
Mendengar penuturan dari bu haji Imas, hati Cempaka mulai sedikit luluh.
"Apa benar itu semua, bu haji?" Wajah Cempaka berbinar penuh harap.
"Iya neng Cempaka, memang benar itu adanya. Orangtuanya kan tetanggaan dengan saya, kapan-kapan neng Cempaka main ke rumah bu haji, nanti saya kenalkan dengan Fitri dan keluarganya" Sahut bu haji Imas.
"Ooh, namanya Fitri?" Ujar Cempaka bergumam.
"Iya neng, dia sekarang sudah punya anak satu, baru satu tahun usianya"
"Berarti masih baru kejadiannya, kalau begitu" Ujar Cempaka lagi, mata bulatnya berbinar ceria.
"Sekitaran empat tahun yang lalu, pernikahan yang membuat semua mata perempuan mendelik itu berlangsung" Sahut bu haji Imas lagi.
"Semoga saja kamu juga bernasib baik seperti neng Fitri itu" Do'a bu Sekar.
"Amiin ya Allah " Cempaka menjawab dengan binaran mata penuh harapan.
Semua mata berbinar menatap ke arah Cempaka.
"Alhamdulillah ya Allah, tuntas sudah satu masalah, semoga masalah yang lainnya kau beri kemudahan dalam pemecahannya ya Allah" Ujar bu Sekar lagi penuh harap.
"Kakak, terimakasih kakak telah mau mema'afkan aku. Semoga saja kakak mendapatkan pendamping hidup yang lebih baik dan sayang kepada kakak selamanya" Anyelir memeluk Cempaka dengan penuh bahagia.
"Kakak telah mema'afkan kamu. Tapi, do'akan kakak ya" Pinta Cempaka kepada adiknya.
"Tentu saja kak, aku juga tidak mau melihat kakak selalu menderita" Ujar Anyelir.
"Kandunganmu sudah membesar" Cempaka mengelus perut adiknya.
"Iya kak, sudah mau enam bulan" Sahut Anyelir pula.
"Ooh neng Anyelir sudah hamil enam bulan? Berarti, sebentar lagi akan jadi ibu, selamat ya! Semoga lahirannya di beri kelancaran" Ujar bu haji Imas.
"Terimakasih bu haji" Anyelir menyahutnya dengan gembira.
"Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mendatangkan bu haji Imas sebagai penengah dari semua masalah ini, terimakasih ya Allah" Bu Sekar memeluk kedua putrinya dengan haru.
"Alhamdulillah, ternyata kedatangan saya ke sini membawa kebahagiaan buat keluarga ini. Saya sangat senang sekali, tidak sia-sia langkah kaki ini" Bu haji Imas turut bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di mata yang punya rumah.
__ADS_1
Cempaka mau mema'afkan Anyelir yang telah membuatnya sakit hati dan kecewa. Karena, ada harapan dan angan yang dia dengar dari bu haji Imas.
Dia berharap dengan mema'afkan kesalahan Anyelir, nanti dia akan mendapatkan imbalannya berupa rezeki yang melimpah dari Allah SWT.
"Iya bu haji, untung bu haji mampir ke rumah saya. Seandainya bu haji hari ini tidak mampir ke mari, mungkin kami masih bersitegang dalam permasalahan yang ada" Ujar Bu Sekar.
"Semuanya sudah di atur oleh Allah SWT bu Sekar, bukan karena saya" Bu haji Imas merendah,
"Alhamdulillah semuanyasudah
selesai, semuanya sudah dalam keadaan baik-baik saja" Ucap bu Sekar lagi.
"Alhamdulillah" Semua yang ada di sana mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT.
Kebahagiaan nampak menyinari
kehidupan keluarga bu Sekar sa'at itu.
"Kalau begitu, saya mau menemui teh Kenari dulu, bisa antarkan saya? Atau, tunjukkan saja jalan yang menuju ke rumahnya" Ujar bu haji Imas membuyarkan keharuan yang tengah terjadi di sana.
"Ooh, iya bu haji, nanti di antarkan sama anak saya saja. Kilat! Sini nak!" Ujar bu Sekar.
"Iya bu, ada apa?" Kilat segera bergegas menemui ibunya.
"Tolong antarkan bu haji ke rumahnya kak Kenari, ya!" Ujar bu Sekar kepada Kilat.
"Iya bu" Jawabnya singkat.
"Kalau begitu saya permisi dulu, ayo nak! Antarkan ibu" Bu haji Imas pun bangun dari duduknya.
"Iya bu haji, silahkan!" Ujar bu Sekar, diapun ikut bangun dari duduknya, hendak mengantarkan tamunya hingga ke teras depan rumahnya.
