
Hari itu, adalah hari yang sangat ditunggu- tunggu oleh Ibu Juariah dan Zaki, pernikahan yang sangat di khawatirkannya kini terwujud, terlihat Salsa, Ayah Sebastio dan Istrinya Ibu Widury, terlihat hadir.
Anwar dengan memakai jas hitamnya, seolah menikmati suasana pernikahan heboh itu,
"Alhamdulillah, akadnya beres juga, padahal sebelumnya Aku sangat mengkhawatirkannya," ucap Anwar pada Sebastio dengan senangnya itu,
"Aku pun ikut senang melihatnya, War!" jawab Sebastio pada Anwar dengan senyum di wajahnya itu,
Resepsi pernikahan itu sungguh ramai, handai taulan, Family serta Orang- orang yang di kenalnya hadir dalam pesta itu, terlihat jelas senyum bahagia Zaki dan Ibu Juariah itu, perasaan mereka seolah sedang dalam perjalanan kebahagiaan bak raja dan ratu,
"Selamat menempuh hidup baru, Bu!" ucap Salsa pada Ibunya Juariah dengan perasaan terharu di dalam dirinya itu,
"Terima Kasih, Sayang!" jawab Ibunya Juariah pada Salsa sambil merangkul dengan sedihnya itu,
Semua undangan mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu, kedua belah keluarga itu semakin bahagia dibuatnya itu, cinta mereka kini bertahta dalam hamparan tirani keluarga yang membentang luas bak samudra, cerita tabu tentang hubungan mereka itu, kini seolah tertutup dengan pernikahan mereka itu.
Terlihat Darwis dan Yohana sambil menggendong Anaknya itu datang dengan senyum di wajahnya, lalu Sosok Mama Suci berjalan sendirian tanpa pasangan itu, melihat itu, dengan isengnya karena jenuh, Salsa pun menghampiri lantas bertanya,
"Mama Suci, kemana Om Antonnya, kok gak diajak?" tanya Salsa pada Mama Suci dengan candanya itu,
Mendengar Salsa bertanya tentang Sahabat lamanya yang sekaligus mantan pacarnya itu, dengan merasa malu pada Anakknya itu, lantas Mama Suci pun menjawab,
"Anu...Om Antonnya ada tugas luar, sibuk!" jawab Mama Suci pada Salsa dengan gugupnya itu,
Melihat Ibunya dengan gugup menjawab, membuat Anaknya Darwis merasa penasaran, dan dengan wajah ditekuknya, lantas Darwis pun bertanya pada Mamanya itu,
"Ma, Siapa itu Om Anton?" tanya Darwis pada Mama Suci dengan ingin tahunya,
Sejenak Mama Suci diam, mungkin sedang mempersiapkan jawaban untuk Anaknya itu, dengan seakan- akan gugup dan kikuk menyertainya, lantas menjawabnya,
__ADS_1
"Oh itu, Anton itu teman Sekolah Mama dulu!" jawab Mamanya Suci pada Darwis dengan singkatnya menjawab,
Mendengar jawaban singkat Mamanya itu, malah pikiran Darwis semakin pusing dibuatnya, akhirnya Darwis pun bertanya lagi pada Mamanya itu,
"Apa hubungannya dengan Salsa, kok Salsa kenal dengan Om Anton itu?" tanya Darwis pada Mamanya Suci seolah curiga pada Mamanya itu,
Seolah pertanyaan Anaknya itu mendesaknya, hingga otaknya pun harus berputar karenanya, rasa malu dan khawatir dalam dirinya itu pada Darwis membuat Mama Suci semakin berhati- hati untuk menjawabnya,
"Kemarin itu, sewaktu Mama ke pasar, Mama bertemu Anton sedang belanja untuk Kado Anaknya ulang Tahun, Ia meminta Mama untuk membantu mencarikannya, akhirnya Mama bantu carikan, dan disaat itu pula bertemu dengan Salsa, akhirnya kami saling bicara bertiga, begitu ceritanya!" jawab Mama Suci pada Darwis Anaknya sambil duduk di sebelah Yohana.
