Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan
Sibuk mencarikan jodoh


__ADS_3

Dua minggu setelah kedatangan bu haji Imas ke rumahnya bu Sekar.


Kenari sibuk mencari-cari jodoh untuk adiknya itu. Dia berusaha supaya tidak keduluan, karena dia menginginkan supaya Cempaka mendapatkan jodohnya itu harus lewat dirinya.


"Aku harus berusaha mengenalkan seseorang kepada Cempaka. Aku harus mendapatkannya! Supaya namaku jadi baik di mata bapak dan ibu" Kenari bergumam sendiri.


"Selama ini bapak dan ibu selalu menyalahkan aku, selalu memandang jelek semua yang aku lakukan. Sekarang waktunya aku menunjukkan kepada semuanya bahwa aku ini tidak seburuk yang mereka pikirkan selama ini, yap! Aku harus membuktikannya, harus!"


Gumam Kenari lagi sambil tersenyum.


"Tapi, bagaimana caranya ya?"


Dahinya nampak berkerut seperti yang tengah memikirkan sesuatu.


"Apa aku masukkan saja dia ke biro jodoh gitu?"


"Tidak, ah tidak perlu ke biro jodoh. Tapi, ke mana ya?" Kenari


memutar otaknya guna mencari jalan supaya bisa mendapatkan jodoh untuk adiknya.


Selain itu, demi mendapatkan nama baik dari kedua orangtuanya dan juga masyarakat sekitarnya. Yang mana sudah mengetahui akan kelakuannya itu.


"Selamat siang" Tengah dia merenung mencari cara untuk mendapatkan jodoh buat Cempaka, tiba-tiba ada suara seorang pria dari balik pintu pos jaga.


Karena, waktu itu Kenari tengah bertugas sebagai seorang satpam, di sebuah perusahaan rajut sweater yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Kenari menoleh ke arah datangnya suara.


"Selamat siang, aih pucuk dicinta ulam pun tiba" Kenari terlonjak kegirangan, setelah mengetahui orang yang tadi mengucapkan selamat siang kepada dirinya itu adalah seorang laki-laki, yang nampaknya bukan orang penting, bukan anggota ABRI atau Polisi. Dan juga bukan pegawai golongan atas.


"Sepertinya ini cocok untuk suaminya Cempaka" Gumamnya. Matanya menatap sosok lelaki yang kini tengah berdiri di hadapannya. Dia tatap laki-laki itu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.


Yang di tatap kelihatan bingung sendiri. Karena, dia tidak mengerti sama sekali dengan maksud dan tujuannya orang yang tengah menatapnya itu.


"Kenapa ibu satpam ini? Kenapa dia menatapku seperti itu ya, ada apa ini sebenarnya? Apakah dia tertarik kepadaku?" Laki - laki itu bertanya-tanya di dalam hatinya.


Kenari berjalan perlahan ke belakang lelaki itu, matanya tidak lepas terus saja memandanginya.


Terang saja membuat lelaki itu merasa percaya diri, merasa di perhatikan.


"Ma'af, bu. Kenapa menatap saya seperti ini, ada apa bu?" Lelaki itu bertanya tak mengerti.


"Emh, sip lah!" Ujar Kenari lagi, semakin menambah bingung si lelaki itu. Dia jadi salah tingkah di buatnya.


"Bu!" Dia menegur lagi untuk yang ke dua kalinya.


"Ayo silahkan duduk!" Setelah dua kali di tegur, barulah Kenari mempersilahkan duduk kepada tamunya. Karena, dia sudah merasa yakin kalau orang itu mau dia jodohkan dengan adiknya.


"Ada perlu apa ya?" Tanya Kenari, memulai percakapan.


"Saya mau menemui istri saya yang bekerja di sini" Jawab pria itu. Ternyata dia mencari istrinya yang bekerja di perusahaan itu.


"Ooh, siapa namanya?" Tanya Kenari lagi.


"Mayang" Sahutnya.


"Ooh, Mayang. Asalnya dari mana?" Kenari bertanya kembali.


"Kami dari Jangga, Indramayu"

__ADS_1


Sahutnya.


"Ooh, iya saya ingat sekarang. Emh, Mayang yang ngontraknya


di daerah Ujung ya?"


"Iya itu" Lelaki itu membenarkan.


"Setahu saya, Mayang ngontrak


bersama Ratna. Lalu anda tinggal di mana? Apa benar anda suaminya?" Kenari menyelidik.


"Iya, istri saya ngontrak bersama temannya, mbak Ratna. Kalau saya tinggal di Jangga, Indramayu. Karena, saya kerja di sana di kantor BPR" Lelaki itu mencoba untuk menjelaskan kepada Kenari.


"Lalu anaknya, anda yang ngurus?" Kenari semakin ingin tahu sepertinya.


"Kami belum punya anak. Makanya Mayang ingin kerja juga"


"Sudah berapa lama menikah?"


Kenari terus mengorek informasi tentang rumah tangganya.


"Kami sudah lebih dari lima belas tahun menikah. Tapi, istri saya belum hamil juga" Lelaki itu menjawab lirih, ada nada kecewa di dalam perkataannya.


"Kesempatan emas ini, Cempaka kamu harus mau di jadikan istri yang kedua! Bagaimana pun caranya aku akan berusaha supaya dia tidak mendapatkan jodoh seperti yang dia harapkan. Hem, seorang gadis di jadikan istri yang kedua, di madu" Kenari bersorak di dalam hatinya, dia mulai menyusun rencana, merangkai kata-kata yang indah supaya di percaya.


"Anda sudah mencoba di periksa ke dokter?" Kenari semakin jauh saja mengorek keterangan tentang rumah tangganya lelaki itu.


