Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan
Ijab qobul dalam pengaruh kakek misterius


__ADS_3

"Tak sengaja kakek lewat di depan rumah kalian, kakek mendengar ada suara ribut-ribut dan suara tangisan.


Kakek merasa penasaran takut terjadi apa-apa di sini. Kakek merasa khawatir dan juga penasaran, apa sebenarnya yang telah terjadi?" Ujar Kakek itu pura-pura bertanya ada apa.


Padahal, sejak satu jam yang lalu dia sudah mengintai dari luar rumah. Dia memperhatikan Cempaka dan kedua orangtuanya yang masih ragu-ragu untuk menerima perjodohan itu.


Dengan Kenari sudah membuat kesepakatan, kalau Cempaka masih belum menerima perjodohan itu, Kenari harus membuat Keributan.


Di sa'at terjadi keributan, kakek tua itu akan menampakkan batang hidungnya. Dan berpura-pura menanyakan apa yan:g telah terjadi.


Sejak tadi kakek tua itu sudah membacakan jampi-jampi Nya lalu di tiup-tiupkan ke sekeliling rumahnya bu Sekar.


"Sepertinya sedang ada acara pernikahan? Siapa yang menikah? Mana pengantinnya?" Kakek itu mengitari sekeliling ruangan dengan matanya, mencari sang mempelai.


"Ini kakek, adik saya yang mau nikah, dan ini mempelai laki-laki nya" Kenari dengan segera menunjuk ke arah Cempaka dan Karmin yang berada agak jauh dari tempatnya berdiri.


"Ooh, ini pengantinnya. Kenapa sepertinya kamu menangis, nak?" Dengan lembut si Kakek bertanya kepada Cempaka, lalu dia menghampirinya.


Cempaka mengusap sisa air mata di pipinya.


"Seharusnya di hari yang bahagia ini jangan ada air mata duka, pamali! Ayo bangun, nak!"


Si Kakek mengusap kepalanya Cempaka, itu sengaja dia lakukan untuk menerapkan jampi-jampi nya supaya Cempaka menuruti semua ucapannya.


Setelah itu, matanya menatap kepada Kenari dengan senyuman di bibir kisutnya.


"Kamu sebagai seorang kakak, jangan bertindak kasar kepada adikmu! Rangkul dia dengan kasih sayang, dekati adikmu dengan kelembutan. Saya minta, perlakuan yang seperti tadi jangan di lakukan lagi, ya!" Si Kakek pura-pura menegur Kenari. Berharap supaya semua orang yang menyaksikannya percaya dengan kata-kata nya.


"Benar itu Kenari! Dengarkan tuh kata-katanya Kakek!" Teriak orang-orang yang berada di sana.


Kenari pura-pura menunduk malu. Padahal di dalam hatinya Kenari tersenyum geli.


"Kalian berdua di takdirkan bersatu di dalam mahligai rumah tangga, tapi kenapa sepertinya terjadi keributan di sini? Tidak baik di acara pernikahan yang sakral ini ada suatu Keributan" Ucap Kakek misterius itu.


"Sudah, sudah, usap air matanya dan tersenyumlah" Ucapnya lagi.


" Neng cantik, jodohmu sudah ada di depan mata. Sambutlah dia! Jangan di biarkan saja, pamali kalau kata orang tua"


Cempaka menghentikan tangisnya, dia menatap kakek tua itu. Entah kekuatan apa yang ada pada si kakek tua itu, Cempaka tersenyum tidak membantah sedikitpun juga.


Semua yang ada di sana semuanya seperti yang terhipnotis, semua terpana melihat kehadiran si kakek tua yang misterius itu, tak ada mulut yang berani berucap, apalagi kalau membantahnya,semua mulut seakan terkunci dengan rapat.


"Ayo! Sekarang kita lanjutkan lagi prosesi acara ijab Qabul nya. Masa, pengantin nya sudah dandan cantik begini mesti batal nikah" Ujar si Kakek tua itu.


Kakek tua itu menatap wajah-wajah yang berada di sana, satu demi satu sambil tersenyum, seakan ingin di katakan ramah oleh semua orang.


Orang-orang yang berada di sana, semua menatap si Kakek tua itu dengan pandangan yang kagum.


