Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Pikiran ketakutan Ibu


__ADS_3

Sekelumit kisah yang terus berkembang, cerita seru tentang cinta yang terlahir hingar bingar dengan omongan miring sekitar yang membelenggunya, kini hancur berantakan bak serpihan debu beterbangan terbang.


Begitu kisah Ibu Juariah denga Zaki itu, endapan kasih sayang mereka seolah tak terasa besarnya, hingga pernikahan terwujudkan,


Namun dibalik itu, justru perasaan Ibunya sungguh merasakan hal yang lain, Ia sedang di terpa ketakutan tentang Anaknya itu, dalam hidupnya Zaki belum pernah menanggung hidup untuk orang lain, dan kini mau tak mau Ia harus merasakannya, walau keadaan Istrinya berkecukupan.


"Aku gak tahu harus bagaimana, pikiranku ini terus menggangguku, harapan Anakku itu untuk mendapatkan kerja cepat, semoga cepat terwujud," begitu ketakutan Ibu Sandy pada Anaknya itu Zaki,


Bingungnya itu seakan membawanya pada penderitaan hidupnya, benaknya terus berputar dengan bayangan akan anak sulungnya itu.


"Ibu kenapa bersedih, memikirkan tentang apa, Bu?" tanya Zaki pada Ibunya Sandy dengan perasaan harunya itu,


Melihat dan mendengar Anaknya itu bertanya padanya, seolah- olah tangisnya tidak dapat ditahannya, air matanya menetes di pipinya itu, membuat Zaki melihatnya tersulut alam bersedih juga, dan dengan perasaan pilunya, lantas Ibu Sandy pun menjawabnya,


"Sungguh Ibu tidak tahan melihatmu, dengan belum siap menanggung segala beban keluarga, kini harus menanggungnya, Sedih hati Ibu ini, Nak!" jawab Ibu Sandy pada Anaknya Zaki dengan hati yang pilu.


Lalu Zaki pun memeluk Ibu tercintanya itu, sambil bersimpuh pada Ibunya yang sedang menangis, lantas Ibunya bicara lagi kepadanya,


"Kamu harus sabar, Ibu hanya bisa bantu doa untukmu, jangan pernah karena harta Kamu bisa disia- siakan Istrimu, Nak!" ucap Ibunya Sandy pada Anaknya Zaki itu, sambil membelainya,


"Sudah Ibu jangan menangis terus, Zaki menjadi sedih melihatnya, doakan saja agar nanti Zaki bisa menafkahi Istri sendiri!" jawab Zaki pada Ibunya Sandy dengan hati pilunya itu,


Setelah Anaknya menikah, ketakutan Anaknya disia- siakan Ibu Juariah selaku terpampang di pelupuk matanya, sehingga rasa gelisah dan tak bisa tidur sering dialaminya, apalagi Sosok Ibu Juariah itu sudah resmi menjadi Istri dari Anaknya itu.


"Ibu meragukan Istriku, Bukan?" tanya Zaki pada Ibunya Sandy dengan rasa penasaran,


Ibu Sandy mengangguk pada Zaki, dan terlihat tatapan kosong Ibunya berada dihadapannya itu.

__ADS_1


"Sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan masalah jetakutan Ibu itu, toh Istriku tidak seperti yang Ibu bayangkan, jangan berpikiran buruk dulu, biarkan semua berjalan, yang paling penting doakan Zaki!" ucap Zaki pada Ibunya Sandy dengan memeluk Ibunya itu dengan cintanya.


Sekonyong- konyong Istrinya Zaki Juariah datang sambil memanggil- manggil Suaminya itu,


"Say, Kamu dimana?" tanya Istrinya Juariah pada Zaki dengan menghampiri mereka itu,


Melihat Zaki dan Ibunya sedang berangkulan dan bersedih, membuat Juariah pun merasa penasaran di dalam hatinya, hingga Juariah pun bertanya pada Mereka itu,


"Maaf, ada apa yang membuat kalian menangis sambil berangkulan seperti itu, ini pasti ada sesuatu yang dalam, Ada apa Bu?" tanya Juariah pada mereka berdua,


Mendengar Juariah bertanya seperti itu, lantas mereka saling bertatap dengan rasa tak menentu, hingga akhirnya Zaki pun menjawabnya,


"Ini Ibuku saking sayangnya pada hubungan kita, hingga Ia terus memikirkan Kita, hingga berharap dengan doa- doanya, yang membuat Aku ini merasa sedih dan pilu melihatnya, Sayang!" ucap Zaki pada Istrinya Juariah dengan apa yang Ia ucapkan sedikit melenceng dari yang sebenarnya.


