Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Alasan yang beralasan


__ADS_3

  Davi merasa tak terima atas pemukulan terhadap dirinya itu, lantas dengan amarahnya Dia bicara pada Seno, "Kenapa Kamu tiba- tiba memukul wajahku ini? Apa urusanmu dengan Aku?" Ucap marah Davi kepada Seno merasa sewot.


   Seno merasa tak enak Davi berkata begitu padanya, sehingga emosinya semakin melonjak naik ke kepalanya itu, lantas Dia menjawabnya, "Apa urusanmu kau bilang! Ini pesta ulang tahun Fanny temanku, Kamu datang- datang seenaknya membuat onar disini, masih mending tidak dikeroyok oleh semua teman- temanku disini, dasar menyebalkan!" Jawab Seno merasa panas dalam hatinya itu.


   Mendengar Seno bicara lantas teman- teman Seno ikut emosi mendengarnya, akhirnya mereka ikut nimbrung menjawab seakan gatal untuk menghajarnya, "Sudah kita habisi sekalian, Sen!" Ucap Ucok dengan tangannya dikepalkan merasa geram,


   "Iya beri Dia pelajaran agar Dia merasa kapok!" Ucap Wendy pula saking solidernya itu.


  Tiba- tiba Firza datang sambil teriak bicara merasa penasaran, "Sudah...sudah, Ada apa ini ribut- ribut disini mengganggu saja!" Ucap geram Firza pada mereka semua.


  Melihat Firza datang, lantas Davi langsing bicara padanya, "Ini, lelaki ini tahu- tahu menghajar Aku, gak tahu apa masalahnya!" Ucap Davi pada Firza meminta perlindungan padanya.


  Lalu Firza menatap Seno dengan penasaran dalam dirinya itu, lantas Dia bertanya pada Seno, "Apa betul yang dikatakannya itu, Sen?" Tanya Firza pada Seno ingin tahu jelasnya,


  Seno menggeleng- gelengkan kepala pada Firza sambil menjawabnya, "Dia datang- datang bikin onar di pesta ulang tahun Fanny ini!" Jawab Seno menjelaskan.


  Firza diam sejenak untuk mengkaji jawaban Seno itu, lantas Dia bertanya lagi padanya, "Dia bikin onar apa? Tolong jelaskan padaku?" Tanya Firza lagi penasaran atas jawabannya itu.


  Sekonyong- konyong Davi menyela pembicaraan mereka, "Bohong! Bikin onar apa Aku?" Tanya Davi sambil ngotot pada Seno,


 Mendengar Davi menyela omongannya itu, lantas Firza segera membentak Davi untuk diam, "Diam dulu! Biarkan Dia bicara!" Bentak Firza pada Davi.

__ADS_1


 Davi menurut dan langsung diam terhadapnya itu, lalu Seno pun segera bicara pada Firza itu,"Dia datang- datang langsung membuat huru hara, Dia langsung menghina Salsa tanpa henti, Salsa hanya diam dan menangis, Salsa merasa malu untuk ribut di dalam, sehingga Dia berlari menjauh dari hinaan mulutnya yang Aku dengar tak pantas, sampai disini pun terus menghinanya dengan lebih gila lagi, hingga Aku tak tahan lalu memukulnya supaya Dia sadar, jangan keterlaluan pada Wanita, dan jangan hancurkan pesta ulang Tahun Fanny ini!" Ucap Seno pada Firza menjelaskan.


  Lantas Firza segera berpaling kepada Salsa yang menangis di samping Yuli sahabatnya itu, "Apa benar yang diucapkan oleh Seno itu, Salsa?" Tanya Firza pada Salsa ingin tahu,


  Salsa menangis, tak ada yang bisa untuk menghentikannya, lantas dengan berat hati Dia pun menjawabnya, "Yang Dia katakan itu benar, tadi Aku sedang bicara dengan Seno di dalam. Tiba- tiba Dia datang memperkeruh suasana, akhirnya Aku mengalah karena malu bila ribut didalam dan Aku putuskan untuk berlari kemari!" Jawab Salsa pada Firza menjelaskan.


  Davi merasa tak terima atas tuduhan padanya itu, lalu Dia pun bicara keras merasa tak terima pada Salsa sambil menghinanya, "Hey Janda gatel jangan macam- macam denganku, jangan menuduhku sembarangan, disini hanya ada orang baik, tidak ada yang kamu cari untuk memuaskanmu, janda brengsek!" Ucap Davi pada Salsa sambil berjalan keluar seolah ingin menjauh karena memang Dia yang memulai keributan itu.


  Karena merasa tak enak sahabatnya dihina seperti itu, lantas mulut Yuli pun menjawab perkataan Davi itu yang tak sepatutnya itu, "Davi Kamu sudah sangat keterlaluan pada Salsa, Kamu yang membuat masalah padanya, menghina dan merendahkannya, ingat Davi itu ada pembalasannya, ingat itu!" Ucap Yuli pada Davi yang terus berjalan pulang.


