
Yuli dengan tak dihiraukan oleh kekasihnya itu Arjuna, membuat Ia terus mengejarnya, meninggalkan tempat yang sudah Ia dapatkan untuk untuk mereka berdua itu,
"Arjuna, Arjuna mau kemana Kamu?" teriak Yuli pada kekasihnya itu Arjuna dengan kesalnya,
Arjuna seolah tak menghiraukan teriakannya, Ia terus memegangi celana, sambil berlari dengan tak perduli,
Melihat Arjuna tak bisa di kejarnya, akhirnya Yuli dengan merasa kesalnya, kembali ke tempatnya tadi, Ia menatap orang- orang sekelilingnya yang sedang menikmati nasi uduk, dengan sangat senangnya,
Lalu tiba- tiba Mas Joko datang membawa dua porsi nasi uduk pesanannya itu,
"Ini pesanannya, Mbak!" ucap Mas Joko pada Yuli dengan tersenyum ramah,
Melihat pesanan dua porsi nasi uduk sudah di antar, mau gak mau Yuli pun akhirnya harus menerimanya, dan tak lupa Ia pun bicara,
"Oh, Iya! Terima kasih Mas!" jawab Yuli pada Mas Joko dengan menutupi kesedihannya itu,
Lalu Yuli segera menyantap nasi uduk itu, dengan sedikit tidak berselera, pikirannya masih berpikir tentang Arjuna, dalam hatinya bertanya, apakah Arjuna tidak senang melihat Yuli bertengkar dengan Salsa, karena mungkin Salsa sebelumnya adalah mantannya, atau Salsa adalah cinta pertamanya, begitu pikiran Yuli pada kekasihnya Arjuna,
Sambil menyantap nasi uduk itu, pikirannya tak henti, masih membayangkan kemana Arjuna pergi, dan tanpa disadarinya, air matanya jatuh di pipinya, sehingga makannya seolah tak berselera lagi, dan dengan kepalanya menunduk dengan kedua tangannya disilangkan, seolah bersimpuh dengan tertumpu pada dengkul kakinya, Yuli menangis meratapi nasibnya itu, sehingga Ia tidak menghiraukan apapun lagi, gelap sudah.
Dan di dalam kesedihannya itu, lalu dengan tiba- tiba, terasa ada seseorang memegang bahunya, lalu duduk di sebelahnya, karena merasa kaget dibuatnya, dengan spontan Yuli menepiskan tangan orang itu, yang memegang bahunya, sambil teriak ketakutan,
"Tolong, lepaskan! Jangan berani pegang- pegang dan sentuh Aku!" teriak Yuli pada Arjuna dengan salah sangkanya itu,
Sontak Arjuna dan orang- orang yang berada disitu merasa kaget, mendengar Yuli berteriak yang seakan- akan ada yang menganggunya itu,
Mendengar semua orang riuh dan ribut, dengan serta merta Yuli pun menegakkan wajahnya untuk melihat pada sekelilingnya, dengan rasa takutnya itu, setelah Ia melihatnya, tampak orang- orang dengan matanya, sedang tertuju melihat pada dirinya yang sedang menangis itu, lalu dengan rasa penasaran dan kaget, terlebih lagi sosok Arjuna sudah ada di sampingnya, sehingga Yuli pun seolah merasa kebingungan dalam dirinya,
__ADS_1
Melihat itu semua, dan dengan rasa kasihan pada Kekasihnya, akhirnya Arjuna pun bertanya pada Yuli dengan kebingungannya,
"Apa yang terjadi, Say? Mengapa Kamu ketakutan sekali seperti ada sesuatu, ada apa?" tanya Arjuna pada Yuli yang seakan- akan heran melihatnya seperti itu,
Melihat semua orang melihatnya, dengan rasa penasaran padanya, lalu dengan merasa malu- malu, Yuli pun akhirnya bertanya pada mereka itu,
"Maaf, ada apa, Ya?" tanya Yuli pada mereka semua dengan merasa kebingungan,
Melihat Yuli kebingungan dan bertanya lagi pada mereka, membuat mereka yang ada disitu, semua pun tertawa terbahak- bahak, menertawakan pertanyaan Yuli seperti orang mengigau dalam tidur.