Istrinya Juariah merasa heran pada ucapan Suami mudanya itu, lalu dengan hati ke hati, Juariah pun bicara pada Ibu Sandy mertuanya itu,


Mereka saling memeluk dengan harunya, dekapan rasa gundah kini seolah sirna, lalu Ibu Sandy pun menjawabnya,


"Ini rasa yang tak akan hilang, bila Ibu melihat Anaknya tak berdaya, selalu ketakutan yang ada dalam pikirannya, Ibu pun seperti itu, Nak!" ucap Ibu Sandy pada Juariah menantunya dengan harapnya,


"Maksudnya, Aku belum mengerti!" tanya Juariah pada Ibu Sandy menjelaskan,


Lantas Ibu Sandy berdiri dan kembali memeluk menantunya itu dengan rasa harunya, sambil bicara kepadanya itu,


"Aku memintamu untuk memaklumi segala ketidak mampuan Anakku yang sekarang menjadi Suamimu itu, Aku hanya ingin bicara itu saja kepadamu, menantuku!" ucap Ibu Sandy pada Menantunya Juariah dengan menangis pilu dalam dekapan menantunya itu,


Lalu Juariah pun menggelenh- gelengksn kepalanya dengan ikut menangis sedih, pikirannya seolah sedang merasakan sosok Ibu dengan cintanya pada Anaknya itu, lalu sambil menangis Juariah pun menjawabnya dengan hati terdalamnya itu,

__ADS_1


"Setelah Aku pikir baru sadar Ibu mertuaku arahnya kemana, Aku berjanji pada Ibu Mertuaku ini bahwa Aku tak akan menyia- nyiakan Suamiku, jikalau maksud Ibu adalah menafkahi Aku, itu bukan lagi masalah bagiku, semua yang Aku lakukan sudah dipikirkan di persiapkan dengan matang, itu tinggal menjalaninya, sudah Ibu jangan memikirkan macam- macam, Aku akan mencintainya setulusku!" jawab Juariah pada Ibu Sandy mertuanya dengan perasaan harunya itu.


"Apa betul ucapanmu itu, dan apakah ucapan itu memang terlahir dari lubuk hatimu itu?" tanya Ibu Sandy pada Juariah dengan rasa ingin tahunya itu,


Juariah tak menjawabnya hanya mengangguk pada Ibu Sandy mertuanya itu, dan sambil menangis Ia memeluk tubuh Mertuanya itu, sambil berbisik di telinganya,


"Dengan apa Aku harus membuktikan segala ucapanku ini, Akan kucintai Zaki menjadi Suamiku seumur hidupku, Ibu jangan ragukan cintaku padanya, percayalah Bu!" bisik Juariah pada Ibu Sandy dengan perasaan haru dalam hatinya itu.


Sambil mengangguk, lantas Ibu Juariah pun menjawab bisikannya itu,


"Ya, sekarang Aku mempercayaimu, menantu hebatku!" bisik Ibu Sandy pada Menantunya Juariah dengan perasaan lega di hati itu.


Akhirnya mereka bercengkrama dengan akrab dan hangatnya itu, dan tampak senyum senang Zaki pada mereka berdua, dan akhirnya Ia pun bicara pada Mereka berdua,


"Kalian semua adalah orang terhebatku, dan tak ada di dunia ini yang bisa mengalahkannya!" ucap Sayang Zaki pada mereka berdua itu.


Semua seolah senang dalam hatinya itu, dan dengan rasa tak enak Ibu Sandy pun bicara,


"Ibu sudah lapar, Kita makan bareng, Ya!" ucap Ibu Sandy pada mereka berdua dengan harapnya itu,


Mereka akhirnya makan bersama- sama, perbincangan dan percakapan mewarnai makan sore dengan lahapnya itu, dan tak lama Ibu Sandy bicara pada Juariah lagi,


"Ju, jangan makan itu dulu?" ucap Ibu Sandy pada Juariah dengan melarangnya,


"Memang kenapa, Bu?" jawab Juariah pada Ibu Mertuanya Sandy dengan rasa ingin tahunya itu,


"Nanti Anakku kebecekkan, kasihan nanti Dia gak enak!" ucap Ibu Sandy pada juariah dengan tertawa terbahak- bahak kepadanya,

__ADS_1


"Dasar, Ibu Mertuaku....enak- enak gitu!" jawab Juariah pada Ibu Sandy dengan malunya itu.


__ADS_2