Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Wah, Ibu sangat senang mendengarnya


__ADS_3

   Setelah pertemuannya dengan Ovi, kini rasa bertemu dengan Salsa, seakan- akan berjurang kedasyatannya, mungkin benih cinta pada Ovi tumbuh dalam dirinya itu, berpalingnya dari kekasihnya itu bukan tidak ada sebabnya, ketidak setujuan dan penolakan Orang Tuanya yang tidak setuju Anaknya menikah dengan Salsa yang seorang Janda,


   Pagi itu tampak Davi sedang duduk termenung, pikiran pendeknya berpikir tentang nasib cintanya itu, sinar mentari yang kini Ia dapatkan, kini seakan mencampakkan keinginan untuk menebar benih- lebih yang dalam, dengan kekasihnya itu Salsa, saking melamunnya itu, sampai tak terasa Ibunya Sumiati, datang dan menghampirinya, dengan segudang tanya di dalam dirinya itu,


   "Tumben Kamu gak keluar, biasanya gak ada waktu untuk di rumah, sibuk dengan Jandamu itu!" ucap Ibu Sumiati pada Davi Anaknya dengan rasa ingin tahunya itu,


   Melihat Ibunya bertanya dan menghampirinya, dengan merasa malu di dalam hatinya, dan tak lama Davi pun menjawabnya,


   "Hari Ini lagi ingin santai di rumah, Bu!" jawab Davi pada Ibunya itu Sumiati dengan rasa sedikit malunya,


   Ibu Sumiati menatap.wajah Davi dengan rasa curiga, karena Ibunya merasa sangat tahu watak sesungguhnya Anaknya itu Davi, lalu Ibu Sumiati bicara lagi padanya,


   "Dari tampangmu itu, kelihatannya Kamu lagi resah dan gelisah, seakan tak enak diam, Ibu perhatikan sedari tadi, Kenapa?" tanya Ibunya Sumiati pada Davi dengan perasaan penasaran,


   Davi sejenak diam terpaku, mendengar Ibunya bicara dengan rasa perhatiannya itu, lalu Davi pun menjawab,


   "Ah, Ibu bisa saja, Orang gak ada apa- apa!" jawab Davi pada Ibunya Sumiati dengan menutupinya,


   Lalu Ibu Sumiati menatap lagi wajah Anaknya itu dengan lebih seksama, mungkin ingin memastikan akan ucapan Anaknya itu Davi,


   "Jangan bohong sama Ibu, Ibu sangat mengenal dirimu!" ucap Ibunya Sumiati pada Anaknya Davi dengan rasa bingungnya itu,


    Davi pun tak menjawab satu patah katapun dai mulutnya itu, malah seakan tatapannya berpaling, mencari sesuatu untuk melencengkan arah pembicaraanya itu, hingga Ibu Sumiati menjadi lebih penasaran lagi,

__ADS_1


   "Kok diam? Tidak menjawab pertanyaan Ibu?" tanya Ibu Sumiati pada Anaknya Davi dengan rasa kesalnya itu,


  Melihat Ibunya Sumiati, merasa kesal di dalam dirinya itu, lantas Davi pun bicara dengan sedikit berharap pada Ibunya itu,


   "Ini lagi merenungi nasib sendiri saja, Bu!" jawab Davi pada Ibunya itu Sumiati lagi,


   "Memang kenapa dengan hidupmu?" tanya Ibunya Sumiati pada Davi dengan sedikit menyinggungnya itu,


   Keresahan yang ditimbulkan dari pertanyaan Ibunya itu semakin terasa pada diri Davi, rasa tak suka Ibunya pada hubungannya dengan Salsa, itu memang sangat beralasan, karena semua orang tua akan melarang Anak prianya itu menikah, dengan Janda Anak satu seperti Salsa itu,


   "Bagaimana dengan kabar Jandamu itu, Dav?" tanya Ibunya Sumiati pada Davi dengan rasa tak senangnya itu,


   Mendengar itu Davi langsung merah raut wajahnya, kekukuhan yang selalu Ia perlihatkan pada Ibunya, tentang hubungan cintanya dengan Salsa itu, menjadi momok yang sangat ditakutkannya, dan setelah Ia jatuh cinta dengan Ovi, Ia baru bisa menyadari pemikiran kekhawatiran Orang Tuanya itu.