Pikiran resah terlihat dari wajah Anwar, matanya seolah tak bersemangat untuk siang itu, dan itu terlihat oleh Salsa yang sedang mengobrol dengan kekasihnya itu Davi, lalu Salsa menghampirinya, lantas bertanya padanya,
"Paman, kok kelihatan pusing, kenapa Paman?" tanya Salsa pada Pamannya Anwar dengan perasaan ingin tahunya itu,
Lalu mata Anwar menatap tajam pada Salsa, dengan pikiran gelisah di dalam pikirannya itu, dan dengan menggeleng- gelengkan kepalanya itu, Ia pun lantas menjawabnya,
"Paman memikirkan tentang nasib Ibumu itu, Sa!" jawab Anwar pada Salsa dengan memberi tahunya,
"Nasib Ibu, Apa maksudnya Paman?" tanya Salsa pada Pamannya Anwar dengan rasa gelisahnya itu,
Mendengar Salsa tidak mengerti apa yang diucapkannya, lantas Anwar pun menjawabnya,
"Setelah pernikahan ini, jujur Paman sangat gelisah akan nasib Ibumu itu, bayangkan Suaminya masih muda dan tidak bekerja, bagaimana ini?" jawab Anwar pada Salsa dengan perasaan gelisahnya itu,
Mendengar Pamannya Anwar dengan gelisahnya bicara, yang membuat segala pikiran Salsa ikut tersulut kesedihan, bayangan prihatin Ibunya itu seolah muncul di pelupuk matanya itu, hingga benaknya merasa tak menemukan jalan lain selain berdoa,
"Kalau melihat kesitu sih benar, tapi kan Ibu punya kontrakan kalau buat hidup sih cukup?" ucap Salsa pada Pamannya Anwar dengan memberi tahunya itu,
Anwar menggeleng- gelengkan lagi kepalanya pada Salsa, lantas bicara lagi,
__ADS_1
"Kalau itu sih, Paman juga tahu, Salsa!" jawab Anwar pada Salsa dengan sedikit tersenyum lucu pada keponakannya itu,
"Lalu gimana maksudnya, Paman?" tanya Salsa lagi pada Pamannya Anwar itu,
Anwar sejenak diam, pikirannya berputar mencari cara, supaya jawabannya itu membuat Salsa mengerti, setelah dapan Ia pun lantas bicara,
"Paman takut Zaki keenakan dan memanfaatkan keadaan Ibumu itu, Salsa!" jawab Paman Anwar pada Salsa dengan rasa khawatirnya itu,
Mendengar itu, lantas Salsa pun mengangguk tanda di mengertinya, hingga pikirannya ikut terbang mencari jalan agar ketakutan mereka itu sirna dari pikiran mereka, dan tak lama Salsa oin menjawabnya,
"Kalau itu sih, Salsa dan Ayah Sebastio sering membicarakannya, kadang Ibu Widury pun ikut membahasnya, tapi sudahlah dulu, sekarang sih kita nikmati saja duku pesta pernikahan mereka ini, dan jangan membuat ulah, yang membuat Sang Pengantin itu bersedih, Masalah itu biar nanti saja dibicarakannya, Paman!" jawab Salsa pada Pamannya Anwar dengan berjalan menghampiri kekasihnya Davi,
"Ada apa Pamanmu itu, kok kelihatannya ngobrolnya serius gitu?" tanya Davi pada Salsa dengan rasa ingin tahu,
"Itu tentang kekhawatirannya pada Ibu setelah mereka menikah nanti!" jawab Salsa pada Davi dengan terus menggendong Andri untuk pergi makan,
"Ayo kita makan dulu, perutku sudah lapar!" ucap Salsa lagi pada Davi dengan menarik tangannya untuk segera makan.
Ibu Sandy seolah Sumbringah merasakan kebahagiaan pernikahan Anaknya itu Zaki, wajah berseri- seri dengan tak lepas senyumnya itu, membuat rasa sedihnya kini telah hilang, pancaran senang dalam dirinya itu, yang membuat mereka semua merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
"Aku harus memberikan rona kebahagiaan untuk Anakku ini, pernikahannya seolah berbeda dengan lajimnya orang lain, semoga rasa khawatir dan ketakutan dalam diri ini hanya hayalan belaka!" ucap Ibu Sandy pada dirinya dengan perasaan terharu dalam batinnya itu.
Dengan sedikit bengong terlihat, membuat Semua yang hadir menjadi bertanya- tanya, terlebih lagi bagi Zaki Anaknya itu, hingga Ia menyempatkan untuk menghampirinya, lantas bertanya,
"Ibu, kok bengong begitu, ada apa?" tanya Zaki pada Ibunya Sandy dengan rasa penasaran,
Seolah- olah pertanyaan Zaki padanya itu, membuatnya kaget, hingga perasaan malu menyelimutinya, dan dengan sedikit berbohong, Ibunya pun menjawabnya,
"Ini Zak, Ibu mengantuk, mungkin kurang tidur dari semalam, maafkan Ibu!" jawab Ibu Sandy pada Anaknya Zaki dengan sedikit senyum yang dipaksakan.
__ADS_1
Zaki menggeleng- gelengkan kepalanya seolah tak percaya.....hadeuh.