Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan
Surat untuk Cempaka


__ADS_3

"Bagaimana? Mau kan menikah lagi dengan seorang gadis?" Kenari bertanya lagi kepada Karmin, seakan ingin meyakinkan nya.


"Ya mau lah, laki - laki mana yang akan menolak bila di suruh menikah dengan perempuan secantik ini" Ujar Karmin sambil tertawa, mulai kelihatan hidung belangnya.


Kenari langsung dapat menangkap hal itu. Hal yang dia harapkan, supaya pernikahan dan rumah tangganya Cempaka


jauh dari kata bahagia.


"Jadi, mau kan? Sudahlah jangan banyak mikir! Tentang masalah biaya, mas kawin dan ini itu, saya yang ngatur. Yang penting mau saja menikahinya, biar dia lepas dari julukan putri jomblonya saja, apa susahnya?"


Kenari nyerocos lagi, setengah memaksanya.


"Tapi, saya kan sudah punya istri, ibu juga tahu sendiri kan? Istri saya Mayang, kerja di sini"


Karmin mencoba untuk menolaknya.


"Mayang jangan di kasih tahu, laki - laki kan wenang punya istri lebih dari satu. Apalagi ini, istrinya si mas Karmin kan mandul, tidak bisa punya anak. Itu bisa di jadikan alasan, kalau seandainya nanti istrinya mas Karmin merasa tidak suka atau bagaimana gitu" Ujar Kenari lagi.


"Iya sih, tapi saya kasihan sama adiknya bu satpam. Dia kan bisa menikah dengan orang lain yang belum punya istri" Karmin masih menolaknya.


"Aah, ini bagaimana sih? Mau di kasih gadis kok! Bisa - bisanya menolaknya. Mana gratis lagi, dan ada uangnya lagi! Masa mau nolak? Sudah di kasih gadis, di kasih uang lagi!" Kenari semakin berani mengobral adiknya sendiri.


Karmin diam tak memberikan jawaban. Dia merasa bingung dengan tingkahnya Kenari.


"Kalau enggak mau ya sudah enggak apa-apa, paling saya nyari pria yang lain saja. Dasar bodoh, di kasih enak enggak mau" Kenari ngedumel.


"Saya kasih satu kesempatan lagi sebelum saya berikan penawaran ini kepada orang lain" Ujar Kenari.


"Kesempatan seperti ini jarang terjadi lho! Biasanya gadis cantik itu mahal, banyak maunya, banyak tingkahnya, susah untuk mendapatkannya. Karena, harus banyak modalnya. Kalau ini kan enak, tinggal bilang mau saja menikahi dia, mana dapat uang lagi"; Lagi-lagi Kenari merayunya dengan mengiming-imingi uang.


"Gimana ya?" Hati laki - lakinya Karmin mulai sedikit goyah.


"Di kasih gadis, di kasih uang lagi. Beruntung sekali aku ini, kalau tidak aku terima nanti di tawarkan sama orang lain, kalau begitu, keenakan orang lain. Mending samber saja" Batinnya bergejolak.


"Kalau tidak mau ya sudah, pulang saja! Saya mau tawarkan kepada yang lain saja. Kelamaan mikirnya" Kenari mulai kesal. Karena, keinginannya tidak langsung di tanggapi oleh Karmin.


"Emh, boleh lah! Tentang Mayang gimana nanti saja" Akhirnya Karmin menerima tawarannya Kenari.

__ADS_1


"Nah, gitu dong! Tunjukkan sikap laki-lakinya! Jangan cemen! Masa, laki - laki takut selingkuh?" Kenari menegurnya.


"Ha! Ha! Ha!" Karmin dan Kenari tertawa terbahak-bahak setelah beberapa saat terdiam.


"Lalu, saya harus bagaimana?"


Karmin bertanya..


"Apa saya harus pergi ke rumahnya? Biar saya bisa kenal dengannya dan bisa mengenal lebih dekat lagi. Saya jadi tidak sabar rasanya, ingin merasakan gadis lagi, ha! Ha! Ha!" Karmin jadi merasa tidak sabar, dia tertawa terbahak-bahak kegirangan, sifat buaya daratnya sudah muncul ke permukaan.


Menjijikkan sekali!


"Semangat! Semangat untuk menyambut malam pertama bersama seorang gadis cantik"


Ujar Kenari bahagia, persis seperti germo yang baru saja mendapatkan mangsa.


"Sekarang kamu bikin sepucuk surat buat dia, iya buat adik saya. Namanya Cempaka, tulis saja di sana itu kalau mas mau kenalan dengannya! Ayo cepat! Ini kertasnya, ini ballpoint nya, dan ini amplopnya" Kenari memberikan perlengkapan untuk menulis sepucuk surat.


