Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Sepatah kata Tanya?


__ADS_3

Ayah Sebastio penasaran melihat gelagat Anaknya itu yang terlihat sangat bersedih dengan masalahnya.


"Ayo ceritakan pada Ayah apa masalahmu itu, biar nanti Ayah dan Ibumu tahu!" tanya Ayahnya Sebastio pada Salsa ingin tahu.


Salsa lantas mengusap air matanya yang membanjiri kedua pupinya itu, sambil menatap penuh harap pada Kedua Orang Tuanya itu, lantas Salsa pun menjawabnya,


"Tadi Davi bicara pada Salsa, bahwa Kedua Orang Tuanya tidak merestui hubungan Kami, gak tahu mungkin alasannya seperti biasa, Ayah!" jawab Salsa pada Ayahnya sambil terus menangis sedih.


Mendengar ucapan Anaknya Salsa, terkejutlah diri Ayah Sebastio itu, hatinya menangis henahan luka yang dalam melihat Salsa tersakiti, lalu Ayah Sebastio segera melirik Istrinya Widury, sambil menggelebgkan kepalanya, lalu Ayah Sebastio bicara lagi pada Anaknya Salsa,


"Ayah dan Ibumu sudah mengira akan terjadi, Ayah sebenarnya tak tahu harus berbuat apa, tapi Ayah akan bicara dulu pada kedua Orang Tua Davi, untuk memberi masukan dan semoga mereka mau untuk mengerti!" ucap Ayah Sebastio pada Salsa merasa sedih dalam hatinya itu.


Terlihat Ibu Widury ikut menitikkan air mata melihat Salsa menangis pilu, tak lama Dia pun segera berucap menimpali percakapan mereka itu.


"Benar, Ayahmu harus bertemu lalu bicara dengan kedua Orang Tua Davi, Ibu kira mereka hanya merasa ketakutan saja, jika mempunyai menantu seorang Janda yang sudah mempunyai Anak, mungkin taku dimanfaatkan biasanya alasannya seperti itu!" ucap Ibu Widury pada mereka berdua memberi tahu.



Terlihat Ayah Sebastio mengangguk pada Istrinya itu, napasnya tertahan karena merasa sedih melihat Salsa terus menangis di pangkuan Ibu Widury itu, batinnya terkoyak sehingga tanpa sadar hatinya ikut menangis.


"Aku sungguh paling tak kuat melihat Anakku tersakiti oleh seseorang, bahkan Aku tak kuasa menahan amarah jika melihat ketidak adilan pada Salsa Anakku, tapi ini sulit untuk Aku lakukan, berbeda dengan masalah lalumu itu, Salsa!" ucap Ayah Sebastio pada Salsa merasa seakan- akan Dia tak berguna untuk masalah ini.


Sejenak mereka terdiam, matanya seolah saling pandang mengisyaratkan ketidakmampuan untuk menyelesaikannya.


"Begini saja dulu, Sebelum Ayahmu bertemu dengan kedua Orang Tua Davi, Kamu ajak bicara dulu Davi agar Dia mengerti!" ucap Ivu Widury pada Salsa menjelaskan.


Selsa terdiam tidak mengerti maksud dan tujuan Ibunya Widury, lantas Salsa pun bertanya pada Ibunya itu.


"Maksudnya bicara apa pada Davi, Bu?" tanya Salsa pada Ibu Widury penasaran.


Ibu Widury menggelengkan kepalanya pada Salsa, lantas menjawabnya.


"Kamu yakinkan Dia agar jangan takut jika Dia menikah denganmu tidak akan dimanfaatkan, dan setelah Davi merasa yakin, suruh Dia bicara pada Orang Tuanya agar mau mengerti!" jawab Ibunya Widury pada Salsa menerengkan padanya itu.


Mendengar jawab Ibu Widury dengan menjelaskannya, Salsa pun mulai mengerti akan maksud Ibunya itu,


"Baik, nanti Salsa akan bicara pada Davi!" ucap Salsa pada Ibunya itu sambil menunduk lesu.

__ADS_1


Dan tak lama Ayah Sebastio pun ikut bicara lagi pada mereka itu.


"Coba untuk bisa membicarakan hal ini dengan Davi, menurut Ayah Davi orangnya itu baik, pasti Dia mau mengerti untu masalahmu ini." ucap Ayah Sebastio pada Salsa Anaknya pula.


Mereka pun terus membahas tentang hubungan putrinya itu Salsa dengan Davi, sehingga akhirnya mereka semua seolah tak menghiraukan yang lainnya.


Dia lain tempat.


Tampak Davi sedang diam sambik melamun, rasa sedih akan meninggalkan keksihbya itu lantaran alasan Kedua Orang Tuanya yang tidak merestui hubungan mereka itu.


