
Terlihat Davi sedang berbaring terlihat sedikit wajahnya biru memar akibat pukulan yang bersarang di wajahnya itu.
"Dav, ini ada Ovi dan Yohana datang menjenguk, bawa mangga segala lagi!" Ucap Ibu Srie pada Anaknya itu Davi.
Davi langsung bangun dan langsung duduk di tempat tidur sambil menatap mereka itu.
"Waduh jadi gak enak hati, Aku gak nyangka Kamu datang kemari berdua bareng Kak Yohana, jadi merepotkan!" Jawab Davi pada mereka berdua merasa malu.
Ibu Srie langsung mengambil Minuman dan cemilan dalam toples untuk mereka berdua itu serta dua kursi untuk mereka duduk, sambil mempersilahkan keduanya untuk duduk.
"Silahkan duduk dan sekalian diminum dan cicipi cemilannya!" Ucap Ibu Srie menawarkan pada mereka itu.
Yohana dan Ovi lantas mengangguk pada Ibu Srie itu, sambil Yohana menjawab.
"Terima Kasih, gak usah repot- repot!" Jawab Yohana pada Ibu Srie lagi.
Lantas Davi menyapa mereka berdua sambil tersenyum.
"Kalian berdua nyasar tidak kemari?" Tanya Davi pada mereka ingin tahu.
Ovi melirik Kakaknya Yohana, lantas dia pun menjawab sapa dari Davi itu.
"Gak lah! Tadi di pertigaan nanya dulu di warung buah itu sekalian beli mangga untukmu!" Jawab Ovi pada Davi sambil tersenyum.
Tak lama Yohana menanyakan pada Davi bagaimana kejadian itu yang membuat Davi tidak mengenal Si pelakunya.
"Ini Kakak merasa sangat heran, pemukulan itu biasanya berhadapan badan dengan badan, jadi kita tahu siapa yang memukul, tapi kok ini Kamu tidak tahu, bagaimana ceritanya, Kakak bingung, Dav!" Ucap Yohana pada Davi menjelaskan.
Lantas Davi menatap tajam wajah Yohana seakan berharap dia bisa memakluminya, sambil sedikit menunduk dia pun menjawab.
"Dia tertutup Helm, sekonyong- konyong langsung memukul dan terus berlari, jadi tidak sempat Davi untuk mengenalinya karena Davi terjatuh, Kak!" Jawab Davi pada Kakak Yohana memberi tahu.
Karena tidak tahan yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka bicara, lantas Ibu Srie ikut menimpali mereka bicara itu.
"Perawakannya bagaimana, tegapkah atau tinggi, begitu?" Tanya Ibu Srie merasa penasaran juga pada Anaknya itu.
Disodorkan pertanyaan yang membuatnya merasa muak untuk menjawabnya, tapi lantaran memaksa karena keadaan, lantas Davi pun menjawabnya.
__ADS_1
"Kayaknya tubuhnya sedang berisi, dia memakai jaket kulit hitam, itu saja yang Davi tahu!" Jawab Davi pada mereka semua merasa enggan bicara itu.
Yohana merasa aneh dengan masalah ini, kenapa selalu Davi yang menjadi korban sasaran Si pelaku itu.
"Kakak menjadi penasaran, kok selalu Kamu sasarannya itu, dan lagi dia tahu waktu yang tepat untuk melakukannya itu!" Ucap Yohana pada Davi ingin tahu.
Segera Davi menggeleng- gelengkan kepalanya pada Yohana sambil pikirannya menyimak ucapannya itu.
Ovi mendengarkan sambil menyimak pembicaraan mereka itu seputar kejadian pemukulan yang terjadi pada Davi, segera Ovi pun bicara.
"Dilihat dari tempatnya dia melakukan pemukulan itu, kemungkinan besar dia sudah mengikuti Davi, dan mengintainya untuk menentukan waktu yang pas untuk dia bergerak!" Ucap Ovi menimpali mereka bicara untuk menjelaskan.
Davi menjawab seolah enggan untuk menerangkannya karena dia sendiri pun tak tahu siapa.
"Itu dugaan yang tepat untuk kejadian ini, karena dia cepat melakukannya, dan tahu arah untuk berlarinya!" Jawab Davi lagi pada mereka pula.
Yohana menatap Davi merasa penasaran, lalu dia bertanya lagi pada Davi, Apakah dia sebelumnya pernah mempunyai musuh yang tergila- gila pada Salsa.
"Kamu ingat lagi, Apakah kamu mempunyai musuh atau pernah berselisih paham dengan seseorang yang tergila- gila dengan Salsa, Dav?" Tanya Yohana pada Davi penasaran.
Davi lantas menjawab pada Yohana sambil otaknya mengingat.
Mereka akhirnya saling pandang karena merasa bingung dalam pikiran mereka itu, akhirnya Ibu Srie pun bicara untuk memberi masukan pada mereka itu.
