Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan
Karmin di tahan pulang


__ADS_3

"Saya mau pamit, bu" Karmin berpamitan kepada bu Sekar, setelah satu jam mereka tiba di rumah.


Karmin berpamit pura-pura saja, itu hanyalah siasat licik yang sudah di rencanakan oleh Kenari, Karmin pun sudah mengetahuinya.


"Mau ke mana? Kamu kan lelah, belum istirahat. Semalaman kamu tidak tidur, masa sekarang harus sudah berangkat lagi? Jangan! Jangan dulu pulang! Nanti saja setelah istirahat baru saya izinkan kamu pulang kembali ke Indramayu" Mendengar Karmin berpamitan, Kenari segera mencegahnya.


Sedangkan Cempaka dan bu Sekar diam tak berkomentar. Cempaka pura-pura tidak mendengarnya, dia sibuk mengeluarkan barang bawaannya yang penuh satu tas.


"Saya malu, bu. Lagipula kalian kan sudah sampai di rumah, jadi saya sudah tenang" Ujar Karmin lagi, matanya melirik ke arah Cempaka yang sibuk sendiri dengan tasnya.


"Bukankah kamu itu habis mengalami kecelakaan? Tertabrak oleh mobil? Apa yang kena? Sepertinya tidak apa-apa?" Bu Sekar menatap Karmin, di telusuri nya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki, dia mengerutkan keningnya karena tak menemukan satu pun bekas luka di sana.


"Emh, ma'af! Emh, saya emh...


Karmin sepertinya gugup mendapatkan pertanyaan seperti itu dari bu Sekar.


"Kenapa?" Tanya bu Sekar lagi.


Semakin membuat Karmin gugup saja.


"Sebenarnya dia tidak mengalami kecelakaan, dia tidak tertabrak mobil, dia tidak apa-apa. Cuma, dia itu menguji kita, dia ingin Cempaka datang ke tempat tinggalnya. Itu karena rasa cinta dan kasih sayangnya yang tulus dan begitu dalam, bu. Jadi, dia terpaksa berbohong. Katanya dia ingin segera menikahi Cempaka, dia takut keduluan sama orang lain"


Kenari dengan sigapnya memberikan jawaban kepada ibunya.


"Kenapa mesti berbohong mendapatkan musibah segala? Bagaimana kalau seandainya itu benar terjadi? Kalau benar tertabrak mobil, mungkin kamu sudah tidak ada di dunia ini. Hati - hati itu! Omongan kamu adalah do'a! Kalau memang cinta sayang kepada Cempaka, ya bukan begitu caranya" Bu Sekar berujar dengan ketus.


"Ma'afkan saya, bu" Karmin meminta ma'af kepada bu Sekar.


Cempaka melirik tajam dengan sudut matanya, kesal dengan kelakuannya Karmin.


"Sepertinya sudahlah tidak usah di ributkan lagi! Menurut ku dia itu mau benar-benar membina hubungan yang serius dengan Cempaka, apa tidak sebaiknya kita resmikan saja? Biar kita tenang karena, Cempaka kita sudah menemukan jodohnya, mendapatkan pendamping hidupnya. Mungkin ini orangnya yang selama ini di cari-cari Cempaka untuk mendampingi hidupnya" Ujar Kenari.

__ADS_1


"Kakak! Jangan ngelantur kalau bicara? Seenaknya saja!" Cempaka langsung menyimpan tasnya, dia menyahut perkataan kakaknya dan membelalakkan matanya kepada Kenari.


"Tenang sayang, tidak perlu emosi, kakak hanya mengutarakan apa yang ada di hati kakak sa'at ini. Dan, untuk mengimbangi perasaan Karmin juga. Coba saja kamu pikirkan, dia ngebela - belain berbohong bahwa dirinya tertabrak mobil, kita semua tahu kan, kalau ucapan itu adalah sebuah do'a? Berarti, saking cintanya dan saking sayangnya dia kepadamu, dia tidak takut kalau omongannya itu menimpa dirinya, ini artinya, dia rela tertabrak mobil juga asalkan bisa mendapatkan cintamu dan kasih sayangmu! Cobalah kamu berpikirnya ke sana, ingat usia!" Dengan panjang lebar Kenari menjelaskan kepada Cempaka, supaya Cempaka mau menerima Karmin sebagai suaminya.


Cempaka diam, dia merasa kesal kenapa pula dia di harus di takdirkan bertemu dengan orang yang bernama Karmin.


"Sudah bu, saya tidak apa-apa. Mungkin dek Cempaka tidak tertarik sama saya, biarin saya pulang saja, biarlah saya tidak bisa mendapatkan cintanya juga. Tapi, saya tetap mencintai dek Cempaka walau sampai kapanpun juga, permisi" Ujar Karmin lagi, dia hendak bangkit dari tempat duduknya.


"Diam dulu, dengarkan saya dulu" Kenari menarik tangannya Karmin untuk di suruh nya duduk kembali.


"Sekarang kamu istirahat dulu saja, biarin ini urusan saya dengan keluarga saya, kamu istirahat, tidur dulu. Nanti bangun tidur kamu akan terima beres semua masalah ini" Bisik Kenari kepada Karmin.


"Baiklah kalau begitu, saya nurut saja, bagaimana bu Kenari saja, yang penting baik untuk saya" Sahut Karmin pula, tak kalah berbisik.


"Kalau kamu tidak mau sama Karmin ini, ya enggak apa-apa. Cuma sekarang Karmin mau numpang istirahat dulu barang beberapa jam saja. Kalau itu mungkin boleh, ya?" Kenari melembutkan nada suaranya.


