
Setiap hari Salsa sekarang jarang untuk bermain seperti dulu, dia lebih baik langsung pulang kerja dari pada keluyuran seperti dulu, mungkin karena merasa sudah mendapatkan sosok calon Suami yang menjadi pendampingnya kelak.
Sahabatnya sempat menjadi bingung akan sikap Salsa itu, sehingga mereka seakan heran melihat sahabatnya itu berubah.
"Kenapa sih akhir- akhir ini Kamu berubah, diajak apapun selalu menolak, kenapa?" Tanya Yuli pada Salsa ingin tahu.
Salsa lantas tersenyum pada sahabatnya itu seraya berkata padanya, "Ah gak ada apa- apa! Hanya merasa jenuh saja dan ingin cepat melihat sosok Andreas di rumah!" Jawab Salsa menjelaskan pada Yuli.
Yuli menatapnya, dan dia pun melirik Wati yang sejak tadi hanya bengong melihat mereka bicara.
Merasa tatapan penasaran Yuli terhadapnya itu merasa diri Wati tersentuh langsung Wati pun bertanya pada Salsa, "Bagaimana pertemuanmu dengan Seno tempo hari, Sa?" Tanya Wati pada Salsa mengingatkan karena penasaran padanya.
Mendengar rasa penasaran kedua sahabatnya itu, lantas Salsa pun menjawabnya, "Kemarin Aku lama juga di rumahnya, menunggu Seno datang dari kerjanya itu!" Jawab Salsa menjelaskan.
Yuli tampak semakin penasaran mendengarnya itu, dan dia pun langsung bertanya lagi pada Salsa, "Jadi Kamu lama disana dan bagaimana penerimaan Seno setelah tahu Kamu menunggunya?" Tanya Yuli pada Salsa semakin ingin tahu.
Salsa menarik nafasnya dengan panjang, pikirannya berputar untuk mengingatnya, dan rasa gembiranya terlihat dari raut wajahnya yang berseri- seri itu, dan akhirnya Salsa pun menceritakan lagi pada kedua Sahabatnya itu.
Tiba- tiba Wati menimpali mereka berdua setelah Salsa menceritakan perihal Seno kepada mereka berdua itu.
"Syukur deh, Aku merasa senang jika memang Seno mau menerimamu!" Ucap Wati menimpali mereka itu.
Yuli pun ikut tersenyum gembira mendengar cerita tentang Seno dari sahabatnya itu Salsa.
"Dan Aku pun ikut gembira mendengarnya, Sa!" Ucap Yuli sambil tersenyum bahagia pada Salsa.
Akhirnya mereka bertiga saling berbincang bertiga dengan senangnya, kehangatan mereka terpancar dari canda dan tawa yang mengiringi mereka saling berbincang itu.
Tapi tiba- tiba Davi berjalan melewati mereka bertiga dengan wajah ditekuknya, Salsa langsung buang muka untuk tidak mau melihatnya, dan kedua rekannya pun memperhatikan Davi sambil senyum meledeknya.
"Permisi numpang lewat, gitu dong, Hey!" Ucap konyol Yuli pada Davi sengaja membuatnya marah.
Davi menoleh pada Yuli yang bicara meledeknya, lantas Davi menghampiri mereka bertiga sambil menahan emosinya.
__ADS_1
"Yul, apakah jalan ini punyamu? Dan lagi memang siapa kalian hingga Aku harus lewat dan permisi kepada kalian itu, ini jalan umum dan lagi tadi pun Aku lewat di depan yang lain tapi mereka diam tidak sepertimu!" Jawab Davi pada Yuli dengan geramnya.
Pikiran Salsa merasa resah dibuatnya, keinginannya untuk tidak bertengkar lagi dengannya kini seolah tak bisa, karena bola panas sudah dikobarkan oleh sahabatnya itu.
Lalu Yuli menatap Davi seolah menantang ditambah Wati yang berada di sampingnya seolah mendukungnya.
"Aku hanya ingin memberitahu saja tata krama padamu, mungkin Kamu belum pernah belajar sopan santun, itu saja!" Ucap Yuli yang seakan meledek Davi dengan perkataannya Itu.
Mendengar itu marahlah sosok Davi itu, matanya tajam memandang Yuli sambil nafasnya tertahan seraya menjawabnya.
"Kurang ajar sekali bicara padaku, Yul! Memang Kamu ini siapa? Hanya sekelompok perempuan yang dicampakan lelaki, apa bagusnya itu?" Jawab marah Davi sambil menunjuk wajah Yuli dengan telunjuknya itu.
Akhirnya terpancinglah amarah besar Yuli kepadanya hingga dia bergegas mendorong Davi, hingga Davi terdorong satu langkah dari tempatnya semula.
"Eieet...!" teriak Davi pada Yuli.
