
Dengan senyuman liciknya Kenari memasukkan sepucuk surat yang sudah dia lipat itu ke dalam sebuah amplop berwarna merah muda, warna cinta!
Sengaja dia telah mempersiapkan nya sejak kemarin sepulangnya dia kerja. Karena, dia tahu bahwa Cempaka tidak mungkin langsung mau menerima cintanya Karmin, Kenari sudah tahu sikapnya Cempaka yang tidak pernah gegabah.
"Semuanya sudah beres, aku bisa tidur dengan nyenyak karena surat cinta untuk Karmin sudah ada di mejaku. Eh, sebaiknya langsung saja aku masukkan ke dalam tas kerjaku.
Takut di mainin sama Cemara, nanti di sobeknya. Bisa gawat ini" Di ambilnya amplop warna merah muda itu, dan segera dia masukkan ke dalam tas kerjanya.
"Sekarang aman deh" Ujarnya sambil merebahkan tubuhnya di samping Cemara, buah hatinya.
"Si Karmin pasti enggak bisa tidur karena menantikan surat balasan dari adikku" Gumamnya.
"Tunggu sampai besok pagi, Karmin. Kau pasti akan terkejut dengan rangkaian kata-kata yang kau baca nanti. Hatimu pasti akan berbunga-bunga karenanya. Dan, aku yakin kau akan semakin sulit untuk tidur, karena kau ingin segera menikahinya dengan gratis, dan yang paling membuatmu tak sabar yaitu ingin segera menidurinya, merampas mahkota keperawanan nya si Cempaka jomblo itu, yang sekian lama dia jaga" Ujar si licik Kenari.
"Enggak akan lama lagi mahkota yang kau jaga itu akan hancur oleh si Karmin play boy, yang sebentar lagi akan jadi suamimu! Bukan oleh suami yang selama ini kau dambakan, dan aku yang akan meramu akting, membuat cerita biar jadi nyata. Tentunya Cempaka adikku tercinta yang menjadi korbannya" Kenari tersenyum membayangkan kehancuran adiknya.
"Aku ingin segera menyambut pagi, sudah tidak sabar rasanya ingin segera memberikan surat balasan palsu ini pada si Karmin itu, aku ingin segera melihat si Cempaka menikah dengan si Karmin dengan tanpa membawa seuseurahan apapun. Bahkan, uang ipekah dan mas kawinnya pun akan aku limpahkan kepada si Cempaka itu. Puas rasanya hati ini kalau ide ku itu terjadi" Kenari tak sabar menanti pagi, menanti perbuatan dzolim nya terlaksana.
"Wajah cantikmu yang membuat aku berbuat begini. Karena wajah cantikmu aku jadi tidak suka kepada mu. Jadi, jangan salahkan aku kalau aku membencimu!" Gumamnya.
Hingga matanya terpejam, Kenari sibuk dengan khayalannya yang akan mencelakai sang adik.
Sungguh perbuatan yang tak pantas di lakukan, apalagi kepada adik kandungnya sendiri. Perbuatan setan yang jauh dari kasih sayang.
Kelakuan Kenari ternyata belum berubah. Rasa iri hatinya masih dia rawat di dalam hati sanubarinya.
Keinginan yang harus lebih dari orang lain, membuatnya menghalalkan segala cara.
*
Keesokan harinya seperti biasanya sebelum berangkat ke tempat kerjanya, Kenari menitipkan anaknya dulu ke tetangganya, yang rumahnya paling dekat dengannya.
Kenari bergegas berangkat menuju ke tempat kerjanya, yang pertama dia tuju tentunya Karmin! Dia ingin segera memberikan surat itu kepada Karmin.
"Karmin kok belum datang?" Kenari celingukan di depan gerbang perusahaan tempatnya bekerja.
"Masih dua puluh menit lagi waktu pergantian ship, masih ada waktu untuk ngobrol bersama Karmin, sebaiknya aku lihat dulu ke pos, siapa tahu dia sudah ada di sana" Gumamnya.
Tak menunggu lama, diapun segera membuka gerbang samping, yang letaknya bersebelahan dengan pos satpam.
"Kau sudah datang? Masih pagi, masih dua puluh menitan lagi" Pak Pandi satpam laki-laki yang tugas malam menyambutnya.
"Iya pak, ada perlu dulu" Sahut Kenari. Matanya mengitari sekeliling ruangan, dia mencari Karmin di sana.
"Enggak ada" Gumamnya.
"Cari siapa,bu?' Tanya pak Pandi.
"Enggak, enggak cari siapa-siapa" Kenari berbohong.
"Pak, saya ke depan dulu" Kenari keluar dari pos satpam, dia langsung bergegas pergi menuju ke kontrakannya Mayang. Dia berharap akan bertemu dengan Karmin di sana.
Di belokan gang yang menuju ke kontrakannya Mayang, Kenari melihat Mayang sedang berjalan bersama Ratna, mereka sepertinya hendak menuju ke tempat kerjanya.
Melihat itu, Kenari segera bersembunyi di balik pos ronda yang kebetulan ada di sana, dia berharap biar tidak ketahuan sama dua orang itu.
