
Suasana kepiluan jelas terasa, Sosok Cinta yang menjadikan sandaran hidupnya kini terbaring sakit,
Salsa tampak gelisah menunggu dengan Andreas di pangkuannya, dalam bayangan pikirannya kekhawatiran akan Ibunya senantiasa terus menyelimutinya,
Sekonyong- konyong Pamannya Anwar datang dengan rasa ingin tahu yang besar atas apa yang terjadi dengan Kakaknya itu,
"Gimana keadaannya Ibumu, Sa?" tanya Anwar pada keponakannya Salsa dengan rasa gelisah,
Salsa terlihat menangis dengan sedihnya, lalu diam tak menjawab hanya menggeleng- gelengkan kepalanya pada Pamannya itu,
"Lalu Siapa yang mendampinginya di dalam?" tanya Anwar pada Salsa dengan rasa khawatirnya,
"Ayah Sebastio yang mendampingi Ibu, Paman!" jawab Salsa pada Anwar Pamannya dengan bersedih,
"Dengan Siapa? Sebastio!" ucap Anwar lagi pada Salsa seolah tak percaya,
"Iya Paman, dengan Ayah Sebastio." jawab Salsa pula pada Pamannya Anwar menerangkan,
"Oh, jadi Sebastio ada di sini!" ucap Anwar pada Salsa dengan mangut- mangut sendiri seolah sedang meyakinkan dirinya,
Mereka berdua saling menatap, menunggu Orang yang dicintainya yang sedang terbaring menuntut perawatan dari tim dokter, dalam hati kecil mereka pun berdoa untuk kesembuhan Ibu Juariah.
Selang beberapa jam berlalu, Bapak Sebastio terlihat keluar dari ruang perawatan, dengan tergopoh- gopoh Ia berjalan menghampiri mereka,
"Met Sore, Mas Sebastio! Gimana keadaan Kakakku?" tanya Anwar pada Sebastio dengan langsung ingin tahu,
"Sore juga, War! Kakakmu sudah dalam perawatan tim dokter, Alhamdulillah keadaannya membaik, dan sudah sadarkan diri, sekarang Dia sedang beristirahat tidak boleh diganggu dulu!" jawab Sebastio pada Mereka memberitahukan,
"Alhamdulillah akhirnya Ibu sadarkan diri!" ucap Salsa pada mereka dengan rasa gembiranya,
"War, Aku harus pulang dulu karena Orang rumah belum di kabarin tentang sakitnya Kakakmu, Kamu tolong jagain dulu, Nanti Aku balik lagi kemari." ucap Sebastio pada Anwar menjelaskannya,
"Baik, Mas!" jawab Anwar pada Sebastio menyanggupinya,
"Salsa, Ayah pulang dulu sebentar, jangan menangis terus, berdoa saja buat Ibumu agar penyakitnya cepat sembuh!" ucap Sebastio pada Salsa mengingatkan,
__ADS_1
"Iya, Ayah!" jawab Salsa pada Ayahnya Sebastio sambil mengangguk pada Ayahnya itu.
Segera Sebastio pun pergi meninggalkan mereka yang sedang dirundung kesedihan karena orang yang terkasihnya sakit.
Sore itu terlihat para karyawan keluar dari aktifitas bekerjanya, diantara orang- orang yang keluar itu tampak Yuli dengan sedikit berlari mencari seseorang, matanya tak henti kiri - kanan melihat sosok yang dicarinya, hingga dengan kesalnya Ia bicara sendiri,
"Nunggu di mana Dia, bikin cape saja!" ucapnya dalam hati sambil matanya terus memperhatikan orang- orang yang keluar,
Sekonyong- konyong Davi datang menghampirinya, lantas bicara pada Yuli,
"Maaf Yul, Aku terlambat tadi beresin yang kena komplain itu dulu, jadi agak telat!" ucap Davi pada Yuli memberi tahu,
"Yaudah, Jadikan Kita menjenguk Ibunya Salsa ke rumah sakit, Sekarang?" tanya Yuli pada Davi ingin jelasnya,
"Jadi dong, masa Salsa lagi dirundung sedih karena Ibunya di Rumah Sakit, Kita tak menengoknya!" jawab Davi pada Yuli dengan segala perhatiannya,
"Sebentar Kamu tunggu disini dulu, Aku Ambil motor!" ucap Davi lagi pada Yuli memberi tahu,
Dan Akhirnya Yuli pun menunggu Davi, dan tak beberapa lama Akhirnya Mereka pun pergi meluncur ke Rumah Sakit untuk menengok keadaan Ibu dari Sahabatnya Salsa.