"Tadi Aku sungguh merasa sedih melihat Salsa menangis, batinnya hancur lantaran ucapan Aku tentang keputusan dari kedua Orang Tuaku itu, sungguh pedih dan sakit di dalam hatinya." ucap Davi pada dirinya.


Tiba- tiba terdengar Hp Davi berbunyi nyaring.


Kring!!


Kring!!


Kring!!


"Halo!" ucap Davi pada Salsa nun jauh disana.


Dengan sayup- sayup Terdengar Salsa menjawab pada Davi itu,


Dav, bisa kita bertemu untuk bicara sekarang, Dav?" tanya Salsa pada Davi mengajaknya untuk bertemu.


Davi pun langsung dengan segera menyetujui nya, lantas Davi menjawab padanya itu.


"Boleh, lalu kita bertemu di mana Sa?" tanya Davi pada Salsa ingin segera tahu tempatnya.


Lalu terdengar dari jauh Salsa dengan segera menjawabnya,


"Di kedai Bakso Mang Ujang sebrang gang belakang, Aku tunggu Jam empat sore, Aku tunggu!" jawab Salsa pada Davi sambil menutup teleponnya.



"Baik, Nanti Jam empat Aku kesana!" jawab Davi pada Salsa menjelaskannya itu.

__ADS_1



Akhirnya Davi pun segera masuk ke kamarnya untuk beristirahat langsung tidur siang.


Sore yang ditunggu pun akhirnya tiba juga, Davi bergegas mandi sore sehabis tidur siangnya itu, lalu Dia segera berpakaian untuk bersiap- diap untuk pergi menemui Salsa jam empat Sore itu dan tak lama Davi pun berangkat menuju kedai Bakso Mang Ujang sebrang gang itu.


Di kedai Bakso Mang Ujang Sore itu sudah ramai oleh pembeli, maklum langganannya banyak, dan terlihat pembeli datang dan masuk untuk membeli Baksonya itu.


Davi pun tiba juga di kedai Bakso Mang Ujang itu, lalu Dia segera masuk kedalam dan matanya seolah menengok kiri dan kanan untuk mencari Salsa, dan setelah beberapa waktu mencari, tak lama Salsa memanggilnya dengan teriak keras pada Davi itu.


"Davi...Davi, Aku di sini, Dav!" ucap teriak Salsa pada Davi sambil tangannya dilambaikan pada Davi dengan berdiri menghadap pada Davi kekasihnya itu.


Lantas Davi menoleh pada Salsa dengan segera, dan langsung berjalan menghampiri Salsa dengan tersenyum padanya itu.


"Kamu sudah lama menunggu Aku, Salsa?" tanya Davi pada Salsa seolah- olah ingin tahu.


Sambil menatap wajah Davi dengan tersenyum di bibirnya itu, lalu Salsa pun menjawabnya.


"Nggak juga, paling hanya lima sampai sepuluh menitanlah, memang Kamu dari mana?" tanya Salsa pada Davi merasa khawatir padanya.


"Dari rumah, tadi siang keasikan tidur, fan terbangun setengah empat, segera mandi dan langsung kemari menemui Kamu, Salsa!" jawab Davi pada Salsa menjelaskan dengan panjangnya itu.


Lantas Salsa berpikir, bagaimana mengatakan maksud dan niatnya itu pada Davi, dengan nerasa bingung dibuatnya, lantas Salsa pun bicara padanya itu.


"Oh begitu, jadi nyawanya belum ngumpul semua dong!" jawab Salsa pada Davi penasaran di dalam hatinya itu.


Dan tak lama Mang Ujang mengantarkan pesanan Bakso mereka itu, dan segera mereka pun menyantap dengan lahapnya itu.



"Sebenarnya Kamu mau bicara Apa sih, sehingga harus kemari segala?" tanya Davi pada Salsa serasa bingung dibuatnya itu.


Salsa menatap sayang wajah Davi, denfan merasa berat dalam hatinya, dang an terpaksa Salsa langsung bicara pada Davi kekasihnya itu.


"Aku percaya akan cintamu padaku, Dav! Tapi Aku tak mengerti mengapa Hamu seilah pasrah setelah kedua Irang Tuamu tidak merestui hubungan kita itu, mengapa Dav?" tanya Saksa pada Davi seakan ingin tahu dalam hatinya itu.


Alangkah terkejut hati Davi mendengar ucap Salsa itu, wajahnya seolah malu pada Salsa, hingga rasa sedihnya kini muncul bersama air mata yang berderai itu di kedua matanya itu.

__ADS_1


__ADS_2