"Untung saja mereka tidak melihat aku. Kalau saja berpapasan, aduh! Harus ngomong apa aku sama mereka, kalau mereka bertanya mau ke mana?" Gumam Kenari sambil mengelus-elus dadanya.
Setelah Mayang dan Ratna berjalan agak jauh dari pos ronda yang di pake ngumpet oleh Kenari, barulah Kenari keluar dari persembunyiannya, melanjutkan perjalanannya menuju ke kontrakannya Mayang.
__ADS_1
"Tok! Tok! Tok!" Kenari mengetuk pintu kamar kontrakannya Mayang sambil celingukan.
Tidak ada yang menyahut. Suasana sekelilingnya nampak sepi, mungkin semua penghuninya sudah pada berangkat ke tempat kerjanya masing-masing.
"Karmin ke mana ya?" Pikir Kenari, mata ****** nya berputar mengelilingi keadaan sekitarnya.
"Sudah lama bu?" Tiba-tiba ada yang menyapa Kenari.
"Kamu! Dari mana?" Kenari menoleh ke arah datangnya suara.
"Habis dari warung, bu. Nyari sarapan" Sahutnya.
"Saya kira kamu tidak menuruti perkataan saya kemarin, kamu pulang ke Indramayu" Ujar Kenari mengungkapkan kekhawatirannya.
"Enggak mungkin bu, sayang kalau kesempatan emas ini saya sia-siakan begitu saja, he.. He!" Karmin berkilah dengan di iringi oleh senyuman yang menjijikkan. Sifat hidung belangnya nampak sekali kini. Apalagi di kompori oleh Kenari yang punya dendam dan ambisi tersendiri.
"Masuk bu, kita ngobrol di dalam saja" Karmin masuk ke kamar kontrakan istrinya.
Kenari mengikutinya dari belakang.
"Bagaimana bu?" Karmin bertanya tak sabar.
"Kamu enggak sabar ya! Kemarin susah banget di ajak kerja samanya, sekarang? Enggak sabar ingin segera menikmati malam pertama, dengan gadis lagi! Sungguh beruntung kamu!" Kenari menggodanya.
"Ibu, bisa saja" Karmin tersipu.
"Lah enggak usah malu-malu kalau sama saya, yang penting nurut semua yang di perintahkan oleh saya"
"Iya bu, saya siap!" Sahut Karmin semangat.
"Jelas harus siap, masa hanya mengandalkan kejantanan mu
saja tidak siap. Nih! Suratnya, ayo baca langsung! Saya ingin tahu apa isinya, dan bagaimana perasaannya adikku itu? Saya yakin dia juga pasti mau menerimanya, saya kan kemarin mempromosikan kamu nya bagus banget, dia kelihatannya tertarik dengan perjodohan palsu ini. Karena dia tidak tahu kalau ini perjodohan palsu" Ujar Kenari sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Sini bu, suratnya. Saya ingin segera membacanya"
"Kelihatan sekali enggak sabar nya" Kenari memberikan amplop berwarna merah muda kepada Karmin sambil tersenyum.
"Iya bu, melihat photo gadis yang cantik, naluri saya langsung tergerak nih!"
"Woow! Merah muda, melihat warna amplopnya saja saya sudah sangat yakin kalau dia itu sedang jatuh cinta, saya jadi tidak sabar ingin segera membaca suratnya" Karmin membuka lipatan kertas surat yang berwarna merah muda itu, kemudian dia membaca kata demi kata yang terukir di atasnya.
"Waaw! Saya tak percaya dia langsung ingin bertemu dengan saya, dia mengharapkan kedatangan saya! Aduh! Jadi semakin berdebar dada ku ini"
Karmin terpana dengan semua kata-kata yang dia baca, yang dia sangka itu adalah balasan dari Cempaka.
"Saya harus menemuinya sekarang juga!" Ujar Karmin.
"Eit! Tunggu dulu! Dia sekarang sudah berangkat kerja, nanti sore saja kalau dia sudah pulang" Kenari menahannya.
"Waduh? Saya harus menunggu sampai sore?"
"Iya, dia pulang jam empat lebih"
"Jam empat lebih, sekarang jam delapan pagi juga belum tepat"
""Sabar dikit kenapa sih? Saya mau kerja dulu, pak Pandi pasti sudah nungguin saya" Kenari bergegas takut kesiangan.
"Saya harus bagaimana ini?"
__ADS_1
"Tunggu dulu saja di sini! Nanti sore kita ke sana. Tenang, Cempaka enggak akan ke mana-mana. Saya kerja dulu" Kenari berlalu meninggalkan Karmin yang sudah enggak sabar ingin segera bertemu dengan Cempaka.
"Saya jadi tak sabar ini, aduh mimpi apa saya semalam? Pagi-pagi mendapatkan surat cinta yang indah ini. Mana kertasnya warna merah muda lagi, dan wangi lagi kertasnya. Cempaka orangnya pasti sangat romantis. Tapi, sayang kenapa dia mengalami nasib sial begitu? Susah jodoh, di langkahi eh sekarang di perdaya lagi sama kakaknya sendiri" Karmin bergumam sendiri.
