Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Hinaan yang tidak sepantasnya itu.


__ADS_3

  Salsa bertekad untuk tidak memperdulikan Davi lagi, kini hidupnya ingin lebih baik dari sebelumnya, Dia merasa pahit atas segala kelakuan Davi dan kedua Orang Tuanya itu yang selalu merendahkannya itu.


  Di tempat kerja Salsa lebih merasa bebas untuk bergaul dengan teman prianya itu, dulu Dia terbatasi oleh pikiran takut Davi merasa cemburu jika Dia akrab dengan teman prianya itu.


   Semua teman kerjanya merasa suka berteman dengan Salsa, karena pribadinya supel dan tidak sombong walaupun Dia itu kaya.


   Dan sejak berhubungan dengan Davi, Salsa tak pernah ikut teman yang lainnya untuk berkumpul bersama, maklumlah rasa cemburu Davi sering membatasinya bergaul, tapi sekarang tidak lagi.


   "Salsa mau ikut gak, ke rumah Firza, Adiknya ulang tahun, kita seru- seruan di sana, Gimana?" Tanya Wati pada Salsa mengajaknya,


   "Wah seru tuh, Aku mau ikut, tapi pulangnya jangan malam- malam kasihan Anakku menunggu, gimana?" Tanya balik Salsa pada Wati ingin tahu,


   "Gak mungkinlah, paling jam sepuluh pun sudah kembali pulang!" Jawab Wati menjelaskan padanya itu.


   "Yaudah, berarti sudah tidak ada halangan lagi, Aku ikut!" Jawab Salsa menegaskan padanya itu.


   Mereka berdua akhirnya masuk kembali, karena bel masuk kerja sudah berbunyi nyaring.


   Dan sorenya tampak Salsa sudah berdandan cantik hendak berangkat bersama teman- teman sekantornya, dan tak lama Dia pun berangkat diantar oleh sopir pribadinya itu, tak lama Dia pun tiba juga di depan gerbang kerjaannya itu, karena mereka sepakat untuk menunggu disana.


   Terlihat Wati dan Yuli menghampiri Salsa sambil tersenyum pada Salsa.


   "Wah bidadari yang satu ini sedang merayakan hari kebebasannya, tuh! Ha..ha..ha. !" Ucap Yuil meledeknya.


   "Iya dong, sekarang sudah tidak ada lagi yang melarangnya!" Jawab Salsa sambil tersenyum ke arahnya,


   "Makanya kalau pacaran jangan lupakan teman- teman, jadi merasa di jeruji penjara, kuper, Ha..ha. ha..!" Ucap Wati menimpali mereka bicara itu.


    Dan mereka pun akhirnya berangkat bersama- sama ke rumah Firza, sesampainya disana terlihat ramai oleh para undangan, maklumlah acara Anak muda.


   "Wah ramai juga tamu undangannya, Sa!" Ucap Wati pada Salsa memberi tahu,


    "Iya, pasti seru acaranya nanti!" Jawab Salsa menjelaskan padanya,


   "Dan lagi tampan- tampan berondongnya..He..he..he!" Ucap Yuli karena merasa gembira.


   Tak disangka semua prianya sangat tampan dan ramah, sehingga rasa sakit dan kecewa kini terhibur oleh suasana acara ulang tahun Adiknya Firza itu Fanny.


   Terlihat Fanny sangat cantik malam itu, dengan dibalut gaun merah muda serta hiasan rambut yang menambah kecantikan Fanny sungguh menawan malam itu.


    Tiba- tiba seorang lelaki tampan melirik pada Salsa yang berdandan biasa saja, tak terlihat mencolok seperti yang lainnya, 


   Lalu lelaki itu menghampiri Salsa yang sedang memperhatikan temannya itu berjoget.

__ADS_1


   "Perasaan wajahnya itu tak asing bagiku?" Tanya Lelaki itu dalam pikirannya sendiri


  Lantas lelaki itu berjalan menghampiri sambil menyapa dan memperkenalkan diri pada Salsa,


  "Hay! Sendirian terus berdiri disini, boleh Aku temenin gak?" Ucap lelaki itu pada Salsa.


  Salsa diam sambil menatap tajam lelaki itu, yang tersenyum kepadanya.


  "Kenalkan Namaku Seno, temannya Fanny!" Ucap lelaki itu lagi pada Salsa.


Lantas Salsa pun meresponnya sambil menerima sodoran tangan lelaki itu untuk bersalaman dengannya, tak lupa menyebutkan namanya.


"Oh Seno, nama yang bagus, namaku Salsa!" Jawab Salsa sambil tersenyum kepadanya itu.


 Mereka akhirnya duduk sambil berbincang di tengah pesta ulang tahun Fanny itu.