"Sudah beberapa kali, katanya sih istri saya yang mandul" Jawabnya lirih.


"Anda sudah pernah menikah lagi, barangkali?" Semakin berani Kenari bertanya hal yang pribadi.


"Emh, ma'af! Kenapa ibu Satpam menanyakan hal itu?" Lelaki itu sepertinya agak tersinggung hatinya.


"Ooh, ma'af! Saya tidak bermaksud menyinggung hati dan perasaan anda, saya cuma ingin tahu saja" Kenari terperanjat karena dia keceplosan terlalu jauh bertanya.


Untuk beberapa sa'at mereka terdiam, tak ada kata yang terucap dari mulut masing-masing.


Sepertinya si lelaki itu merasa sedikit tersinggung, sedangkan Kenari menata kembali ucapannya.


"Emh, anda tadi langsung dari Indramayu?" Kenari mencoba membuka suara.


"Iya, selepas Subuh saya berangkat ke sini" Sahutnya. Tidak ada nada tersinggung di sana.


"Mau di panggilkan sekarang, atau mau nunggu istirahat dulu?" Kenari menawarkan.


"Sekarang saja kalau boleh, soalnya saya tidak akan lama" Katanya.


"Emh, siapa namanya ya?" Kenari menanyakan nama tamu laki-laki itu.


"Nama saya Karmin" Ucapnya menyebutkan namanya.


"Ooh, mas Karmin ya! Baiklah"


Ujar Kenari.


"Kalau begitu sebentar ya, akan saya panggilkan" Kenari segera beranjak menuju ke ruang produksi.


Sedangkan mas Karmin menunggunya di kantor satpam.

__ADS_1


"Yang namanya Mayang mana?


Itu ada Suaminya di pos satpam!" Ujar Kenari setelah dia berada di ruang produksi.


"Iya bu, saya Mayang" Seorang perempuan berperawakan pendek dan agak kurus beranjak dari tempat kerjanya, menghampiri Kenari.


"Pak Pengawas, saya minta izin dulu untuk menemui suami saya dulu, sebentar" Mayang minta izin dulu pada pengawas produksi, sebelum dia keluar menemui suaminya.


"Jangan lama-lama, saya kasih waktu sepuluh menit!" Ujarnya, diapun menuliskan waktu keluarnya Mayang dari tempat produksi.


"Baik pak, terimakasih" Setelah mengambil surat izin itu, diapun segera keluar untuk menemui suaminya di pos satpam.


"Itu suaminya, silahkan!" Kenari mempersilahkan Mayang untuk menemui Karan, suaminya. Yang telah duduk di ruang tamu yang ada di samping pos satpam.


Sedangkan Kenari, masuk lagi ke ruangan tempat kerjanya, yaitu pos satpam.


*


"Aku kerja lagi ya!" Ucap Mayang setelah sepuluh menit waktu yang di janjikan sudah berakhir.


"Iya, hati-hati!" Suara Karmin pun terdengar menjawabnya.


"Bu, saya sudah menemui istri saya. Sekarang saya permisi dulu" Karmin berpamitan kepada Kenari. Namun, Kenari segera mencegahnya.


"Sebentar mas Karmin, saya mau bicara dulu" Ujar Kenari, dia menyuruh Karmin supaya jangan dulu pergi.


"Iya, ada apa bu?" Karmin menghentikan langkahnya, lalu masuk ke pos satpam.


"Bisa bantu saya enggak?" Tanya Kenari setelah Karmin duduk di kursi yang ada di sana.


"Bantu apa bu?" Karmin balik bertanya.


"Mas Karmin katanya mau punya anak, bagaimana kalau kita saling bantu" Ujar Kenari.


"Maksudnya? Saya tidak mengerti, bu" Ujar Karmin lagi, karena memang dia belum mengerti ke mana arah tujuan perkataannya Kenari.


"Saya punya adik perempuan yang belum menikah juga, padahal usianya sudah hampir tiga puluh tahun, bahkan adiknya sudah menikah, sudah mau punya anak lagi. Dia sudah di langkahi" Ujar Kenari.


"Bahkan, dia di juluki putri jomblo oleh orang-orang di sekitarnya" Lanjut Kenari lagi.


"Kenapa bisa begitu? Mungkin adiknya ibu orangnya pilih-pilih, atau... Ada kekurangannya mungkin? Tapi, ma'af" Ujar Karmin menerka-nerka.


"Dia tidak pilih-pilih, yang penting sayang sama dia"


"Menurut saya sih, tidak ada yang kurang tentang dia. Ini photonya" Kenari memperlihatkan sebuah photo Cempaka kepada Karmin.


"Woow, cantik sekali! Siapa ini, bu?" Karmin terbelalak matanya melihat photo gadis yang sangat cantik di depan matanya.


"Ini adik saya, nah ini orangnya yang jomblo itu" Ujar Kenari, ada sedikit rasa tidak suka waktu mendengar Karmin mengatakan bahwa Cempaka sangat cantik sekali.


"Kok! Bisa ya, orang secantik dia susah jodohnya. Malahan menurut saya, dia itu orangnya ramah. Iya kan bu?" Karmin tak lepas menatap photo Cempaka.


Kenari hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Mas Karmin mau kan kalau menikahi dia? Masih gadis, berpendidikan tinggi lagi. Dia juga ramah dan rajin mengerjakan pekerjaan rumah" Kenari mulai menawarkan adiknya, walaupun dia tahu lelaki yang ada di depannya itu, sudah punya istri. Bahkan, diapun tahu istrinya bekerja di sana, satu perusahaan dengan dirinya.


Kenari menawarkan adiknya itu, layaknya seperti menawarkan sebuah barang saja.


Sungguh kasihan, Cempaka yang malang.

__ADS_1


__ADS_2