"Sudahlah, menurut Ibu pasti dasar masalahnya tentunya kelakuanmu juga, karena ini menyangkut cinta seseorang, dan tak mungkin juga tidak ada sebabnya, sekarang belajarlah menghargai orang lain!" Ucap Ibu Srie pada Anaknya itu Davi dengan bijaknya bicara.
Davi memandang wajah Ibunya itu Srie, sambil menahan rasa sakitnya Davi pun bicara lagi untuk memastikannya.
"Tapi itu benar, Buk! Davi tidak pernah berlagak sombong pada orang lain, ribut untuk sekarang ini paling dengan Salsa karena Davi merasa benci dan muak padanya!" Ucap Davi menjelaskan pada Ibunya itu.
Ovi berpikir di dalam otaknya sambil mengingat- ingat kejadian dulu yang pernah dialami bersama Davi kekasihnya itu.
"Dulu kita pernah bertengkar hebat dengan Salsa, yang membuat Salsa menangis karena kamu maki dan hina itu, mungkin salsa merasa dendam pada kita atas yang sudah dia terima itu!" Ucap Ovi menjelaskan pada yang ada disitu untuk bahan pembicaraan mereka.
Ibu Srie terus menatap Wajah Ovi, dia merasa senang melihat wajah Ovi sangat cantik dan muda, lalu Ibu Srie bertanya perihal pertama kali Ovi dan Anaknya itu berhubungan.
"Kamu cantik sekali, Ovi! Kapan pertama kali Kamu bertemu Davi lantas jatuh cinta padanya?" Tanya Ibu Srie pada Ovi merasa ingin tahu.
__ADS_1
Ovi tertunduk malu mendengar Ibu Srie bertanya tentang awal kisah asmaranya dengan Anaknya itu Davi. Sambil menahan rasa malu dalam dirinya itu, akhirnya Ovi pun menjawab.
"Itu sudah hampir setahun kejadiannya, bertemu di jalan dia mengikuti Aku lalu bertanya, akhirnya Kami ngobrol berdua dan sampai sekarang, Bu!" Jawab Ovi tersipu malu.
Ibu Srie mengangguk- angguk pada Ovi, pikirannya bertanya- tanya tentang kisah asmara mereka itu.
Lalu dia pun bicara lagi pada Ovi seolah untuk memberi masukan kepadanya.
"Masalah Davi ini ada sangkut pautnya dengan hubungan kalian, Ibu pun tak habis pikir kenapa Davi memutuskan Salsa dengan tanpa adanya masalah, katanya ingin menurut pada Ibu, karena Ibu melarang berhubungan dengan seorang Janda, tapi terlepas dari itu semua, jaga sikap kalian, mengerti!" Ucap Ibu Srie menegaskan pada mereka berdua itu.
Mata Yohana memandang pada Ibu Srie yang sedang memberi masukan kepada mereka berdua itu.
Dan akhirnya Yohana pun memberikan masukannya pada mereka berdua sambil tatapannya tak lepas melihat Ibu Srie yang menatap wajah Ovi tiada henti itu.
"Baik buruk kalian tergantung perilaku kalian juga, jangan coba- coba lagi permainkan perasaan Salsa, menurutku dia tidak bersalah apa- apa, buktinya selama ini dia tidak berbuat macam- macam untuk menghancurkan cinta kalian itu!" Ucap Yohana pada mereka berdua lagi menegaskan.
Ibu Srie berharap agar semua kejadian ini seharusnya membuat Anaknya itu Davi lebih waspada, jangan sampai terulang lagi.
Davi pun merasa semua ini adalah kelakuan dari orang terdekat, dan gak mungkin pihak luar untuk mau mengganggu hubungannya itu dengan Ovi.
Mereka diam sejenak untuk memikirkan tentang masalah ini, lantas menceritakan watak Salsa yang memang sangat baik dan open pada semua orang.
Ibu Srie merasa penasaran atas ucapan Yohana itu, akhirnya dia pun bertanya pada Davi ingin tahu.
"Apa benar selama ini Kamu sering berperilaku kasar dan menghina pada Salsa, Davi?" Tanya Ibu Srie penasaran.
Davi hanya terdiam terpaku tanpa sepatah katapun yang terucap di mulutnya itu.
Akhirnya Davi pun bicara lagi bahwa tidak akan mengulanginya lagi penghinaan yang dilontarkan oleh mulutnya pada Salsa, jadi tidak ada dusta diantara mereka itu.
"Iya Aku malu dan mulai berangsur- angsur menyadarinya, seharusnya Aku berlaku baik padanya bukan sebaliknya!" Jawab Davi merasa malu pada mereka.
Mereka berempat pun akhirnya bercengkrama dengan senangnya itu, diselingi canda dan tawa yang membuat mereka itu merasa senang.
__ADS_1