Dia merasa kasihan dengan nasib yang di alami oleh Cempaka. Tapi, dia tak merasa kalau dirinya juga ikut serta dalam Kemalangan yang akan di alami oleh Cempaka.
Dia juga ikut berperan dalam mendzolimi Cempaka. Gadis cantik dan baik hati itu, sebentar lagi akan mengalami kenyataan yang lebih pahit lagi dalam hidupnya.
"Kasihan sih kasihan, tapi kakaknya juga tidak merasa iba padanya. Dan, kalau dia tidak sangat membutuhkan teman hidup, tak mungkin dia akan membalas surat dari saya seperti ini. Kata - katanya begitu membuat saya tak percaya, dia kan belum tahu siapa saya? Dia belum mengenal saya. Hanya dengan perkataan dari kakaknya saja dia sudah langsung respon begitu" Karmin bergumam lagi.
"Kalau begitu, dia itu bisa di sebut perempuan gampangan juga. Tapi, kenapa dia belum dapat jodoh juga? Dia kan tidak pilih-pilih orangnya kalau melihat dari balasan suratnya ini. Tapi, biar lah itu bukan urusan saya, yang penting saya mau menikahi dia tanpa harus mengeluarkan biaya. Masalah Mayang, itu urusan gampang. Siapa suruh kamu enggak bisa hamil? Pertanyaan itu sudah cukup membuat dia menerima kalau di madu, Indahnya hidup
saya ini" Karmin kembali lagi pada sifat buaya daratnya.
"Aku harus pulang lebih awal dari biasanya, aku harus menemui Eyang dulu sebelum membawa Karmin bertemu dengan Cempaka" Kenari berniat untuk menemui Eyang, guru spiritualnya.
"Iya benar, aku harus minta tolong Eyang, supaya Cempaka langsung tertarik dan mau sama Karmin, begitu dia bertemu dengannya"
Karena sambil memikirkan sesuatu, tidak terasa langkahnya Kenari sudah sampai di pintu gerbang tempat kerjanya.
"Dari mana saja bu? Sudah lebih sepuluh menit tuh! Sebentar lagi juga, bos akan datang. Saya jadi telat pulang nih" Pak Pandi menyambutnya dengan teguran.
"Iya pak, ma'af saya telat. Silahkan kalau pak Pandi mau pulang. Terimakasih ya pak" Ujar Kenari.
Tanpa berkata apa-apa lagi, pak Pandi pun berlalu meninggalkan
Kenari.
"Aku harus mencari alasan biar bisa pulang setengah hari. Kesempatan emas ini jangan sampai aku lewat kan, benar kata si Karmin. Aku harus berpikir keras nih, biar si bos percaya dengan alasanku dan memberikannya izin untuk pulang setengah hari" Kenari merenung sendiri, dia sedang berpikir mencari alasan untuk membohongi bosnya.
"Olala! Aku punya satu alasan yang tepat! Iya benar, aku akan bilang setelah si bos datang, kalau mertuaku meninggal. Alasan yang tepat dan masuk akal, jadi aku bisa pulang tidak harus menunggu sampai tengah hari nanti, otakku ini memang encer" Ujar Kenari, dia merasa senang karena telah menemukan jalannya.
Dia pun lalu duduk di dekat pintu, dengan harapan bila bos datang, bisa langsung kelihatan mobilnya oleh dia.
"Sudah jam sembilan kurang sepuluh menit, tapi kenapa si bos belum datang? Biasanya kan jam setengah sembilan dia datang, kemana ya? Jangan- jangan dia tidak datang" Kenari mulai cemas.
Waktu pun terus berjalan, detik demi detik, menit demi menit sudah berlalu.
Tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan ke angka sembilan lebih empat puluh menit, sebentar lagi jam sepuluh datang menyapa.
"Bos! Cepat datang bos!" Gumam Kenari gelisah.
Dia terus menatap ke arah jarum jam yang menempel di dinding ruangannya itu.
"Tidid! Tidid!" Suara klakson mobil membuyarkan Keresahan Kenari.
"Adu.. Du.. Duh!" Kenari kaget luar biasa. Dia segera bergegas keluar dari pos satpam hendak membukakan pintu gerbang buat masuk mobilnya si bos.
"Akhirnya yang di tunggu datang juga" Gumamnya bahagia.
Setelah mobil Bosnya terparkir di parkiran, si Bos langsung masuk ke ruangannya.
Sedangkan Kenari kembali lagi ke pos, dia sibuk mengatur debaran jantungnya. Karena akan memberikan kebohongan
kepada bosnya.
"Setengah jam lagi aku akan ke ruangannya si Bos, pokoknya hari ini aku harus menemui Eyang!" Ujar Kenari.
Kenari yang licik dan serakah itu, sedikitpun sudah tidak ada rasa kasih sayangnya terhadap Cempaka, adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Hanya karena dia ingin segalanya di atas orang lain, dia tak rela kalau orang lain bahagia, dia tak rela bila orang lain bernasib lebih baik.
***