
Terlihat Anwar sedang uring- uringan sendirian, setelah Dia mendapat kabar bahwa Keponakannya Salsa sudah tidak menjalin hubungan lagi dengan Davi,
"Brengsek Si Davi itu, seenaknya saja pada Salsa!" Ucap Anwar pada dirinya itu,
Selagi suasana yang tidak mengenakan, tiba- tiba Rusli dan Darwis Sahabatnya itu datang menghampirinya.
Mereka berdua melihat Anwar dengan wajah yang memerah menahan emosi, dengan rasa penasaran Darwis pun bertanya padanya,
"Ada apa sih, Kok kelihatan seperti marah- marah sendiri Aku Lihat tadi, War?" Tanya Darwis pada Anwar ingin tahu.
Lantas Anwar menatap Kedua rekannya itu, sambil menarik napas panjang, akhirnya Anwar menjawabnya,
"Aku merasa kesal pada Davi, masa Salsa diputusin begitu saja, alasannya pun ringan hanya demi Orang Tua, gak masuk akal!" Jawab Anwar pada Darwis sambil merasa geramnya.
"Memang sudah lama putusnya, War?" Tanya Rusli seolah ingin tahu padanya itu,
"Kata Kakakku sih hampir seminggu, Aku merasa geram kepada Davi jadinya, Rus!" Jawab Anwar menjelaskannya pada Rusli.
Mendengar sahabatnya itu meresahkan tentang hubungan keponakannya itu, pikiran Darwis terbayang Adiknya Ovi yang sekarang sudah mulai dekat dengan Davi. Sehingga hati Darwis merasa tak enak pada Anwar, walaupun Dia tutupi dari mereka itu,
"Kenapa jadi bengong, Aku Yang pusing malah Kamu yang bengong, apa kata dunia!" Jawab Anwar pada Darwis yang bengong memikirkan Adiknya itu Ovi.
"Ini ceritamu tentang Salsa itu, membuat Aku Prihatin pada Salsa. War!" Jawab Darwis sedikit menenangkan padanya.
"Betul sekali apa yang diucapkan Darwis, Aku pun merasakan hal yang sama dengan Darwis!" Ucap Anwar menimpali mereka bicara itu.
Mereka seolah prihatin atas apa yang terjadi pada Keponakan Anwar itu Salsa, karena mereka sangat mengenal Salsa, terlebih lagi Darwis.
"Aku sangat merasa sedih setelah apa yang menimpa Salsa, Dia hidupnya selalu menderita, terkadang Aku menangis bila mengingatnya, perjalanan cintanya selalu kandas!" Ucap Anwar sambil pikirannya jauh pada derita Salsa,
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan, kita doakan semoga kedepannya Dia bisa mendapatkan jodoh yang layak!" Ucap Rusli menenangkan sahabatnya itu.
Mereka berdua saling bicara, tampak hanya Darwis yang terlihat diam membisu, sehingga Anwar merasa ingin tahu kepadanya itu.
"Kamu kok diam begitu, Wis? Ada apa?" Tanya Anwar pada Darwis merasa bingung kepadanya itu,
"Aku mendengarmu cerita Salsa hatiku ini sedih, kasihan Salsa selalu di permainkan lelakinya, itu Aku tak habis pikir, War!" Jawab Darwis memberi jawaban pada mereka itu.
"Aku pun begitu menilainya, padahal Salsa sosok pribadinya menyenangkan!" Jawab Anwar pada mereka berdua.
__ADS_1
Perasaan mereka masih memikirkan Salsa, Darwis seolah dirinya merasakan sesal pada dirinya mengingat Davi sedang menjalin dengan Adiknya itu Ovi,
"Apakah Aku harus menemui Davi dan memberi pelajaran kepadanya?" Tanya Anwar kepada Mereka berdua itu.
"Jangan begitu nantinya bisa salah paham, biarkan saja toh ini hanya hubungan percintaan yang menuntut hati untuk merasakannya!" Jawab Rusli menjelaskannya.
Tiba- tiba Darwis segera pamit untuk segera pulang,
"Aku pulang duluan, Istriku menunggu!" Ucap Darwis pada mereka berdua.
"Ya, hati- hati di jalan!" Jawab Anwar mengingatkan padanya.
Tak lama Akhirnya Darwis pun pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum pada mereka itu.
Dalam perjalanan pulang perasaan sesal atas hubungan Adiknya itu dengan Davi, dalam pikirannya bicara kenapa harus dengan Adiknya Ovi sehingga Darwis tak bisa berbuat untuk Salsa,
"Mengapa Davi menghancurkan hubungan cintanya itu dengan Salsa, dan yang membuat hatiku sakit Dia menjalin cintanya itu dengan Ovi!" Begitu pikiran Davi dalam benaknya itu.
