
Salsa seolah sedang merasakan pahit yang terdalam, cerita akan hubungan dengan Davi membuat kepedihan yang mendalam di dalam hatinya,
"Hati Salsa seolah sakit, Bu!" Ucap Salsa pada Ibunya Widury menegaskan,
Widury bersedih melihat Salsa menangis di pangkuannya itu, sungguh Dia tak bisa berkata apa- apa lagi selain sabar.
Disaat mereka sedang merasakan kesedihan, tiba- tiba Bibi Ulpa datang menyampaikan sesuatu pada mereka itu,
"Ibu di luar ada Ibunya Non Salsa datang bersama Suaminya Zaki!" Ucap Bibi Ulpa pada Ibu Widury memberi tahu,
Ibu Widury segera menoleh pada Bibi Ulpa lantas menjawab padanya itu,
"Suruh mereka masuk, Bi!" Jawab Ibu Widury pada Bibi Ulpa menjelaskan padanya,
Bibi Ulpa mengangguk pada Ibu Widury itu, sambil menjawab padanya,
"Baik, Bu!" Jawab Bibi Ulpa pada Ibu Widuri sambil berjalan kembali.
Lantas Ibu Widury dan Salsa bergegas pergi dari situ untuk menghampiri mereka itu,
"Assalamualaikum," ucap Ibu Juariah pada mereka berdua sambil tersenyum pada mereka itu,
Dan langsung mereka berdua itu menjawab Salamnya itu,
"Waalaikum Salam," jawab Ibu Widury pada Ibu Juariah sambil mempersilahkan masuk,
Salsa berlari dan langsung merangkul Ibu Kandungnya itu Juariah, dengan merasa Aneh Anaknya itu terlihat sedang bersedih, dengan perasaan penasaran Ibu Juariah pun bertanya pada Anaknya itu Salsa,
"Kamu kelihatan lagi bersedih, Ada masalah apa lagi, Salsa!" Tanya Ibu Juariah pada Anaknya itu Salsa,
Salsa menggeleng- gelengkan kepalanya pada Ibu Kandungnya itu Juariah sambil menangis.
"Ayo silahkan masuk, kebetulan sekali Kita bicara tentang masalah Salsa ini!" Ucap Ibu Widury pada Ibu Juariah memberi tahu padanya,
Ibu Juariah mengangguk pada Ibu Widury, lantas dengan rasa ingin tahinya Ibu Juariah bertanya pada Ibu Widury,
__ADS_1
"Memang ada apa? sehingga Salsa menangis?" Tanya Ibu Juariah pada Ibu Widury seolah ingin segera tahu,
Tanpa lama langsung Ibu Widuri menceritakan tentang masalah yang dialami Anaknya itu Salsa,
Ibu Juariah menggelengkan kepalanya pada mereka itu, pikirannya berkecamuk rasa sedih di dalam hatinya, dan napasnya terengah menahan emosi di sekujur badannya itu, lantas Dia berucap pada Salsa,
"Apakah keluarga Davi itu sudah punya rencana untuk menikahkan Davi itu dengan perempuan lain, Salsa?" Tanya Ibu Juariah pada Salsa merasa penasaran karenanya,
Mendengar pertanyaan dari Ibunya itu, lantas pikiran Salsa menerawang jauh, seolah sedang mengingat- ingat semua yang telah terjadi dengannya, dengan wajah di tekuknya lantas Salsa pun menjawab pada Ibunya itu,
"Sungguh untuk soal itu Salsa tak tahu, Bu!" Jawab Salsa pada Ibu Juariah merasa resah,
Ibu Juariah lalu menatap Ibu Widury yang sedang memperhatikannya bicara pada Salsa, sambil tersenyum padanya, lantas Ibu Juariah pun bicara lagi padanya itu,
"Kalau memang begitu jadi tidak ada orang ketiga yang mempengaruhi orang tua Davi itu, bagaimana menurutmu?" Tanya Ibu Juariah pada Ibu Widury penuh rasa khawatir dalam dirinya itu,
Sambil tersenyum padanya, lantas Ibu Widury pun menjawabnya,
"Walaupun ada dan tidaknya orang ketiga dalam masalah Salsa ini, menurutku ini hanya sebuah alasan tabu saja, biasa ingin mencari pasangan yang sepadan dengan Anaknya!" Jawab Ibu Widury pada Ibu Juariah menegaskan padanya,
"Yang pasti Davi nya mungkin yang sudah tidak bisa lagi mempertahankan cintanya pada Otang Tuanya itu, Dia pasrah pada apa yang ada, tidak ingin memperjuangkan akan cintanya itu!" Ucap Zaki pada mereka sambil menatap tajam padanya,
Mendengar Zaki bicara semua terdiam, jauh dalam pikirannya sesungguhnya mereka sedang berpikir akan ucapan Zaki tersebut.