"Mari bu, neng Cempaka yang sabar ya! Assalamualaikum" Bu haji Imas berlalu setelah mengucapkan salam.
"Terimakasih bu haji" Ujar Anyelir bahagia.
"Waalaikumsalam" Jawab semuanya.
Cempaka masuk ke dalam kamarnya, dengan rasa bahagia yang menyelimuti hatinya.
__ADS_1
Senyumannya terukir manis di sudut bibirnya yang indah.
Senyuman yang dulu pernah hilang dalam hidupnya.
"Benarkah kalau orang yang di langkahi oleh adiknya itu, akan punya rezeki yang berlimpah? Hidupnya juga akan berkah? Aku sudah tidak sabar lagi ya Allah, datangkan untukku jodoh yang aku dambakan" Sambil menatap langit-langit kamar, Cempaka berangan, lamunannya membumbung tinggi terbang jauh menggapai asa dan mimpinya.
Rasanya, beban derita yang menumpuk di atas bahunya itu, sudah terbang seketika, terbang tinggi jauh hingga tak terlihat lagi.
Perkataan bu haji Imas sungguh dahsyat! Dalam sekejap sudah mampu melumerkan hati Cempaka yang keras membatu karena rasa kecewanya.
"Mana kakakmu?" Bu Sekar bertanya pada Anyelir. Setelah kembali dari mengantarkan tamunya.
"Ke kamarnya, bu! Dia sepertinya bahagia sekali, semoga saja apa yang di katakan oleh bu haji Imas tadi itu benar-benar terjadi. Jangan sampai kak Cempaka mengalami sakit hati atau kecewa lagi ya Allah, kasihan dia" Ujar Anyelir berharap.
"Aamiin ya Allah, semoga saja ya nak! Ibu juga sangat kasihan melihatnya menderita dan murung dalam kehidupannya"
"Iya bu, aku ingin segera melihat kak Cempaka bahagia" Ujar Seruni yang tiba-tiba saja sudah berada di sana.
"Eh, Seruni! Kita do'akan saja ya sayang" Bu Sekar memeluk anak bungsunya itu.
Sementara itu Cempaka sibuk dengan berbagai angan-angannya, terbuai dengan asa nya. Terperangkap dalam untaian kata-kata manisnya bu haji Imas.
Rasanya seperti nyata saja semua ucapannya bu haji Imas itu. Hingga Cempaka hanyut dalam khayalannya.
"Ternyata mudah juga mengendalikan hatinya kak Cempaka. Kenapa tidak dari kemarin- kemarin saja bu haji Imas suruh ke sini, pasti tidak akan ada pertengkaran yang terjadi antara aku dan kak Cempaka" Anyelir menggerutu.
"Mungkin waktunya baru kali ini, semuanya juga ada waktunya! Semua sudah di atur oleh Allah SWT, kita tidak boleh menggerutu begitu, nak! Harusnya kita bersyukur karena sekarang hati kakakmu sudah luluh karena mendengar perkataan dari bu haji Imas tadi. Tapi, kamu juga tidak boleh berbuat seenaknya lagi sama kakakmu itu"
"Iya bu, akan aku ingat itu"
"Tak apalah diriku ini di langkahi, asalkan aku mendapatkan jodoh yang mengerti dan memahami aku, memberikan kebahagiaan lahir dan batin kepadaku" Gumam Cempaka di dalam kamarnya, dia berkata kepada dirinya sendiri.
"Sekian lama aku di cap sebagai putri jomblo, aku yakin suatu hari nanti predikat itu akan pergi dari kehidupanku, di ganti dengan suatu pandangan yang takjub kepada diriku, seperti yang di katakan oleh bu haji Imas tadi. Ah, senangnya jika itu terjadi. Aku merasa yakin tidak akan ada yang berani mengejekku, apalagi mengatakan jomblo lagi padaku" Cempaka tersenyum sambil bergumam sendiri.
Angannya sekali lagi terbang menyusuri setiap perkataan yang dia dengar tadi dari sosok bu haji Imas, orang yang terpercaya di matanya Cempaka.
Dia begitu yakin dengan apa yang di katakan oleh bu haji Imas tadi. Sehingga membuatnya melambung tinggi bersama mimpinya yang teramat manis dan indah itu.
Yang tentunya belum tentu semua keberuntungan yang di dapatkan oleh Fitri itu, akan di dapatkan pula oleh dirinya. Walaupun keduanya sama-sama bernasib di langkahi oleh sang adik.
__ADS_1
Semua tergantung nasib yang telah di atur oleh Allah SWT.
Namun, semoga saja Cempaka mendapatkan apa yang dia impikan.