"Ayo semuanya kita lanjutkan acara yang baru saja sempat terhenti" Ujarnya lagi.

__ADS_1


"Iya kakek" Semua menjawab serempak mengiyakan anjuran si Kakek tua yang belum di ketahui siapa dan dari mana asalnya itu.


Walaupun di dalam hati mereka banyak pertanyaan tentang kakek tua itu, namun tak ada satupun yang berani membuka mulutnya untuk bertanya.


Semuanya terpukau.


"Pak Penghulu, ayo segera nikahkan mereka berdua. Tidak baik menunda-nunda akad nikah"


"Iya kek, saya setuju" Sahut pak Penghulu. Beliau berjalan kembali ke ruang tamu, di mana acara akad nikah akan segera di laksanakan.


"Mas Karmin, ayo duduk di sana untuk mengucapkan ijab Qabul! Neng Cempaka biar di sini saja, di ruang tengah dekat pintu, mendengarkan saja. Nanti, kalau sudah syah, baru neng Cempaka duduk di samping mas Karmin" Pak Penghulu mengatur.


""Bagaimana bapak dan ibunya neng Cempaka, setuju kalau akad nikah nya akan di langsungkan sekarang?" Pak Penghulu meminta pendapatnya pak Jati dan bu Sekar.


"Iya, kami setuju" Bagaikan kerbau yang di cocok hidungnya, pak Jati dan bu Sekar langsung menyetujuinya.


"Baiklah kalau semuanya sudah setuju, kita mulai acara yang sakral ini di awali dengan ucapan Bismillah hirahmanirrahim" Pak Penghulu memulai acaranya.


"Baiklah, bagaimana mas Karmin sudah siap menerima neng Cempaka lahir dan batinnya?" Tanya pak Penghulu.


"Baik pak, saya sudah siap" Senyuman bahagia mengembang di bibir hitamnya. Mata ****** nya melirik ke arah mata jalangnya milik Kenari. Kedua mata ****** itu saling beradu pandang serta melempar senyum penuh kemenangan.


Hanya mereka berdua yang benar-benar merasa bahagia dengan berlangsungnya acara akad nikah itu.


Semua orang merasa bahagia karena terbelenggu oleh jampi-jampi si kakek misterius yang tiba-tiba saja datang ke tengah-tengah mereka.


"Bagaimana dengan neng Cempaka? Mempelai wanita, apa sudah siap menerima saudara Karmin untuk menjadi pendamping hidupnya.


"Saya tanya sekali lagi, apa benar neng Cempaka bersedia menerima saudara Karmin lahir dan Bathinnya?" Pak Penghulu mengulangi pertanyaannya. Karena, dia tahu bahwa Cempaka itu di jodohkan oleh Kenari, kakak sulungnya.


"Saya bersedia pak, InsyaAllah saya bersedia menerima mas Karmin lahir dan bathin" Sungguh! Jawaban yang sangat membuat hati Karmin dan juga Kenari meluap-luap di penuhi oleh berjuta kebahagiaan.


"Tuh! Dengar semuanya! Kalian dengar kan apa yang di ucapkan oleh Cempaka barusan? Dia mau kan jadi istrinya Karmin?" Teriak Kenari dengan lantang.


"Iya, kami dengar" Jawab semuanya serempak.


Sungguh suasana yang membuat Kenari bahagia.


"Sudah! Sudah! Jangan terlalu larut dalam kebahagiaan, tidak baik itu. Ayo segerakan acaranya, jangan di tunda-tunda lagi. Nanti kalau sudah selesai, baru kita rayakan dengan meriah" Seru si Kakek. Karena dia merasa ketakutan kalau mantera dan jampi-jampi nya akan segera berakhir, karena hanya bertahan sementara waktu saja.


Setelah khasiat dari mantera nya hilang, Cempaka akan kembali membenci Karmin lagi. Dia pasti akan menolak untuk di nikahkan dengan Karmin.


"Saya setuju! Segera nikahkan Cempaka sekarang juga!" Teriak Kenari.


"Setuju! Setuju!" Teriak semuanya.


"Cempaka tersayang, selamat menikmati duka dan lara juga aib yang akan kau sandang di pundakmu nanti, kakakmu ini sangat berbahagia sekali" Gumam Kenari, bibirnya tersenyum sendiri.


