Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Cerita jatuh cinta lagi


__ADS_3

   Rasa bahagia Salsa terlihat dari raut wajahnya yang berseri- seri, senyumnya terus menghiasi bibirnya, dan langkah kegirangan seakan membawanya terbang.


   Ayah Sebastio dan Ibu Widuri menyaksikan Anaknya itu bahagia merasa senang, mereka berfikir mungkin masalah dengan Davi kini mulai Salsa tinggalkan.


  "Itu lihat Anak kita datang, kayaknya sedang gembira!" Ucap Ayah Sebastio pada Istrinya Widury menjelaskan.


   Ibu Widury segera menatap Salsa yang sedang berjalan menghampiri mereka itu.


   "Benar, Pak! Wajahnya berseri- seri!" Jawab Ibu Widury pada Suaminya menegaskan.


   Rasa penasaran mereka melihat Anaknya itu bahagia menjadi tak bisa untuk ditahannya, dan tak lama Ibu Widury bertanya padanya, "Gembira amat hari ini Anak Ibu, Apa yang membuat Kamu segembira ini, Sa?" Tanya Ibu Widury ingin tahu 


   Sambil tersenyum kepada kedua Orang Tuanya itu, segera Salsa menjawabnya, "Salsa hari ini sangat bahagia, Bu! Karena bertemu seseorang yang sangat Salsa Idamkan!" Jawab Salsa sambil tersenyum pada Mereka berdua.


   Mendengar Salsa bicara yang membuat pikiran keduanya merasa khawatir, luka akibat ulah Davi masih menganga, tetapi ini malah merajut kembali hubungan percintaan dengan lelaki baru.


   "Apa Ibu gak salah dengar, Kamu jatuh cinta lagi!" Ucap Ibu Widury lagi pada Salsa.


   Ayah Sebastio merasa resah, dan Ibu Widury pun mengkhawatirkan Anaknya itu Salsa.


  Terlihat merasa tak enak hati melihat Kedua Orang Tuanya dengan perhatian penuh mengkhawatirkan dirinya itu, lalu dengan penuh rasa sayang kepadanya, Salsa pun menjelaskan tentang perasaannya itu, "Salsa lagi jatuh cinta lagi, dan Salsa merasa bahagia sekali, Bu!" Jawab Salsa menjelaskan pada mereka berdua itu.


   "Pada siapa, Sa?" Tanya Ibu Widury lagi pada Salsa pula.


   Salsa menunduk merasa malu pada Ibunya itu, dan tak lama dia pun menjawabnya, "Dia itu namanya Seno, dia sangat tanggung jawab dan baik orangnya, Bu!" Jawab Salsa menjelaskan pada Ibunya itu.


   Cerita tentang Seno membuat batin Salsa seakan gembira, sehingga kedua Orang Tuanya itu tersenyum karena melihat Anaknya itu gembira, dan tak lama Ayah Sebastio bertanya bagaimana Salsa bisa bertemu dengan Seno lantas jatuh cinta padanya, "Bagaimana ceritanya Kamu bisa jatuh cinta pada yang namanya Seno itu, Sa?" Tanya Ayah Sebastio pada Anaknya Salsa ingin tahu.

__ADS_1


    Lalu Salsa menjawab dan menceritakan kisah tragisnya di hari ulang tahun Fanny itu pada Mereka berdua, dan tak lupa pemukulan Seno secara spontan untuk membelanya.


   "Begitu Ayah ceritanya!" Ucap Salsa sambil tersenyum pada mereka berdua.


   Ayah Sebastio merasa terbawa emosi mendengar cerita Salsa tentang kelakuan Davi kepadanya, jauh di lubuk hatinya dia kesal pada sosok Davi ini, hingga sambil bernada keras Ayah Sebastio ini bicara pada Anaknya itu, "Brengsek juga Si Davi itu, tak tahu diri berlagak sok jago, beraninya hanya pada Wanita saja, dasar banci!" Ucap Ayah Sebastio dengan geramnya itu.


   Lantas Salsa menatap wajah Ibunya Widury, lalu dia bicara padanya, "Davi seakan ingin mempermalukan Salsa di muka umum, Bu!" Ucap Salsa lagi pada Ibunya itu Widury.        


   Ibu Widury menggeleng- gelengkan kepala kepada Anaknya itu, sambil berkata, "Ibu sama sekali tidak menyangka, sosok Davi yang terlihat baik itu ternyata menyebalkan!" Ucap Ibu Widury pada Salsa penuh kebencian.


   Semua seakan terbawa cerita Anaknya itu, curahan cintanya kini dia ukir lagi bersama Seno dan beribu angannya itu, sehingga Salsa merasa terisi kembali hatinya oleh rajutan cinta baru yang tumbuh dan bersemi itu.


