
Pagi itu tampak Ovi dengan wajah sedihnya berjalan masuk kedalam rumah dan kemudian duduk di beranda depan, wajahnya terlihat sangat sedih sambil matanya memandang ke depan dengan tajam.
"Siapa lagi yang yang mengganggu hubunganku dengan Davi, menurut ceritanya ada orang yang membela Salsa, dia menduga Orang itu Orang yang sama dengan peristiwa kejadian di Ulang Tahun Fanny lalu." Ucap Ovi dalam pikirannya itu.
Melihat Adik Iparnya pulang dengan merasa sedih, pikiran Yohana bertanya- tanya ada apa sehingga Ovi pulang memendam duka yang membuatnya menangis itu.
Merasa penasaran lantas Yohana pun segera menghampiri Adik Iparnya itu Ovi.
"Kakak perhatikan dari sejak pulang tadi kelihatannya Kamu menangis, ada masalah apa?" Tanya Yohana pada Adik Iparnya itu Ovi penasaran.
Ovi tetap diam seolah dia tidak menghiraukan Kakak Iparnya itu datang menghampirinya, lantas Yohana bertanya lagi pada Ovi merasa perhatian.
"Kok diam tidak menjawab Kakak bertanya, Kenapa? Ayo ceritakan pada Kakak siapa tahu bisa membantu!" Ucap Yohana pada Ovi Adiknya itu ingin tahu.
Dengan penuh perhatian Yohana langsung duduk di sebelah Ovi seakan ingin segera mendengarkan keluh kesah Adik Iparnya itu.
Ovi hanya mengeluh kepada Yohana, merasa nasib hubunganya itu seolah terus saja bermasalah.
"Gak tahu perasaan nasib hubungan Ovi dengan Davi ini seolah ada terus masalah, Kak!" Ucap Ovi pada Yohana menjelaskan.
Yohana pun bingung maksud dari ucapan Adik Iparnya itu Ovi, lantas dia pun bertanya agar dirinya mengerti masalahnya itu.
"Kakak bingung mendengar jawabanmu, coba kamu ceritakan masalahnya itu!" Ucap Yohana pada Adik Iparnya itu Ovi merasa ikut bersedih.
Ovi menarik nafas panjang, hatinya seakan- akan ditusuk duri sembilu, Ovi hanya menjawab singkat pada Kakak Iparnya itu Yohana.
"Davi dua hari kemarin ada yang menendang, setelah dia bertengkar dengan Salsa!" Jawab Ovi pada Kakak Iparnya itu singkat.
Yohana merasa kaget mendengarnya, tapi dia tahu Davi dan Salsa itu pernah menjalin cinta, jadi konflik kecemburuan tak mungkin bisa dihindari karena memang mereka satu kerjaan.
"Oh itu masalahnya, jangan terlalu dipikirkan nanti juga ketahuan siapa pelakunya. Yang sabar, Ya!" Ucap Yohana menenangkan pada Adik Iparnya itu Ovi.
Lantas Yohana berucap pada Adik Iparnya Ovi untuk menasehatinya.
"Semua orang pasti ada masalah dalam pernak- pernik percintaannya, justru hal itu yang menjadikan hubungan mereka semakin dekat dan dewasa jadi pertaliannya semakin erat lagi."ucap Yohana menjelaskan.
Mendengar nasehat dari Kakak Iparnya itu, lantas Ovi menggeleng- gelengkan kepalanya merasa tak mengerti, dan akhirnya Ovi pun mau menceritakan tragedi penendangan Davi oleh seseorang setelah dia bersitegang dengan Salsa dan dua temannya itu.
Mendengar cerita Ovi itu pikiran Yohana bertanya- tanya ini sepertinya ada orang yang melindungi Salsa karena tak terima perilaku Davi pada Salsa. Lantas Yohana bicara lagi pada Ovi memberi masukan.
"Salsa itu setahu Kakak Orangnya supel, jadi tidak aneh jika dia banyak disukai para lelaki, dan mungkin itu salah satu dari yang menyukainya!" Ucap Yohana pada Ovi merasa haru.
__ADS_1
Ovi mengangguk pada Kakak Iparnya itu, sambil pikirannya menduga- duga siapa Orang dibalik tragedi itu.