Segera Davi menepiskan tangan Yuli yang mendorong Tubuhnya itu ke belakang sambil bicara padanya, "Jangan kurang ajar! Seenaknya saja mendorongku, kalau memang tak terima ucapanku tadi ngaca, jangan emosi begitu!" Ucap Davi merasa marah padanya itu.
"Sombong sekali nada bicaramu itu, baru punya pacar baru yang bawel itu saja sudah angkuh, yang dibicarakan Yuli tadi itu memang benar, kenapa mesti sewot gitu!" Ucap Wati pada Davi merasa tak enak pada sahabatnya itu.
Davi melirik Wati yang sengaja bicara kepadanya itu, panas hatinya seakan bertambah mendengar Wati bicara seperti itu kepadanya, lantas Davi pun bicara, "Jangan ikut campur, Wati! Kamu memang sedang membelanya atau sama- sama satu grup tak laku dan dicampakan para lelaki itu, Hah!" Ucap Marah Davi memakinya.
Wati tidak terima menerima makian dari Davi itu, lantas wajahnya merah memendam kekesalan atas ucapan Davi itu kepadanya, dan akhirnya Wati bicara keras pada Davi.
"Hey lelaki sombong, dengarkan Aku! Jangan merasa hebat Kamu padaku, gak tahu malu beraninya hanya pada perempuan, Huh dasar banci!" Jawab Wati pada Davi sambil bertolak pinggang di hadapannya.
Davi seolah tak mungkin bisa melawan perempuan yang sedang dalam amarah di kepalanya itu, lantas Davi pun berjalan meninggalkan mereka, sambil menatap Salsa lantas bicara pada Salsa.
"Hey Janda gatel, kok kamu diam saja takut semakin tahu orang- orang disini kelakuan bejatmu itu, Ha…Ha…Ha…!" Ucap pahit Davi sambil berjalan meninggalkan mereka.
Yuli semakin merasa sakit sahabatnya itu direndahkan lagi oleh Davi, lalu dia menjawab sambil teriak keras padanya, "Dasar lelaki monyet, bicaramu itu sungguh keterlaluan, dan sudah merendahkan sahabatku itu, bedebah!" Ucap Yuli sambil teriak pada Davi.
Davi sempat menoleh sambil mulutnya bicara merendahkan Salsa lagi.
__ADS_1
"Memang Wanita itu bejat, tak mungkin bisa merubahnya untuk baik, dia hanya pura- pura saja, betul bukan janda tak tahu malu!" Ucap Davi sambil terus berjalan semakin kencang.
Tiba- tiba dari jauh seorang Pria berjaket hitam dan memakai Helm menendang Davi sambil berlari,
Bukk!
Suara tendangan pria itu dengan telak, Davi terlempar jauh sekali, sehingga Davi terpelanting lalu jatuh tepat di selokan tepat dua meter dari mereka bertiga yang sedang berdiri menatapnya itu.
Brughh!
Lantas terdengar Davi meringis dan merintih kesakitan, "Uhhh…Auww…Ahh, Aduh sakit sekali!" Ucap Davi sambil memegang tangan dan Kaki yang sakitnya itu.
Melihat Davi ditendang Pria berjaket hitam itu, dengan Spontan mereka bertiga itu tertawa lepas menahan lucunya, "Ha…Ha…Ha…!" Sambil bicara pada Davi untuk mempermalukannya itu.
"Kok gak bisa melawan baru ditendang seperti itu, katanya hebat nyatanya keok, sudah besok jika berangkat kerja pake Daster!" Ucap Yuli pada Davi mencemoohkannya.
Mendengar itu semua orang yang berada disitu pun tertawa, menertawakan Davi yang tak berdaya di selokan bau itu.
Dan Wati pun langsung menimpali ucapan Yuli itu, "Rasain! memang enak di selokan Itu, mungkin tadi pagi Dia belum mandi, Yul!" Ucap Wati pada Sahabatnya itu.
Yuli mengangguk pada sahabatnya itu merasa senang melihatnya.
Dan tak lama dua orang Satpam mendatangi kerumunan orang itu, lantas salah satu dari Satpam itu bertanya, "Ada apa ini? Bikin gaduh lagi disini?" Tanya Satpam itu pada mereka semua.
Davi langsung menjawab pada Satpam itu seraya menjelaskan Padanya, "Tadi ada pria berjaket hitam langsung menendang Aku hingga terjatuh seperti ini, mungkin dia ingin memancing keributan di sini, Pak!" Jawab Davi pada Satpam itu seolah meminta perlindungan darinya.
Lalu segera Kedua Satpam itu mencari keberadaan pria yang dimaksudkan oleh Davi itu, tapi sayang sia- sia tidak diketemukan, lantas Kedua Satpam itu memanggil Davi untuk menjelaskan kejadian itu di kantornya.
Dan akhirnya mereka semua pun bubar, lalu Davi pun dibawa ke kantor pos keamanan untuk dimintai keterangan.
__ADS_1