   Lalu Ayah Sebastio bertanya tentang Seno dan Keluarganya itu.


   "Apakah Seno itu baik orangnya? Lalu bagaimana penerimaan keluarga Seno kepadamu?" Tanya Ayah Sebastio pada Anaknya itu ingin tahu pasti.


   Ayah Sebastio tersenyum lega, tapi ketakutan kepahitan Anaknya itu terjadi lagi menjadi pikiran di dalam benaknya itu.


  Ayah Sebastio terdiam terpaku, melihat Suaminya terlihat diam dan resah, Ibu Widury bertanya pada Suaminya itu, "Kok Ayah langsung diam begitu? Ada apa lagi?" Tanya Ibu Widury pada Suaminya penasaran.


   Ayah Sebastio menatap tajam wajah Istri cantiknya itu, perasaan sedihnya bila mengingat Salsa menderita karena cintanya itu membekas di dalam sanubarinya itu, sambil menahan rasa haru lantas Ayah Sebastio menjawabnya, "Ayah masih merasa takut saja, belum hilang dari ingatan kita bagaimana Salsa bersedih ditinggalkan oleh Davi, dan sekarang seolah memulainya lagi, Bu!" Jawab Ayah Sebastio pada Istrinya menjelaskan padanya.


   Semua terdiam setelah rasa perhatian Sebastio itu terdengar dari mulutnya itu, membuat hati Salsa seolah bergetar mendengarnya.


   Lantas Salsa bicara lagi pada Mereka berdua untuk sedikit menenangkannya, agar hubungannya dengan Seno jangan terlalu mereka pikirkan.


   "Sudah jangan terlalu dipikirkan hubungan Salsa dengan Seno, biasa saja menilainya, dan doakan saja agar hubungan Salsa dan Seno sampai ke jenjang pernikahan!" Ucap Salsa pada mereka berdua itu penuh harap.

__ADS_1


   Lalu Ibu Widury pun bertanya perihal Seno pada Anaknya itu Salsa, "Apakah Seno seperti lelaki yamg pernah mengisi hidupmu itu, Salsa?" Tanya Ibu Widury pada Salsa lagi merasa penasaran.


   Salsa menjelaskan bahwa Seno tidak banyak waktu untuk bermain dan berkumpul seperti lelaki kebanyakan.


   "Seno hampir hidupnya tidak ada waktu untuk bermain, dia bertanggung jawab pada Ibu dan Adiknya, hari- harinya hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, Bu!" Jawab Salsa pada Ibu Widury menjelaskan.


   Mendengar tentang Seno itu, dengan penasaran Ibu Widury pun bertanya lagi, "Masa sih, Sa? Memang ada lelaki yang seperti itu? Ibu gak percaya?" Tanya Ibu Widury pada Salsa menjelaskan padanya.


   Salsa terdiam dengan kebahagiaannya itu, dan sambil menarik napas panjang Salsa pun lantas bicara lagi pada Ibunya, "Tadinya pun Salsa berpikiran seperti itu, tapi setelah Ibunya bicara pada Salsa, lantas Salsa Pun percaya padanya, Bu!" Jawab Salsa pada Ibu Widury menegaskannya.


   Ayah Sebastio begitu gembira mendengar cerita Seno dari Anaknya itu, hingga dari mulutnya terlontar ucapan untuk memasukan kerja pada perusahaannya.


   "Ajak Seno kemari, nanti Ayah akan masukan dia kerja di perusahaan Ayah!" Ucap Ayah Sebastio pada Anaknya itu Salsa merasa senang padanya itu.


   Salsa tersenyum lega mendengarnya, harapan yang kini Salsa rajut lagi seakan mulai terlihat keberadaanya.


   Lalu Salsa meminta pada mereka berdua untuk jangan dulu memberi syarat atau menekan Seno, biarkan semuanya berjalan dulu sesuai keinginannya.


   "Tapi Salsa minta jangan terlalu menekan dengan mensyaratkan apapun pada Seno, dia orangnya pemalu, biarkan Salsa menjalaninya dulu, dan Salsa yakin Seno adalah sosok terakhir Salsa untuk menjadi calon Suami kelak!" Ucap Salsa pada mereka berdua merasa khawatir.


   Tapi mereka berdua meminta untuk segera Salsa membawa Seno ke rumahnya, karena mereka ingin mengenalnya segera.


    "Kamu harus mengajaknya kemari, Ayah dan Ibu ingin segera berkenalan dengan calon Suamimu itu!" Ucap Ayah Sebastio pada Salsa berharap.


   Salsa hanya mengangguk pada mereka berdua, dan dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya itu.


   

__ADS_1


__ADS_2