
Melihat Darwis berlari dengan emosi di dalam dirinya itu, membuat hati Davi semakin tertekan, mungkin akan mengusik lagi tentang hubungannya itu dengan Adiknya Ovi, dan tak lama Darwis pun menghampiri, lantas bicara padanya,
"Davi, jangan hancurkan hubungan baikku itu dengan Salsa dan keluarganya, Aku tak sudi melihat Kamu mencampakkan Salsa begitu saja!" ucap Darwis pada Davi dengan marahnya itu,
Davi menggeleng- gelengkan kepalanya itu, seolah tak percaya pada apa yang didengarnya itu, tadi Darwis menerima setelah Davi mencoba menjelaskan alasannya itu, lalu dengan rasa bingungnya, akhirnya Davi menjawabnya,
"Maksudnya apa? Sungguh Aku tak mengerti?" tanya Davi pada Darwis di dalam otaknya itu,
Mata Darwis menatap tajam pada Davi, seolah sedang menahan amarahnya yang akan muncul dalam dirinya, disaat itu datang Istrinya Yohana, sambil berlari menghampiri Darwis, yang sedang emosi dalam kepalanya itu,
"Kenapa Kamu ini? Tahu- tahu marah seperti ini, sudah tenang dulu, kita bicara!" ucap Yohana pada Suaminya itu Darwis dengan menyuruhnya untuk duduk bersama,
"Sudah Aku bilang, Aku tak mau melihat Salsa menderita lagi karenamu, mengerti!" ucap keras Darwis pada Davi seolah tak merestui cintanya pada Ovi,
Davi menunduk lesu, dan wajahnya pun seolah ditekuknya, gambaran berantakan cintanya itu jelas terbayang dalam kelopak matanya itu, sehingga emosi yang sedari tadi tertahan, seakan- akan menjadi beban dalam dirinya, untuk menahan keluar,
"Lalu sebaiknya Aku harus bagaimana, coba tolong jelaskan!" ucap Davi pada Darwis seolah kehabisan kata- kata untuk bicara pada dirinya itu,
Melihat Davi bernada sewot pada Suaminya itu Darwis, lantas Yohana pun bicara lagi untuk menenangkannya,
"Sudah..sudah, jangan terlalu diributkan, semua ada batasnya untuk menjelaskan, Aku bingung dengan semua ini, kenapa kita yang ribut, padahal sesuatu yang ditakutkan belum tentu terjadi, pikir dulu sebelum bertindak!" ucap Yohana pada Mereka semua padahal tertuju pada Suaminya itu,
Mendengar Yohana bicara dengan membentak, membuat semua yang ada terdiam,
"Lalu bagaimana maksud perkataamu tadi pada Davi, tolong jelaskan Apa yang ada dalam pikiranmu itu, supaya semua tahu!" ucap Yohana lagi pada Suaminya Darwis dengan kesalnya itu,
Darwis menatap Istrinya dengan rasa tak enaknya, pikirannya bingung untuk menjelaskannya, khawatir Istrinya semakin marah, dan rasa cemburunya semakin besar dalam dirinya itu, lalu Darwis pun bicara,
"Setelah Aku pikir, korban dari hubungan Ovi dan Davi itu pasti Salsa, sedangkan Aku tak mau hubungan kita ini berantakan karena cinta mereka, itu saja ketakutanku itu!" ucap Darwis pada mereka dengan tegasnya bicara,
__ADS_1
"Kalau hanya rasa kekhawatiran, kenapa harus sampai marah- marah, biasa kan bisa!" jawab Yohana pada Suaminya Darwis saking geram bicara padanya,
Mendengar Yohana tersulut rasa cemburunya pada Salsa, hingga Darwis pun terdiam karenanya, lalu terdengar Ovi bicara, dengan rasa sedihnya itu,
"Tadi Davi sudah mengatakan alasannya, dan apa yang akan dilakukan pada Salsa, itu semua Kakak pun mendengarnya, kenapa sekarang seolah tidak menerimanya, Apa Ovi gak boleh berhubungan dengan Davi, Kak?" tanya Ovi pada Kakaknya Darwis dengan rasa sedih di hatinya itu,
Darwis terdiam dengan pertanyaan Adiknya Ovi, perasaannya kini seolah keluar untuk mau mendengarkan Adiknya bicara, sehingga memancing Davi untuk segera bicara kepadanya,
"Aku mengerti apa yang ada di kepalamu, jujur Aku pun tak mau untuk membuat Salsa menangis, tapi dari sudut yang lain, Aku pun tidak tega melihat kedua Orang Tuaku itu pun bersedih karena Aku, kalau boleh tahu, Aku harus memilih Siapa untuk kebaikanku, coba tolong jelaskan padaku!" ucap Davi pada Darwis seolah sedang memberi kejelasan padanya,
Darwis hanya menggelengkan kepalanya, pikirannya tak sanggup untuk menjawab, tapi perasaan hatinya tetap tak ingin Salsa menderita, terlebih lagi oleh hubungan Davi dan Adiknya itu Ovi,
"Maksud dari ucapannya itu, tak lain Kamu jangan berhubungan dengan Ovi, karena dianggap sebagai sebab penderitaan Salsa nantinya, begitu bukan?"