Tak terasa mobil yang dikendarainya itu akhirnya tiba juga di rumahnya itu, tampak Istrinya Yohana sedang duduk di teras menunggunya pulang.
"WaalaikumSalam," jawab Yohana sambil menghampiri.
Terlihat Suaminya datang dengan wajah ditekuknya, yang membuat penasaran Istrinya itu Yohana.
"Kenapa kok wajahmu ditekuk gitu, Ada masalah di kantor?" Tanya Yohana pada Suaminya sambil menatap tajam padanya itu.
Darwis tak segera masuk, Dia lantas duduk di kursi di teras depan sambil kepalanya di geleng- gelengkan pada Yohana.
"Ini Ovi bikin pusing dalam otakku saja!" Ucap Darwis pada Istrinya itu Yohana,
Mendengar ucapan Suaminya itu pikiran Yohana bertambah pusing dibuatnya, dengan kebingungan pada dirinya itu, lantas Yohana pun bertanya pada Suaminya itu.
"Memang Ovi berbuat apa? Sampai membuatmu pusing begitu?" Tanya Yohana pada Suaminya itu,
Tak lama Darwis pun menceritakan bagaimana Anwar sahabatnya itu marah pada Davi, setelah tahu Keponakannya itu Salsa tidak lagi berhubungan dengan Davi.
"Oh, jadi begitu rupanya!" Ucap Istrinya Yohana sambil merasa bingung.
__ADS_1
"Bagaimana jika Anwar tahu bahwa Davi sekarang berhubungan dengan Ovi, Mampuslah Aku!" Jawab Anwar menjelaskan pada Istrinya itu.
Lalu mereka sejenak diam, mungkin sedang memikirkan masalah yang mendera mereka itu. Dan tak beberapa lama Yohana pun bicara pada Suaminya itu.
"Seharusnya Kamu bicara jujur pada temanmu itu Anwar, supaya nanti Dia tidak akan menyalahkanmu bila tahu ternyata Anwar jini kekasihnya Ovi Adikmu Itu!" Ucap Istrinya Yohana menjelaskan padanya itu.
Pikiran Darwis terus berpikir sehingga Doa setuju akan masukan Istrinya itu Yohana.
"Apa yang Kamu katakan itu benar, nanti Aku akan bicara pada Anwar menjalankannya!" Jawab Darwis pada Istrinya itu.
Tiba- tiba Adiknya datang langsung menghampiri keduanya itu, seraya bertanya pada mereka itu.
"Kelihatannya serius amat sih ngobrolnya?" Ucap Ovi pada Kakaknya itu.
Melihat Ovi datang pikiran Darwis untuk bicara pada Adiknya itu pun datang, dengan cepat Darwis menjawabnya,
"Bukan serius lagi, tapi sangat memalukan!" Jawab Darwis dengan emosi pada Adik Nya itu Ovi.
Mendengar jawaban seolah menyinggung, lantas Ovi pun bicara pada Kakaknya Itu Darwis.
"Kok jawaban Kak Darwis seolah tidak senang pada Ovi, memang Ovi salah apa, Kak?" Tanya Ovi pada Kakaknya itu penasaran,
Terlihat merah wajah Darwis mendengar jawaban Adiknya itu Ovi, sambil menatap tajam Adiknya itu, Darwis pun menjawabnya,
"Gara- gara hubunganmu dengan Davi itu, membuat persahabatan Kakak dengan Anwar menjadi hancur!" Jawab Darwis pada Adiknya itu menjelaskan padanya itu,
"Memang apa hubungannya, coba jelskan maksud omongan Kakak itu?" Tanya Adiknya Ovi pada Darwis ingin tahu.
Akhirnya dengan perasaan berat, Darwis pun menceritakan semuanya tentang kekhawatiran dan ketakutan persahabatan dengan Anwar itu hancur berantakan.
Ovi menunduk setelah Darwis menjelaskan tentang masalahnya itu, pikirannya tak menentu dan jiwanya bergetar karenanya.
"Itu sama sekali di luar dugaan Ovi, Kak! Kalau rahu Davi itu pacarnya Salsa mungkin Ovi gak akan meresponnya, mengapa selalu persoalan tentang ini saja yang membuat Kak Darwis pusing tujuh keliling, sedangkan persoalan yang lain tidak, ada apa sebenarnya, Kak?" Tanya Ovi pada Kakaknua itu penasaran.
Serta merta mendengar pertanyaan Adiknya itu padanya, sontak Darwis tak bisa menahan Emosi Kepada Adiknya itu Ovi.
"Apa Kamu bilang? Dasar ngeyel!" Ucap Darwis dengan amarahnya itu pada Ovi yang membuat Ovi menangis.
__ADS_1