Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Penasaran, Mereka menjenguk


__ADS_3

   Pikiran Mama Suci bertanya- tanya perihal masalah Davi itu, dia merasa sangat bingung kenapa Davi mempunyai banyak orang yang tidak menyenanginya, berbeda disaat dia masih berhubungan dengan Salsa, wataknya ramah dan sopan melihatnya.


   "Dia kenapa berubah buruk sikapnya itu, apakah dia saking bencinya pada Salsa menjadi lepas kontrol setelah melihatnya?" Tanya Mama Suci merasa penasaran.


   Belum selesai Mama Suci untuk berpikir lebih lanjut, dari kamar Ovi keluar dan langsung bertanya pada Mamanya itu.


   "Mama Ovi pantas tidak pakai baju ini?" Tanya Ovi pada Mamanya Suci manja.


   Mama Suci tersenyum pada Anak gadisnya sambil menjawabnya.


   "Sudah pantas, malah kelihatan cantik, nanti Davi tambah klepek- klepek lagi pada Kamu itu." Jawab Mama Suci menjelaskan.


    Wajah Ovi memerah mendengar Mamanya Suci memuji sambil meledeknya itu.


    Lalu Mama Suci menyarankan agar menjenguk Davi jangan sendirian, dia menyuruh Darwis untuk menemaninya, tapi dia tidak ada di rumah.


    "Kamu berangkat sendirian menjenguk Davinya?" Tanya Mama Suci ingin tahu.


    Ovi segera mengangguk pada Mamanya itu Suci. Dan terdengar Mamanya bicara lagi padanya.


    "Menurut Ibu, sebaiknya menjenguk nya jangan sendirian, ini sudah hampir malam, nanti pulangnya Kamu sendiri lagi tak bagus Anak gadis keluyuran seorang diri malam- malam, Sudah sana ajak Darwis untuk menemanimu!" Ucap Mama Suci memberi masukan padanya.


    Lantas Yohana yang sedari tadi berada disitu yang hanya mendengarkan mereka bicara itu, lantas menawarkan diri untuk menemani Ovi ke rumah kekasihnya itu.


    "Darwis nya sedang keluar dari sejak tadi, Bagaimana jika Yohana saja yang menemani Ovi menjenguk Davi itu?" Tanya Yohana pada Mama Suci menawarkan diri.


    Mama Suci menyetujuinya, dan Anaknya Yohana, Anggi bersama Mama Suci di rumah.


    "Sebentar, Vi! Kakak pake baju dulu!" Ucap Yohana pada Adik Iparnya itu.


   Ovi pun menunggu dengan sabar Yohana yang sedang bersiap- siap untuk mengantarnya itu.


   "Kita sebaiknya pake apa ke rumah Davinya?" Tanya Yohana pada Adik Iparnya Ovi itu ingin tahu.


    Sambil berpikir di dalam otaknya lantas Ovi pun menjawab.


    "Kita naik motor, Lebih mudah dan gak ribet nanti di jalannya!" Jawab Ovi pada Yohana menjelaskan.


    Lalu mereka pun akhirnya berangkat juga menuju rumah Davi untuk menjenguknya. 


    Di rumah Davi Sore itu terlihat mereka berdua sedang bicara bersama mengenai peristiwa pemukulan itu.

__ADS_1


   "Kok bisa- bisanya nasibmu seperti ini, dua kali lagi kejadiannya walau ini yang paling parah luka- lukanya, hadeuh!" Ucap Ibu Srie pada Anaknya itu Davi merasa Aneh.


   Davi diam sejenak, mungkin otaknya sedang mengkaji nada bicara yang diucapkan Ibunya itu.


    "Gak tahu, dasarnya saja orang itu benci yang terlalu pada Davi, Bu!" Jawab Davi memberitahu Ibunya itu.


    Ibu Srie menyayangkan dengan kejadian yang telah menimpa Anaknya itu, merasa tak senang dia bicara pada Davi lagi.


   "Jangan membuat orang lain benci kepadamu, juga jaga sikap dan ucapanmu itu. Walau sudah tidak suka pada Salsa jangan diperlihatkan rasa bencinya itu, apalagi dengan menghina dan merendahkannya, tidak baik, Dav!" Ucap Ibu Srie pada Anaknya itu menasehati.


   Davi lantas mengangguk pada Ibunya itu Srie, sambil merasakan sakit di hati dan tubuhnya itu, akhirnya Davi pun berucap pada Ibunya itu.


   "Bukannya Ibu tidak suka Davi berhubungan dengan Salsa, Bu?" Tanya Davi pada Ibunya itu mengingatkannya.


    Ibu Srie melirik sosok Anaknya itu dengan penasaran dan rasa aneh pada dirinya itu, lantas Ibu Srie pun menjelaskan pada Anaknya itu.


    "Memang Ibu tidak setuju Kamu menikah dengan Salsa lantaran dia Janda, inginnya Ibu itu Kamu menjalin hubungan dengan yang sepadan dan seumur, karena Ibu merasa ketakutan jika Kamu itu dimanfaatkan atas keluguan dan kepolosan mu itu oleh Si Jandamu itu, Dav!" Jawab Ibu Srie pada Davi dengan panjangnya menjelaskan.


     Davi mengerti atas semua harapan dan cita- cita Ibunya itu, Davi berharap bersama Ovi dia bisa mewujudkan Cita- citanya itu.


