Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Merasa prihatin


__ADS_3

   Davi langsung menghampiri Salsa, dengan tersenyum kepadanya,


   "Sudah lama kamu menunggu," tanya Desta pada Salsa kekasihnya itu,


   Salsa dengan menatap pada Davi langsung menjawab padanya itu,


   "Gak sih, paling hanya beberapa menit saja!" jawab Salsa pada Davi merasa ingin tahu.


   Lantas mereka pun memesan Bakso untuk mereka berdua, dan mereka pun bercengkrama berdua dengan hangatnya itu,


   "Sengaja Aku bawa Kamu kemari, agar bicara kita santai dan tak ada yang mengganggunya!" ucap Salsa pada Davi memberi tahu,


   Mendengat ucapan Salsa itu, pikiran Davi bertanya- tanya pada dirinya, ada omongan apa yang akan mereka sampaikan padanya itu,


   "Ada apa sih, Sa? Ayo segera cerita padaku!" ucap Davi pada Salsa penasaran,


   Salsa menatap sekeliling, dan wajahnya seolah ditundukan dan pikirannnya menerawang jauh, lantas Salsa bicara pada Davi,


   "Aku ingin tahu sejujurnya tentang tidak restunya Kedua Orang tuamu itu pada hubungan kita ini, Aku tak bisa tidur setelah Kamu bicara padaku tempo hari!" ucap Salsa pada Davi menjelaskan,


   Terlihat Davi menarik napas dengan panjangnya, sehingga guratan rasa kecewa pada diri Davi terlihat jelas kekasihnya itu Salsa, lantas Davi pun bicara padanya,


   "Jadi Ayah dan Ibuku melarang dan gak mau mempunyai Menantu Janda dan punya Sbak seoertimu itu, Aku verusaha untuk meyakinkan mereka, tapi sia- sia, malah semakin runyam Aku seperti bukan Anaknya mereka!" jawab Davi pada Salsa sambil bersedih pilu.


    Salsa tak terasa menangis mendengarkan semua cerita Davi itu, pikirannya kusut dan hatinya menangis karenanya, seraya bicara pada Davi kekasihnya itu,


   "Tapi kenapa Kamu seolah tak memperjuangkan cinta kita ini, mengingat hubungan kita inti sudah terjalin sangat lama!" ucap Salsa lagi pada Davi menjelskannya,


   Davi menggelang- gelengkan kepalanya tak percaya hal ini terjadi pada hubungan mereka berdua itu, yang membuat mereka merasa sedih dibuatnya itu.

__ADS_1


"Aku sudah angkat tangan, tak bisa merubah pendirian Mereka, Bila Aku paksakan mereka selalu mencemaskan Aku!" ucap Davi pada Salsa memberi tahu,


Salsa merasa sedih mendengar Davi bicara tentang tak senangnya kedua Orang Tuanya itu, sambil pikirannya melayang jauh, lantas Salsa pun bicara kembali padanya itu,


"Aku sangat mengerti atas segala yang Kamu alami itu, tapi haruskah Kita berpisah karena persoalab ini?" tanya Salsa pada Davi sekedar ingin tahu padanya itu,


Davi menerawang jauh ke angkasa luas, batinnya seajan ingin terbang tinggi menjauh dari segala kesusahan hidupnya itu, dan sambil mebatap dengan segenap sanubarinya, Davi pun menjawab pada Salsa,


"Aku pun merasa bingung, tapi untuk sementara kita berpisah dulu, Maafkan atas sajahku padamu, Salsa!" jawab Davi.pada Salsa yang tak terduga bicara untuk berpisah dengan kekasihnya itu Salsa.


Mendengar Davi bicara berpisah, hati Salsa hancur dan batinnya berantakan karenanya itu, hingga pikirannya gak karu- karuan karenanya itu,


Salsa Diam terpaku, wajahnya menitikkan air matanya dan napasnya seolah tertahan karena sedihnya itu,


Tak lama pesanan Bakso meteka pun akhirnya datang juga, lalu mereka lantas menyantapnya dengan lahap, tanpa ada drpatsh katapun yang terucap dari keduanya itu, mereka membisu dengan seribu bahasa.


Tak lama Davi segera membayar kedua Baksonya itu, lantas Dia bicara untuk pamit pergi meninggalkan Salsa sendirian,


Salsa hanya menangis dan memalingkan wajahnya kearah jalan, seolah tak ingin melihat wajah Davi lagi, lantas Davi pergi dengan tak kuat menahan tangis dan rasa sedi dalam dirinya itu.