"Baiklah, saya minta hadirin semuanya tenang! Saya akan memulai acara yang sakral ini sekarang juga, saya mohon perhatiannya" Seru pak Penghulu menenangkan suasana yang terjadi di rumahnya bu Sekar sa'at itu.

__ADS_1


Semua langsung membungkam mulutnya, semua ingin mendengarkannya.


"Silahkan pak" Pak Penghulu mempersilahkan pak Jati untuk menikahkan Cempaka kepada Karmin.


Pak Jati menganggukkan kepalanya. Wajahnya nampak seperti yang kebingungan.


Dengan tingkah yang kikuk, pak Jati menatap wajahnya Karmin.


Lalu dia menjabat tangannya Karmin, sang mempelai pria.


"Bismillahirrahmanirrahim, saudara Karmin bin Karjo, saya nikahkan dan kawinkan Cempaka, putri saya, binti Jati kepada mu dengan mas kawinnya perhiasan emas seberat lima belas gram dan uang sebesar lima ratus ribu rupiah di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Cempaka binti jati dengan mas kawin perhiasan emas seberat lima belas gram dan uang sebesar lima ratus ribu rupiah di bayar tunai" Dengan lantangnya Karmin mengucapkan Qabul tanpa ada salah atau keliru sedikitpun juga.


Karena dia sudah pengalaman. Namun, hanya Kenari dan kakek misterius itu saja yang tahu selain diri Karmin sendiri.


"Bagaimana saksi, Syah?" Teriak pak Penghulu.


"Syah!" Ucap saksi serempak.


"Alhamdulillah" Ucap pak Penghulu.


"Bisa langsung hapal gitu ya? Waktu saya dulu mesti di ulang. Karmin hebat ya" Salah seorang saksi memuji Karmin.


Yang di puji hanya cengar-cengir sendiri. Matanya menatap Kenari penuh arti.


"Walaupun tidak banyak yang datang mengantar seuseurahan. Tapi, mas kawinnya bikin iri kita yang dengarnya. Emas lima belas gram dan uang tunai lima ratus ribu rupiah" Ucap seorang perempuan.


" Iya, bagus juga rezekinya Cempaka.


Cuma sayang tidak ada pelaminan nya, jadi duduknya bareng kita - kita saja di atas karpet" Ujar seseorang sambil tersenyum.


Di sambut oleh tertawa para tetangga yang hadir sana.


"Enggak nyangka ya, bu Sekar menikahkan Cempaka seperti ini. Rasanya aneh ya, tidak ada kursi pelaminan, tidak ada tenda buat para tamu undangan. Jangan- jangan kecelakaan" Bisik yang lainnya berprasangka ke hal-hal yang tidak-tidak.


"Hus! Jangan berprasangka buruk! Tidak mungkin neng Cempaka melakukan hal-hal yang aneh-aneh, dia itu ta'at dan rajin beribadah! Waktu masih dengan Buana, mau di cium juga dia menghindar, Biar kalian tahu, Buana, keponakan saya itu masih sayang dan mencintainya. Karena sikapnya Cempaka yang tidak murahan. Sebenarnya dia juga merasa bingung kenapa bisa meninggalkan neng Cempaka dan berpindah ke lain hati" Ujar bibinya Buana yang hadir juga di sana.


"Berarti, Buana menikahi istrinya itu bukan karena cinta?" Tanya yang lain.


"Iya bukan! Sampai sekarang juga dia masih kebingungan dengan pernikahannya itu"


"Kasihan neng Cempaka, seperti ada kekuatan lain selain Allah SWT yang mengendalikan dirinya" Ucap yang lainnya.


"Entahlah, eh benar juga ya. Tadi kan Cempaka tidak mau keluar dari kamarnya, dia menangis karena tidak mau di jodohkan oleh Kenari. Tapi, kini dia mengatakan bersedia, aneh"


Salah seorang dari mereka bergumam.


"Berhasil, rencanaku berhasil dengan gemilang, semua karena kehadiran Eyang yang selalu siap menolong ku.

__ADS_1


Terimakasih Eyang, kau memang luar biasa!" Gumam Kenari.


Berbagai pandangan orang mengenai Cempaka, berbaur di sana setelah acara ijab qobul selesai di langsungkan.


__ADS_2