Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Akhirnya pergi juga


__ADS_3

Ibu Widia pagi itu sedang duduk termenung, pikirannya teringat Kedua Orang Tuanya Bapak Hanapi dan Ibu Subarkah, serta terlebih pada Adik kesayangannya Jaenab.


Masih teringat akan cerita ngiris adiknya itu, yang ditinggal pergi oleh Suaminya, dan kabar terdengar, Adiknya itu berpacaran dengan Desta, pemuda kampung sebrang, dengan lika- liku cinta yang sulit di lakoninya, dan saking dalamnya Ia mengingat tentang Saudaranya itu,


Tiba- tiba Suaminya datang dan langsung bertanya padanya itu,


"Kamu kok melamun, ada apa lagi?" tanya Suaminya Wijaya dengan penasarannya itu,


sejenak Widia diam tak menjawabnya itu, pikirannya masih memikirkan tentang Kedua Orang Tuanya dan Adik tercintanya itu Jaenab, dan dengan rasa kangen dalam hatinya, lantas Widia pun menjawab pada Suaminya itu,


"Aku merasa kangen pada Kedua Orang Tua dan Adikku di kampung, dulu adikku tragis ditinggal pergi suaminya, dan dengan anaknya kini Ia hidup sendiri, ditambah lagi pahitnya percintaannya dengan Desta, yang memang rumit itu, gak tahu pikirannku teringat padanya!" jawab Widia pada Suaminya dengan rasa jangennya itu, mendengar Istrinya bicara tentang rasa kange pada keluarganya, Wijaya seolah ikut terbawa perasaannya itu, dan dengan menatapnya lantas Ia pun menjawabnya,


"Kalau begitu kita kesana saja, sekalian ajak Yuli dan Arjuna, supaya keluarga disana pun mengenalnya, gimana?" ucap Suaminya Wijaya pada Istrinya Widia dengan rasa harunya itu,


Mendengar Suaminya bicara seperti itu, lantas pikiran Ibu Widia pun seolah menyetujuinya, dan dengan tersenyum, Ia pun lantas bicara,


"Boleh juga, dan sudah lama juga kita tidak kesana, kita menginap disana, sekaligus untuk melepaskan suntuk kita disini!" jawab Widia pada Suaminya Wijaya dengan rasa senangnya itu,


"Yaudah sekarang jangan bersedih lagi, tolong Bapak bikinkan kopi, Bibi Ulpa sedang ke pasar, Bu!" ucap Wijaya pada Istrinya Widia dengan tersenyum,


Ibu Widia mengangguk pada Suaminya itu, lantas Ia pun pergi ke dapur sambil berucap,


"Baik, sebentar Aku buatkan dulu kopinya!" jawab Ibu Widia pada Suaminya Wijaya dengan bergegas pergi ke dapur.


Sekonyong- konyong Arjuna datang, sambil memanggik Ibunya itu,


"Ibu..Ibu, kemana Ibu, Yah?" tanya Arjuna pada Ayahnya Wijaya yang menatapnya dengan heran,


"Ibu di dapur, sedang membuatkan kopi buat Ayah, tunggu saja disini!" jawab Ayahnya Wijaya pada Arjuna dengan tersenyum,


Akhirnya Arjuna pun duduk di samping Ayahnya itu, untuk menunggu Ibunya kembali dari membuatkan kopi buat Ayahnya itu.

__ADS_1


Tak beberapa lama, Ibu Widia pun akhirnya kembali dengan segelad kopi di yangannya itu,


"Ini kopinya, Yah!" ucap Istrinya Widia pada Suaminya Wijaya dengan mempersilahkannya untuk minum,


Lalu Ibu Widia melirik Arjuna dengan senyum di wajahnya itu,


"Ada apa Kamu memanggil- manggil Ibu, Nak?" tanya Ibunya Widia pada Arjuna Anaknya,


Arjuna sejenak terdiam pada sosok Ibunya itu, lantas Ia pun menjawabnya,


"Ini Arjuna ingin dibuatkan kue bolu, buat Ibunya Yuli, dia senangnya kue bole, gimana," tanya Arjuna pada Ibunya Widia dengan rasa penuh harapnya itu,


Mendengar Arjuna bicara untuk membuatkan kue bolu untuk Ibunya Yuli itu, lantas dengan tersenyum, Ibu Widia pun menjawabnya,


"Buat kapan, Arjuna?" tanya Ibu Widia lagi pada Anaknya Arjuna,


"Sabtu, bisa ya, Bu!" ucap Arjuna pada Ibunya Widia dengan manjanya pada Ibunya itu,


"Bisa, tapi Kamu bantu mengocok telurnya, supaya cepat buatnya!" jawab Ibu Widia pada Arjuna dengan menjelaskannya,


Akhirnya mereka bertiga pun berbincang ngaler- ngidul dengan serunya, diiringi canda serya tawa, yang sanggup membuat suasana di situ menjadi ramai dibuatnya, sehingga senyum merekah mereka semua, menjadikannya gembira seutuhnya.