Dengan merasa tak terima dalam hatinya atas peristiwa penendangan pada Kekasihnya itu, lantas Ovi bicara keras dengan sumpah serapahnya itu, yang membuat telinga Yohana sedikit sakit mendengarnya.
"Brengsek dasar gila, menendang seenaknya tapi tidak memperlihatkan batang hidungnya, dasar penakut!" Ucap Ovi dengan sumpah serapahnya itu.
Ovi terus memaki pada orang yang telah menendangnya, dia tetap tak terima dan membela kekasihnya itu.
"Andai saja Aku tahu akan kuhajar dia, dasar Setan alas beraninya main belakang, Awas! Jika ketahuan akan Aku habisi dia!" Ucap Ovi lagi marah tidak karu- karuan tak kuat menahan emosinya itu.
Yohana menggelengkan kepalanya pada Ovi, pikiran Yohana menduga itu mungkin dari sahabatnya yang tak terima Salsa diperlakukan buruk oleh Davi.
"Sudah Sabar jangan marah- marah seperti itu, kendalikan dirimu, Ovi! Siapa tahu Davi yang berulah menghina Salsa dengan keterlaluan!" Ucap Yohana pada Adik Iparnya itu dengan keras.
Ovi tidak terima Davi memperlakukan Salsa dengan tidak baik, justru Ovi menuduh Salsa lah yang telah menghinanya dan membuat Davi jadi menderita.
"Gak mungkin Davi berbuat begitu, pasti ini ulah Si Janda gatel itu yang membuat Davi menderita, dasar Janda edan!" Jawab Ovi pada Kakak Iparnya itu Yohana merasa cemburu buta.
Pikiran Yohana semakin sulit untuk mencari nasehat yang tepat untuk Adik Iparnya itu, karena Ovi sudah dikendalikan oleh emosi dan amarah dalam dirinya yang amat besar pada Salsa, dia tak henti menuduh dan menghina Salsa dalam makiannya itu.
"Si Janda hina itu selalu merecoki hubungan Aku dengan Davi, gak malu kelakuannya bikin hati ini ingin mencekiknya biar mampus sekalian!" Ucap Ovi menghina dan merendahkan Salsa seenaknya itu.
"Diam Kamu Ovi! Dari tadi Kakak dengar Kamu menghina dan merendahkan Salsa seenaknya tanpa berpikir, Kamu tidak tahu pribadi Salsa jadi tak pantas untuk menghinanya!" Ucap ketas Darwis pada Adiknya itu Ovi sambil matanya menatap tajam Adiknya itu.
Ovi terperanjat merasa kaget melihat sekonyong- konyong Kakaknya Darwis datang dari balik lemari Jati itu sambil bicara keras pada dia untuk menyanggah makian dan hinaannya pada Salsa.
Yohana pun terkejut melihat Suaminya itu datang tiba- tiba, Yohana menatap Darwis Suaminya itu dengan penuh tanya di dalam pikirannya.
"Jadi sejak tadi rupanya Suamiku menguping pembicaraan Aku dan Ovi, sehingga dia tahu arah pembicaraan Kami berdua!" Ucap Yohana di dalam pikirannya itu.
Ovi lantas menjawab ucapan Darwis yang tak terima Salsa dihina olehnya itu.
"Oh jadi Kakak membela Si Janda gatel itu? Dia selalu bikin ulah pada Davi, dan tak mungkin Davi yang berbuat masalah itu pasti Si Janda gila itu!" Jawab Ovi pada Darwis sambil melotot ke arahnya.
Darwis tersenyum nyinyir pada Ovi atas semua cerita tentang masalah Davi itu pada Yohana Istrinya itu.
"Cih! Kamu anggap Davi itu seorang Dewa rupanya. Dia itu tidak lain hanya lelaki yang beraninya sama wanita lemah, dan pada wanita yang seharusnya dia segani!" Ucap Darwis lagi menjelaskan pada Adiknya itu.
Ovi tak terima dan semakin membuat dirinya itu marah besar, dia menuduh Kakaknya tidak tahu apa- apa tentang masalah penendangan itu.
"Kakak selalu menuduh Davi tanpa alasan, itu Ovi tak terima, sudah jelas Si Janda itu uang berulah masih saja membelanya, dan Kakak tidak tahu masalahnya, dua hari yang lalu Davi ada yang menendangnya hingga terjatuh di selokan setelah bertengkar dengan Salsa. Siapa lagi kalau bukan suruhannya Salsa!" Ucap makian Ovi pada Kakaknya Darwis membencinya.
