Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Sedih dan Pengharapan


__ADS_3

   Kepiluan seolah sudah meresap dalam diri Yuli, harapnya kini Ia tekan untuk berusaha menjauh dari hidupnya, sudah hampir beberapa hari Sang Kekasihnya tidak lagi menghubunginya, penderitaan akan malunya pada Salsa menjadi momok yang tak bisa dilukiskannya,


   Sore itu tampak Yuli berjalan keluar dari tempat pekerjaannya, dengan wajah menunduk sambil berjalan gontai ke pintu gerbang, dengan hati bercampur kekhawatiran di dalam dirinya itu,


   "Yul, Kamu sendirian, yang lainnya mana?" tanya Erny rekannya pada Yuli dengan penasaran,


   "Dari tadi sudah pada pulang, kalau Aku sengaja untuk gak pulang cepat, boring di rumah, Er!" jawab Yuli pada Erni dengan memberi tahunya,


   Sambil matanya melirik kanan dan kiri, lantas Erni pun menjawabnya,


   "Oh...bergitu, kalau begitu Aku ulang duluan, Yul!" jawab Erni pada Yuli dengan merasa resahnya menunggu temannya tak terlihat di matanya,


   "Ok, percuma ditunggu juga, orang di dalam sudah gak ada orang!" ucap Yuli pada Erni yang masih melihat ke pintu gerbang itu,


   Akhirnya Erni pun berpisah untuk pulang duluan, sambil menghampiri motornya, yang terparkir di sebelah pintu gerbang itu,


  "Kamu ikut bareng Aku, dari pada nunggu ojek online, lama!" jawab Erni pada Yuli dengan mengajaknya untuk pulang bersama,


  "Iya juga, Er! Aku ikut Kamu deh!" ucap Yuli pada Erni dengan segera mengambik helm yang disodorkan Erni padanya itu,


  Dan tak lama mereka pun akhirnya pergi juga, mereka pulang bersama menjauh dari tempat bekerjanya.


Mereka terlihat oleh Davi dan Salsa, dalam pikiran Salsa, sungguh sangat merasa sedih pada Yuli itu, sosok sahabatnya kini seakan sedang merasakan penderitaan akan cintanya itu,


"Itu Yuli di bonceng Erni, kasihan melihat wajahnya seakan bersedih, lalu rasa menunggunya semakin lelah dengan harapnya itu!" ucap Davi pada Salsa dengan rasa perhatiannya itu,


Mendengar ucapan perhatian kekasihnya pada Yuli, rasa Salsa pun ikut terenyuh mendengarnya, dan dengan merasa iba, lantas Salsa pun menjawabnya,


"Kalau melihat Yuli itu, Aku pun merasa kasihan juga padanya, karena Aku sudah merasakan kepahitan penderitaan olehnya itu, kasihan sekali Dia!" jawab Salsa pada Davi dengan rasa resahnya itu,


Dengan rasa kegeraman dalam pikiran mereka, dan dengan semakin membuat mereka seakan tak bisa ingin tinggal diam untuknya itu.

__ADS_1


Ibu Widia tetap tak bisa begitu saja percaya pada Anaknya itu, derap kekecewaan hatinya itu, seakan tak mau pergi juga, rasa bingung untuk situasi yang menjadi momok pikiran yang tak habis dipikirkan,


"Kasihan Yuli, entah apa nasibnya nanti, sedangkan Arjuna Asik degan wanita barunya itu!" ucap Ibu Widia pada Dirinya sendiri dengan rasa bersalahnya itu,


Tatapan sedih hatinya, rasa geram dirinya, dan rasa tak mampu untuk membuat perasaannya itu menjauh dari kesedihan tentang cinta Anaknya itu.


"Apakah Aku harus menemui Yuli? Menjelaskan dengan seadanya pada Dia, walaupun rasa tak enak menghinggapi pikirannku ini!" begitu pikiran Ibu Widia mengenai Anaknya itu.


Jauh dari mereka, perasaan seorang Ibu pun, sedang dirasakan Ibu Juariah atas kabar perselisahan Anaknya itu Salsa dengan Yuli,


"Say, kita kerumah Salsa sekarang, Aku merasa kepikiran terus tentang kabar perselisihan Salsa dengan Yuli itu!" ucap Juariah pada Suaminya Zaki dengan rasa penasarannya itu,


"Yaudah, sekarang sana siap- siap, kita berangkat sekarang juga!" jawab Zaki pada Istrinya itu Juariah dengan terus berjalan menghampiri motornya itu,


"Tunggu sebentar, Aku akan kembali!" ucap Juariah pada Zaki suaminya itu dengan berjalan ke kamarnya untuk berdandan,


Dan tak lama mereka pun akhirnya pergi juga kerumah Anaknya itu Salsa, untuk mengetahui tantang masalah Anaknya itu Salsa.


