Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Rasa Penyesalan kepadanya


__ADS_3

   Salsa terlihat mulai menangis, air matanya tak bisa dia tahan menetes di kedua pipinya itu, yang membuat dirinya bersedih karena dia menganggap Seno lah pelakunya itu.


 "Aku tak akan marah jika memang kamu pelakunya, justru Aku akan berterima kasih kepadamu!" Ucap Salsa sambil membuang muka pada Seno sambil bersedih.


Melihat Salsa menangis, perasaan Seno merasa tak tega, lantas Seno pun bicara padanya pelan bersama perhatiannya itu.


 "Aku merasa sangat bersedih melihatmu menangis, percayalah padaku bahwa Aku tidak melakukan itu!" Jawab Seno pada Salsa merasa resah dalam hatinya itu.


  Salsa tetap diam, dia seakan merasa Seno tak mau berterus terang kepadanya itu, sehingga perasaan marahnya pun muncul.


"Sudahlah jangan banyak alasan lagi, Aku sudah letih dan tak mau main- main!" Ucap marah Salsa pada Seno mengingatkan kepadanya.


  Seno menjadi serba salah melihat Salsa tetap kukuh menuduhnya dialah pelaku penendangan pada Davi itu.


  "Lalu Aku harus bicara apa, Sa?" Tanya Seno pada Salsa mengeluh.


 Salsa merengut di depan Seno seraya bicara lagi padanya.


 "Gak tahulah, terserah apa katamu itu!" Jawab Salsa pada Seno Acuh.


 Lalu Seno menatap Salsa dengan perasaan sayangnya itu, dia tidak mau menjadikan masalah itu menjadi sebab pertengkaran yang tidak ada arti, lantas dia pun menjelaskan pada Salsa yang sesungguhnya.


   "Aku sungguh tidak tahu menahu atas kejadian penendangan kepada Davi, dan Aku Tidak pernah melakukannya itu, sungguh Aku berani sumpah kepadamu!" Ucap Seno pada Salsa sambil menatapnya sedih.


   Tanpa Diduga- duga mendengar Seno bicara seperti itu, Amarah Salsa meledak, dia menjawab dengan penuh Amarah pada Seno itu, malah dia mulai tidak bisa mengendalikan emosinya.


   "Mungkir lagi- mungkir lagi, tidak bisakah Kamu bicara jujur akan hal ini? Semua ucapanmu itu Aku sungguh tak percaya, Apa kamu takut?" Tanya Salsa pada Seno sambil matanya menatap dengan tajam.


   Seno hanya menggeleng- gelengkan kepala sambil berusaha untuk sabar padanya.


  "Justru Aku takut jika Aku berbohong padamu, sesuatu yang tidak Aku lakukan mana mungkin Aku mengakuinya, mustahil!" Ucap Seno pada Salsa menjelaskan berharap mengerti.


Melihat Salsa sudah dikuasai amarah yang begitu tinggi, terbesit di dalam pikiran Seno untuk menghindar dari pertengkaran itu, sehingga niat di otaknya itu untuk menjauh dari Salsa lalu kabur, tak lama dia pun bicara untuk menegaskan sekali lagi kepadanya.

__ADS_1


  "Aku bilang sekali lagi kepadamu, bahwa Aku ini bukan pelaku yang kamu cari itu, dan Aku tidak melakukannya, sungguh!" Ucap Desta lagi pada Salsa menjelaskan lagi padanya itu.


  Salsa tidak menerima alasan apapun kecuali pengakuan yang tak semestinya yang dia dituduhkan kepada seno itu.


 "Aku tetap tidak percaya dengan semua omongan dari mulutmu itu!" Jawab Salsa pada Seno dengan ketus padanya.


 Seno kehabisan kata- kata kepadanya, sehingga dia memandang Salsa merasa tidak senang dalam pikiran di benaknya, resah dan gelisah terlihat jelas dalam dirinya itu.


 "Sudahlah jika Kamu kukuh dengan pendirianmu itu, Aku tidak akan memaksamu!" Ucap Seno dengan pasrah pada Salsa.


 Karena merasa Salsa sudah tak mau mendengar jawaban dari Seno, lantas Seno bicara dengan sangat tegas lagi pada Salsa, agar dia menyadari kekeliruan yang dilakukan kepadanya itu.


  "Itu terserah kepadamu, sungguh Aku tidak melakukan apa yang Kamu tuduhkan itu!" Ucap Seno pada Salsa berusaha membuat dia percaya.


 Salsa dengan sangat marahnya langsung bicara dengan membentak sambil mengambil secarik kertas dari sakunya lantas dilemparkan tepat di depan wajah Seno.


    "Syut!" Kertas terlempar dengan kerasnya ke trotoar jalan itu.