Tak lama Ayah Wijaya bicara pada Arjuna, seolah memecahkan diam mereka itu,


"Arjuna Ibumu sudah kangen ke kampungnya, bagaimana kita kerumah Kakek dan Nenek untuk menjenguknya, sekalia ajak Yuli, biar Ia kenal Kakek dan Nenek disana!" ucap Ayah Wijaya pada Anaknya Arjuna dengan wajah berseri- seri itu,


Dengan tersenyum pada Ayahnya itu, lantas Arjuna pun menjawabnya,


"Wah asik tuh, nanti Aku bisa bertemu Tante Jaenab dan Anaknya Andri, kalu kapan rencana kesananya, Bu?" tanya Arjuna pada Ayahnya Wijaya dengan perasaan senang dalam hati,


Lalu Ayahnya melirik sosok Isyrinya itu, dan dengan senyumnya itu, lantas Ia menjawabnya,

__ADS_1


"Kalau masalah kapannya, Itu tanyakan langsung pada Ibumu ini!" jawab Ayah Wijaya pada Anaknya Ajuna dengan rasa hati senangnya itu,


Tanpa ditunggu lama, dengan segera Ibu Widia bicara pada mereka untuk menjawabnya,


"Hari Kamis besok, pulangnya minggu sore, gimana?" tanya Ibu Widia pada Mereka dengan hati yang berbunga- bunga,


Mereka berdua saling pandang, mungkin dalam hatinya gembira melihat Ibu Widia, dengan antusiasnya itu memutuskan, lantas Ayah Wijaya bicara padanya,


"Ayah setuju, jadi dua hari ini, Ayah selesaikan pekerjaan Ayaj dulu, supaya Kamis sudah bisa pergi untuk menengok Nenekmu di kampung, Arjuna!" ucap Ayah Wijaya pada Arjuna dengan memberi tahu,


Arjuna mengangguk pada Ayahnya itu, seraya berkata,


"Arjuna setuju, Bu!" ucap Arjuna pada Ibunya Widia dengan hati bahagia,


Akhirnya mereka sepakat, untuk pergi menengok Kakek Hanapi dan Nenek Subarkah itu, rencananya hari kami, semua tersenyum gembira, dan dengan sedikit terlupa, Ibu Widia pun bicara lagi pada Anaknya itu Arjuna,


"Arjuna jangan lupa Ajak kekasihmu itu, Yuli!" ucap Ibu Widia pada Arjuna dengan menegaskannya,


Arjuna dengan diam sejenak, mungkin untuk mengkaji omongan dari Orang Tuanya itu, lantas Arjuna pun menjawabnya,


"Iya nanti Arjuna bilang pada Yuli!" jawab Arjuna pada Ibu Widia dengan harapnya itu,


"Ada bagusnya kamu ajak Yuli ke rumah Nenek dan Kakekmu itu, supaya mengenal lebih jauh keluarga kita!" ucap Ayah Wijaya pada Anaknya Arjuna dengan sedikit menerangkannya,


Arjuna mengangguk pada Ayah Wijaya, mungkin dalam hati Arjuna merasa senang atas rencana Kedua Orang Tuanya itu kepadanya, lantas Arjuna pun bicara pada mereka itu,


"Iya Ayah, dan semoga saja Yuli bida ikut bersama- sama kita, Bu!" jawab Arjuna pada Ibu Widia dengan perasaan bahagia,


"Bila Yuli ikut, jadi Ia tahu tentang Kakek dan Nenekmu itu, dan disana pun ada Tante Jaenab, Adik Ibu yang cantik itu, nanti Yuli bisa bermain bersamanya, pokoknya kita bisa seru- seruan sekeluarga, melepaskan jenuh!" ucap.Ibu Widia pada mereka semua dengan perasaan bahagia,


"Aku akan pergi ke kebun untuk bersantai, dan ikut kesawah dengan kakekku itu, Oh betapa senangnya itu!" ucap Ayah Wijaya pada Mereka semua sambil pikirannya terbang melayang,

__ADS_1


"Dan Ibu akan membawakan bekal makanan untuk makan siang menjelang istirahat di sawah nanti, pasti seru disana!" ucap Ibu Widia pada Mereka berdua dengan merasa senangnya,


Mereka bersama- sama merasakan rasa bahagia yang amat sangat, untuk pergi menengok kedua Orang Tuanya nanti.


__ADS_2