"Iya itu yang Aku maksudkan!" jawab Darwis pada Istrinya Yohana dengan menjelaskannya,
"Kalau memang itu maumu, baik akan Aku ikuti untuk menjauhi Adikmu itu, Aku tak mau menjadi penyebab kehancuran antara Kamu dan Salsa, Aku pamit pulang!" ucap Davi pada Darwis sambil bergegas pergi dengan tidak menghiraukan semua yang ada disitu.
Melihat Davi pergi dengan tersinggung oleh Suaminya Darwis, lantas Yohana berusaha untuk menahannya,
"Dav..Davi, tunggu dulu! Jangan pergi dulu, kita cari jalan penyelesaiannya bersama, Dav..Davi!" ucap Yohana pada Davi dengan berlari mengejarnya, tapi sia- sia.
Melihat itu sontak Ovi menangis karenanya, rasa cintanya tak bisa begitu saja dihilangkan dalam dirinya itu, hingga emosinya membesar pada Kakaknya itu, dengan ucapan berapi- api pada Kakaknya Darwis, Ovi bicara,
"Lihat Davi pergi, Kakak sungguh egois, yang hanya memikirkan orang lain, dan tidak perduli dengan Adiknya sendiri, Aku benci semua ini!" ucap keras Ovi pada Kakaknya Darwis sambil menangis,
Darwis tidak bisa bicara sepatah kata pun, dan Yohana pun seolah kecewa dengan sikap Suaminya, lalu Dia pun bicara lagi, pada Suaminya itu,
"Lihat Ovi bersedih karena ulahmu, benar kata Ovi, Kamu lebih memilih orang lain bahagia dibandingkan dengan Adikmu sendiri, mana rasa sayang Kakaknya kalau begitu?" tanya Yohana pada Darwis Suaminya itu,
__ADS_1
Dan tiba- tiba Mama Suci datang dengan perasaan bingung melihat mereka, lalu Ovi berlari dan merangkul Mamanya itu Suci, sambil menagis di pelukannya,
"Ada apa ini, Wis?" tanya Mama Suci pada Darwis dengan rasa penasaran,
Mendengar tanya dari Mama Suci, pikiran kalut Darwis seolah tumbuh dalam benaknya, Dia bingung harus menjawab apa, dan yang membuatnya bingung lagi rasa cemburu Yohana terhadap Salsa kini muncul kembali, menambah runyam keadaan dirinya itu,
Sambil bergegas untuk pergi ke kamarnya, Darwis pun menjawab pertanyaan Ibunya itu,
"Gak ada Apa- apa, Ma!" jawab Darwis pada Mamanya Suci dengan pergi tanpa menghiraukan Mamanya Suci yang ingin tahu tentang masalahnya itu,
"Darwis, dengar Mama!" bentak Mama Suci pada Darwis dengan marahnya itu,
Darwis terus berjalan seolah tak mendengar Mamanya membentaknya,
Lalu Mama Suci melirik Yohana, dengan segera Dia pun bertanya pada Yohana,
"Apa yang terjadi Yohana, barusan Mama pun bertemu Davi, dengan cepatnya Dia melaju dengan motornya itu, tanpa menghiraukan Mama, kenapa?" tanya Mama Suci pada menantunya Yohana dengan rasa ingin tahunya itu,
Dengan perasaan berat untuk mengatakannya, tapi karena terpaksa, akhirnya Yohana pun menjelaskan pada Ibu Mertuanya itu,
"Darwis lebih mementingkan perasaan orang lain dari pada perasaan Adiknya sendiri, mungkin itu saja yang bisa Yohana sampaikan pada Mama!" ucap Yohana pada Mama Suci sambil terus berjalan menyusul Suaminya itu,
Dengan bingung Mama Suci pun bicara pada Anaknya itu Ovi,
"Kamu kenapa? Kok nangis, ada apa?" tanya Mama Suci pada Ovi ingin tahu,
"Kak Darwis melarang Ovi untuk pacaran, Ma! Ovi sebal pada Kak Darwis, dan demi orang lain alasannya itu, dasar egois!" jawab Ovi pada Mamanya Suci dengan perasaan sedihnya itu,
Hati Mama Suci seolah ikut bersedih, dengan wajah merah karena emosi, Mama Suci pun kembali mencari Darwis ke dalam rumahnya.
__ADS_1