Terjebak Dengan Sang Jelita

Terjebak Dengan Sang Jelita
Hanya Spontanitas


__ADS_3

Angga memegang data mahasiswa milik Ralen dengan kedua tangannya lalu matanya menatap nama orang tua dari wanita yang mengusik hatinya.


Samsul dan Suharni, itu nama orang tua yang tertera pada data milik Ralen.


"Tante Dayna bilang nama ibunya Daniya Arni, dan nama ibunya Ralen Suharni," gumam Angga.


Di tengah malam seperti ini dia malah masih bergelut dengan pikirannya, tidak tahu kenapa dia malah sangat ingin mengetahui tentang Daniya dan Ralen, ini awalnya hanya Spontanitas darinya saja ketika pertama kali melihat wajah Ralen yang begitu mirip dengan Daniya, dia sungguh tidak merencanakan untuk mencari tahu tentang kedua wanita itu, tapi sekarang dia malah jadi makin penasaran dan ingin tahu lebih dalam lagi tentang Daniya dan Ralen.


Dering handphone milik pria yang sedang fokus pada kertas di tangannya itu pun membuat perhatiannya teralih, dia melihat benda yang mengeluarkan suara itu menyala memintanya untuk segera mengambilnya.


Angga mengulurkan tangan kanannya untuk meraih handphone di dekat bingkai photo miliknya, matanya terpaku ketika melihat nama yang tertera pada layar handphone.


"Tante Dayna," gumam pria yang berpakaian sangat santai berupa kaos serta celana pendek, terang saja karena dia yang memang sedang berada di rumah, bukan di kampus.


Biasanya dia akan sangat rapi ketika harus memberikan pelajaran pada mahasiswa-mahasiswinya yang kebanyakan malah pada fokus pada ketampanan yang dia miliki.


Pria itu menjawab panggilan dari wanita yang begitu dia hormati, teman dari mendiang Mamanya itu memang sangat baik terhadapnya meskipun anak angkat dari wanita itu telah memberikan luka untuknya, tapi itu tidak akan membuat dia menjadi marah ataupun kecewa pada wanita tua itu bukan?


Yang salah hanya satu orang, jadi tidak usah membawa orang lain yang tidak ikut berbuat salah ataupun tidak tahu apa-apa, jadi Angga tetap memperlakukan Tante Dayna sama seperti dulu tidak ada yang berubah hanya saja dia yang menjadi jarang datang berkunjung ke rumah yang dulu hampir setiap saat dia datangi karena ada wanita yang begitu dia cintai di rumah itu.


Meski dulu sempat kecewa karena Tante Dayna tidak mau memberitahukan kemana Daniya pergi, tapi seiring berjalannya waktu dia tidak lagi ingin tahu kemana Daniya pergi, sampai akhirnya sekarang wanita itu sudah benar-benar tidak ada lagi di dalam hatinya.


"Hallo Tante," Angga menjawab panggilan telepon dari Tante Dayna yang mendadak menghubunginya di malam hari seperti ini.


"Kamu bisa datang ke rumah Tante sekarang?" suara wanita di seberang sana membuat Angga mengernyit bingung.


Tante Dayna memintanya untuk datang? ini sudah jam 9 malam apa ada hal yang sangat penting yang ingin wanita itu bicarakan sehingga memintanya untuk datang di malam hari begini?


"Angga?" Tante Dayna memanggil ketika tidak mendengar suara pemuda yang dia ajak bicara.


"Iya Tante Angga mendengar," sahut pria yang menampilkan ekspresi wajah tak jelas.


"Ada yang ingin Tante bicarakan."


"Baik Tante, Angga akan ke rumah Tante sekarang," kata Angga akhirnya yang memutuskan untuk memenuhi permintaan wanita tua itu.


"Baiklah Tante tunggu," ucap Tante Dayna lalu memutus sambungan telepon.

__ADS_1


Angga terdiam menatap layar handphonenya yang sekarang hanya memperlihatkan panggilan yang berakhir.


*******


Angga sudah duduk berhadapan hanya terpisahkan oleh satu meja kotak yang atasnya terbuat dari kaca dengan wanita yang tadi memintanya untuk datang.


"Daniya ada di Batam."


Ucapan Tante Dayna membuat Angga tidak tahu harus bersikap seperti apa, terkejut atau bagaimana dia tidak tahu, sudah terlalu lama dan sekarang dia malah mendengar wanita itu sudah menjejakkan kakinya di Indonesia tapi bukan di Jakarta melainkan di kota lain.


"Kamu tidak senang?" tanya Tante Dayna pada pria yang menampilkan wajah datar, wajah yang sama seperti saat pemuda itu datang lima menit yang lalu.


"Senang untuk apa Tante?" Angga bertanya, pertanyaan yang tepat, untuk apa dia senang dengan kedatangan wanita itu?