Seno bingung dan merasa sangat kaget Salsa melakukan itu padanya, lalu dia menatap Salsa dengan wajah garangnya sambil bicara seolah sudah mengeluarkan bukti agar Seno mau mengakuinya.


    Seno merasa bertambah bingung jadinya, dia hanya bisa diam terpaku melihat semua.


  "Jadi itu kertas siapa? Dan apa maksud dari kertas dan setangkai bunga yang kau injak- injak di pinggir jalan itu, Dasar memalukan!" Ucap Salsa pada Davi seakan bukti itu segalanya.


  Seno merasa kaget atas apa yang dilakukan Salsa kepadanya, lantas dia berjongkok untuk mengambil secarik kertas yang kotor dan sudah robek itu, lalu dia mulai mengerti mengapa Salsa terus menuduhnya itu.


   "Oh Aku mulai mengerti sekarang, jadi dasarnya kertas ini yang membuat Kamu merasa kukuh tetap pada pendirianmu itu, menuduhku sebagai pelaku penendangan itu, Aku mengerti sekarang!" Ucap Seno pada Salsa menjelaskan lagi padanya.


   "Kalau memang sudah mengerti Akui dong, jadi cepat Aku akan pulang, jangan takut, Sen!" Ucap Salsa yang semakin marah kepada Seno itu.


Sambil menatap Salsa merasa kasihan padanya, lantas Seno menceritakan semuanya kepada Salsa itu untuk menjelaskan kepadanya.


  "Sungguh memang kertas itu adalah punyaku, itu dari seikat kemang untuk Aku berikan kepadamu, tapi itu tak kuberikan lantaran disaat Aku akan memberikannya, Kamu sudah masuk dan pergi dengan mobilmu untuk pulang, Aku Tak berani untuk menyusulmu, sungguh Aku bodoh sekali hingga dengan kesalnya Aku langsung menginjak- injak seikat bunga itu di pinggir jalan karena merasa kecewa pada diriku sendiri, begitu!" Ucap Seno pada Salsa menjelaskan panjang lebar kepadanya.

__ADS_1


Salsa hanya mendengar dan tak mau tahu Seno bicara untuk apapun.


  "Bodo Ahh!" Ucap Salsa pada Seno dengan tidak peduli padanya.


  Seno melihat Salsa acuh, langsung bicara lagi kepadanya.


 "Aku memang bukan lelaki Gentle Man, tidak berani mengungkapkan rasa cintaku yang telah lama Aku pendam, maafkan Aku, Sa!" Jawab Seno pada Salsa menegaskan padanya itu.


  Salsa merasa Seno sudah keterlaluan kepadanya, sehingga dia berkata lagi pada Seno saking gak mau taunya.   


  "Semua orang pada dasarnya tidak mau mengakui kesalahan yang diperbuatnya, tapi jika memang dasar orang itu hebat pasti dia akan malu jika berbohong atas apa yang telah diperbuatnya itu!" Ucap Salsa pada Seno menyinggungnya.


  Seno semakin pusing dibuatnya, lalu dia diam tak bicara padanya.


 "Baguslah jika kamu sadar atas ucapanku  barusan!" Ucap Salsa lagi pada Seno memaksa.


  Seno sudah sedikit habis kesabaranya itu, lantas dia pun menjawabnya.


   "Sudahlah jangan terus menuduhku, Aku pusing mendengarnya!" Jawab Seno pada Salsa merasa tak senang.


  Salsa segera bicara lagi merasa tak puas.


  "Kalau memang pusing, mengakulah! Bikin emosiku naik saja!" Ucap Salsa pada seno dengan terus menekannya.


  Merasa Salsa sudah tidak mau mendengarnya, dan kukuh dengan segala pendapatnya itu, lantas Seno bicara dan langsung pergi meninggalkan Salsa seorang diri.


  "Sekarang Aku bicara untuk yang terakhir kali, tuduhanmu kepadaku itu salah karena Aku sama sekali tidak melakukannya, dan maaf jika Kejujuranku ini membuat sakit pada dirimu, Aku pergi dulu!" Ucap Seno pada Salsa sambil melajukan motornya itu kencang.


   Melihat itu Salsa teriak memanggil Seno yang sudah melaju cepat menjauh darinya itu.


  "Sen…Seno! Tunggu dulu!" Teriak Salsa pada Seno merasa menyesal.


  Salsa menangis sejadi- jadinya, dia berangsur- angsur mulai menyadari kesalahannya itu, lalu dia pun merasa menyesal terhadap kelakuannya pada Seno itu.

__ADS_1


   "Maafkan Aku, Seno!" Ujarnya merasa sangat menyesal.


__ADS_2