Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Tembakan telak, Sang Arjuna


__ADS_3

 Semangat diri kian meranjak, dekap cita hati nan temaram, derita luka yang dulu menganga, kini terkelupas oleh sinar kehangatan, menggapai Sang Surya nan jelita.


 Saling keterikatan hasrat akan cinta, kini mulai mereka rengkuh, yang tadinya hanya harapan semata, kini berada di depan mata, tangan saling menggenggam untuk biduk pertalian, akan hubungan cinta yang akan mereka raih.


 Rasa grogi dan salah tingkah mewarnai tingkah mereka, keanggunan yang dielukan, kini seakan- akan sirna, dengan berganti keinginan untuk dekat dan bahagia, dan saling coba untuk mengorek hati dan bertanya, saling bergantian, untuk menghancurkan canggung dan ketidak kuasaan hati mereka untuk memilikinya,


 "Ini di depan ada dua arah jalan, Aku harus kemana?" tanya Arjuna pada Sonya dengan degup Jantung yang semakin kerasnya itu,


 "Pokoknya ke kiri, dan tak jauh ada warung, Rumahku tak jauh dari situ, bukannya waktu itu Kamu pernah mengantar Tantemu itu Jaenab?" tanya Sonya pada Arjuna dengan merasa bingung dalam hatinya itu,


 Mendengar Sonya berkata padanya dengan rasa penasaran, lantas Arjuna pun langsung menjawabnya,


 "Tapi itu arah dari rumah Tante, kalau lewat sini Aku belum tahu!" jawab Arjuna pada Sonya dengan menjelaskannya,


 "Oh....nanti lama kelamaan, Kamu pun akan hapal juga, Arjuna!" jawab Sonya pada Arjuna menegaskan padanya,


 "Iya, pasti nanti lewat manapun, Aku akan tahu!" ucap Arjuna pada Sonya dengan rasa gembira dalam hatinya itu,


 Dengan saling berbincang, tak lama mereka pun akhirnya tiba juga,


 "Ayo mampir dulu, Arjuna!" ucap Sonya pada Arjuna dengan rasa harap dalam dirinya itu,


 Dengan perasaan bahagai ditawari mampir, lantas dengan cepat, Arjuna mengangguk pada Sonya, seraya menjawabnya,


 "Boleh, Aku mampir dulu!" jawab Arjuna pada Sonya dengan terus melangkah mengikuti Sonya berjalan masuk kerumahnya itu,


 "Assalamualaikum," ucap salam Sonya pada Ibunya Sri dengan rasa senangnya itu,


 "Waalalikum Salam," jawab Ibunya Sri pada Anaknya itu Sonya dengan manatap Arjuna merasa penasaran,


 "Bu, kenalkan ini Arjuna, keponakan Jaenab, yang tempo hari datang kemari itu!" ucap Sonya pada Ibunya Sri dengan memperkenalkan dirinya itu,


  Mendengar ucapan Sonya pada Sri Ibunya itu, lantas Arjuna mengangguk padanya, sambil terus bicara,

__ADS_1


 "Saya Arjuna, keponakan Tante Jaenab, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Sri dengan setengah sungkan padanya,


 "Oh..Arjuna, silahkan masuk!" jawab Ibunya Sri pada Arjuna dengan mepersilahkan untuk masuk,


  "Terima kasih, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Sri itu dengan rasa sedikit kikuk,


  Dan tak lama Arjuna pun masuk keruang tamu, lantas langsung duduk di Sofa, dengan wajah yang ditundukkan, mungkin rasa malu menyelimutinya saat itu,


  "Ya sudah, Ibu masuk kedalam dulu, tenang- tenang saja kalian mengobrol berdua," ucap Sri Ibunya pada Arjuna sambil bergegas pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu,


 Arjuna pun tidak menjawabnya hanya kepalanya saja menganguk padanya, dan matanya tanpa henti menatap wajah cantik Sonya,


 Melihat dari tadi Arjuna dengan tak henti- henti memandangnya, wajah Sonya memerah, tersipu malu pada Arjuna, dan lantas Sonya pun bicara pada Arjuna lagi,


 "Mau minum apa Arjuna, Kopi apa Teh manis?" tanya Sonya pada Arjuna dengan menawarkannya itu,


 Karena saking asiknya menatap wajah Sonya, mendengar Sonya bicara untuk menawarkan minum padanya, sontak Arjuna merasa kaget dibuatnya, dengan sedikit malu, Arjuna pun menjawabnya,


 "Yaudah, tunggu sebentar Aku ambilkan dulu di dapur!" ucap Sonya pada Arjuna dengan bergegas pergi ke dapur,


Disaat Sonya pergi ke dapur, tatapan mata Arjuna tertuju pada bingkai foto, yang terpasang di dinding tembok, terlihat bocah cilik dengan menggunakan seragam TK, pastilah itu Sonya di waktu kecil gumamnya, lalu Arjuna pun berjalan dengan merasa tak puas melihat dari jauh, dengan kagumnya Arjuna memandang foto itu, dengan tersenyum sendiri,


