


"Semangat belajar! Daddy pergi dulu" ujar Tuan Farhan lagi tersenyum tipis dan mereka mengangguk.


Mobil Lamborghini berwarna putih itu pun melaju meninggalkan gerbang sekolah sedangkan para kerucil kecil berjalan masuk ke dalam sekolah.


"Leca jangan membuat kelibutan di sekolah yah" peringat Aulia menatap datar Alexa.


"Iya kak Lia jangan khawatil, Leca tidak akan belulah" jawab Alexa mantap.


"Abang Hamac Leca duduk cama abang yah" pinta Alexa menampilkan wajah imutnya dan Hamas hanya tersenyum mengangguk.


"Telima kacih" serunya bahagia.


"Cih! kenapa anak-anak kecir ini suka sekari centir" tutur Azhar dalam hati menaikkan sebelah alisnya tinggi.


"Membosankan!" gerutu Azhar mendelik jengah.


"Abang Azhal kenapa?" tanya Alexa karena tidak sengaja mendengar gumaman Alexa.


"Tidak apa-apa" jawabnya acuh.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2