    "Semoga saja apa yang Ibu inginkan itu tercapai." Ucap Davi lagi pada Ibunya Srie pula.


   "Tadi memang Davi dihajar oleh lelaki yang misterius dan tidak di kenal, setelah Davi bicara pada Salsa, dan dua hari yang lalu peristiwanya hampir sama, tapi Davi masih menduga pasti ini kelakuan Si Janda Salsa itu!" Jawab Davi menjelaskan pada Ibunya seiring emosi yang muncul untuk menduganya.


    Ibunya Srie hanya menggeleng- gelengkan kepala saja pada Anaknya itu Davi.


   Davi lantas bicara saking bencinya pada Salsa, sehingga membuat dia semakin merasa muak untuk membicarakannya.


   "Setelah peristiwa ini Davi merasa semakin muak lagi pada Si Janda liar itu, hati ini terasa sakit dan ingin segera untuk membalasnya, Bu!" Ucap perasaan Davi pada Ibunya itu Srie merasa dendam..


   Ibunya Srie menjawabnya dengan jujur atas semua perilaku Anaknya itu pada Salsa, Ibu Srie menyalahkan Davi sebagai biang masalahnya.


   "Ibu menyimak semua ceritamu itu, dan semua yang kamu alami ini adalah hasil dari perbuatan burukmu terhadap Salsa, tidak bisa menjaga lidahmu dari kata- kata busukmu itu pada Salsa!" Jawab Ibu Srie menjelaskan pada Anaknya Davi.


   Davi merasa tidak terima dikatakan biang masalah sesungguhnya oleh Ibunya itu, lalu dia menyanggahnya.


   "Tapi dia saja yang menginginkan Davi menderita, mungkin panas hatinya karena Davi sudah punya Ovi, pasti dia tahu itu!" Jawab Davi pada Ibunya Srie menyangkal.


    Ibu Srie tersenyum pada Anaknya itu, dia menyayangkan atas perilaku bodoh Anaknya Davi.


    Akhirnya Ibu Srie bicara pada Anaknya itu untuk menasehatinya.

__ADS_1


   "Jangan begitu pada Salsa, walaupun bagaimana dia pernah membuatmu bertekuk lutut terhadapnya, Kamu jatuh cinta kepadanya, dan Kamu pernah berhubungan cinta dengannya, maka dari itu jangan berlaku kasar dan mencoba untuk merendahkanya, itu tidak baik!" Ucap Ibu Srie mengingatkan.


   Davi tertunduk malu mendengarnya, malah dia kembali bertanya pada Ibunya itu tentang kekasihnya itu Ovi.


   "Lalu bagaimana pendapat Ibu tentang hubungan Davi dengan Ovi, apakah Ibu menyetujuinya?" Tanya Davi ingin tahu pada Ibunya itu.


   Ibu Srie menyuruh Anaknya Davi agar mengajak Ovi segera ke rumahnya, supaya dia bisa mengenalnya lebih dalam.


    "Setuju gak setuju bawa segera Ovi untuk menemui Ibu, baru kamu boleh bertanya seperti itu pada Ibu!" Jawab Ibu Srie pada Davi merasa kesal.


   Davi mengangguk setuju pada Ibunya itu, dan tak lama Ibunya pun segera meninggalkan Davi seorang diri, karena tuntutan tugas memasak menunggunya di dapur.


   Tiba- tiba terdengar pintu diketuk seseorang dari luar seraya mengucapkan salamnya itu.


    "Tok! Tok! Tok!" Suara pintu diketuk yang terdengar ke dalam rumah.


   Segera Ibu Srie berjalan menghampiri untuk membuka pintu, walau dalam hatinya bertanya siapa yang datang sore- sore begini.


    "Assalamualaikum," ucap Salamnya terdengar oleh Ibu Srie.


    Lantas Ibu Srie membukakan pintu sambil menjawab salam dari mereka itu.


    "WaalaikumSalam," jawab Ibu Srie pada mereka itu.


    Tak lama pintu rumah pun dibuka Ibu Srie.


    "Brakk!" Suara Pintu dibuka.


    Tiba- tiba, Alangkah terkejutnya diri Ibu Srie itu, di depannya terlihat dua orang wanita cantik, yang satu dan muda membawa buah Mangga di tangannya, serta yang sedikit tua tersenyum sambil bertanya kepadanya itu.


     "Apa Kabar, Bu! Saya Yohana dan ini Adik Saya Ovi, Desta nya ada, Bu?" Tanya Yohana pada Ibu Srie ingin tahu.


    Rasa penasaran Ibu Srie terjawab juga melihat Sosok Ovi berdiri di depannya sambil tersenyum, dia terus menatapnya dan akhirnya menjawab.


   "Waalaikumsalam," Jawab Ibu Srie pada mereka berdua sambil tersenyum.


   Lalu Ibu Srie mempersilahkan masuk keduanya untuk menuju ke kamar Davi.


   "Ayo, silahkan masuk, Davi nya sedang berbaring di kamarnya!" Jawab Ibu Srie pada Mereka berdua.


   Melihat sosok mereka berdua, pertanyaan demi pertanyaan menghinggapi pikiran Ibu Srie, sehingga rasa penasaran senantiasa mengikuti arah pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2