Semua cinta yang telah mereka bangun, seakan- akan sirna dari hadapan mereka itu, percikan harapan yang dulu kita bangun sekarang luluh lantah tak bersisa meninggalkan mereka berdua.


Salsa tampak wajahnya cemberut, dan pikirannya hancur belaka dan semangat hidupnya kini seolah sudah mati, denfan langkah gontai Dia berjalan masuk ke dalam rumahnya,


"Non Salsa dari mana Kamu? Dari tadi Ibu mencarimu?" ucap Bibi Ulpa pada Salsa menjelaskannya,


Sejenak Salsa menoleh Bibi Ulpa sambil menatap padanya, lalu Salsa pun menjawabnya,


"Sekarang Ibunya di mana, Bi?" tanya Salsa pada Bibi Ulpa merasa ingin tahu,

__ADS_1


Dengan menatap Salda dengan rasa penadaran karena tetlihat wajsgnya sedang bersedih yang dalam, sambil menatap penuh tanya, lantas Bibi Ulpa pun terus menjawab pada Salsa,


"Di ruang belakang sedang beres- beres di sana!" jawab Bibi Ulpa pada Salsa sambil melangkah pergi ke dapur meneruskan memasaknya itu.


Lalu Salsa langsung pergi menuju Ibunya itu di ruang belakang rumahnya itu, terlihat Ibu Widury menatapnya penuh tanya, lantas Dia oun bertanya pada Salsa penuh perhatian,


"Datang dengan wajah ditekuk seperti itu, Ada masalah apalagi, Salsa?" tanya Ibunya Widury pada Salsa dengan perasaan penasaran dalam pikirannya itu,


Segera Salsa menghampiri Ibunya itu Widury, lanras Dalsa merangkul Ibunya itu denfan tangisan sedihnya itu, yang membuat hati Widury ikut terbawa kesedihan itu, lantas dengan menahan sedihnya itu Salsa pun bicara pada Ibunya itu Widury,


"Akhirnya yang ditakutkan Salsa terjadi juga, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya itu Widury menjelaskan dengan linangan air mata itu,


Ibu Widury merasa bingung atas apa yang diucapkan Salsa padanya itu, pikirannya seakan- akan mengkaji lagi tentang maksud Salsa itu, lantas Ibunya Widury pun menjawabnya,


"Maksudmu hubungan tentang cintamu itu dengan Davi, begitu bukan maksudmu itu, Salsa?" tanya Ibu Widury pada Anaknya itu Salsa ingin tahu,


Mendengar Ibunya Widury bingung dengan ucapnya itu, lantas Salsa menganggukkan krpalanya pada Ibunya itu Widury, dan segera menjawabnya,


"Benar, Davi tadi bicara kangsung pada Salsa, Kita sepakat untuk berpisah, Bu?" jawab Salsa pada Ibunya itu Widury sambil menangis kencang,


Betapa sedih hati Ibu Widury mendengarnya, degub jantungnya seaksn berhenti berdetak, sambil membelai Abakbya itu Salsa, lantas Ibu Widury pun berucap pada Anaknya itu Salsa,


"Yang sabar, Nak! Itu mungkin pertanda hidupmu akan bahagia kelak!" ucap.Ibu Widury pada Anaknya itu Salsa dengan perasaan bersedihnya itu,


Pandangan ngiris kesedihan sangat terasa di dalam hati Widury, kini dugaannya menjadi kenyataan, Salsa seakan tak jadi lagi untuk menikah, sedangkan sosok Anaknya Andreas tumbuh semakin besar, yang menuntut Sosok Ayah di sampingnya itu.


"Sekarang Kamu pikirkan saja Andreas seorang, mungkin nanti akan ada seseorang datang untuk menjadi jodohmu itu, Sabar!" ucap Ibunya Widury pada Salsa dengan rasa sedih di hatinya itu.


Sejenak Salsa terdiam, mungkin sedang mengkaji apa yang telah diucapkan Ibunya itu Widury, sehingga pikirannya seakan- akan merasa tak punya arah untuk masa depannya itu,

__ADS_1


"Untung Salsa punya Sosok Ibu yang sabar. Seperti Ibu Widury ini, Jadi salsa metasa sangat bangga pada Ibu, Terima Kasih, Bu!" ucap Salsa pada Ibu Widury dengan perasaan haru dan resahya itu.


__ADS_2