
Angan arjuna tak bisa di tahan, Yuli mungkin masih berkutat dari sosok gelap kehidupannya itu, bersama Salsa, torehan perjalanan akan cintanya itu semakin tak berjalan, mungkin sosok Sonya ini, yang dapat menjauhkannya dari bayang- bayang Salsa, dan kehidupan masa lalunya itu.
"Apa yang harus kulakukan pada saat ini, tabuh cinta dengan Yuli seolah hambar bagiku, mungkin Yuli hanya persinggahan dari rasa jenuhku untuk hari- hari kelabuku itu!" ucap Arjuna pada dirinya sendiri dengan resahnya itu,
Terlihat Jaenab menghampiri keponakannya itu, dan dengan nada meledek, Ia pun bicara pada Arjuna,
"Bengong melulu, pasti sedang mikirin Sonya, kalau Kamu cinta sana kerumahnya lagi!" ucap Jaenab pada Arjuna dengan meledeknya,
Arjuna menatap Tante Cantiknya itu Jaenab, lalu tangannya menggaruk rambutnya seolah sedang merasa gatal, dan dengan resahnya itu, lantas Arjuna pun bicara,
"Tante kalau Sonya sudah punya pacar apa belum?" tanya Arjuna pada Tante Jaenab dengan to the point,
Mendengar itu, sontak Jaenab tertawa lepas, ha ha ha, dan dengan senyum diwajahnya Ia menjawabnya,
"Kayaknya belum, tapi sana tanya saja langsung pada orangnya!" ucap Jaenab pada Arjuna dengan merasa salut pada keponakannya itu Arjuna,
Arjuna langsung diam sambil matanya menatap langit yang luas, pikirannya bertanya- tanya tentang sosok wanita idamannya itu, dan dengan menahan malu Ia pun bicara lagi,
"Masa Tante gak tahu, Arjuna ingin tahu Tante?" tanya Arjuna pada Tantenya Jaenab dengan memelas karena cinta,
"Sudah sana tanya langsung pada Sonya, mau Tante pinjamkan lagi motor Kakekmu itu?" jawab Jaenab pada keponakannya Arjuna pula,
"Jangan Tante, jangan! besok saja sekalian anterin kerja Tante, gimana?" ucap.Arjuna pada Tante Jaenab dengan merasa yakin di dalam dirinya itu,
Sekonyong- konyong Ibu Widia datang, menghampiri mereka berdua sambil merasa penasaran, melihat Arjuna dan Jaenab sangat akrab sekali, Ibu Widia pun langsung bertanya padanya,
"Ibu perhatikan, Kamu semakin akrab dengan Tantemu ini Jaenab, pasti ada sesuatu yang seru dengan kalian, bukan begitu, Arjuna?" ucap Ibu Widia pada Anaknya Arjuna sambil tersenyum padanya,
Mendengar pertanyaan Ibunya itu, lantas Arjuna tertunduk malu, dan Jaenab semakin berani untuk menggodanya,
__ADS_1
Terlihat Arjuna hanya mengangguk pada sosok Ibunya itu, dan dengan meledek Arjuna, lantas Jaenab pun bicara, pada Kakaknya itu Widia, dan keponakkannya itu Arjuna,
"Kak, Arjuna kayaknya gak akan mau pulang, Dia mau jadi orang sini, betulkan Arjuna?" tanya Jaenab pada Arjuna dengan meledeknya,
Mendengar Jaenab bicara seperti itu, pada Ibunya Widia, terlihat wajahnya merah lebam, menahan malu dalam dirinya itu, dan terlihat Ibunya menatap dengan tajamnya itu, pada Arjuna dengan rasa penasaran, lantas Ibu Widia pun bicara pada mereka berdua,
"Pasti ada yang di sembunyikan oleh kalian berdua, ceritakan dong!" ucap Ibu Widia pada merekan berdua dengan rasa ingin tahunya itu,
Jaenab melirik Arjuna yang sedang kikuk tak mau diam, dan dengan tertawanya yang lepas, lalu Jaenab pun bicara,
"Pokoknya Kak Widia nanti akan punya menantu orang sini, cantik lagi, dan sebagai wanita karir, nanti Kakak akan tahu sendiri ini Orangnya, gak akan malu- maluin, Kak!" ucap Jaenab pada Kakaknya Widia dengan tertawanya yang menggelora itu,
Dengan merasa kaget Arjuna jatuh cinta lagi, lantas Ibu Widia pun bicara, seolah ingin tahu kabar pastinya itu,
"Jadi Kamu jatuh hati pada wanita orang sini, Arjuna?" tanta Ibunya Widia pada Anaknya Arjuna dengan rasa ingin tahunya itu,
