Terjebak Dengan Sang Jelita

Terjebak Dengan Sang Jelita
Yang Kamu Ketahui


__ADS_3

Angga berjalan di sekitar kampus dengan wajah yang sorot mata yang dingin, sangat berbeda dengan seorang Angga yang biasanya ramah kepada siapapun yang bertemu dengannya, tapi siang ini dia jauh berbeda para mahasiswa yang berpapasan dan ingin menyapanya pun mengurungkan niat ketika mendapat wajah sang dosen yang tidak ramah seperti biasanya.


"Pak Angga kenapa ya? tumben banget nggak ada senyum-senyum nya sama sekali," tanya Devi pada Fara yang sedari tadi hanya asik bermain handphone dengan kedua ibu jarinya.


"Lagi PMS kali jadi nggak mood bawaannya emosi menguras hati," sahut Fara asal tanpa mengalihkan matanya dari layar handphone yang menyala.


"Yeuh gaje Lo," sungut Devi kesal dengan jawaban asal-asalan yang diberikan oleh Fara.


"Nih si Seira mana nih, tumben banget tuh perawan satu belum nongol juga batang hidungnya." Devi mempertanyakan keberadaan temannya yang satu karena sejak pagi sampai sekarang dia belum melihat temannya yang paling centil diantara mereka bertiga.


"Lagi kencan buta," sahut Fara masih saja fokus pada layar handphonenya.


Sebenernya apa sih yang sedang dia lakukan sekarang ini, membuat Devi pun melongok dan mengintip apa yang tengah Fara lakukan hingga saat diajak bicara pun matanya tetap tertuju pada benda di tangannya itu.


Mata Devi melotot sempurna kala melihat apa yang sedang Fara lakukan sejak tadi, temannya itu tengah berkirim pesan dengan nomor kontak yang di beri nama 'pacar'


Si Devi itu malah melupakan Seira yang kata Fara sedang melakukan kencan buta, tidak tahu Fara itu serius atau hanya bercanda lagi seperti yang tadi, Devi tidak peduli sebab yang dia ingin tahu adalah siapa pria yang dalam handphone temannya itu diberi nama pacar.


"Lo punya pacar?! heh Far!" dan tanpa aba-aba lagi langsung memberondong Fara dengan pertanyaan yang jelas menuntut segera di jawab.


"Lo punya pacar? siapa orangnya? anak kampus mana? atau satu kampus sama kita? siapa?" rangkaian pertanyaan pun meluncur tanpa henti membuat Fara malah pusing sekaligus bingung harus menjawab yang mana.


"Pertanyaan Lo udah kayak kereta!" dengus Fara kesal.


Devi memicingkan mata menatap penuh curiga, "jangan bilang kalau itu Raffan? Lo nggak mungkin balikan sama dia kan?" Devi malah menuduh satu nama yang sempat menjadi kekasih temannya itu.


"Gila kali Lo! gue masih waras otak gue juga masih bisa berpikir dengan sempurna dan sangat baik, mana mungkin gue balikan lagi sama dia, gue bukan cewek gatel yang mau pacaran sama laki orang!" omel Fara memberikan tatapan sengit pada sang teman yang malah menuduhnya kembali berpacaran dengan Raffan.


Biar kadang ngeselin tapi seorang Fara ini wanita terhormat yang jelas tidak akan pernah mau berhubungan dengan suami orang, dia ini tidak akan sudi dianggap pelakor oleh orang lain karena berhubungan dengan suami orang, dia bukan cewek murahan tentunya.


Devi nyengir tanpa dosa ketika melihat temannya itu ngomel panjang lebar akibat ucapannya yang memang kerap menyebalkan kalau sudah berbicara.


Fara menaikkan sudut bibirnya lalu mencubit lengan sang teman yang meringis merasa sakit, cubitan di tangannya itu bagaikan semut api yang menggigit, terasa panas.

__ADS_1


"Woi!"


"Dari mana Lo?" tanya Devi pada Seira yang sejak tadi dia cari muncul dari arah tangga.


"Lo lihat Ralen nggak?" bukannya menjawab pertanyaan dari temannya eh malah memberikan pertanyaan.


"Gue tanya malah balik nanya," sungut Devi.


"Oh kamu nannya kamu ber.."


"Lo lanjutin omongan Lo gue tonjok ya Se!" Fara memotong omongan Seira yang jelas akan sangat mengesalkan jika diteruskan.


Seira mengangkat tangan lalu memberikan gestur memohon ampun namun sambil memamerkan cengiran di wajahnya.


"Gue dari tadi cariin si Ralen, tuh anak nggak masuk lagi ya?" akhirnya mengatakan apa yang dia kerjakan sejak tadi.


"Nyariin Ralen? tadi kata Fara Lo lagi kencan buta," Devi melihat pada Fara meminta penjelasan.


"Bercanda gue," jawab Fara santai tanpa bersalah bahkan setelah mengerjai temannya sesuka hati.