"Oke, siap komandan!" Karmin nampak sangat berbahagia sekali dengan rencananya Kenari itu.


Setelah menerima semua perlengkapan untuk menulis, dengan senyuman tersungging di sudut bibirnya, Karmin mulai menulis surat perkenalan untuk Cempaka.


Sungguh malang nasibmu, Cempaka sayang. Nasibmu sudah di pertaruhkan oleh kakak kandungmu sendiri!


"Sudah beres?" Tanya Kenari.


"Sudah" Karmin memberikan sepucuk surat yang baru saja selesai di tulisnya kepada Kenari.


Kenari segera menerimanya dan membacanya sekilas.


"Pintar nian kamu, bikin surat yang dapat membuat hati seorang perempuan meleleh, tulisannya rapi, untaian kata-kata nya sungguh indah menyentuh kalbu. Membaca isi surat ini pasti adik saya hatinya kelepek- kelepek enggak karuan" Kenari tersenyum sambil membayangkan tingkah adiknya nanti setelah membaca surat dari Karmin. Yang belum tentu begitu.


"Surat ini akan saya bawa, akan saya kasihkan kepada adik saya" Kenari memasukkan sepucuk surat itu ke dalam amplop, kemudian di masukkan ke dalam tasnya.


"Sebentar lagi waktu tugasku sudah habis, mas Karmin sebaiknya jangan dulu pulang ke Indramayu. Tinggal di kontrakan istrinya saja dulu, nanti kalau sudah ada balasan dari adik saya, baru mas Karmin pulang ke Indramayu" Kenari mulai melancarkan gagasannya.


"Nanti alasan buat istri saya bagaimana?" Karmin masih belum faham akan ide gilanya Kenari.

__ADS_1


"Gampang! Alasan itu mudah untuk di cari, bilang saja pusing lah tiba-tiba! Sakit perut lah! Atau, apa saja yang kira-kira masuk di akal" Kenari mengajarkan Karmin untuk berbohong.


"Kalau saya tidur di kontrakan Mayang, lalu mbak Ratna bagaimana?"


"Kamu ini! Gitu saja gak becus. Untuk semalam, suruh saja Ratna tidur bersama teman yang lainnya, tuh di kamar kontrakan yang sebelahnya. Kalau enggak salah mbak Darmi kan ngontrak sendiri dia"


Ujar Kenari lagi. Dia itu tak kehabisan akal dalam berbuat kejelekan. Selalu ada saja ide di pikirannya itu, tapi sayang itu bukan di pake untuk hal yang baik dan bermanfaat.


"Ooh iya, ya. Kok! Saya ini butek banget" Karim tersenyum menyadari kebodohannya.


"Mau nunggu di sini, atau bagaimana? Saya mau pulang. Sebentar lagi ada satpam lain yang akan menggantikan saya, tapi kalau mau nunggu istrimu di sini, harap jaga rahasia kita tadi, jangan sampai orang lain tahu. Bahkan istri kamu pun jangan sampai tahu, kalau dia tahu bisa berantakan rencana manis kita, ingat itu! Bu Dita yang akan menggantikan saya sudah datang" Ujar Kenari panjang lebar.


"Siapa ini?" Tanya bu Dita ketika dia melihat Karim ada di pos satpam.


"Dia suaminya Mayang, kangen dia makanya jauh-jauh nyusul ke sini" Ujar Kenari, dia sudah siap hendak pulang.


"Ooh, sudah ketemu belum?" Dita bertanya ramah.


"Sudah, saya mau nunggu sampai dia pulang" Jawab Karim.


"Dia pulang kerja jam empat sore, dua jam lagi berarti" Ujar Dita.


"Minta saja kunci kontrakannya, biar nunggu di sana!" Usul Kenari. Dia ketakutan Karim akan mengatakan semua rencananya kepada Dita.


"Iya bu, saya tunggu di sana saja, di sana kan enak bisa sambil tiduran" Karim setuju.


"Saya temui dulu istrimu, mau ngambil kunci kontrakan" Kenari berlalu menuju ruang produksi.


Tak lama kemudian, Kenari sudah kembali lagi bersama Mayang.


Setelah memberikan kunci kontrakan kepada Karim, mayang pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan Kenari dan Karim pergi meninggalkan tempat itu pulang ke kontrakannya Mayang.


"Saya sudah tak sabar ingin segera memberikan surat ini kepada adik saya" Ujar Kenari setelah beberapa saat berada di kontrakannya Mayang.


"Iya bu, semoga berhasil" Ujar Karim.

__ADS_1


"Pasti berhasil, percaya sama saya" Ujar Kenari sambil berlalu meninggalkan Karim.


Kenari berlalu dengan segunung harapan di dadanya.


__ADS_2