Melihat semua orang disitu menertawakan Yuli kekasihnya itu, akhirnya Arjuna pun dengan sebisa- bisanya mencoba untuk menenangkannya,
"Maaf pada semuanya, tidak ada apa- apa hanya sedikit mengantuk lalu mengigau, mohon maaf kami ganggu!" ucap Arjuna pada Mereka semua sambil tersenyum ramah pada semuanya itu, Dan akhirnya mereka pun mau mengerti,
Setelah itu, dengan marahnya Yuli pun bertanya dengan keras, hingga matanya melotot pada Arjuna seolah mau copot, saking garangnya,
Mendengar pertanyaan seperti itu, membuat Arjuna tertawa dengan lepasnya, hingga Ia serasa tak bisa membendung kelucuan itu, yang membuat Yuli seolah semakin besar amarahnya pada kekasihnya Arjuna, hingga sumpah serapah Yuli pada Arjuna terdengar,
"Dasar lelaki sontoloyo, malah tertawa bukannya mikir, aku jadi muak melihatmu itu!" ucap Yuli lagi pada Arjuna dengan langsung memalingkan wajahnya itu ke sampingnya,
Melihat Yuli sudah emosi dengan tidak bisa di kendalikan lagi, lalu akhirnya Arjuna pun dengan merasa iba menjawabnya,
"Sayang, Kamu itu sudah salah paham terhadapku, tadi Aku berlari dengan tidak menghiraukan apapun itu, karena sudah kebelet mau ke WC tak bisa di tahan, Aku pikir dari pada Aku berak di celana, lebih baik Aku berlari kencang supaya cepat nyampe WCnya, begitu ceritanya, Sayang!" jawab Arjuna pada Kekasihnya Yuli dengan tak kuat menahan tawa akibat dari lucunya itu,
Mendengar jawaban dari kekasihnya itu, alangkah malunya Yuli pada Arjuna dan orang- orang di sekelilingnya, Ia sudah berpikir jelek pada kekasihnya sendiri, terlebih lagi melihat orang- orang menertawakannya, sehingga dirinya layaknya sebuah objek kelucuan mereka semua, lalu Ia pun bertanya lagi pada Arjuna,
"Kenapa Kamu tidak bilang kepadaku?" tanya Yuli pada Arjuna dengan merasa malu dalam dirinya itu,
__ADS_1
"Bagaimana mau bicara, orang sudah gak ada waktu, kebelet!" jawab Arjuna pada Yuli dengan tak kuat sambil senyum menahan lucunya itu,
Yuli akhirnya diam dengan seribu bahasa, dengan menahan malu, matanya seolah menangis dengan sedihnya, kesalah pahamannya menimbulkan perasaan malu yang teramat sangat dalam dirinya itu, sehingga wajahnya tampak cemberut, dan semua urat malunya seolah keluar tanpa disadarinya,
Lalu dengan perasaan bersedih, Yuli pun ingin segera pergi dari situ, untuk segera meninggalkan tempat yang membuatnya malu, sambil berkata pada Arjuna,
"Ayo kita pulang dari sini, seolah Aku tak ada harganya diam disini!" ucap Yuli pada Arjuna sambil berdiri dan menarik tangan Arjuna kekasihnya itu,
"Sebentar Aku bayar dulu, Kamu duluan saja menunggu di motor, sebentar aku menyusul!" jawab Arjuna pada kekasihnya Yuli sambil berlari untuk membayar nasi uduknya itu,
Sambil berjalan ke parkiran motor, pikiran Yuli seolah bertanya- tanya, mengapa aku tidak berpikir positif, tidak berprasangka buruk dulu pada kekasihnya itu,
Dan selang beberapa lama, akhirnya Arjuna pun kembali dengan wajah berseri- seri pada Yuli, yang membuat Yuli semakin jengkel dan marah dibuatnya, seakan- akan Ia masih di tertawakan oleh kekasihnya itu, lantas dengan marah, Yuli pun bicara pada Arjuna lagi,
"Kenapa senyum- senyum begitu, belum puas menertawakan Aku, hah?" tanya Yuli pada Arjuna dengan ketusnya bicara,
Mendengar Yuli bertanya dengan ketusnya, yang membuat Arjuna merasa tak enak kepadanya, hingga dengan sedikit menahan tawanya, lantas Arjuna pun bicara lagi pada Yuli kekasihnya itu,
"Tidak, Aku tidak mentertawakanmu, Sudahlah jangan merasa curiga terus sama Aku, lupakan semua yang telah terjadi, dan jangan bersedih terus, gak baik, tahu!" jawab Arjuna pada Yuli sambil memakaikan helmnya pada kekasihnya itu, dengan rasa perhatiannya,
. Lalu mereka pun akhirnya pergi dari situ, meninggalkan semua yang membuat Yuli malu, dengan berboncengan motor, dan dalam perasaan suka cita, dan di tengah perjalanan, Arjuna pun bicara pada kekasihnya itu,,
"Ini pelajaran, jangan sampai terulang lagi, buang jauh- jauh segala rasa curiga terhadapku itu, dan pikirkan tentang hubungan kita kedepan, jangan maunya ribut terus, Aku cape, Tahu!" ucap Arjuna pada Yuli sambil motornya Ia lajukan lebih kencang lagi, hingga cusss....
Lalu setelah hampir tiba di rumah Yuli, seketika itu pula Yuli pun bicara pada Arjuna kekasihnya itu,
"Iya, Aku pun malu, dan sangat malu terhadapmu itu, mengingat kejadian tadi, dan Aku mohon Maafkan Aku, sayang!" jawab Yuli pada Arjuna sambil memeluk erat Arjuna di belakangnya, hingga terpaan angin kencang pun tidak berdampak pada pasangan sejoli nan mesra itu.
__ADS_1