Tiba- tiba Sonya datang dengan nampan berisi Secangkir air putih dan sepiring pisang goreng hangat, dan dengan melihat Arjuna yang sedang memandang fotonya itu, lantas Sonya pun bicara pada Arjuna,


"Itu foto kecilku, kala Aku TK dulu, gimana cantikkan?" tanya Sonya pada Arjuna dengan senyum pada Arjuna,


Arjuna menganggukan kepalanya, seraya berkata pada Sonya,


"Cantik sekali, malah menggemaskan!" jawab Arjuna pada Sonya dengan berjalan kembali untuk duduk disamping Sonya,


"Ayo diminum, dan sekalian cicipi pisang gorengnya, Arjuna!" ucap Sonya pada Arjuna dengan senyumnya menawarkan,


"Iya, makasih!" jawab Arjuna pada Sonya sambil tangannya mengambil pidang goreng lalu di lahapnya,

__ADS_1


"Gimana, enak gak pisang gorengnya, Arjuna?" tanya Sonya pada Arjuna dengan ingin tahunya itu,


"Enak..enak, apalagi dari tangan Kamu, wah semakin mantap!" jawab Arjuna pada Sonya dengan menggodanya,


Mendengar Arjuna menggodanya, lantas Sonya pun menjawabnya sambil manja,


"Ngerayu, gak lucu tahu!" jawab Sonya pada Arjuna dengan menatap Wajah Arjuna itu,


"Biarin, Wew!" ucap Arjuna lagi pada Sonya dengan langsung memegang tangan Sonya,


Dengan sedikit merasa malu, Sonya pun membiarkan tangannya itu di pegang erat Arjuna, lalu Wajahnya memerah seolah sedang di permalukan Arjuna Sang idolanya itu, terdengar Sang Arjuna menembakkan kata- kata cinta untuk menembus relung hati Sonya dengan cintanya itu,


"Sonya, entah mengapa Aku mencintaimu, saat pertama kemari melihatmu, bayanganmu seolah terus mengikuti Aku tanpa mau hilang, dari pelupuk mataku ini, dan Aku mencintaimu, Sonya!" ucap Arjuna pada Sonya dengan mengecup Sayang jemari Sonya yang di pegang erat olehnya itu,


Bagai berlari di padang rumput nan hijau, yang kesejukkannya tiada akhir, dan laksana permata yang berkilauan menyinari emas yang menguning, berbunga dan bersinar di dalam relung jiwanya itu, Sonya seolah tak percaya, pemuda tampan pujaannya, kini telah menembaknya dengan telak di dalah hatinya itu, sehingga Ia tertembak seolah lemas, karena terharu dan bahagia, masa lalu cintanya kini benar- benar Ia tinggalkan, dan sedikit mengetes Arjuna, Sonya pun menjawabnya sambil menatap penuh cinta pada Arjuna,


"Sungguh Kamu mencintaiku, Arjuna?" tanya Sonya lagi pada Arjuna dengan getar cintanya itu,


Arjuna mengangguk, dan dengan tangannya membelai rambut panjang terurai Sonya, seraya berkata padanya,


"Sungguh Aku mencintaimu, dengan segala kekuranganku ini, Sonya!" jawab Arjuna pada Sonya dengan menatap mata Sonya penuh harap,


Sonya tersenyum manis kepadanya, pandangannya seolah mengisyaratkan kejujuran, di dalam hati Arjuna itu, dengan semakin berharap yang lebih mendalam, lantas Sonya pun berkata lagi pada Sang Arjuna itu,


"Apakah Kamu tidak malu, punya kekasihnya yang seumuran dengan Tantemu itu, Arjuna?" tanya Sonya pada Arjuna lagi,


"Aku tidak memperdulikannya, toh hanya beberapa tahun saja, tidak seabad bedanya, yang pasti Aku ingin Cinta tulus dirimu untukku ini, Sonya!" jawab Arjuna pada Sonya dengan terus merangkulnya,


Sonya tak kuasa dengan rangkulan Arjuna yang sudah memberikan kejujuran tentang cintanya itu padanya, lantas Sonya berkata dengan mengharapkan pada Arjuna,


"Aku bahagia sekali mendengarkan ungkapan cintamu padaku, Bawalah Aku pergi, dan jangan Kamu campakkan Aku dengan semua kekuranganku ini, Arjuna Sayangku!" ucap Sonya pada Arjuna dengan syahdu dan manjanya itu,


"Aku tak akan meninggalkanmu, mentariku!" jawab Arjuna pada Sonya dengan mencium bibir Sonya dengan hangatnya itu, lalu Sonya pun membalasnya dengan hasrat lama yang di pendamnya itu....sungguh mempesona.

__ADS_1


__ADS_2