Kring! Kring! Kring!, Dan tanpa lama Yuli melihat Siapa yang menelponnya, lalu mengangkatnya,
"Assalamualaikum, Arjuna!" ucap Salam Yuli pada Arjuna nun jauh disana,
"Waalaikum Salam, Kamu sedang dimana?" jawab Arjuna pada Yuli ingin tahu,
Mata Yuli menatap Davi dengan tajamnya, seolah memintanya menunggu sebentar untuk menerima telpon dulu,
"Ini Aku lagi di Rumah Sakit, memang kenapa?" jawab Yuli pada Arjuna memberi tahunya,
"Tadinya Aku hendak menjemputmu, ini Aku sudah di depan tempat kerjamu, tapi gak apalah lain kali saja, Memang Siapa yang sakit, Yul?" tanya Arjuna pada Yuli dengan penasaran,
"Lain kali kalau mau jemput beri kabar dulu, jadi kasihan Kamu gak ketemu Aku, kesini saja Arjuna, ke Rumah Sakit, Ini Aku mau menengok Ibunya Salsa, Dia sakit di rawat!" jawab Yuli pada Arjuna dengan menyuruhnya menyusul,
Mendengar Ibunya Salsa yang dirawat di Rumah Sakit, Arjuna kaget dibuatnya, ingatannya kembali kemasa lalu, dan seolah bengong karena merasa bingung mau bagaimana terhadap dirinya itu atas ajakan Yuli padanya,
__ADS_1
"Oh Ibunya Salsa yang sakit, Maaf Aku gak bisa kesitu, semoga cepat sembuh saja!" jawab Arjuna pada Yuli dan langsung menutup telponnya
Bayangan Ibu Juariah dan Salsa yang dulu seolah bergerak muncul dalam pikirannya, hatinya bersedih atas apa yang terjadi, ketidak mampuannya akan masalah lalunya yang membuat Arjuna tak bisa bergerak dengan leluasa, tanpa sadar celoteh dalam dirinya keluar dengan mewakili rasa sedih yang amat dalam,
"Kasihan sekali Salsa disana, Ibunya terbaring sakit yang menuntut perhatian lebih darinya, Dia tak punya siapa- siapa lagi selain Ibunya itu, semoga cepat sembuh, dan Maafkan Aku Salsa!" begitu pikiran dalam diri Arjuna mengkhawatirkan akan nasib Salsa.
Akhirnya Arjuna memacu kembali sepada motor kesayangannya untuk pulang, dari gagalnya menjemput Yuli.
Salsa Diam dengan pikirannya tak henti memikirkan keadaan Ibunya, bayangan- bayangan ketakutannya muncul dalam pikirannya, Tapi tiba- tiba Salsa di kejutkan oleh suara Yuli yang bertanya tentang keadaan Ibunya itu, sambil menghampirinya bersama- sama Davi,
"Gimana keadaan Ibumu, Sa?" tanya Yuli pada Salsa yang kaget karena tanyanya,
Sambil wajahnya Ia palingkan pada mereka berdua yang datang dengan tiba- tiba, dengan mencoba untuk tersenyum pada mereka berdua, Salsa pun menjawab,
"Alhamdulillah, Ibu sudah sadarkan diri, kini Ia sedang Istirahat dan gak boleh diganggu dulu!" jawab Salsa pada mereka berdua menjelaskan,
"Kamu harus sabar, berdoa terus jangan sampai lupa!" ucap Davi pada Salsa dengan rasa perhatiannya yang besar.
"Terima Kasih, kalian sudah mau kemari menengok Ibuku!" ucap Salsa pula pada mereka berdua dengan sedihnya bicara,
"Sudah jangan nangis, Kami kemari memang seharusnya, masa teman susah akan dibiarkan, benar gak, Yul?" tanya Davi pada Yuli sedikit guyon untuk memecahkan kesedihan,
Melihat Davi bertanya dengan candanya, membuat Yuli tertawa dibuatnya, dan Salsa pun terlihat tersenyum melihatnya,
"Iya benar, jangan bengong melulu, mending kita makan gorengan, Aku tadi beli di depan kantor." jawab Yuli pada Salsa dengan berusaha untuk menghiburnya,
Gorengan pun mereka santap sambil berbincang, sambil menunggu Ibunya yang terbaring itu,
"Anakmu mana, Sa?" tanya Davi pada Salsa ingin tahu,
"Bersama Paman Anwar keluar, katanya ingin jajan!" jawab Salsa pada Davi sambil menatap Davi dengan tatapan tajam seolah berharap,
"Gak ada Kamu sepi, Sa! gak ada yang komentar." ucap Davi pada Salsa memberi tahu,
"Bilang Saja, Kangen gitu, banyak alasan!" ucap Yuli pada Davi dengan meledeknya,
__ADS_1
Wajah Davi memerah di hadapan Salsa, dan terlihat Salsa pun tersenyum melihat kelakar kedua Sahabat dekatnya itu.