Tante Dayna menarik napas panjang lalu kembali berbicara, "kamu sudah menemukan orang tua kandung Daniya?" tanya Tante Dayna, tiga hari yang lalu Angga memang mengatakan pada dirinya kalau akan mencari orang tua kandung Daniya, dia pikir pria itu melakukan hal itu karena masih menginginkan Daniya menjadi istrinya.


Angga menggelengkan kepala bukan berniat untuk berbohong tapi dia masih belum yakin dengan apa yang dia temukan, "apa Tante punya photo orang tua Daniya?" tanya Angga.


Angga sungguh terkejut ketika Tante Dayna menyodorkan selembar photo yang sejak tadi ada di atas meja, kenapa dia sampai tidak menyadari ada photo itu sejak tadi.


"Tante sudah mengira kamu pasti membutuhkan ini, jadi Tante sudah menyiapkannya," ujar Tante Dayna tersenyum penuh arti.


"Yang baju putih itu Ibunya Daniya," Tante Dayna memberitahu agar Angga tidak salah orang.


"Kalau yang sebelahnya siapa?" tanya Angga menatap wanita yang ada di samping wanita berpakaian putih yang Tante Dayna katakan sebagai ibu kandung Daniya.


"Itu Tante Dewi, teman Tante, orang yang mempekerjakan Arni," jelas Tante Dayna.


Angga menatap dengan seksama wajah wanita yang di sebut sebagai ibu dari Daniya, kemiripan wanita itu dengan Daniya dan Ralen terlihat dengan jelas dan nyata, sudah tidak diragukan lagi kalau wanita itu memang ibu dari Daniya dan mungkin juga Ralen.


"Apa Tante ingat nama suami dari wanita ini?" Angga kembali ingin benar-benar memastikan agar dia tidak salah.


Tante Dayna menggeleng, "lupa, Tante benar-benar lupa karena Tante jarang bertemu dengannya, hanya beberapa kali saja," papar Tante Dayna dengan wajah yang serius tanda dia memang tidak berbohong.


Dia benar-benar tidak ingat tentang Ayah kandung Daniya, yang dia ingat hanyalah pria itu seorang pekerja serabutan yang sering berkeliling mencari pekerjaan yang tak tentu, apa saja dia kerjakan untuk bisa mendapatkan uang.


"Sebenarnya kenapa kamu sangat ingin tahu tentang orang tua kandung Daniya?" Tante Dayna mulai mempertanyakan rasa penasarannya terhadap pemuda yang setelah hubungannya dengan Daniya berakhir malah ingin mengetahui siapa orang tua kandung dari anak angkatnya itu.

__ADS_1



"Angga bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan Daniya dan.."



"Kamu jatuh cinta dengannya? maka dari itu kamu mencari tahu tentang siapa orang tua Daniya, untuk memastikan kalau wanita itu memiliki hubungan dengan Daniya atau tidak." Tebak Tante Dayna yang sangat tepat dan benar membuat Angga tidak lagi bisa mengelak ataupun membantahnya, tebakannya sudah sangat benar membuat dia langsung mengangguk mengerti sekalipun Angga tidak memberikan jawaban.



"Sepertinya itu jauh lebih baik, karena sekarang Daniya pun sedang menemui lelaki yang dia sukai," Tante Dayna diam sesaat menunggu respon dari pemuda di depannya yang nyatanya tidak menunjuk keterkejutan apalagi kemarahan saat mendengar wanita yang dulu begitu dia puja itu sudah memiliki pria lain dalam hatinya.



"Baguslah, itu artinya Daniya hidup dengan baik setelah meninggalkan Angga," papar Angga, entah itu suatu sindiran atau memang dia benar-benar bersyukur bahwa Daniya sudah punya orang lain di dalam hatinya menggantikan dirinya, toh dia juga sekarang sudah menjatuhkan hatinya pada wanita lain yang kemungkinan besar adalah Adik dari Daniya.



"Laki-laki ini, apa kamu mengenal atau mungkin pernah melihatnya?" Tante Dayna menunjukkan layar handphone miliknya yang menampilkan photo yang sama yang dulu pernah dia lihat.



Angga mengerutkan dahinya menatap penuh tanya akan maksud pertanyaan dari wanita tua di depannya.



"Laki-laki ini yang sedang Daniya temui sekarang," terang Tante Dayna.



Hingga akhirnya Angga baru menyadari sesuatu, "laki-laki ini juga yang bersama Ralen waktu itu," gumam Angga mengingat apa yang terjadi saat dia menghadiri pernikahan sepupunya beberapa waktu lalu.



Dan sekarang pikiran Angga bukan hanya tentang Daniya dan Ralen saja, tapi juga laki-laki yang ada diantara kedua wanita itu, bertanya-tanya tentang siapa dan apa hubungannya.


__ADS_1


"Apa dia mengetahui sesuatu?" tebak Angga mengabaikan Tante Dayna yang kebingungan mendengar ucapannya yang terdengar samar.


********


__ADS_2