   Yuli melihat sahabatnya sedang asyik mengobrol langsung datang menggodanya,


  "Wah ada yang lagi bergembira hari ini, ajak- ajak Aku, dong!" Ucap Yuli sambil menghampiri untuk menggodanya.


   "Ayo gabung disini bersama, jadi semakin seru!" Ucap Seno pada Yuli mengajaknya.


 Akhirnya mereka berbincang bertiga sambil diiringi gelak tawa yang semakin akrab untuk mereka berdua bicara.


   "Salsa Kamu datang juga!" Ucap Davi pada Salsa merasa kaget dibuatnya.


  Karena para teman- temannya meledek, akhirnya Davi terpengaruh, lalu Davi menghampiri Salsa lagi sambil bicara tak pantas pada Salsa.


 "Sudah jangan coba- coba untuk membuat Aku cemburu, Ibu Janda!" Ucap Davi merasa panas karena pengaruh teman- temannya itu.


 Salsa langsung marah mendengar Davi bicara tidak ada sopan santun kepadanya,


  "Apa katamu? Sana pergi! Aku gak mau ribut malam ini, malu sama yang lainnya!" Jawab Salsa pada Davi merasa sakit hatinya itu.


 Davi semakin berani memaki dan merendahkan Salsa, agar lelaki bersamanya itu tidak mau lagi bersama Salsa,


 "Sudah Salsa, Kamu sudah tidak layak lagi disini, sana pulang Anakmu menunggu, dasar Ibu liar!" Ucap Davi yang semakin berani untuk menghinanya.


 Salsa diam karena merasa tidak enak ribut dalam suasana pesta ulang tahun Fanny itu, 


 Tapi Davi semakin menjadi menghinanya lantaran Salsa diam dan hanya bisa menangis.


  "Kenapa diam? Merasa malu, ya! Semua lelaki disini tak mungkin berminat pada Janda Anak satu, pemuas lelaki, Cepat sana pergi!" Ucap Davi keterlaluan.

__ADS_1


 Lalu Salsa menghindar dan berlari keluar rumah Firza agar tak menjadi tontonan tamu yang lain.


Lantas Davi mengejar Salsa keluar rumah Firza itu sambil terus memanggilnya.


  "Hey, Janda gatel tunggu!" Ucap Davi pada Salsa yang semakin berani sambil mengejarnya.


Davi semakin berani menghina Salsa dan menganggap Salsa serendah- rendahnya.


   "Wanita liar mau kemana, takut rahasia bejatmu itu terdengar oleh yang lain, ya?" Tanya Davi dengan hinaan tajamnya itu.


Salsa menangis menahan sedih di hatinya itu, tak lama Yuli bersama Wati datang sambil bicara keras pada Davi,


 "Hey monyet! Berhenti menghina Salsa, jangan seenaknya bacot mu itu!" Ucap Yuli pada Davi sambil teriak padanya.


"Iya nih, gak malu sama tamu yang lain, dasar tak punya sopan santun!" ucap Wati pada Davi menjelaskan dengan rasa jengkelnya itu.


 Davi tak peduli Yuli dan Wati bicara padanya, sambil menunjuk tepat di wajah Salsa, Davi memaki Salsa dengan kata- kata hinaan yang tak sepantasnya itu.


 "Janda rendah seperti Kamu ini tidak pantas berada disini, cocoknya di tenda remang pinggir jalan, disana Kamu bisa menjajakan diri, Mengerti janda liar!" Ucap Davi menghina yang sangat tak patut pada Salsa itu.


    Sekonyong- konyong pukulan telak mengenai wajah Davi dengan kerasnya, 


   "Bukk!"


   Sehingga Davi terdorong beberapa meter dari tempatnya berasal, sambil memegangi bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.


    "Aduh sakit sekali, Siapa yang berani menghajarku tiba- tiba ini?" Tanya Davi pada mereka semua.


   Lalu terlihat Seno laksana Sang jagoan di Film India, sambil bertolak pinggang pada Davi lalu berucap padanya, 


  "Lelaki yang hanya berani pada Wanita adalah pengecut, dan cocoknya memakai Daster, Ini Aku yang menghajarmu, Ayo berkelahi denganku dasar lelaki banci!" Ucap Seno itu sambil menatap Davi yang merasakan sakit itu.


 Mendengar Ucapan Seno itu, Sontak yang ada disitu tertawa lucu mendengarnya.


  "GERR"


  Semua menertawakan Davi, lalu Mata mereka terfokus pada Seno yang dengan berani menghajar Davi tanpa ampun, membela Salsa yang terus dihina olehnya itu.


  " Siapa Dia? Apa kekasih Salsa?"


     


    

__ADS_1


    


__ADS_2