"Mungkin boleh ya, bu. Kasihan Karmin, perjalanan Bandung Indramayu itu bukan perjalanan yang dekat. Saya sudah merasakannya sendiri, ya dek ya? Cape, pegal-pegal dan penat rasanya sekujur tubuh ini, saya juga ingin tidur, ingin istirahat" Ujar Kenari sambil menguap.


"Kalau mau beristirahat, di kamar tamu saja! Tapi, kalau masalah perjodohan, pernikahan, itu bagaimana Cempaka saja, ibu tidak akan memaksanya, kasihan. Ibu tidak mau mengulang dan menambah penderitaannya Cempaka" Ujar bu Sekar.


Sekarang ada yang datang sendiri ke sini dengan cinta dan kasih sayangnya, kenapa tidak kita rengkuh saja, kita sambut dengan suka cita, bukankah perempuan itu tidak bisa memilih? Karena perempuan itu di takdirkan untuk di pilih, nah sekarang, yang memilih kamu sudah datang, kenapa tidak kita sambut? Kenapa di biarkan saja?" Kenari panjang lebar menceramahi Cempaka.


"Kalau mau istirahat, silahkan! Itu kamarnya!" Ucap bu Sekar kepada Karmin, dia menunjukkan kamar tamu yang ada di sebelah ruang tamu.


"Iya, silahkan Karmin, istirahat dulu!" Kenari menyuruh Karmin


untuk beristirahat di kamar tamu.


Karmin pun beranjak dari tempat duduknya, setelah manggut kepada bu Sekar dan Cempaka, dia pun lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu.


"Cempaka, kakak ingin bicara sama kamu" Kenari mendekat kepada Cempaka.

__ADS_1


Cempaka melirik sekilas, dia sudah tahu ke mana arah pembicaraannya Kenari.


"Menurut kakak, Karmin itu baik, dia sepertinya sayang sama kamu, kenapa tidak mencoba untuk menerimanya? Cinta bisa menyusul, walaupun sekarang kamu tidak ada perasaan cinta sama dia, InsyaAllah kalau niat kita baik, lama kelamaan rasa cinta itu pasti akan datang" Ujar Kenari, dia berusaha untuk melembutkan hatinya Cempaka.


Kenari berharap taktik liciknya itu kena di hatinya Cempaka.


Dia berusaha bicara selembut mungkin, walau di dalam hatinya emosi sudah menggunung memenuhi dadanya. Tapi, dia berusaha untuk bersabar dan bersabar, menggiring mangsanya supaya masuk ke dalam perangkapnya.


"Enggak tahu, kak" Sahut Cempaka singkat.


"Bukan enggak tahu. Tapi, coba pikirkan baik-baik! Jarang lho! Ada laki-laki yang datang dengan cinta dan sayangnya seperti itu, memang dia bukan pangkat, bukan seorang pengusaha. Tapi, cinta dan kasih sayangnya itu yang perlu di pertimbangkan" Ujar Kenari lagi.


"Apa kamu tidak merasa kasihan sama bapak dan ibu? Mereka sudah tua, mereka ingin segera melihat kamu punya suami, punya pendamping hidup. Bapak dan ibu kita itu tidak akan ada terus, cobalah jangan melihat kakak yang mengenalkannya kepadamu. Tapi, lihatlah kedua orangtua kita, bapak dan ibu kita, ke dua adik-adikmu juga sudah beranjak remaja, sebentar lagi akan tumbuh dewasa, apa kamu mau gitu di sebut sebagai penghalang bagi jodoh adik-adikmu?" Dengan panjang lebar Kenari berucap.


Cempaka belum merespon apapun juga, dia masih tidak peduli pada semua ucapannya Kenari.


"Kamu mikirin apa lagi? Sudah! Jangan mengharapkan temanmu yang abri itu! Belum tentu dia cinta dan benar-benar sayang kepada kamu! Ingat, si Buana kan Polisi, pertamanya dia sayang, cinta sama kamu, dan kamu juga sama, suka sama dia. Tapi, Akhirnya? Kamu kan yang menderita. Dia malah nikah dengan perempuan lain, perempuan yang baru saja dia kenal. Padahal dengan kamu kan sudah lama, sudah lima tahun! Kalau dia benar serius sama kamu, tidak bakalan dia menikah dengan perempuan lain, apapun kendalanya" Kenari berhenti sejenak.


"Atau mungkin kamu tidak ada bagian punya suami seorang anggota abri atau anggota Polisi. Buktinya! Sudah mau jadi ke pelaminan juga, eh! Tiba-tiba ada saja kendalanya" Lanjut Kenari, terus-terusan dia memberi masukan kepada Cempaka.


Kenari terus saja nyerocos, merayu Cempaka supaya menuruti semua ucapannya.


Hingga Kenari tak memberikan kesempatan kepada Cempaka untuk membuka mulutnya.


Kenari sengaja berbuat begitu, dengan tujuan Cempaka akan terdesak, hingga akhirnya Cempaka menyetujui semua saran dan ucapannya Kenari.


Sungguh jahat Kenari! Terus berusaha memperdaya Cempaka, menekannya supaya merasa terpuruk hingga akhirnya Cempaka mau menerima Karmin sebagai calon suaminya.


Itu yang di harapkan oleh Kenari yang licik dengan sejuta tak-tik yang membuat Cempaka geram dan kesal.


Hingga Cempaka berucap bersedia untuk menjadi istrinya Karmin.

__ADS_1


Kenari masih berusaha menunggu ucapan itu keluar dari mulutnya Cempaka.


***


__ADS_2