Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Ingin kembali


__ADS_3

Siang itu terlihat Ibu Juariah sudah berdandan dengan cantiknya, wajahnya berseri- seri mengisyaratkan semangat untuk hidup baru kini mulai muncul dalam dirinya, perasaan yang tak bisa dihilangkan dalam dirinya akan cinta yang tertanam dalam lubuk hati yang paling dalam.


"Ibu jangan lama- lama perginya?" ucap Salsa pada Ibunya Juariah memberi tahu,


"Gak akan lama, hanya sebentar!" jawab Ibu Juariah pada Anaknya Salsa menegaskannya,


"Jaga Andreas baik- baik, jangan lupa beri beri Dia buah yang Ibu telah siapkan tadi!" ucap Ibunya Juariah pada Salsa Anaknya mengingatkannya,


Salsa menganggukan kepalanya pada Ibunya Juariah, sambil matanya tak henti memandang Ibunya dengan perasaan bangga dalam hati.


Di perjalanan pikiran Ibu Juariah berkutat pada keinginannya untuk mencoba rujuk kembali dengan mantan Suaminya Sebastio, walaupun Ia tahu Ia sudah punya Istri, mungkin berharap bisa menjadi seperti dulu, walaupun mungkin Ia menjadi Istri kedua baginya, yang terpenting nantinya Salsa kuat mempunyai sosok Ayahnya, biarpun hanya status, untuk menikah dengan pria lain masih banyak keragu- raguan dalam dirinya, mengingat Anaknya sudah banyak penderitaan yang dialaminya, semua ini Ia berpikir hanya untuk kebaikan Salsa dan Andreas kelak.


Dengan ojek online akhirnya Ibu Juariah sampai juga di depan Restoran di tengah pertokoan pasar baru, lalu Ia turun lantas membayar ojeknya.


Ibu Juariah memasuki area parkir mobil sambil matanya tak henti melihat mobil- mobil yang sudah terparkir, dan ketika melihat mobil Merci hitam mewah yang tak asing baginya, senyum dalam bibirnya pun mulai terlihat,


"Mas Sebastio sudah datang rupanya, Dia dari dulu memang selalu tepat waktu." begitu ucap Ibu Juariah dalam pikirannya.


Sambil matanya melihat beberapa meja yang sudah terisi, tiba- tiba Sebastio memanggilnya,


"Ju, Aku disini!" ucap Sebastio pada Ibu Juariah sambil tangannya dilambaikan padanya,


Ibu Juariah menengok kesamping kearah suara yang memanggilnya, lalu dengan senyum manisnya Ia pun segera menghampirinya,

__ADS_1


"Maaf Aku terlambat!" ucap Ibu Juariah pada Sebastio menjelaskannya,


"Gak apa- apa, duduklah!" jawab Bapak Sebastio pada mantan Istrinya Juariah itu,


Dan segera Ibu Juariah pun duduk dengan posisi menghadap Sebastio, dan tak lama mereka pun memesan makan dan minum biar nanti dinikmati bersama di sela ngobrolnya.


"Kamu mengajak kemari untuk bicara, bicara apa?" tanya Sabastio pada Juariah dengan rasa penasaran dalam hatinya,


"Sebenarnya penting gak penting bagi Aku, tapi semua ini kulakukan hanya demi Salsa, itupun Aku memikirkan hal ini sudah lama, setelah Kamu ke rumah tempo hari." jawab Juariah pada Sebastio dengan tertunduk malu,


"Coba ceritakan padaku!" jawab Sebastio pada Juariah ingin segera tahu,


Ibu Juariah diam sejenak, napasnya Ia coba atur untuk tenang, matanya memandang wajah Sebastio seolah berharap mau mengerti, lalu Juariah pun dengan berusaha tenang lantas bicara,


Mendengar itu batin Sebastio menangis sedih, kicauan perasaan dalam hatinya seolah meraba lebih dalam lagi pada jiwanya, getaran cinta yang tersembunyi seolah mau berdiri, dengan matanya menatap wajah Juariah, Sebastio pun angkat bicara,


"Apakah memang harus kita hidup bersama lagi, setelah paduan cinta dan kasih sayang yang pernah Aku berikan padamu dulu Kamu hancurkan dengan teganya!" jawab Sebastio pada Juariah dengan keragu- raguannya,


Wajah Juariah memerah menahan sedih dan malu atas yang Ia telah lakukan terhadapnya,


