
Salsa merasa bersalah dalam dirinya, guyonannya itu membuat perasaan Seno merasa bersalah kepadanya, padahal maksud dari dirinya itu hanya sekedar lelucon belaka untuk membuat mereka semakin akrab.
"Kenapa Aku Sebodoh itu, membuat perasaan Seno bersalah, padahal Aku sendiri belum mengenal Seno dekat, seenaknya saja Aku meledeknya yang membuat Dia kecewa padaku!" Begitu pikiran Salsa dibenaknya itu.
Dan tak lama kedua temannya dengan tak disangka- sangkanya berlari menghampirinya sambil memanggilnya, "Salsa! Kenapa Kamu tidak pulang bersama dengan Seno?" Tanya Yuli merasa penasaran pada Salsa itu.
Lantas Wati pun menimpali Yuli bicara pada salsa ingin tahu, "Kok Aku Lihat Seno memacu sepeda motornya sangat kencang, seperti mau bala saja, kenapa?" Tanya Wati pada Dalsa ingin tahu.
Salsa bingung untuk menjelaskan pada mereka berdua, kenapa tidak pulang bersama Seno, yang jelas- jelas di depannya Dia bicara ingin mengantar Salsa pulang, "Entahlah, Aku ini seorang yang tidak berpikir dulu untuk bicara, jadinya terlanjur untuk menjelaskannya pada Dia!" Ucap Salsa pada mereka berdua merasa kecewa pada dirinya itu.
Yuli segera bertanya lagi, karena ingin sekali mengetahui ceritanya itu dari mulut Salsa, "Kenapa? Apa Kamu yang menolak untuk diantar Dia, atau ada sesuatu yang membuat Seno tak jadi mengantar Kamu pulang!" Tanya Yuli pada Salsa dengan gemasnya itu.
Lalu Salsa menggelengkan kepalanya pada mereka berdua seolah tak sanggup lagi untuk memberitahukan itu, seraya bicara pada mereka itu, "Bagaimana, Ya? Aku merasa bingung untuk menjelaskannya!" Jawab Salsa sambil menatap tajam pada mereka berdua.
Mereka berdua tambah bingung mendengarnya, karena sejak tadi Salsa hanya mengeluh tentang kesalahannya saja pada mereka, Dan Wati pun bicara lagi pada Salsa, "Ayo ceritakan pada Kami, kenapa?" Tanya Wati pada Salsa merasa penasaran dalam dirinya itu.
Salsa menatap mereka dengan wajah ditekuknya, sambil pikirannya terbayang pada Seno yang sudah menolongnya itu, melihat Salsa masih terdiam, lalu Yuli pun bertanya lagi padanya, "Iya, nih! Bukannya cepat bicara supaya Kita tidak penasaran?" Tanya Yuli pada Salsa sambil tersenyum padanya itu.
"Ayo dong beri tahu, agar Aku tak merasa penasaran lagi, Salsa!" Ucap Wati pula pada salsa menjelaskan.
__ADS_1
Sambil memandang ke jalan, Salsa masih terdiam tak mau untuk menjawabnya, malah terlihat wajahnya ditekuk dengan raut resah dalam dirinya itu.
Akhirnya mereka berdua pun angkat tangan dan pasrah, lantas Yuli bicara lagi pada Salsa bernada pasrah padanya, "Tapi sudalah jika Kamu merasa keberatan untuk menceritakannya, Aku pun tidak akan memaksamu!" Ucap Yuli pada Salsa menegaskan padanya itu.
Tiba- tiba mobil sedan hitam yang menjemput Salsa pulang tiba, lantas Mereka bertiga pun langsung masuk kedalam mobil untuk meninggalkan tempat itu.
Besoknya terlihat Davi berada di rumah kekasihnya, Dia bercengkrama bersama Ovi dengan serunya, nampak raut wajah Davi tergurat rasa tak terima yang tertuang dalam pembicaraannya itu, tentang tragedi pada ulang tahun Fanny Adiknya Firza itu.
Lalu Davi menceritakan pada Kekasihnya itu Ovi, bagaimana Dia membuat Salsa merasa malu di depan umum yang membuat Salsa menangis hingga Dia pergi meninggalkan acara Ulang Tahun itu.
"Jadi Kamu disana melihat Salsa dan jedua temannya itu berada disana?" Tanya Ovi pada kekasihnya itu.