   Tebaran rasa malu pada Ibunya itu, membuat resah dan bingungnya seakan tampak jelas, hingga Ia tak bisa berkata apa- apa lagi pada lbunya itu Sumiati,


Davi lantas menatap Ibunya itu, dengan segala perhatian dan kekhawatiran yang kini sedang melanda jiwanya, dan dengan terpaksa Davi pun lantas bicara pada Ibunya itu Sumiati,


"Dari nada suara dan pertanyaan Ibu itu, seolah Ibu sangat tak merasa senang, Davi berhubungan dengan Salsa, kenapa sih, Bu?" tanya Davi pada Ibunya Sumiati dengan mengorek alasannya itu,


Ibu Sumiati tersenyum pada Davi dengan sinisnya, rasa resah atas hubungan Davi dan Salsa itu, sejak lama Ia telah sering ungkapkan kepada Anaknya itu, tapi lantaran rasa cinta butanya Davi pada Salsa itu, yang membuat Ibu Sumiati tak berdaya dengan, kekukuhan bagai batu yang keras, selalu Davi perlihatkan dengan membela cintanya terhadap kekasihnya itu Salsa,


Delik mata dengan tatapan tajam pada Davi, hingga akhirnya Ibu Sumiati pun buka suara padanya,

__ADS_1


"Ibu bukan tidak suka dengan orangnya, Ibu hanya merasa kasihan dan khawatir pada Kamu, Davi!" ucap Ibu Sumiati pada Anaknya Davi dengan rasa gelisahnya itu,


"Memang khawatir apa, Bu?" tanya Davi pada Ibunya itu Sumiati dengan ingin tahunya,


"Apakah Kamu tahu, bahwa memelihara Anak dan keluarga itu sangat susah, Diri Kita terjeruji dengan kebutuhan dan tanggung jawab, Ibu takut Kamu merasa berat untuk memikul semua itu, sangat berbeda jika Kamu menikah dengan perawan yang sama- sama lugu, untuk mendayung bahtera keluarga itu dari nol!" jawab Ibu Sumiati pada Davi dengan panjang lebar menjelaskan padanya,


Davi menerawang jauh untuk mengkaji ucapan Ibunya itu, tuas pikirannya seakan- akan bekerja, untuk lebih bijak mengartikan pesan kebaikan yang dilontarkan Ibunya itu Sumiati.


"Jadi jika Davi menikah bukan dengan Janda, Apakah Ibu merestui dan bahagia pada hubungan Davi itu?" tanya Davi pada Ibunya Sumiati dengan perasaan ingin tahunya,


Sungguh di luar nalar dari biasanya, Anaknya sekarang berubah menanggapi tentang ketidak setujuan hubungannya itu, lalu dengan tersenyum padanya, lantas Ibu Sumiati pun langsung menjawabnya,


"Ibu akan lebih senang Kamu menikah dengan seumuran dan sebaya denganmu, selain jauh dari gosip dan omongan miring orang- orang, juga akan membuat Kamu tidak akan menyesal nantinya, karena semua berangkat membangun rumah tangga dari awal, dan ketakutan Kamu dimanfaaatkan olehnya itu, tidak ada dalam diri Ibu!" jawab Ibu Sumiati pada Anaknya Davi dengan merasa senang mendengarnya itu,


Davi menganggukkan kepala pada Ibunya itu, perasaan rasa senang Ibunya seolah membuatnya tersadar dari segala rasa egonya itu, wajah Ibunya yang tersenyum senang, seakan baru dilihatnya lagi selam ini.


Dan dengan rasa penasarannya, Ibu Sumiati langsung menduga- duga pada Anaknya itu, dengan jeplaknya Ia pun langsung bicara pada Desta,


"Kamu punya gebetan wanita lagi, Yah?" tanya Ibu Sumiati pada Anaknya itu Davi dengan rasa curiga,


Sungguh terkaget- kaget Davi mendengar Ibunya bertanya seperti itu, seolah Ia tahu apa yang dipikirkan oleh Anaknya itu, hingga rasa malunya itu kini seakan tak bisa Ia tutupi lagi,


"Baru kemarin bertemu dengannya, tak sengaja langsung merasa ingin memiliki, tapi dari wajahnya Ia pun tersipu malu, jika Davi memilikinya alangkah bahagianya hati ini, Apakah ini yang namanya jatuh cinta, Bu?" tanya Davi pada Ibunya Sumiati dengan jujurnya bicara,

__ADS_1


Mendengar Ucapan Anaknya itu, Ibu Sumiati sangat bahagia sekali, derita tentang kehkawatirannya kini sirna juga pada akhirnya, dan dengan girangnya, Ia pun lantas bicara lagi,


"Wah, Itu Jatuh cinta yang membuat Ibu sangat senang mendengarnya, cepat bawa kemari dan kenalkan pada Ibu segera, Nak!" jawab Ibu Sumiati pada Davi dengan tersenyum kegirangan.


__ADS_2