"Aku memaklumi jawabanmu, Dulu sungguh Aku tak kuasa untuk menahan segala rasa dalam hidupku, hingga Aku salah bergaul dan terjerumus dalam alam kenistaan dan kehidupan remang dunia, Aku terpuruk oleh kemudahan dan kekayaan yang dulu Aku punya lantaranmu, Imanku tak kuat, hingga perpisahan itu terjadi itu salahku, Suami baik yang kupunya ku abaikan dengan sombongnya, dan walau sudah terlambat Aku beranikan diri untuk meminta maaf padamu atas salahku dulu, Apakah Kamu mau memaafkan Aku, Mas?" ucap Juariah pada Sebastio dengan panjangnya bicara bersama perasaan berharap,


Sebastio hanya diam, di benaknya masih terselip rasa cintanya dulu, dengan bingung apa yang harus diucapkannya, lalu Sebastio pun menjawabnya,

__ADS_1


"Dulu penyelewenganmu atas cintaku itu sungguh luar biasa sakitnya, masih terbenam dalam hatiku yang tak mungkin akan hilang, mungkin nasib cintaku dulu yang tidak beruntung mendapatkan Istri semacam Kamu, penghancuran terhadap kepercayaan itulah Aku sangat Murka kepadamu," jawab Sebastio pada Juariah memberi tahunya,


Dengan perasaan sedih yang dalam, membuat Juariah menangis mengingat kelakuannya dulu, kekecewaannya pada dirinya kini terus ada, seolah- olah terus mengejarnya tanpa ampun,


"Semua itu salahku, Aku hancurkan biduk perkawinan dengan menciptakan aib bagi diriku padamu, sungguh memang layak Kamu membenci Aku sampai mati, Mas!" ucap Juariah pada Mantan Suaminya Sambil menangis pilu,


"Sudah jangan menangis, Aku merasa bingung untuk menjawabnya?" jawab Sebastio pada Juariah memberi tahunya,.


Mereka berdua terdiam, sambil menyantap makanan yang tadi di pesannya, pikiran mereka seolah sedang bertarung dengan sengitnya di dalam dirinya, pancaran terdalam yang bisa mereka rasakan hanya cinta dan kenangan indah di otaknya,


"Suami mana yang kuat tersakiti, bila melihat Istrinya menyeleweng dengan pria lain, itu susahnya perasaanku padamu saat ini." ucap Sebastio pada Mantan Istrinya Juariah dengan perasaan hampa,


"Aku sangat mengerti atas sikapmu ini, yang terpenting Aku sudah memberi tahukan kepadamu tentang keinginanku untuk rujuk, bayangkan bahagianya Salsa bila tahu Orang Tuanya bersama lagi, lalu berlabuh hidup seperti dulu lagi, Alangkah bahagianya Salsa jika itu terjadi, tapi sayang hanya mimpi belaka," jawab Juariah pada Sebastio dengan mengandaikan keinginannya untuk terwujud.


Sebastio semakin terbawa perasaannya melihat Juariah menangis dan cerita penderitaan Anaknya Salsa kepadanya, batinnya terkoyak hatinya hancur bila mendengar penderitaan Salsa,


"Yang penting Aku tahu keinginan rujukmu itu, dalam hati yang terdalam Aku mengerti alasan semua rencana untuk kembali lagi seperti dulu." ucap Sebastio pada Juariah dengan menahan sedih di hatinya,


"Terima kasih untuk mau mendengar keinginan dan niatku itu, bila ada keajaiban, dan jika perasaan hatimu berubah untuk niatku ini, kabari Aku, Mas!" ucap Ibu Juariah pada Mantan Suaminya Sebastio dengan menahan malu di hatinya


"Landasan hidupku saat ini adalah kebahagiaan Salsa tiada yang lain, untuk semua salah dan dosa Kamu padaku di masa lalu, itu sudah Aku maafkan, tapi keragu- raguan terhadapmu yang membuat Aku sementara menolak untuk niatmu itu, pasti Kamu mengerti adanya." jawab Sebastio pada Mantan Istrinya Juariah dengan jujur dari dalam hatinya.


Hari itu mereka berdua merasakan bagaimana kata hati bicara, jeritan jiwa merana, dan lolongan sanubari yang menghiba, untuk menilai niat rujuk Ibu Juariah pada Mantan Suaminya dengan perasaan- perasaan cinta yang masih tersisa dan terkubur dalam diri mereka.

__ADS_1


__ADS_2