Sejak pertama kali Ralen masuk di kampus itu Seira lah yang kerap kali membantunya memberikan catatan yang di butuhkan oleh Ralen, atau mengantar Ralen ke ruang dosen yang tidak diketahui oleh temannya itu.


"Orang tuh pasti ada urusannya Se, dia nggak masuk kampus ya pasti ada alasannya juga lah," ujar Fara tak acuh.


Mendengar Fara berbicara Devi pun melihat pada Seira dengan wajah yang sangat misterius lalu berucap pada sang teman, "gue ada gosip paling hot nih sekarang," kata Devi seraya melirik Fara yang langsung saja peka dan merasa bahwa dirinyalah yang akan dijadikan bahan gosip temannya itu.


"Ember Lo!" oceh Fara yang membuat Devi menjulurkan lidahnya dengan wajah meledek.


"Kalau gitu kita ke kantin, gosip sambil makan bakso udah yang paling nikmat," tukas Seira begitu semangat langsung menarik tangan Devi menuju kantin di kampus itu.


"Dasar temen laknat!" maki Fara tapi menyusul dua temannya itu yang sudah berbelok lalu turun di tangga sebelah kiri.


****

__ADS_1


"Sejak hubungan kita berakhir aku tidak pernah ingin berbasa-basi denganmu!"


Suara Daniya terdengar sangat ketus saat berbicara dengan pria yang duduk di seberang mejanya, pria yang pernah menjadi penguasa hatinya sekarang terlihat begitu menyebalkan di matanya apalagi saat pria itu mengulas senyum yang Daniya tahu itu adalah senyum ejekan untuknya.


"Kamu yang mengajak aku bertemu kan? apa tidak bisa berkata yang sedikit ramah?" cibir Angga memandang tak suka wanita yang terlihat semakin angkuh saja.


Tadi pagi wanita itu menghubunginya dan mengajak bertemu di saat dia tengah sangat tidak ingin melakukan kegiatan apapun karena sudah beberapa hari tidak melihat Ralen.


Angga tahu sedang kemana wanita yang dia sukai itu, dia tahu dengan jelas sebab dia sempat menanyakan Ralen pada orang tuanya dan begitu tahu Angga merasa darahnya naik ke kepala membuatnya panas seketika.


Daniya tersenyum sinis lalu bibirnya pun bergerak guna membicarakan apa yang ingin dia bicarakan, "kalau tidak ada hal yang ingin aku tahu aku tentu akan berpikir seribu kali untuk mengajakmu bertemu," Daniya berkata pedas tanpa perasaan.


Tidak ingatkah dia kalau pria yang ada di depannya sekarang ini pernah begitu dia cintai tapi dia tinggalkan hanya karena berhubungan dengan pria itu tidak memiliki tantangan, terlalu datar dan monoton, dia tidak suka hubungan yang seperti tanpa hambatan dia ingin pria yang akan marah kalau dia melakukan kesalahan, dia ingin pria yang penuh rasa cemburu saat melihat wanita nya dengan pria lain dan dia ingin sesekali ada perdebatan akibat beda pendapat, dia memang aneh tapi seperti itulah seorang Daniya Ranita.


Dan semua yang Daniya inginkan ada dalam diri Awan, pria yang tak sengaja bertemu dengannya yang di awal mereka kenal saja sudah selalu berbeda pendapat dengannya tapi itulah yang Daniya sukai dari seorang Saipul Gunawan, sering berkata pedas tapi sebenarnya bermaksud baik.


Angga menyandarkan punggungnya dia bangku cafe seraya menyilang kan kedua tangannya di dada, "jadi apa yang kamu inginkan? ah ingin tahu lebih tepatnya," tebak Angga sudah tahu pada tujuan Daniya mengajaknya bertemu.


"Apa yang kamu ketahui tentang Awan?" Daniya langsung menyuarakan pertanyaannya.


Angga mencebikkan bibirnya, "jadi saat denganmu dia adalah awan? sedangkan dengan istrinya.."


Angga menggantung perkataannya, dia memang tidak berniat untuk menyelesaikan apa yang dia katakan sengaja melakukan itu karena memang ingin membuat Daniya makin penasaran.


"Aku tidak suka berbelit-belit!" Daniya menyentak meja hingga gelas minumannya sedikit bergeser.


Angga tersenyum miring lalu menenggak minumannya sampai habis, "kamu bisa mencari tahu sendiri kan? bukankah kamu wanita cerdas?" berkata dengan nada mencibir seraya berdiri.


"Kita belum selesai!" sentak Daniya ketika melihat Angga malah beranjak dari duduknya.


"Lain kali saja kita bertemu, itupun kalau aku bersedia," kata Angga lalu melenggang pergi meninggalkan wanita yang mengepalkan tangan geram.


"Sialan kamu Angga!" maki Daniya pada orang yang sudah melewati pintu kaca.

__ADS_1


*****


__ADS_2