Lantas Davi menjawab dengan terbalut rasa emosi yang masih menempel dalam dirinya itu, "Benar, karena Aku masih sakit disaat Dia dan Yuli mempermalukan Aku dulu di tempat kerja, jadi langsung saja Aku balas disana!" Jawab Davi pada kekasihnya itu Ovi.
Sambil menatapnya tajam, Davi pun segera menjawabnya, "Aku bilang Dia pemuas lelaki, pencari daun muda, hingga Janda gatel yang kesepian, mendengar Aku bicara itu lantas Salsa pun marah padaku!" Jawab Davi pada kekasihnya itu Ovi menjelaskan.
Ovi merasa puas, karena Dia Pun merasa sakit hati, saat Salsa dan Yuli menghinanya, lantas Dia bicara pada kekasihnya lagi, "Biar tahu rasa Janda gatel itu, biar orang semua tahu bahwa Salsa itu memang tidak layak denganmu!" Ucap Ovi pada Kekasihnya itu Davi.
Mendengar Ovi seakan senang mendengar Dia sudah membalas dendamnya pada Salsa, wajahnya berseri saking senangnya, akhirnya Davi pun bicara lagi padanya, "Biar tahu juga, bahwa Aku ini bukan lelaki yang mudah dihina dan disepelekan oleh Dia, dan bukan seperti lelaki kebanyakan yang diam diperlakukan seenaknya!" Ucap Davi lagi pada kekasihnya Ovi sambil tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Ovi mengangguk pada kekasihnya itu Davi, wajahnya tampak berseri- seri menatapnya tiada henti pada kekasihnya itu.
Perbincangan itu terlepas dari perasaan unek- unek dalam pikiran Davi, dan tiba- tiba Davi teringat disaat itu pula Seno langsung menghajarnya tanpa ampun, dan meninggalkan acara ulang tahun itu sebelum waktunya.
Dan tak lama Davi bicara, "Sayang semua itu ada orang ketiga yang menghancurkan semuanya, sehingga Dia bisa lepas dari hinaan itu!" Ucap Davi pada Ovi menegaskan padanya.
Ovi spontan merespon cerita kekasihnya itu dengan bertanya padanya, "Sungguh keterlaluan sekali lelaki itu, tiba- tiba menghajarmu tanpa tahu sebabnya itu, lalu bagaimana sikap Salsa setelah tahu Dia ada yang membelanya!" Ucap Ovi pada kekasihnya itu Davi merasa penasaran padanya.
Lantas Davi diam sejenak untuk mengingat kejadian memalukan itu, untuk menjawab pertanyaan Kekasihnya itu, tak lama Dia pun menjawab pada kekasihnya Ovi, "Dia sepertinya tidak tahu mungkin tidak mengenalnya, karena yang Aku tahu Salsa hanya menangis tak bicara sedikitpun, dan terus berlari menjauh dari pesta ulang tshun Fanny itu!" Jawab kekasihnya Davi pada Ovi menerangkannya.
"Masa sih! Biasanya Salsa itu langsung menjawab lebih galak dari yang nanya, tapi kenapa ini hanya diam dan menangis, tidak seperti yang telah kita alami seminggu yang lalu pada Kita itu?" Tanya Ovi pada Kekasihnya Davi merasa tak percaya dalam hatinya.
Mendengar Ovi bicara pikiran Davi teringat lagi kejadian lalu yang membuatnya tak bisa bicara oleh ucap kasar Salsa dan Yuli itu, Davi pun bicara lagi, "Aku pun merasa bingung pada Salsa, merasa bukan sosok Salsa yang sesungguhnya!" Ucap Davi oada kekasihnya itu Ovi dengan geram pada dirinya itu.
"Iya benar, seakan bukan sosok Salsa, sangat berbeda sekali darinyang telah kita alami itu, Sayang!" Jawab Ovi pada Davi kekasihnya lagi.
Tak disangka- sangka perbincangan mereka itu terdengar Darwis yang sedari tadi sengaja menguping pembicaraan mereka itu.
__ADS_1
Tiba- tiba Darwis keluar dari kamarnya sambil membentak garang pada mereka berdua, "Hebat! Hebat sekali kalian menghujat Salsa seenak dengkulmu itu, Manusia tanpa adab!" Bentak keras Darwis pada mereka sambil menahan amarahnya itu.
Mereka berdua pun terperanjat melihat Darwis dengan sekonyong- konyong datang sambil membentak