__ADS_1
Darwis tersenyum sambil menatap tajam pada Adiknya Ovi, lalu dia bicara dengan tegas pada Adiknya itu.
"Belajar menilai semuanya itu berdasarkan fakta yang ada, jangan dilandasi oleh rasa cinta yang membabi buta, sehingga melupakan kebenarannya." Ucap Darwis pada Ovi dengan bijak.
Pikiran Yohana merasa penasaran pada Suaminya itu Darwis, sepertinya dia tahu tentang masalah penendangan Davi itu, sambil menatapnya Yohana bertanya.
"Memang Kamu tahu masalah penendangan pada Davi itu, Mas?" Tanya Yohana pada Suaminya Darwis merasa penasaran dalam dirinya itu.
Mendengar pertanyaan dari Istrinya Yohana, lantas Darwis menjawab singkat sambil sedikit menutupinya.
"Aku mengenal baik Salsa dan Aku pun merasa dekat dengan Davi, jadi untuk hal ini mudah saja menyimpulkannya." Jawab Darwis pada Istrinya Yohana sedikit menjelaskan.
Tak lama terdengar lagi ucap Ovi pada Kakaknya Darwis, dengan menatap penuh amarah, sorot matanya mengisyaratkan kebencian pada Kakaknya itu Darwis.
"Kakak mengaku dekat dengan Davi, dekat apanya? Hanya bisanya menyalahkan dan menghinanya dan membela mati- matian Si Janda itu, Ovi benci Kakak!" Ucap Ovi pada Kakaknya itu Darwis penuh emosi.
Lalu Darwis menjawabnya sambil menggeleng- gelengkan kepalanya itu pada Adiknya Ovi, dia menjelaskan kelakuan buruk Davi terhadap Salsa itu pada Adiknya Ovi.
"Sama sekali Kakak tidak membela mati- matian pada Salsa, Kakak hanya melihat pada masalah ini Davi keterlaluan menghina Salsa tanpa henti, karena dia hanya melihat Salsa tidak melawannya selain menangis, Mengerti!" Jawab Darwis pada Adiknya itu Ovi menegaskan akar masalahnya itu.
Ovi menyanggahnya dengan sangat keras, sehingga dari mulutnya keluar kata- kata kasar yang diucapkan pada Kakaknya itu tanpa sadar, karena tidak terima kekasihnya itu dikatakan telah berlaku buruk terhadap Salsa.
"Dasar punya Kakak satu tidak waras selalu menyalahkan Davi, pikir dong Kak Aku ini Adikmu malah membela Janda gatel yang tak tahu malu itu, dasar gila Janda!" Ucap Ovi pada Kakaknya itu Darwis menyanggahnya.
Melihat suasana semakin panas dan tidak bisa dikendalikan, lantas Yohana bicara pada mereka berdua untuk membuatnya tenang.
"Sudah hentikan pertengkaran ini, semua diam jangan ada yang bicara, Aku pusing mendengarnya, dua- duanya keras kepala!" Ucap Yohana pada mereka berdua dengan kerasnya bicara.
Keduanya terdiam mendengar Yohana bicara untuk menenangkan mereka, sambil matanya saling pandang merasa tidak enak dalam hatinya itu.
Dan tak lama Akhirnya Darwis bicara lagi pada Ovi Adiknya itu.
"Kamu itu Adikku satu- satunya dan tak mungkin Aku menghancurkan hubunganmu dengan Davi, tapi jangan mudah percaya pada ucapan Davi kekasihmu itu. Pikirkan dulu ucapannya, dan cari kebenarannya, karena Salsa telah merelakan Davi untuk berhubungan denganmu, dan tidak akan pernah untuk mau mengganggu hubungan Kamu dengan Davi, Pikirkanlah itu, Ovi!" Ucap Darwis pada Adiknya Ovi sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
Ovi seakan penasaran pada kakaknya itu Darwis.
"Kenapa dia seakan lebih tahu daripada Aku? Dan tentang tragedi penendangan Davi itu pun dia seakan- akan mengetahuinya, Apa mungkin Kak Darwis menyembunyikan sesuatu dari Aku tentang masalahku ini!" Ucap Ovi pada dirinya itu merasa bingung.
__ADS_1