"Ibu..Ibu mau kemana?" tanya Salsa pada Ibunya itu Juariah dengan rasa penasarannya,


Segera Ibu Juariah pun menoleh pada Anaknya itu Salsa, sambil menjawabnya,


"Rencananya mau ke rumah Kamu, Salsa!" jawab Ibunya Juariah pada Salsa dengan menjelaskannya,


Lalu mereka pun berhenti di pinggir jalan, sambil terus berpikir akan tujuannya itu,


"Jangan kerumah saja, kita ke kedai Bakso Pak Ujang Saja, Salsa lapar sudah, Bu!" ucap Salsa pada Ibunya Juariah dengan keinginannya itu,


Mendengar Salsa bicara untuk mengajaknya ke kedai Bakso Pak Ujang, lantas Ibu Juariah pun menjawabnya sambil tersenyum padanya itu,


"Dasar Anak ini, Ayo sekarang Kita ngeBakso bareng, Ibu pun sudah lama belum merasakan lagi Bakso Pak Ujang itu!" jawab Ibunya Juariah pada Salsa dengan merasa sedikit mengenangnya itu,

__ADS_1


"Ayo Say, kita ngebakso dulu!" ucap Salsa pada Davi dengan menepuk Bahunya itu,


"Pas banget, Ya! Kayak tahu perutku lagi lapar!" jawab Davi pada Salsa dengan terus menekan gas dengan kakinya itu,


"Ah..dasar!" ucap Salsa pada Kekasihnya itu Davi,


Akhirnya mereka berempat pun pergi juga ke kedai Bakso Mang Ujang itu, dengan suasana hati yang membuat mereka seakan- akan melupakan niatnya itu.


Tak lama mereka pun akhirnya tiba juga, mereka pun masuk, dan kebetulan sore itu, tidak ramai pengunjung, jadi mereka mudah mendapatkan bangku untuk mereka duduk, dan tak lama mereka pun menemukan temat yang pasa untuk mereka berempat, lalu mereka berempat duduk,


Setelah duduk, mereka pun langsung memesan Baksonya, dan tak lama pesanannya pun datang juga,


"Ini pesanan Baksonya!" ucap Mang Ujang pada mereka itu,


"Terima Kasih, Mang!" jawab mereka dengan langsung melahapnya, dan terdengar Salsa bertanya pada Ibunya itu dengan rasa penasaran,


"Memang Ibu mau ke rumah Salsa, Mau apa sih, Bu?" tanya Salsa pada Ibunya itu Juariah,


Ibunya Juariah diam sambil menikmati Bakso nya itu, lantas menjawabnya,


"Ibu ingin tahu tentang kabar perselisihan Kamu dengan Yuli itu, katanya ada hubungannya dengan Arjuna?" tanya Ibunya Juariah pada Salsa dengan rasa ingin tahunya itu,


Mendengar itu, wajah anaknya Salsa menjadi merah karena merasa malu, tatapannya menatap tajam Ibunya Juariah dengan harapan di otaknya itu,


"Yuli tak terima Salsa beri masukan tentang Arjuna, hingga Ia dengan terus terang membenci Salsa, hingga seolah Salsa seperti cemburu pada Yuli, dan Akhirnya sempat Salsa dan Yuli bertengkar hebat, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya itu Juariah dengan rasa resahnya itu,


"Oh..begitu, toh! Kirain ada yang membuat hubungan kalian hancur, jika itu terjadi, pasti Ibu Akan melabrak Yuli kerumahnya, itu pasti, Salsa!" ucap Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan rasa geram dalam hatinya itu,


"Sudah itu sudah berlalu, sekarang melihat Yuli seolah merasa kasihan, kayaknya Yuli di campakkan Arjuna, Bu!" ucap Davi pada Ibu Juariah yang seakan menjauhkan rasa emosi Ibunya itu pada sisi yang lain,


"Wah kasihan benar nasib Yuli itu, Arjuna gak lebih dari Anak ingusan yang tak tahu malu, dan tak ada tanggung jawab dari dulu seperti itu, muak Ibu mendengarnya, Dav!" jawab Ibu Juariah pada Davi dengan perasaan geram di hatinya itu,

__ADS_1


.??...brengsek memang!!.


__ADS_2