  Lantas Firza menghampiri Salsa, sambil bertanya padanya,"Salsa, Kamu gak apa- apa?" Tanya Firza dengan perhatiannya itu,


  Salsa diam tak menjawabnya hanya menganggukan kepalanya pada Firza, "Ayo semua kita masuk lagi, Acaranya segera dimulai!" Ucap keras Firza pada mereka yang berada disitu.


  Lalu Seno menghampiri Salsa yang berjalan di samping sahabatnya itu Yuli, "Salsa, benar Kamu tidak apa- apa?" Tanya Seno pada Salsa merasa kasihan padanya


  Salsa tersenyum pada Seno, lantas menjawabnya,"Terima kasih, Sen! kamu sudah menolongku tadi, Aku tak apa- apa hanya bersedih tidak bisa melawannya karena merasa malu pada yang punya hajat ini!" Jawab Salsa pada Seno menjelaskan padanya itu.


Sambil mengangguk pada Salsa, lantas Seno pun menjawab, "Syukurlah kalau Kamu gak kenapa- napa!" Jawab Seno sambil tersenyum pada Salsa.


  Akhirnya mereka masuk untuk memulai acaranya itu, tapi tiba- tiba Salsa merasa tak enak, dan Dia pamit duluan untuk pulang.

__ADS_1


  Tapi Yuli pun ikut menemani Salsa bersama Wati untuk pulang bersama- sama, "Kalian seharusnya jangan ikut Aku, sana masuk lagi acaranya saja baru dimulai, Aku jadi tak enak hati pada kalian berdua!" Ucap Salsa menerangkan pada mereka berdua itu,


Sambil menatapnya, lantas Wati menjawabnya, "Gak enak lah, masa Kamu pulang sendirian!" Jawab Wati pada Salsa sambil melirik Yuli yang sedang memperhatikan seseorang.



Langsung Salsa pun menjawab, "Gak apa- apa, toh Aku tinggal telpon Sopirku saja, langsung pulang!" Ucap Salsa pada mereka berdua merasa terharu karenanya itu.


  Saat Salsa hendak menelpon Sopirnya itu, tiba- tiba Seno datang menghampiri dengan sepeda motor maticnya itu, "Salsa! Biar Aku antar sampai kerumah!" Ucap keras Seno pada Salsa memberi tahunya.


  Melihat itu, lantas Yuli saling bertatap dengan Wati seolah mereka merencanakan sesuatu, lalu Yuli pun bicara pada mereka, "Salsa Aku dan Yuli tidak jadi pulang bareng Kamu, Aku lupa tasku ketinggalan di dalam, Kamu pulang duluan saja, Kami baik- baik saja!" Ucap Mereka berdua sambil berlari masuk ke dalam riuhnya pesta ulang tahun Fanny itu.


  Salsa lalu tersenyum pada Seno dan bicara tentang kelakuan sahabatnya itu, "Tuh lihat, Sen! Kelakuan mereka itu seperti itu, kadang membingungkan kadang menyenangkan!" Ucap Salsa pada Seno mengalihkan perhatian hatinya itu.


Terdengar Seno menjawab pada Salsa, "Tapi Aku salut pada mereka berdua, rasa solidernya pada kawan yang tinggi!" Jawab Seno pada Salsa merasa bangga.



Tiba- tiba Seno memberikan helm pada Salsa untuk dipakainya sambil bicara, "Sudahlah cepat pakai helm dulu, nanti semua orang melihat kita lagi, bahaya!" Ucap Seno sambil memberikan helmya itu pada Salsa,


  Mendengar Seno mengulurkan bantuannya itu, terbesit dalam pikiran Salsa untuk menggodanya, "Eh, Kok maksa gitu sih!" Jawab Salsa menggodanya seolah menolak pada Seno,

__ADS_1


  Mendengar Salsa menolak lantas helmnya Seno ambil kembali, terlihat muka Seno memerah karena malu, dan terdengar ucap maaf Seno pada Salsa merasa bersedih perasaannya itu, "Ohh, Maaf Salsa! Tadinya Aku berniat mengantarmu pulang, tapi Kamu menolak, ya sudah kalau begitu Aku pulang duluan!" Jawab Seno dengan tak disangka- sangka langsung menancap gasnya dengan cepat, sehingga Salsa tak kuasa untuk membuka mulutnya,karena motor Seno sudah melaju kencang menjauh dari tempatnya berdiri, yang niat tadinya hanya guyon belaka.


  Salsa ingin teriak keras tapi tak berani karena tak ingin mengganggu acara spesial Fanny itu, akhirnya Salsa menyesal, dan Seno pun sudah jauh meninggalkan Salsa seorang diri.


__ADS_2