Sambil mengangguk pada Zaki, Salsa langsung bicara pada mereka sambil menangis sedih,
"Davi bicara atas nama Orang Tuanya, Dia berpikir jika terus mempertahankannya bisa- bisa Dia jauh dari mereka itu, layaknya bukan anaknya!" Ucap Salsa pada mereka itu dengan rasa pilunya dalam hati,
Semua hati mereka bersedih melihat Salsa menderita karena kandasnya hubungan cinta mereka berdua itu.
Lalu terlontar dari mulut Zaki usul yang membuat mereka sedikit terperanjat karenanya itu,
"Apa mesti kita kesana untuk bicara pada mereka itu tentang rasa keberatan kita ini?" Tanya Zaki pada mereka semua dengan rasa kesalnya itu,
Semua seolah menatap Zaki dengan perasaan jengkelnya itu, pikiran di dalam hatinya mendesaknya bersama emosi di otaknya itu,
__ADS_1
"Itu sempat dibicarakan dengan Ayahnya itu Sebastio, dan Dia berencana hendak he rumah keluarga Davi jika memang diperlukan!" Jawab Ibu Widury pada
Semua seolah merasa terhanyut dengan masalah ini, bantahan rasa tak menerimanya tertanam dalam hatinya itu, tak lama Ibu Juariah bicara lagi,
"Memang ada benarnya semua itu, tapi sebenarnya tergantung dari yang menjalaninya, Jika Davi sudah tak cinta lagi pada Salsa bagaimana?" Ucap Ibu Juariah pada mereka semua sambil merasa resah hatinya itu,
Semua seolah terdiam mendengar Ibu Juariah bicara dengan sedikit emosinya itu, lantas Davi ikut bicara juga pada mereka,
"Jika bicara panjang lebar pun, jika memang Davi sudah tak punya rasa cinta pada Salsa, mau dibilang apa?" Ucap Zaki pada mereka semua sambil merasa benar sendiri,
Ibu Widury lalu menegaskan pada Salsa akan hal ini,
"Kamu harus kuat untuk menerimanya, sebab bingung juga jika masalah ini menjadi ajang permusuhan antara keluarga mereka dan kita semua, benarkan Ibu Juariah?" Tanya Ibu Widury pada mereka semua berharap dengan kepala dingin menyikapinya,
Salsa dan Ibunya menganggukan kepalanya seolah- olah membenarkan ucapan Ibu Widury itu.
Zaki dengan tatapan bingungnya lantas bertanya pada Salsa ingin tahu darinya,
"Apakah Davi sudah benar- benar tidak ingin bersamamu lagi, Salsa?" Tanya Zaki pada Salsa merasa sangat ingin tahu sekali padanya itu,
Salsa lalu menatap tajam Zaki Ayah Tirinya itu, dengan mencoba untuk sabar, lalu Salsa Pun langsung menjawabnya,
"Davi berucap dengan wajah bersedih, Dia mengatakan untuk sekarang ini Kita terpaksa berpisah dulu, Maafkan Aku, hanya begitu ucapan Zaki pada Salsa!" Jawab Salsa pada Zaki merasa gelisah pada pikirannya itu,
Mereka seakan- akan merasa serba salah dibuatnya, sederetan kata sayang yang dulu diucapkan Salsa pada Davi sekarang seakan tak ada, hilang begitu saja dari pendengaran mereka itu,
Tiba- tiba Sebastio datang dengan wajah yang ditekuknya itu, berjalan sambil bicara pada mereka semua,
"Wah ada apa ini? Pasti masalah tentang Salsa dan Davi, Apa benar?" Tanya Ayah Sebastio pada mereka semua sambil duduk di samping Zaki,
Mereka semua saling pandang karena pertanyaan Ayah Sebastio itu, mereka enggan untuk menjawabnya, sehingga rasa resah senantiasa menggoreskan rasa sedih di dalam hatinya itu,
"Bagaimana seharusnya kita menyikapi masalah ini, hanya sabar dan sabar itu saja yang terbias dalam pikiran kita, tak ada lagi yang lain!" Ucap Ibu Widury pada mereka semua dengan perasaan sedihnya itu,
Semua memandang dengan perasaan tak percaya karenanya itu.
__ADS_1