Bukan main merasa malunya Arjuna itu, Tantenya dengan terus menggodanya, hingga Ibunya ikut terbawa dengan bertanya seperti itu, dengan tidak menghiraukan pertanyaan Ibunya Widia itu, segera Arjuna bergegas pergi dari situ, sambil bicara pada mereka berdua,
Melihat Arjuna seolah ketakutan, lantas tawa Jaenab semakin menjadi- jadi, lalu Jaenab melirik Kakaknya Widia yang sedang menatap Arjuna dengan rasa penasaran dalam dirinya itu, lantas saking ingin tahunya, Ia pun bertanya pada Adiknya itu Jaenab,
"Apa betul yang Kamu ucapkan itu, Arjuna sedang jatuh cinta, dan menaruh hati pada wanita sini, Jaenab?" tanya Kakaknya Widia pada Jaenab dengan rasa penasaran,
Jaenab bingung untuk mengatakannya, Ia memandang jalan yang terlihat orang berjalan, dan dengan seolah merasa takut ramai, akhirnya Jaenab pun bicara padanya itu,
"Wajar dong Kak, biarlah Arjuna merasa betah disini karena wanita itu, jadi Jaenab gak pusing lagi mencari orang untuk mengantar Jaenab kerja, mulai senin besok, Kak!" jawab Jaenab pada Kakaknya Widia dengan perasaan senangnya dalam hati,
Mendengar jawaban Adiknya yang sedikit menutupi kebenaran tentang Anaknya itu, lantas Ibu Widia pun bertanya lagi,
"Apa? Jadi Kamu sudah diterima kerja mulai senin besok, Nab?" tanya Widia pada Adiknya itu Jaenab dengan senangnya,
__ADS_1
Dengan mengangguk padanya itu, lantas Jaenab pun menjawabnya dengan tersenyum pada Kakaknya itu,
"Benar, Kak! Jaenab di terima di perusahaan swasta, mulai senin sudah bekerja!" jawab Jaenab pada Widia lagi sambil merangkul kakak tercintanya itu,
Betapa bahagianya hati Widia saat itu, mendengar Adiknya Jaenab sudah di terima kerja, dan dengan senang di dalam hatinya, segera Widia berucap,
"Selamat! Selamat, Adikku yang cantik ini, harus rajin jangan malas, kalau sudah bekerja!" jawab Ibu Widia pada Adiknya Jaenab dengan merangkulnya lagi saking kegirangannya itu.
Mereka berdua akhirnya saling berangkulan, saking senangnya Jaenab sudah di terima bekerja, dan derai air mata senang seolah ikut menetes di pipi Jaenab, saking harunya itu.
Ternyata sedari tadi Ayah Hanapi melihat mereka saling berangkulan dengan senangnya, tampak rona ingin segera tahu dari Ayah Hanapi pun tak terhindarkan, hingga Ia pun menghampiri mereka berdua, lantas bertanya,
"Ayah lihat dari tadi, kalian saling berangkulan dengan senangnya, ada apa?" tanya Ayah Hanapi pada mereka berdua dengan rasa ingin tahu dalam dirinya itu,
Sejenak mereka saling pandang, lalu menatap Ayahnya itu dengan sangat gembiranya itu, hingga dengan pancaran cinta mereka, lantas Widia pun menjawabnya,
"Ayah, Jaenab sudah diterima bekerja di perusahaan swasta, mulai senin Jaenab sudah mulai masuk kerjanya!" jawab Widia pada Ayahnya itu Hanapi dengan bahagianya itu,
Mendengar Anaknya Widia menjawab dengan penuh rasa gembira, alangkah senangnya hati Hanapi saat itu, dan dengan ingin meyakinkannya hatinya, lantas Hanapi pun bertanya lagi pada Jaenab,
"Apa benar yang di ucapkan Kakakmu itu Widia? Bahwa Kamu sudah di terima bekerja di perusahaan swasta, dan mulai hari senin, Kamu sudah bekerja, Jaenab?" tanya gundah Ayah Hanapi pada anaknya itu Jaenab, dengan rasa segera ingin tahunya itu,
Dengan menganggukkan kepalanya pada Ayahnya itu, lantas dengan rasa senangnya itu, Jaenab pun menjawabnya,
"Itu benar, Ayah! Mulai hari senin Jaenab sudah bekerja!" jawab Jaenab pada Ayahnya itu Hanapi,
"Syukurlah, Nak! Ayah turut senang mendengarnya!" ucap Hanapi pada Anaknya Jaenab dengan merangkulnya.
Dan tak lama, Ayahnya pun memanggil- manggil Istrinya itu Subarkah, untuk memberi tahukan kabar gembira itu,
__ADS_1
"Ibu....Ibu.....,cepat kemari! Ayah ada kabar gembira untuk Ibu!" ucap Ayah Hanapi pada Istrinya Subarkah dengan beribu kebahagiaasnya itu.